Tips Mendapatkan Uang Dari Menjual Foto Bagus

picfair.com

Ingin mendapatkan uang dari foto anda? Mulailah dengan menjual foto anda di agen stock foto. Picfair adalah platform agen stock foto terbaru yang diluncurkan. Perbedaan dari situs stock lainnya adalah anda dapat memilih jumlah yang ingin diterima dan mendapatkannya penuh. Picfair akan menambahkan komisi 20% dan biaya pemrosesan pada pembeli. Harga bebas diubah kapan saja, bisa diturunkan atau dinaikkan.
Picfair terbuka untuk segala tipe fotografer, mulai dari profesional sampai amatir. Tidak ada urusan surat-menyurat yang merepotkan dan aturan perizinan yang ketat.

Trik wajib dicoba:

  • Mulailah menyeleksi foto untuk dijual.
  • Kunjungi picfair.com dan ikuti intruksi untuk mengunggah foto
  • Terima uangnya. Dan jika ingin menaikkan atau menurunkan harga foto anda, masuklah ke akun anda dan  ubah harganya.

Retouch Foto Portrait Di Lightroom 6

Trik retouch foto portrait seperti memperputih bola mata atau memperhalus kulit adalah trik yang biasa dilakukan dengan Photoshop, namun tidak jika menggunakan Lightroom. Lightroom biasa dikenal untuk pengolahan dasar saja, tidak untuk manipulasi. Padahal, kita bisa melakukan pengolahan yang lebih luas pada tonal dan warna, dan bahkan menghilangkan bintik-bintik pengganggu. Lightroom dilengkapi seperangkat tools yang dapat digunakan untuk memperhalus kulit objek foto dengan cepat.

Retouch foto portrait di lightroom 6 - before

Dalam bahasan kali ini, anda akan dipandu untuk menggunakan filter reduksi noise dan Selective Adjustment Brush untuk memperhalus kulit. Perangkat ini juga dapat digunakan untuk memutihkan bola mata, membuang noda, mempertajam area tertentu pada foto. Artinya, foto portrait anda akan semakin ciamik.

Retouch Foto Portrait Di Lightroom 6 – Setting white balance

Retouch foto portrait di lightroom 6 - white balance setting

Sebelum mengatur pengolahan pada foto, sangat penting untuk memastikan warna dan tonalnya pada posisi yang pas. Buka foto portrait dalam Develop Module di bawah tab Basic, pilih White Balance Selector. Tarik ikon ke foto dan anda akan melihat preview piksel foto dari area foto yang ditunjuk. Klik pipet pada bola mata untuk mengecek tonal, lalu gunakan slider Temperature and Tint untuk mengatur preferensi warna.

Retouch Foto Portrait Di Lightroom 6 – Memutihkan bola mata

Retouch foto portrait di lightroom 6 - memutihkan bola mata

Lightroom menyediakan Red Eye Removal Tool, tapi bukan tool pemutih mata. Untuk memutihkanya, pilih Radial Filter dan pulas di area mata. Kemudian, di bagian bawah Options, klik Invert Mask agar filter dapat diterapkan pada mata. Gunakan menu anchor points untuk mengubah ukuran dan merotasi seleksi yang menaungi mata. Kini, anda bisa menggunakan menu Temperature and Tint untuk mengelola warna, dan naikkan angka slider Clarity untuk memacu kontras.

Retouch Foto Portrait Di Lightroom 6 – Menghilangkan noda dengan spot removal

Retouch foto portrait di lightroom 6 - menghilangkan noda

Spot Removal Tool sangat praktis untuk membuang noda dan hal yang tidak diinginkan pada foto. Model ini memiliki sedikit “tanda” di telinganya saat anting-antingnya tidak dipakai. Untuk membuang tanda tersebut, pilih Spot Removal Tool dan atur ukuran kuas, lalu klik pada area yang perlu dihilangkan. Gerakkan lingkaran pointer kloning ke area yang bersih dari noda dan aturlah setting-nya. Dengan meningkatkan nilai Feature akan membantu memperhalus transisi antara dua area lingkaran tersebut.

Retouch Foto Portrait Di Lightroom 6 – Memperhalus kulit dengan adjusment brush

Retouch foto portrait di lightroom 6 - memperhalus kulit

Sebagai fotgrafer, kita kadang takjub dengan resolusi tinggi dan detail yang berhasil direkam kamera. Namun, kualitas detail bagus ini kadang malah tidak disukai oleh para model, karena detail wajah dapat terlihat dengan jelas. Untuk meredam noda atau bintik wajah sebenarnya dapat diatasi dengan cepat menggunakan Spot Removal Tool, namun pengolahan yang lebih maksimal seringkali dibutuhkan.

Untuk foto portrait ini, dilakukan beberapa tahapan untuk memperhalus kulit menggunakan Selective Adjustment Brush. Buka bagian menu Detail, set Sharpness ke angka -100 dan Noise Reduction ke angka 70, lalu pulas area kulit yang hendak dihaluskan. Nilai ini dapat ditentukan sendiri, tergantung tingkat kehalusan yang dibutuhkan oleh sang fotografer.

Retouch Foto Portrait Di Lightroom 6 – Mempertajam mata dan bibir

Retouch foto portrait di lightroom 6 - mempertajam mulut dan bibir

Jika ingin mempertajam bentuk wajah, seperti mata dan bibir, gunakan Selective Adjustment Brush, lalu ubah ukurannya. Pulas sekitar mata dan mulut. Perbesar area gambar dan lakukan pengaturan dengan menu Sharpness, dan kemudian gunakan Clarity. Lakukan dengan cermat agar tidak terlalu berlebihan.

Retouch Foto Portrait Di Lightroom 6 – Adjusment brush untuk highlight rambut

Retouch foto portrait di lightroom 6 - highlight rambut

Foto ini mendapat sedikit pencahayaan berlebih pada rambutnya. Cahaya ini bisa membantu outline dari kepala lebih jelas, namun detail pada rambut (terutama bayangannya) menjadi hilang. Pilihlah Adjustment Brush dan kurangi nilai pada slider Shadows and Blacks dan naikkan angka pada slider Highlights and Whites. Pulas pointer pada rambut untuk mengeluarkan detail. Naikkan angka slider Clarity and Sharpness untuk menambah detail dan highlight.

Retouch foto portrait di lightroom 6 - after
Retouch foto portrait di lightroom 6 – after

Memahami Mode Exposure Kamera DSLR

Memahami Mode Exposure Kamera DSLR – Kamera DSLR  memiliki serangkaian pilihan mode exposure dan masing-masing memberikan pengguna level kontrol yang berbeda. Banyak kamera memiliki sejumlah mode yang telah diprogram sebelumnya, didesain untuk mengoptimalkan setting untuk kondisi atau subjek yang spesifik. Namun banyak fotografer yang lebih memilih untuk tergantung pada “4 inti”, yaitu Program, Aperture Priority, Shutter Priority dan Manual. Keempatnya sering kali disebut “mode kreatif” dan memberikan tingkat kontrol exposure yang lebih tinggi.
Memahami mode exposure kamera DSLR

Mode Exposure Kamera DSLR – Mode exposure semi auto

Programmed Auto (P)

Adalah mode yang sepenuhnya otomatis. Kamera yang menentukan kombinasi aperture dan shutter speed, dan fotografer hanya perlu berkonsentrasi pada komposisi gambar. Sekarang ini DSLR sangat canggih sehingga mode ini dapat diandalkan untuk mendapatkan hasil yang ter-exposed dengan benar pada sebagian besar situasi. Namun karena kamera sepenuhnya mengontrol exposure, mode ini menahan kreatifitas dan interpretasi si fotografer. Karena itu programmed auto (P) lebih baik dipakai untuk pemotretan standar saja.

Shutter Priority (S atau Tv)

Dalam shutter prority, fotografer mengatur shutter speed kamera secara manual sementara kamera memilih aperture yang sesuai untuk menghasilkan kombinasi exposure yang benar. Mode ini berguna untuk menentukan tampilan gerakan subjek. Misalnya jika anda ingin membuat blur gerakan si subjek, maka pilihlah shutter speed yang lambat. Selanjutnya jika anda ingin membekukan gerakan subjek pilihlah shutter speed yang cepat.

Aperture Priority (A atau Av)

Ini adalah mode yang paling populer. Aperture priority pada prinsipnya serupa dengan shutter priority, namun bekerja dengan cara kebalikannya. Anda memilih besaran aperture secara manual, sementara kamera secara otomatis memilih shutter speed yang sesuai. F stop yang dipilih akan menentukan Depth of Field (DoF), semakin kecil aperturenya semakin besar DoF-nya, atau sebaliknya. Karena itu mode ini memberikan kontrol penuh pada depth of field.

Mode Exposure Kamera DSLR – Modus Manual (M)

Mode manual mengesampingkan setting otomatis kamera. Anda yang sepenuhnya menentukan tingkat aperture dan shutter speed. Ini adalah mode yang paling fleksibel dan banyak digemari oleh para profesional. Dengan adanya mode manual ini, fotografer dapat dengan cepat dan dengan mudah mengganti setting yang disarankan kamera. Misalnya dalam kondisi yang sangat terang, gelap atau kontras sistem metering kamera DSLR dapat tertipu tapi dengan mode manual mudah untuk memperbaikinya. Atau jika anda ingin mengabaikan setting yang direkomendasikan kamera dan ingin melakukan pencahayaan secara kreatif.

Sebagai tambahan dari “4 inti” mode exposure, sebagian besar kamera DSLR memiliki program yang menyesuaikan setting dengan subjeknya. Program ini sering kali disebut dengan mode Basic dan dikembangkan untuk menyesuaikan setting dengan satu tipe fotografi. Mode-mode ini digambarkan dengan simbol-simbol bukan huruf. Mode ini secara otomatis menentukan aperture dan shutter speed sesuai dengan subjek foto. Sayangnya mode exposure kamera DSLR ini membatasi akses terhadap pengaturan lain dan tidak disarankan penggunaannya.

Memahami Mode Fokus Kamera DSLR

Memahami Mode Fokus Kamera DSLR – Foto yang objeknya buram biasanya akan dibuang. Oleh karena itulah fokus merupakan salah satu hal penting dalam pemotretan. Lensa hanya dapat memfokus pada suatu jarak pada suatu waktu. Lensa harus terkunci pada bagian yang tepat pada foto, kalau tidak objek yang dibidik akan buram. Untungnya berkat DoF, objek pada jarak tertentu dapat terekam tajam. Fokus dapat diset oleh kamera (auto focus) dan atau oleh fotografer (secara manual).
Memahami mode fokus kamera DSLR

Mode Fokus Kamera DSLR – Autofocus

Pada mode autofocus, kameralah yang akan memutuskan pada bagian mana dari objek yang akan terfokus. Performa sistem autofocus sangat mengagumkan. Autofocus dapat mendeteksi wajah, mengantisipasi gerakan dan memastikan objek terfokus secara cepat dan akurat. Pada situasi yang berbeda seperti pada saat cahaya minim dan kontras yang kurang, sistem autofocus masih bisa salah.
Ketika menggunakan viewfinder, anda akan mendapati beberapa titik fokus. Tergantung dari mode autofocus yang dipilih, kamera akan menggunakan satu atau beberapa titik fokus untuk menentukan dibagian mana akan mengunci fokus. Pada kebanyakan kamera, sistem autofocus diaktifkan dengan menekan setengah tombol shutter.
Tergantung mode yang dipilih, autofocus dapat dilakukan dengan menggerakan kamera kearah objek lalu mengunci fokus sebelum melakukan komposisi ulang.

Mode Fokus Kamera DSLR – Fokus Manual

Kadang sistem autofocus masih tidak bisa fokus pada objek yang kita inginkan. Bisa dikarenakan oleh kondisi yang minim cahaya atau objek yang berkontras rendah. Kita menginginkan fokus yang tajam pada objek yang kita potret. Cara terbaiknya dapat dilakukan dengan menggunakan fokus manual. Fokus manual bekerja lebih baik untuk objek yang tidak bergerak.

Mode Autofocus

One Shot AF

Mode terbaik untuk objek yang tidak bergerak. Pada mode ini fokus otomatis mengunci fokus sesegera mungkin setelah menemukan target. Lingkaran hijau diviewfinder menginformasikan jika fokus sudah terkunci.
Mode fokus kamera DSLR

Al Servo AF

Mode untuk objek yang bergerak. Tekan tombol shutter separuh dan kamera akan terus menerus melacak objek.
Mode fokus kamera DSLR

Al Focus AF

Ideal untuk merekam objek bergerak dan diam seperti pada suasana pernikahan. Pada mode fokus ini kamera secara otomatis berganti-ganti antara one shot dan Al servo AF.
Mode fokus kamera DSLR
Mode fokus kamera DSLR

Memahami Depth of Field (DoF)

Aperture menentukan area dalam gambar yang terekam dengan fokus yang tajam yang dinamakan dengan depth of field (bidang tajam gambar). Menyesuaikan ukuran aperture lensa akan mempengaruhi jumlah kecakupan cahaya yang melewati lensa untuk mencahayai sensor gambar. Jika memilih aperture yang besar (angka f kecil), cahaya akan cepat sekali masuknya. Karenanya shutter speed perlu diset lebih cepat. Sementara itu jika memilih aperture yang kecil (angka f besar), exposure akan berlangsung lambat. Karenanya shutter speed perlu diset lebih lambat.

Efek Depth Of Field Dari Pengaturan Aperture

Depth of field (DoF) adalah alat kreatif yang penting. Pada aperture yang besar, seperti f/2.8 atau f/4, ruang tajamnya sempit. Background (latar belakang) dan foreground (latar depan) gambar akan berada diluar fokus, mengurangi dampak dari elemen-elemen yang mengganggu dan membantu menekankan subjek sebagai fokus utama – ideal untuk foto action, portrait dan close up.Pada aperture yang kecil, seperti f/16 atau f/22, DoF menjadi luas. Ini akan membantu menangkap detail pada keseluruhan gambar dan cocok untuk fotografi landscape, dimana anda ingin seluruh bidang – dari foreground sampai tak terbatas – tampak fokus.

depth of field sempit
DoF sempit

Apa saja yang mempengaruhi depth of field?

Selain dipengaruhi aperture, DoF juga dipengaruhi oleh panjang focal lensa, jarak objek dengan kamera dan titik fokus. Ini berguna untuk situasi dimana anda ingin memaksimalkan zona ketajaman tanpa mengorbankan f-number. Misalnya, lensa dengan focal yang lebih panjang akan menghasilkan DoF yang lebih sempit dibandingkan lensa dengan focal yang lebih pendek. Lensa wide angle akan menghasilkan DoF yang luas, bahkan dengan aperture yang relatif besar. Jarak antara kamera dan objek yang difoto juga mempengaruhi DoF – semakin dekat anda dengan subjek, semakin berkurang DoF yang didapatkan. Inilah alasan mengapa mendapatkan fokus yang baik bisa sangat sulit saat memotret close-up.

depth of filed lebar
Dof luas
Selain dipengaruhi aperture, Depth of Field juga dipengaruhi oleh panjang focal lensa, jarak objek dengan kamera dan titik fokus. Ini berguna untuk situasi dimana anda ingin memaksimalkan zona ketajaman tanpa mengorbankan f-number. Misalnya, lensa dengan focal yang lebih panjang akan menghasilkan DoF yang lebih sempit dibandingkan lensa dengan focal yang lebih pendek. Lensa wide angle akan menghasilkan DoF yang luas, bahkan dengan aperture yang relatif besar. Jarak antara kamera dan objek yang difoto juga mempengaruhi DoF – semakin dekat anda dengan subjek, semakin berkurang Depth of Field yang didapatkan.

Poin utama dimana anda memfokuskan lensa akan mempengaruhi ruang tajam foto di hasil akhir. DoF diperpanjang kurang lebih satu pertiga dari depan fokus utama sampai dua pertiga di belakang fokus utama. Jadi, DoF bisa dimaksimalkan dengan memfokuskan jarak hyperfocal.

Cara preview depth of field

Untuk memastikan viewfinder selalu dalam kondisi paling terang – untuk membantuk melihat dan mengambil fokus – kamera didesain untuk secara otomatis mengatur aperture tercepat lensa. Akibatnya, apa yang anda lihat pada viewfinder bukanlah gambaran yang sebenarnya dari DoF yang akan anda dapatkan di hasil akhir. Tombol preview depth of field membuat fotografer dapat menilai bagaimana nantinya gambar tercipta menurut besaran aperture yang dipilih.

Fungsi ini bekerja dengan men-stop down lensa sampai dengan f-stop yang dipilih. Ketika anda melakukan ini, gambar pada viewfinder akan terlihat lebih gelap (semakin kecil aperture, semakin gelap previewnya), tapi anda akan dapat menilai apakah aperture yang dipilih memberikan DoF yang cukup atau tidak. Jika tidak, aturlah kembali aperture-nya. Meskipun butuh waktu lama untuk terbiasa dengan fungsi ini, namun fungsi ini dapat berguna. Mengurangi aperture secara bertingkat stop demi stop juga dapat membantu, agar perubahan DoF lebih jelas terlihat. Tidak semua kamera memiliki fasilitas ini. Jika kamera anda tidak memiliki fungsi ini, preview DoF dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemotretan dan kemudian melihatnya kembali lewat image playback. (untuk lebih lengkapnya akan dibahas Cara menggunakan tombol Depth of Field (DoF) preview pada kamera DSLR).