14 Tips Fotografi Portrait Dan Sistem Pencahayaannya 1

Tips fotografi portrait disini bisa berupa setting kamera sederhana sampai mendapatkan foto portrait anak-anak yang kelihatannya mustahil didapat dalam keadaan diam.
Meskipun banyak fotografer meng-upgrade sistem DSLR mereka untuk mendapatkan kontrol yang lebih ketika memotret portrait model ataupun foto kelompok, mendapatkan foto portrait yang bagus adalah selalu menjadi tantangan. 
Disini ada perbedaan yang jauh antara fotografer portrait profesional dan amatir. Jadi, disini saya kompilasikan 14 daftar tips fotografi portrait penting yang perlu anda ketahui.

Tips untuk memotret portrait

Kita mulai dari basic yaitu aperture, shutter speed dan pilihan lensa, kemudian ke cara focusing dan teknik komposisi foto, sebelum akhirnya kita membahas bagaimana cara memperoleh pencahayaan yang alami dan cara menggunakan reflektor untuk memperoleh hasil dramatis. Selanjutnya kita akan membahas tips fotografi portrait tingkat lanjut, seperti penggunaan flashgun dan aksesoris lainnya ketika memotret portrait.

1. Kapan harus menggunakan exposure compensation

Masalah fotografi umumnya saat memotret model adalah tone pada kulitnya akan mengalami underexposure. Anda akan mendapati ini pada saat memotret model seluruh badan atau ketika anda memotret ketika didominasi oleh warna putih, contohnya seperti memotret pengantin yang menggunakan gaun putih.

Tips fotografi portrait dengan exposure compensation
 Dengan +1 EV

tips fotografi portrait tanpa exposure compensation
Tanpa EV
Untuk mencerahkannya ketika anda memotret dengan mode aperture priority, gunakan exposure compensation (baca juga Exposure Compensation). Cobalah di +1 stop sehingga wajah model akan cerah.

2. Aperture

Untuk mendapatkan depth of field yang dangkal, setting kamera di mode aperture priority dengan aperture terlebar (antara f/2.8 sampai f/5.6) sehingga background akan blur dan lebih menonjolkan subjek anda. 

3. Setting shutter speed

Ketika mengatur shutter speed, perhatikan faktor focal length lensa anda. Pahami acuan shutter speed apabila anda memotret dengan disangga tangan (handheld) agar foto tidak goyang (baca kembali tentang Acuan Shutter Speed Pada Pemotretan Handheld). Sebagai acuan umumnya, pastikan shutter speed anda lebih tinggi daripada focal length lensa anda. Sebagai contoh, jika focal length lensa anda 200mm gunakan shutter speed 1/250 detik.

4. Tingkatkan ISO

Banyak gerakan yang timbul pada saat memotret orang atau kelompok, belum lagi mata yang berkedip atau ekspresi wajah mereka yang berubah-ubah dan tidak ada yang lebih buruk dari foto dengan mata setengah berkedip. Untuk mengatasi masalah tersebut, dan untuk mencegah blur anda harus menggunakan kecepatan rana yang tinggi. Ini juga akan memastikan bidikan anda tajam dan mencegah kamera goyang karena anda lebih sering memotret portrait secara handheld.

tips fotografi portrait
Pada saat anda memotret menggunakan mode aperture priority dengan aperture lebar, meningkat kecepatan rana anda cukup dengan menaikkan ISO (misalnya dari ISO 100 ke 400). Dalam kondisi low light (baik indoor atau outdoor), anda mungkin perlu menaikkan ISO ke 800, 1600 atau bahkan 3200. Lebih baik timbul noise daripada foto anda blur, karena foto yang blur tidak dapat diperbaiki di software editing foto sedangkan noise masih dapat dikurangi apabila anda memotret dengan format file Raw.

5. Pilihan lensa

Lensa yang anda gunakan mempunyai dampak yang besar terhadap foto portrait anda. Lensa sudut lebar (seperti 18mm) menangkap sudut pandang yang lebih luas, sehingga lebih banyak background yang masuk dalam foto anda. Lensa telefoto (lebih dari 70 mm) menghasilkan sudut pandang yang lebih sempit dan membuat subjek anda lebih menonjol di dalam frame. Focal length lensa berpengaruh terhadap depth of field (Baca kembali tentang Focal Length Lensa).

tips fotografi portrait focal length lensa
Lensa wide angle menghasilkan depth of field yang lebih luas daripada lensa telefoto. Inilah mengapa lensa telefoto lebih difavoritkan daripada lensa wide angle untuk memotret portrait.

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *