Aperture Dalam Fotografi Digital

Aperture dalam fotografi digital adalah salah satu elemen dari segitiga exposure yang harus dipahami oleh fotografer pemula. Pada postingan minggu yang lalu kita telah membahas tentang elemen-elemen exposure yang harus dipelajari oleh fotografer pemula untuk keluar dari zona Auto dan belajar bagaimana mengatur ISO, shutter speed secara manual untuk mendapatkan exposure yang tepat. Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang apa itu aperture dalam fotografi digital dan peranannya dalam exposure serta kontrol kreatif apa saja yang bisa kita lakukan dengan aperture.

aperture dalam fotografi digital

Apakah aperture dalam fotografi digital

Apakah aperture dalam fotografi digital? Aperture adalah salah satu elemen fundamental dari exposure, pengaturan kamera penting yang bisa anda lakukan. Aperture tidak hanya mengendalikan jumlah cahaya yang masuk melalui diafragma lensa untuk diteruskan ke sensor kamera tetapi juga memberikan efek kreatif dengan depth of field.

 

Secara sederhana, aperture dalam fotografi digital adalah sebuah lubang pada lensa untuk melewatkan cahaya mencapai sensor gambar pada kamera. Anda menggunakan kombinasi aperture, ISO dan shutter speed untuk membuat exposure pada gambar anda.

Peran Aperture dalam kombinasi exposure ini adalah untuk memastikan seberapa banyak cahaya yang masuk untuk diteruskan ke sensor kamera. Dengan pengecualian pada “fix aperture” mirror lensa, semua lensa kamera memungkinkan anda mengubah ukuran lubang diafragma lensa sehingga lebih banyak atau sedikit cahaya yang melewatinya.

Ketika anda menekan tombol shutter kamera, maka lubang diafragma lensa akan terbuka yang memungkinkan sensor kamera anda untuk menangkap pemandangan yang ingin anda bidik. Aperture yang anda setting berpengaruh pada ukuran lubang bukaan lensa. Semakin besar lubang diafragma maka semakin banyak cahaya yang didapat, semakin kecil bukaan lensa maka semakin kurang cahayanya.

Aperture diukur dalam f/stop, misal f/1.4, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8 f/22, dan seterusnya. Perpindahan satu f/stop ke dua kali atau setengah stop di sebelahnya adalah merupakan ukuran terbukanya diafragma lensa, sebagai contoh  penulisan f/4, berarti lensa terbuka dengan diameter sebesar 1/4 dari panjang focal (focal length). Perlu diingat bahwa dengan mengubah aperture dari satu stop ke dua kali atau setengah stop di sebelahnya berarti anda harus menurunkan dan atau meningkatkan setting exposure yang lainnya untuk mendapatkan jumlah cahaya yang sama.

Satu hal yang membuat banyak fotografer pemula bingung adalah aperture yang lebar diberikan dengan nomor f/stop yang lebih kecil sedangkan aperture yang kecil ditandai dengan nomor f/stop yang besar. Sebagai contoh, f/2.8 adalah jauh lebih lebar aperture-nya daripada f/22. Tampaknya akan sangat membingungkan bila anda pertama kali mendengarnya, tapi anda akan dapat menguasainya.

Depth of Field dan Aperture dalam fotografi digital

Pengubahan pengaturan aperture pada kamera anda akan menentukan seberapa luas depth of field gambar anda. Depth of field (DoF) adalah jumlah area dalam gambar yang terekam dengan fokus yang tajam. Depth of field yang luas berarti sebagian besar area dalam gambar anda akan terlihat fokus baik pada objek yang dekat dengan kamera (foreground) ataupun pada objek yang jauh (background). Contohnya adalah pada foto landscape di bawah yang mempunyai aperture f/16 dan menghasilkan gambar gunung pada background dan kapal pada foreground-nya terlihat fokus.

aperture dalam fotografi digital

Depth of field (DoF) yang kecil (atau sempit) berarti bahwa hanya sebagian saja dari gambar yang akan fokus dan sisanya akan kabur (blur). Anda akan melihatnya pada foto di bawah ini, dimana dengan aperture terlebar f/1.2 membuat gitar pada foreground tampak fokus sedangkan background-nya blur.

aperture dalam fotografi digital

Aperture memiliki dampak besar pada depth of field (DoF). Aperture besar (dengan f/number kecil) akan mempersempit depth of field sedangkan aperture besar (dengan angka f yang lebih besar) akan memberikan depth of field yang lebih luas. Hal ini akan sedikit membingungkan pada awalnya, angka f kecil berarti DoF sempit dan angka f besar berarti DoF luas.

Untuk dapat lebih memahami tentang depth of field (DoF), perhatikan pada dua gambar di bawah. Pada gambar di sebelah kiri diambil dengan aperture f/22 dan pada gambar di sebelah kanannya diambil dengan aperture f/2.8. Perbedaan pada kedua gambar di atas jelas nyata terlihat. Pada gambar dengan aperture f/22, bunga dan kuncupnya tampak fokus dan anda juga bisa melihat dengan jelas daun dan pagar yang menjadi background-nya.

aperture dalam fotografi digital

Pada gambar yang dibidik dengan aperture f/2.8, bunga tampak fokus tapi tidak semuanya, depth of field sangat sempit dan background-nya blur, serta kuncup yang ada di sebelah bunganya juga kurang fokus karena berada agak jauh dari kamera ketika dibidik.

Selain aperture, DoF dipengaruhi juga oleh focal length lensa – semakin tele maka semakin sempit DoF-nya, serta jarak antara lensa – titik yang difokuskan – dan backgroundnya.

Beberapa genre dalam fotografi memerlukan setting aperture yang berbeda

Misalnya pada kebanyakan foto landscape, anda akan mendapati setting aperture yang kecil (angka f yang besar) yang diplih oleh fotografer. Ini akan memastikan dari foreground sampai dengan horizon pada background akan fokus

Disisi lain dalam fotografi portrait, menginginkan subjek anda akan fokus dengan sempurna dengan latar belakang (Background) yang blur sehingga akan membuat subjek anda menjadi titik fokus utama (focal point) sedangkan elemen lain yang tidak diperlukan tidak akan mengganggu dengan membuatnya blur. Dalam hal ini anda akan memilih setting aperture yang besar untuk menghasilkan depth of field yang sempit.

Fotografer macro biasanya menggunakan setting aperture yang besar untuk memastikan subjek utama mereka tampak fokus secara total sedangkan beberapa bagian gambar yang lainnya akan tampak blur, ini akan membuat perhatian utama pemirsa foto macro akan tertuju pada subjek utama.

Aperture adalah bagian penting dari pengaturan exposure yang bekerja bersama shutter speed dan ISO. Semoga dengan memahami Aperture dalam fotografi digital ini anda dapat lebih bereksplorasi lebih dalam mendapat efek-efek tertentu dalam fotografi digital.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *