Review : Kamera Olympus Stylus 1S

Kamera Olympus Stylus 1S

Spesifikasi Kamera Olympus Stylus 1S

Review : Kamera Olympus Stylus 1S – Pabrikan kamera Olympus baru-baru ini mengeluarkan produk kamera compact terbarunya yaitu Olympus stylus 1S yang memiliki sensor 12MP1/1.7″ BSI Cmos, lensa 28-300mm F2.8, dan viewfinder elektronik 1,44 juta titik. Olympus Stylus 1S merupakan penerus dari produk sebelumnya yaitu Olympus Stylus 1, yang juga memiliki spesifikasi serupa seperti di atas . Namun sebagai penerusnya, beberapa fitur baru serta beberapa perbaikan dan peningkatan, telah disematkan pada Olympus Stylus 1S.
Kamera Olympus Stylus 1S

Fitur Kamera Olympus Stylus 1S

Beberapa fitur baru yang ada pada Olympus Stylus 1S adalah modus Small AF Target yang memungkinkan anda untuk memfokuskan lebih akurat pada setiap titik tertentu. Selain itu, juga ada fitur Step Zoom. Dengan fitur ini, anda dapat mengeset sembilan posisi zoom sebelum memotret sehingga memberikan keleluasaan bagi fotografer dalam melakukan zooming saat mengambil foto. Selain itu, pada bagian body kamera Olympus Stylus 1S juga dilakukan beberapa penyesuaian seperti mendesain ulang grip.

Selain beberapa fitur di atas, Olympus Stylus 1S juga memiliki mode Super Macro untuk memotret objek sangat dekat sampai dengan 5cm dari lensa. Juga disediakan BLS-50 Lithium-ion yang memberikan kapasitas yang lebih banyak dalam memotert dibandingkan kamera pendahulunya, Stylus 1. Olympus Stylus 1S juga mewariskan kontrol fisik dari jajaran kamera Olympus OM-D untuk memudahkan dalam memotret foto. Terdapat built-in Wi-Fi yang dapat dihubungkan ke smartphone dengan menggunakan aplikasi. Selain berguna untuk menyimpan gambar yang ada dikamera ke smartphone, aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai remote control yang dapat mengaturkamera dengan berbagai mode dan pengaturan dan bahkan memotret melalui smartphone.
Kamera Olympus Stylus 1S
Kamera Olympus Stylus 1S

Memahami Acuan Shutter Speed Pada Pemotretan Handheld

Penggunaan shutter speed yang terlalu lambat akan menyebabkan gambar yang kabur atau goyang. Untuk itu, ada acuan umum yang digunakan untuk kecepatan terendah yang bisa digunakan pada pemotretan handheld (kamera ditahan tangan, bukan tripod atau alat bantu lainnya).
focal length lensa 
Shutter speed acuan untuk pemotretan handheld adalah sebagai berikut:
1. Kamera DSLR full frame, shutter speed minimal : 1/focal length. Contoh pada focal length 85mm, maka speed minimal : 1/85s.

2. Kamera DSLR APSC, shutter speed minimal : 1/(1.5 x focal length). Contoh pada focal length 50mm, maka speed minimal : 1/75s.

3. Kamera DSLR Micro Four Third, shutter speed minimal : 1/(2 x focal length). Contoh pada focal length 42mm, maka speed minimal : 1/84s.

4. Kamera saku (compact), shutter speed minimal : 1/(25 x zoom). Contoh pada zoom 5x, maka speed minimal : 1/125s.

Jika kamera atau lensa anda memiliki fitur Images Stabilizer, anda bisa menggunakan shutter speed yang lebih pelan dari acuan di atas. Umumnya berkisar 1-2 stop, atau setara dengan 2 sampai 4 kali shutter speed acuan.

19 Tips Komposisi Memotret Foto Part 2

Pada bagian sebelumnya kita telah membahas 10 tips komposisi untuk memaksimalkan foto anda, dan sekarang kita akan melanjutkan 9 tips komposisi lagi….

11. Break the Pattern

Melanjutkan bagian sebelumnya mengenai perulangan, ada teknik lain yang sering diterapkan untuk menghasilkan komposisi yang lebih menarik. Yang perlu anda lakukan adalah ‘merusak’ pola dengan menampilkan unsur yang berbeda. Gunakan unsur yang tetap mengikuti pattern, tapi memiliki fitur yang membuatnya terlihat mencolok. Pada umumnya fotografer menggunakan warna sebagai pemecah pattern. Atur komposisi sebisa mungkin, semisal dengan meletakkan elemen pemecah tersebut pada titik/garis rule of third.

Tips komposisi Break the Pattern
Passion Lady by Ryuichi Noguchi on 500px.com

12. Mamfaatkan Pantulan

Penggunaan pantulan (reflection) dapat memberikan efek yang unik pada sebuah komposisi dan memberikan nilai lebih pada foto. Dengan penambahan pantulan pada komposisi, sebuah foto bisa berubah menjadi lebih berkesan. Selain dengan air, anda bisa menggunakan kaca, jendela, cermin, permukaan logam dan sebagainya untuk memberikan efek reflektif. Perhatikan arah serta bentuk pantulan, dan gabungkan dalam komposisi foto yang anda buat.

 
Tips Komposisi Mamfaatkan Pantulan
on the train home by Marco Maioriello on 500px.com

13. Mamfaatkan Bayangan

Adanya arah cahaya akan membentuk bayangan. Dari sudut pandang komposisi, anda bisa memamfaatkan bayangan untuk melengkapi subjek dan memperkuat foto yang dihasilkan. Selain sebagai pelengkap, anda juga bisa menjadikan bayangan sebagai objek utama pemotretan dan menghasilkan foto cara pandang yang berbeda.

 
Tips Komposisi Memotret Foto
untitled by Ryuichi Noguchi on 500px.com

14. Memamfaatkan Zoom: Wide vs Tele

Penggunaan focal length yang berbeda akan menghasilkan lebar sudut pandang yang berbeda. Anda bisa menggunakan teknik ini untuk mengatur proporsi background pada komposisi. Lensa wide angle memberi jarak yang renggang antarobjek dalam foto, membuat background terlihat jauh dan kecil, serta efek distorsi. Lensa tele merapatkan objek-objek pada foto, membuat background terlihat dekat dan besar, serta efek kompresi.

15. Memamfaatkan Distorsi

Terkadang sebuah foto menjadi lebih menarik karena menampilkan pemandangan dalam proporsi yang tidak biasanya terlihat. Distorsi sering kali digunakan untuk memberikan efek pada foto dengan menerapkan lensa sudut lebar atau lensa fish eye.

 
Tips Komposisi Mamfaatkan distorsi
warp speed by Jo Williams on 500px.com

16. DoF Tipis dan Selective Focusing

Depth of Field (DoF) yang memiliki arti kedalaman ruang, adalah ruang antara titik terdekat dan titik terjauh pada gambar yang masih terlihat fokus. Objek lain yang berada di luar DoF akan menjadi blur, kondisi yang blur atau sering disebut ‘bokeh’ ini akan semakin dominan pada DoF yang tipis. Anda bisa memamfaatkan DoF yang tipis untuk teknik selective focusing, yaitu mengisolasi POI dangan membatasi objek yang fokus.

 
Tips Komposisi Memotret Foto
orchid 01 by Wei-san ooi on 500px.com

17. DoF Tebal dan Hyperfocal Distance

Foto landscape dan arsitektur umumnya lebih disukai jika seluruh pemandangan terlihat fokus, dari objek yang berada di depan (foreground) sampai objek di belakang (background). Untuk mencapai kondisi ini anda bisa menerapkan teknik “Hyperfocal Distance”. Istilah “hyeperfocal distance” adalah jarak fokus dimana objek pada semua jarak terlihat tajam.

Tips Komposisi Memotret Foto
Kraichgau Dawn by Michael Breitung on 500px.com

18. Mamfaatkan Warna 

Salah satu alat bantu yang bisa digunakan saat menyusun komposisi adalah warna. Dengan memamfaatkan penempatan warna yang tepat, anda bisa mengarahkan perhatian permirsa, menambahkan nuansa tertentu pada foto, atau bahkan menggunakan warna sebagai komposisi utama.
Tips Komposisi Memotret Foto
Wall of Books by Lejla Tabak on 500px.com

19. Skala

Mengabadikan sebuah pemandangan terkadang masih menyisakan sebuah pertanyaan, seberapa besar ukuran objek pada wujud aslinya. Untuk memberikan sentuhan skala ukuran pada objek, anda bisa menggunakan objek/subjek lain yang memiliki ukuran normal yang bisa dibayangkan.

Tips Komposisi Memotret Foto
Caught in The Middle by Jesse Shanks on 500px.com

Teknik paling efektif yang sering diterapkan pada foto pemandangan adalah dengan menambahkan orang pada komposisi. Funsi orang disini bukan sebagai subjek utama, tetapi untuk melengkapi komposisi dan memberikan alur cerita.

Fotografi Portrait Kreatif Dengan Tepung Cat

Pada tutorial fotografi portrait kali ini kami akan menunjukkan kepada anda bagaimana memotret kreatif dengan bubuk cat yang akan membuat portrait anda menjadi colourful. Kami akan jelaskan cara menampilkan awan berwarna pada subjek untuk portrait yang tak terlupakan.

Fotografi portrait kreatif dengan bubuk cat

Melemparkan bubuk cat pada subjek mampu menghasilkan portrait yang terlihat mencolok dan dinamis, tapi pakaian, peralatan, dan lantai akan tertutup debu halus cat, sehingga anda membutuhkan banyak kain dan terpal penutup debu.

Anda juga membutuhkan lokasi yang sesuai untuk pemotretan. Garasi atau bengkel kerja mungkin bisa dijadikan opsi. atau melakukan pemotretan di luar ruangan ketika malam bercuaca cerah.

Cat bubuk tampak mengagumkan ketika diberi backlit dengan flash, dan jika ketepatan waktu dan lemparan cat tepat, anda bisa menangkap momen ketika cat warna menyebar mengenai subjek dengan kejernihan sempurna. Tak perlu juga menggunakan peralatan mahal, hanya dua atau tiga flashgun dan alat untuk memicunya. Terakhir dan yang paling penting: cat. Anda bisa memesan bubuk bubuk lempar khusus Holi (dinamakan sesuai dengan festival di India) atau cat Tempera yang tidak beracun secara online.

Cara memotret fotografi portrait kreatif dengan bubuk cat

1. Atur pencahayaan fotografi portrait kreatif

Kami menggunakan tiga flashgun pada set-up, dengan payung terpasang untuk melembutkan flash. Dua dari lampu diposisikan di belakang kiri dan kanan model, lalu diarahkan ke belakang pada kamera untuk memberi backlight pada objek. Lampu ketiga diposisikan dari kiri kamera untuk menerangi subjek dari depan. Ketika memberi backlight seperti ini, gunakan lens hood untuk mencegah terjadinya flare pada lensa.

Pencahayaan fotografi portrait kreatif

2. Setting kamera

Siapkan kamera pada modus manual dan atur shutter speed pada kecepatan flash sync maksimal kamera (biasanya sekitar 1/200 sampai 1/250 detik. Rekam beberapa foto percobaan dengan model untuk menentukan aperture dan ISO yang tepat, dan ubah daya flash jika diperlukan. Pada foto ini menggunakan kecepatan shutter 1/250 detik pada aperture f/4.5 dan ISO 200.

3. Persiapkan pose model

Sebelum mulai melemparkan cat, luangkan waktu untuk menyempurnakan pose model. Gunakan sekop atau alat serupa dengan permukaan rata dari mana cat akan dilemparkan. Tuang bubuk cat atau tepung dengan hati-hati pada sekop. Atur warna dalam garis terpisah untuk menciptakan pola berwarna menarik di udara. Tambahkan tiga atau empat cangkir bubuk cat, dan jangan lupa tambahkan sedikit tepung putih untuk hasil terbaik.

Fotografi portrait kreatif

                                                                     Fotografi portrait kreatif dengan bubuk cat

Memahami Mode Metering Kamera DSLR

Memahami Mode Metering Kamera DSLR – Metering adalah cara mengukur kondisi cahaya saat merekam foto untuk mendapatkan exposure yang tepat. Anda sudah mempelajari shutter speed, aperture serta mode exposure. Tapi sebelum anda menentukan itu semua, ada satu hal yang harus dilakukan yaitu mengukur tingkat kecerahan objek. Dari sinilah pengukuran exposure dimulai.
Mode metering kamera dslr

Memahami Mode Metering Kamera DSLR – Tipe metering

Ada 2 tipe metering yaitu, TTL (throught the lens) metering yang tertanam dalam kamera (built in), dan metering melalui alat terpisah (light meter genggam). Sistem metering yang dimiliki kamera digital saat ini sangat canggih dan akurat, namun dalam keadaan cahaya yang tidak biasa dan kontras dapat juga membuat kesalahan.

Throught the lens (TTL) metering adalah otak dari kamera digital yang menentukan kombinasi shutter speed dan aperture berdasarkan ISO yang digunakan dan cahaya yang ada. Sistem TTL metering mengukur pantulan cahaya yang masuk ke lensa. Karenanya, tidak seperti light meter yang terpisah, TTL metering secara otomatis menyesuaikan diri dengan faktor eksternal seperti filter yang terpasang atau memotret gambar yang diperbesar.
Kamera mengkalkulasi exposure berdasarkan pola metering yang digunakan untuk mengukur cahaya yang mengenai sensor. DSLR memiliki rangkaian pilihan pola metering, seperti multi segment, centre weighted (fokus ditengah) atau spot metering – yang masing-masing dirancang untuk mengukur cahaya dengan cara yang berbeda. Pola metering pada kamera digital saat ini dirancang untuk meminimalisir kesalahan exposure. Penting untuk memahami masing-masing metode mana yang paling baik untuk objek yang sedang anda foto.

Memahami Mode Metering Kamera DSLR – Macam- macam TTL metering

Multi Segment Metering

Tipe ini menyajikan rasio sukses yang besar bagi fotografer. Biasanya setting ini merupakan setting default kamera karena dapat diandalkan dalam berbagai kondisi cahaya. Tipe metering ini mengukur cahaya dari berbagai area dari suatu frame gambar kemudian mengkalkulasinya secara keseluruhan.
Mode metering kamera dslr - multi segment metering
Metering tipe ini memiliki nama yang berbeda misalnya evaluative untuk Canon dan matrix untuk Nikon. Multi segment metering sangat efektif terutama untuk foto landscape dan objek yang bernuansa mid-tone, dan range terang-gelapnya berada pada dinamic range kamera. Sistem ini tidak terlalu berguna jika anda ingin merekam  satu area spesifik dari gambar seperti siluet atau objek yang membelakangi cahaya. Multi segment metering sangat efektif jika subjek mid-tone seperti gambar persawahan di atas.

Centre Weighted Metering

Sistem ini bekerja dengan memukul rata semua cahaya yang jatuh pada seluruh frame, namun dengan penekanan pada bagian tengah frame. Sekitar 75 % dari pembacaan cahaya didasarkan dari lingkaran tengah, dapat terlihat pada viewfinder. Centre weighted metering bekerja berdasarkan teori bahwa objek utama biasanya terletak ditengah frame. Karenanya sistem ini cocok untuk foto portrait atau situasi dimana objek memenuhi sebagian besar ruang dari frame.
Mode metering kamera dslr - centre weighted metering
Sistem metering centre weighted menekankan pada cahaya yang jatuh ditengah frame dan dapat diandalkan untuk memotret objek yang memenuhi frame seperti foto close up bunga mawar ini.

Spot dan Partial Metering 

keduanya adalah jenis yang paling akurat dari TTL metering. kedua sistem ini mengkalkulasi keseluruhan exposure hanya sebagian kecil dari frame, tanpa dipengaruhi oleh cahaya dibagian lain. Spot metering biasanya hanya membaca 1-4 % dari lingkaran tengah frame dan partial metering membaca area sedikit lebih besar biasanya 10-14%.
Bulu burung hantu yang putih sangat kontras dengan background yang hitam pekat, gambar jadi sulit untuk diukur dengan tepat. Jadi, digunakan spot metering untuk mengukur dari kepala burung hantu.
Spot dan partial metering memberikan lebih banyak kontrol pada tingkat akurasi exposure daripada sistem metering yang lain. Namun juga memerlukan usaha yang lebih besar untuk mengarahkan metering spot secara langsung menghadap area dari gambar yang diinginkan. Dengan hanya mengukur cahaya dari sebagian kecil dari keseluruhan frame, anda juga bisa mendapatkan pembacaan yang benar dari objek kecil dan spesifik dari gambar. Ini sangat berguna terutama saat berhadapan dengan kondisi gelap-terangnya cahaya berganti-ganti atau sangat kontras seperti jika backgroundnya jauh lebih terang dari objek karena cahaya berasal dari belakang (backlit).
Meskipun lingkaran spot metering berada ditengan viewfinder, pada beberapa model fotografer dapat memilih off centre spot yang digunakan saat objek tidak ditengah. Jika kameramu tidak memiliki pilihan ini, ambil pembacaan spot metering diarea yang diinginkan kemudian lakukan auto exposure lock (AE-L) sebelum mengganti komposisi gambar yang akan diambil.
Mode metering kamera DSLR - spot dan partial metering

Spot dan partial metering – mode metering kamera DSLR