Tips Cara Memegang Kamera (Grip) Dengan Benar

Mengatasi kamera shake pada pemotretan handheld tidak cukup hanya dengan mengatur shutter speed, tetapi juga dengan cara memegang kamera (grip).
cara memegang kamera dengan benar
  1. Atur posisi berdiri atau berlutut yang cukup stabil. Apabila anda belajar beladiri atau menembak, akan sangat membantu jika anda terapkan teori kuda-kuda.
  2. Mamfaatkan objek di sekitar anda untuk menambah stabilitas. Tempelkan badan atau kaki anda ke dinding atau pohon untuk memperkuat kuda-kuda.
  3. Gunakan tangan kiri untuk menahan berat kamera, posisikan siku dan lengan menempel dengan badan. Gunakan tangan kanan untuk memegang grip kamera (sebelah kanan), dan tarik sedekat mungkin ke badan.
  4. Tempelkan view finder ke mata, sampai kamera menempel ke muka. Kalau anda menggunakan live-view, letakkan kamera sedekat mungkin.
  5. Lakukan ‘timing’ untuk menekan tomobol shutter (klik). Bernafaslah pelan-pelan, tarik nafas, kemudian buang setengah nafas, tahan sebentar, dan ‘klik’.
  6. Untuk menekan tombol shutter, lakukan dengan gerakan memeras (squeeze) dan lakukan dengan lembut. Gerakan yang tiba-tiba bisa menimbulkan shake.

Teknik ini sepertinya cukup panjang kalau ditulis. Tetapi dengan banyak berlatih, anda akan segera terbiasa dan bisa melakukan secara otomatis.

19 Tips Komposisi Memotret Foto Part 1

Ada perumpamaan yang menyatakan bahwa sebuah gambar atau foto setara dengan seribu kata-kata, dengan pengertian bahwa sebuah foto bisa mengandung sangat banyak informasi. Tetapi apabila seribu kata-kata tadi diletakkan secara acak, bukannya menjadi alat untuk menyampaikan informasi tapi justru akan menimbulkan kebingungan bagi si penerima pesan.

Dalam fotografi diperlukan kemampuan untuk mengatur susunan objek-objek dalam foto agar mampu menyampaikan pesan dengan baik, dan biasanya disebut sebagai teknik komposisi. Berikut ini beberapa dasar komposisi yang bisa anda terapkan.

1. Menonjolkan Point of Interest (POI)

Salah satu persepsi pemula yang kurang tepat saat mengambil foto, adalah menangkap semua yang terlihat sabanyak mungkin dan memasukkannya dalam satu frame. Hasilnya tentu saja foto yang sangat ramai, antarelemen saling berebut perhatian dan tidak jelas mana objek utama atau point of interest (POI).
 

Tips Komposisi Memotret Foto, Menonjolkan Point of Interest (POI)
Window by volodymyr kyrylyuk on 500px.com
 

Ada beberapa metode untuk memperkuat POI yaitu antara lain yaitu, atur agar POI lebih menonjol dengan menggunakan warna, tingkat terang atau pola yang berbeda, elemen pendukung tetap perlu tapi jangan mengalihkan perhatian POI, serta hilangkan dan minimalkan elemen yang tidak ada hubungannya. Foto yang lebih sederhana biasanya memperkuat tampilan POI dan memberi kesan yang lebih dalam.

2. Isolasi

Kemungkinan besar anda akan menemui foto yang terganggu oleh munculnya objek, benda atau orang-orang yang seharusnya tidak perlu ada dalam gambar. Misalkan anda memotret seseorang dan ternyata di samping belakangnya ada orang lain yang tidak perlu masuk gambar, atau mungkin kabel, botol minuman dan sebagainya.

Tips Komposisi Memotret Foto
Istilah yang lazim dipakai untuk kondisi seperti ini adalah “bocor”. Sebisa mungkin hindari kebocoran pada saat pengambilan gambar. Menghilangkan bocor dengan retouch/editing akan membuang waktu dan hasilnya tidak akan sebagus gambar asli. Salah satu metode untuk melakukan isolasi dan menghindari bocor adalah dengan mempersempit sudut pandang dengan lensa tele, menggunakan aperture lebar seperti f/2.8 untuk membuat bagian yang tidak diinginkan menjadi blur, atau bisa juga dengan mengubah sudut pandang.

3. Rule of Thirds

Rule of third adalah kaidah umum mengenai komposisi dalam seni visual, baik lukisan, fotografi, film maupun desain bangunan. Kaidah ini memetakan gambar menjadi per-tiga-an. Penggunaan rule of third secara psikologis akan menjadikan foto lebih menarik. Cara mengaplikasikan rule of third adalah membagi bidang foto menjadi 3 bagian kolom dan baris, 2 garis vertikal dan 2 horizontal, letakkan objek utama pada salah satu garis atau perpotongannya.
Tips Komposisi Memotret Foto, Rule of Thirds

4. Arah dan Negative Space

Ruang kosong pada foto digunakan untuk menggambarkan pergerakan atau menyediakan ruang pemikiran bagi pemirsa. Penerapan umumnya adalah dengan memberikan ruang kosong di arah hadap subjek. Sebagai contoh, apabila subjek yang anda foto mengarah ke kanan, maka sisakan ruang di sebelah kanan. dengan begitu gambar akan memiliki cukup ruang dan terhindar dari kesan ‘menabrak’ frame.
Tips Komposisi Memotret Foto, Arah dan Negative Space
I Wish I Could Fly by Anders O Gimse on 500px.com

5. Orientasi: Portrait vs Landscape

Ada 2 orientasi umum dalam pengambilan foto, yaitu horizontal (landscape) atau vertikal (portrait). Kemera anda memang normalnya dirancang mendatar, tapi bukan berarti bahwa anda harus mengambil gambar secara horizontal. Sebagai acuan sederhana dalam menentukan orientasi adalah amati lebar dan tinggi subjek foto anda, untuk subjek dengan lebar > tinggi maka ambil gambar secara horizontal, untuk subjek dengan tinggi > lebar maka ambil gambar secara vertikal.
Tips Komposisi Memotret Foto
NYC Sunset from Brooklyn by Jim Lopes on 500px.com
 
Tips Komposisi Memotret Foto
Flatiron Building 3 by Alex Hill on 500px.com

6. Horizon

Terkadang anda menemui sebuah foto yang exposure-nya sudah bagus, warnanya indah, tetapi menjadi kurang enak dilihat karena terlihat miring. Sebuah gambar akan terlihat alami kalau salah satu bidang vertikal atau horizontalnya sejajar dengan salah satu bidang pada foto. Hindari meletakkan garis horizon tepat di tengah foto, usahakan horizon berada di sepertiga atas atau bawah frame. Anda bisa mengaktifkan ‘gridlines’ pada viewfiinder atau display kamera untuk acuan rata atau miringnya pemotretan.
Tips Komposisi Memotret Foto

7. Viewpoint: Bird Eye dan Frog Eye

Anda bisa mencoba mendapatkan hasil yang berbeda dengan mengambil foto dari titik yang terletak di ketinggian, atau sering disebut dengan ‘bird eye’. Dari sudut ini anda memiliki area pandang yang luas, termasuk juga perspektif objek dan hubungannya dengan benda-benda di sekelilingnya.
Tips Komposisi Memotret Foto, Viewpoint: Bird Eye dan Frog Eye
Bangkok City by Peace Rittha on 500px.com
 
Ada juga teknik yang sering disebut ‘frog eye’ yaitu teknik pengambilan sudut pandang gambar dengan cara memotret dari sudut rendah. Akan sangat membantu jika kamera anda memiliki layar yang bisa diatur sudutnya.
Tips Komposisi Memotret Foto
Summer Ended by Viet Le on 500px.com

8. Framing

Teknik framing adalah penggunaan elemen pendukung pada foto sebagai bingkai dari subjek utama gambar. Elemen yang digunakan sebagai framing umumnya berada di depan subjek, namun bisa juga berada di belakang subjek. Efek framing memunculkan dimensi jarak dan mengarahkan perhatian pemirsa menuju point of interest (POI). Sebagai catatan, aturlah agar tingkat terang, warna, dan motif dari bingkai agar tidak sampai mengalihkan perhatian dari POI.
Tips Komposisi Memotret Foto, framing
Gateway to Beauty – Taj Mahal by Jim Lopes on 500px.com

9. Leading Line

Penggunaan garis pemandu (leading line) pada foto akan memberikan arahan jalur pada perhatian pemirsa. Umumnya leading line ini dimulai dari tepi dan kemudian mengarah ke subjek utama pada pemotretan. Anda bisa memamfaatkan bentuk struktur buatan manusia ataupun bentuk-bentuk alami.
Tips Komposisi Memotret Foto
Path by Jonathan Wiseman on 500px.com

10. Repetisi

Dalam fotografi, perulangan yang dipotret dengan komposisi yang tepat akan mampu menarik perhatian pemirsa dan memberikan kesan keteraturan, ukuran, atau jumlah yang masif. Carilah pola berulang di sekitar anda dan lakukan framing dengan berhati-hati. Gunakan zooming dan crop ketat untuk memperkuat kesan perulangan yang dihasilkan.
Tips Komposisi Memotret Foto, pola, repetisi
St Francis Votive Candles by Richard Jorgensen on 500px.com

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata

Sebuah foto umumnya terdiri dari objek utama dan juga elemen pelengkap yang tampil dalam bidang gambar. Penempatan yang baik akan mempermudah dan memeperkuat penyampaian pesan. Di sisi lain, tata letak yang tidak tepat akan menimbulkan keruwetan, menjadikan foto membosankan, janggal dan tidak menarik, bahkan mungkin juga memunculkan salah paham. Dalam teknik komposisi fotografi dikenal ada beberapa acuan pengaturan tata letak objek dan elemen foto.
Berikut adalah tips komposisi bagaimana mengatur tata letak agar foto tidak membosankan :

1. Rule of thirds

Penempatan objek di tengah gambar seringkali menimbulkan ketegangan antar elemen foto, kesan yang muncul adalah saling tarik menarik dan berebut perhatian. Salah satu cara untuk mengatasi kesan yang kurang harmonis ini adalah dengan menerapkan rule of thirds.

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata, rule of third
Dream by Joshua Zhang on 500px.com

Rule of thirds adalah kaidah umum yang sederhana namun efektif dalam komposisi visual, dengan memetakan gambar menjadi bagian per tigaan. Kaidah ini diterapkan dalam banyak hal, mulai dari lukisan, fotografi, desain, bahkan viedo. Secara psikologis, pembagian per tigaan akan menjadikan sebagian area terlihat dominan, sebagian lagi sebagai pelengkap serta mencegahnya tarik menarik dan ketagangan antar elemen dalam foto.

2. Golden ratio

Rule of thirds yang dibahas sebelumnya sebenarnya merupakan penyederhaan dari golden ratio. Salah satu penerapan golden ratio adalah dengan menggunakan golden spiral atau disebut juga dengan golden rectangle. Pada contoh di bawah ditampilkan objek dengan pengaturan komposisi mengikuti golden spiral dengan orientasi lanscape. Alur pusaran kelopak bunga mawar dimamfaatkan untuk memandu arah aliran perhatian pemirsa mengikuti keseluruhan gambar. (Selengkapnya akan dibahas pada artikel selanjutnya).

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata, golden ratio
  Ratio Rose by Mark Weich on 500px.com

 

3. Golden triangle

Objek dengan arah tegak atau mendatar sering memberikan kesan kaku atau formal. Untuk kesan yang lebih dinamis, anda bisa menerapkan arah diagonal mengacu pada golden triangle. Tapi mohon diingat bahwa tidak semua skenario sesuai untuk pola ini, misalkan foto portrait close-up.

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata, golden triangle
Tiny Tiny Spider by Frederic Gombert on 500px.com
Pada contoh di atas, batang bunga diletakkan mendekati arah diagonal bidang foto, dengan bagian bunga berada di sekitar titik perpotongan segitiga. Foto ini memberi kesan seperti tertiup angin, lebih dinamis jika dibandingkan bunga pada posisi tegak.

4. Simetris

Penggunaan simetri bisa memberi kesan stabil, kokoh, seimbang, sehingga sesuai untuk foto aristektur. Walaupun begitu, sebaiknya tetap usahakan agar tetap ada arah yang diatur asimetris.

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata, simetris
Renaissance Center, Detroit, Michigan by Steven Wosina

 

5. Menjaga keseimbangan

Penggunaan komposisi asimetris terkadang menjadikan gambar seperti ada yang kurang, yaitu kurang adanya elemen pendukung yang memberikan keseimbangan pada foto. Kondisi serupa bahkan terjadi pada komposisi simetris.

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata
Cat Twin Brothers by Piotr Szczepankiewicz on 500px.com
Untuk semakin memaksimalkan komposisi, anda bisa meletakkan objek atau elemen pelengkap pada sisi yang berlawanan untuk memberikan kesan keseimbangan pada foto. Pilihlah objek yang tidak terlalu mencolok sehingga tidak akan mengambil alih perhatian pemirsa dari POI.

6. Ruang kosong dan arah hadap

Sebuah foto tidak harus penuh berisi POI dan elemen pelangkap, seringkali dibutuhkan adanya area yang tidak berisi objek. Ruang kosong (atau disebut juga negative space) pada foto bisa digunakan untuk menggambarkan arah gerakan, atau menyediakan ruang imajinasi bagi pengamat.

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata, negative space
Joker by Monika Leirich on 500px.com
Ruang kosong sangat erat dengan arah hadap. Pada umumnya peletakan ruang kosong berada di arah hadap subjek. Sebagai contoh, apabila seseorang yang anda foto menghadap ke kiri, maka sisakan ruang di sebelah kiri. Dengan demikian gambar akan memiliki cukup ruangan dan terhindar dari kesan ‘menabrak’ frame.

7. Alur, arah dan relasi antar objek

Pesan yang ditampilkan oleh foto dengan beberapa objek akan dipengaruhi juga oleh arah masing-masing elemen, yang kemudian menentukan bagaimana alur pandang pemirsa pada foto tersebut. Alur ini menentukan bagaimana foto bercerita, hubungan antar elemen, dan akhirnya membentuk persepsi pemirsa terhadap pesan dari foto.

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata
The StreetBbelongs To Football, Kolkata by Anjan Roy on 500px.com

 

8. Rule of odds (jumlah ganjil)

Contoh di bawah menggunakan rule of odds, dengan 3 bebatuan yang dipilih sebagai objek. Komposisi yang dihasilkan akan lemah jika objek yang dipilih adalah 2 batu atau 4 batu.
Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata
Rule of Odds by Bruce Calder on 500px.com

9. Pola segitiga

Pola-pola berbentuk segitiga pada fotografi secara estetika terlihat lebih menarik jika dibandingkan dengan pola berbentuk datar ataupun persegi empat.
Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata
Clickers or Posers….? by Ravikant Kurma on 500px.com

10. Repetisi

Perulangan dalam kehidupan sehari-hari bisa menimbulkan kebosanan. Akan tetapi dalam fotografi, perulangan yang dipotret dengan komposisi yang tepat akan menarik perhatian pemirsa dan memberikan kesan keteraturan, ukuran, dan atau jumlah yang masif.

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata, repetisi

Pattern Night Market by Nerenrit Tipcharoen on 500px.com

Teknik penting saat memotret dengan kompsisi berulang adalah pengaturan zoom atau focal length lensa. Focal length yang berbeda memberikan efek distorsi.

11. Memecah pola

Melanjutkan bagian sebelumnya mengenai perulangan, ada teknik lanjutan yang sering diterpakan untuk menghasilkan komposisi yang lebih menarik. Yang perlu anda lakukan adalah ‘merusak’ pola dengan menampilkan unsur yang berbeda.

Tips Komposisi Foto Agar Lebih Enak Di Mata

Rules Are Made To Be Broken by Michael Gollotti on 500px.com

Gunakan unsur yang mengikuti perulangan pattern, tetapi memiliki karakter yang membuatnya terlihat mencolok lain dari yang lain. Sebagai contoh, bisa dengan memamfaatkan warna yang berbeda sebagai pemecah pattern. Atur komposisi sebaik mungkin, seperti dengan meletakkan elemen pemecah tersebut pada salah titik rule of third.

Mengenal Teknik HDR (High Dynamic Range)

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, sensor kamera tidak secanggih mata kita yang memiliki dynamic range yang sangat luas sehingga dapat membedakan area yang gelap dan terang dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi. Sensor kamera masih memiliki keterbatasan dalam melihat area terang dan gelap yang sangat kontras pada sebuah foto pemandangan. Misalnya, pada saat menikmati pemandangan sunset atau sunrise, warna dan corak langit yang bervariasi akan terlihat indah bila dilihat langsung oleh mata kita,  sedangkan pada kamera digital, meskipun kamera yang canggih sekalipun belum mampu merekam detail secara penuh dari pemandangan tersebut. Sehingga pada beberapa bagian foto akan terlihat terlalu terang dan sebagian lagi akan terlihat terlalu gelap.

foto HDR
 Foto underexposure dan overexposure yang sudah digabung

Teknik HDR untuk memperluas dynamic range

Sehingga untuk mengatasi foto pemandangan yang mempunyai kontras yang tinggi antara area gelap dan terang digunakanlah teknik HDR (selain cara yang pernah dibahas sebelumnya untuk memaksimalkan dynamic range). Secara prinsip HDR menggunakan beberap foto dengan exposure yang berbeda (mirip dengan teknik foto montage), tetapi dengan jumlah foto yang lebih banyak dan dengan proses layering yang terotomasi.

Foto underexposure
teknik HDR
 Foto overexposure

Apabila foto yang kita peroleh tidak memiliki area highlight clipping terlalu banyak maka kita bisa menggunakan foto yang dihasilkan dari 1 RAW saja. Cukup bedakan exposure-nya saja saat pengolahan RAW untuk menghasilkan 3-5 foto dengan exposure yang berbeda. Keuntungan dari teknik ini adalah tidak ada masalah re-allignment foto karena sebenarnya fotonya identik hanya beda exposure-nya saja.

Sedangkan apabila kondisi di lapangan terlalu ekstrim maka kita bisa memotret 3-5 foto dengan exposure yang berbeda dengan langsung menggunakan EV yang berbeda saja di lapangan, tidak perlu menggunakan mode Manual. Dengan cara ini, kita menghindari terjadinya highlight clipping, dimana foto sudah tidak memiliki informasi detail sama sekali. Keruguiannya tentunya ada kemungkinan turunnya ketajaman hasil akhir karena re-allignment (contoh seperti pada area ombak yang berbeda, sehingga saat disatukan tidak tajam).

Pemotretan yang menggunakan teknik HDR

Umumnya HDR digunakan untuk pemotretan arsitektur. Tetapi landscape juga bisa menggunakan teknik ini asalkan tidak terlalu berlebihan (sehingga tampak tidak natural). Salah satu triknya adalah menggunakan foto yang selisih exposurenya tidak terlalu jauh. Sebagai rule of thumb gunakanlah 3-5 foto dengan jarak 1/3 sampai dengan 1/2 stop saja.

Saat memotret HDR, kita wajib menggunakan tripod atau memastikan komposisi dan kamera tidak berubah. Hal ini karena kamera akan mengambil minimal dua foto (yang satu terang, satu gelap) kemudian kedua foto tersebut akan digabungkan menjadi satu. Dengan demikian hasil foto akhir memiliki detail yang paling lengkap. Saat memotret HDR, pastikan mode yang digunakan adalah Aperture Priority atau Manual, sehingga ruang tajam tidak berbeda. White Balance yang mengatur warna harusnya juga jangan AWB (Auto), tapi ditentukan sesuai sumber cahaya yang ada, misalnya Daylight atau simbol matahari.

Untuk menggabungkan foto – foto HDR tersebut dapat dilakukan dengan bantuan software. Ada beberapa software yang bisa kita gunakan, seperti Photomatix dan Adobe Photoshop.

14 Tips Fotografi Portrait Dan Sistem Pencahayaannya 2

Tips Fotografi Portrait : Focusing dan Framing

Setelah pada artikel bagian 1, kita membahas basic untuk fotografi portrait seperti pengaturan aperture, ISO dan shutter speed, serta pilihan lensa yang digunakan, pada artikel kali ini kita akan membahas tips komposisi dan pemfokusannya.

6. Komposisi kreatif

Jangan malas untuk bereksperimen dengan komposisi anda. Keseringan fotografer berdiri mundur untuk memasukkan semua elemen ke dalam frame atau setidaknya bagian atas dari subjeknya.
tips fotografi portrait
Lakukan zooming pada subjek anda sehingga memenuhi frame untuk memperoleh komposisi yang apik. Posisikan subjek anda di salah satu sisi frame adalah teknik yang bagus, gunakan aperture besar untuk mendapatkan depth of field yang dangkal. Tapi harus diingat untuk melakukan fokus setepat mungkin. Fokuslah pada mata subjek anda.

7. Gunakan reflektor

Cara cepat dan terjangkau untuk mencerahkan foto portrait anda dan membuat hasilnya seperti portrait profesional adalah dengan menggunakan reflektor. Gunakan reflektor pada pemotretan indoor (memotret dekat jendela) atau di luar ruangan untuk memantulkan cahaya ke arah subjek anda sehingga menerangi area shadow.
 
tips fotografi portrait
 Tanpa reflektor
tips fotografi portrait menggunakan reflektor
Dengan reflektor putih menghasilkan tone yang alami

tips fotografi portrait menggunakan reflektor
 Dengan reflektor emas menghasilkan tone hangat
tips fotografi portrait menggunakan reflektor
Dengan reflektor silver mencerahkan gambar
Beberapa reflektor dibuat dengan 2 sisi dan dilengkapi dengan cover yang dapat dilepas. Reflektor memiliki variasi warna yaitu putih, silver, dan emas. Reflektor yang memilliki permukaan putih dapat juga berfungsi sebagai diffuser untuk melembutkan cahaya yang kuat.
Anda dapat membuat reflektor sendiri dengan menggunakan selembar kertas karton yang dilapisi dengan aluminium foil untuk memberikan efek silver.

8. Fokuskan kamera anda

Ketika menggunakan aperture yang lebar (misalnya f/2.8), depth of field akan menyempit, jadi hati-hatilah menentukan titik fokus anda. Lakukan pemfokusan pada mata subjek anda. Untuk membantu menentukan titik fokus, secara manual pilih single titik autofokus (AF). Atau kalau anda tidak mau repot memindah-mindahkah titik AF –  bisa dengan titik AF di tengah, tekan setengah tombol shutter kemudian lakukan komposisi ulang sesuai denga posisi subjek kemudian tekan penuh tombol shutter.

9. Pose

Bagaimana subjek anda berpose akan memiliki efek yang dramatis pada hasil foto portrait anda. Perubahan kecil pada ekspresi wajah subjek anda – seperti apakah mereka tersenyum atau tidak – dapat mengubah “feeling” pada keseluruhan foto anda. Buatlah subjek anda merasa nyaman. Ketika memotret, usahakan menangkap berbagai ekspresi subjek anda.
tips fotografi portrait
tips fotografi portrait
Pose pada fotografi portrait