Beberapa Masalah Yang Timbul Pada Lensa DSLR

Setelah pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang jenis-jenis lensa dan pengelompokan lensa berdasarkan focal length, maka kali ini kita akan membahas tentang masalah-masalah yang sering dialami lensa kamera, yang bisa mengganggu pengoperasian dan sebagian bahkan menurunkan kualitas gambar.

Vignetting

masalah pada lensa DSLR
Vignetting adalah gejala munculnya area gelap pada tepi gambar, terutama di pojok-pojoknya. Kondisi ini terjadi saat diameter citra yang dihasilkan lensa lebih kecil dari sensor. Pada umumnya disebabkan oleh 3 hal yaitu,
  • Penggunaan lensa yang tidak tepat pada kamera dengan sensor yang lebih besar. Contohnya lensa untuk kamera APS-C yang dipasang pada kamera full frame.
  • Halangan fisik pada sisi muka lensa, yang biasanya berupa penggunaan filter yang terlalu tebal. Untuk mengatasinya cukup dengan menjaga jumlah filter agar tidak terlalu tebal.
  • Kualitas desain lensa yang kurang optimal. 

Chromatic Aberration

Sebagaimana yang kita pelajari dipelajaran fisika bahwa cahaya terdiri dari spektrum beberapa warna. Citra dari objek yang kita foto juga terdiri dari spektrum yang memiliki panjang gelombang yang berbeda. Sebagai akibatnya, pada foto ditemui adanya chromatic aberration. Fenomena chromatic aberration ini dapat diamati dari jarak dekat atau saat kita memperbesar sebuah foto di komputer, yang muncul sebagai bayangan tipis (halo) berwarna ungu, hijau atau merah yang menyelimuti batas-batas sebuah objek foto.

masalah pada lensa DSLR

Beberapa trik yang bisa mengurang chromatic aberration adalah :

  • Kurangi aperture, kalau di f/2.8 chromatic aberration terlihat mengganggu maka cobalah turun 1 stop ke f/4.
  • Hindari zoom sampai maksimal. 
  • Chromatic aberration akan muncul pada saat memotret pada situasi kontras tinggi, misalnya memotret bangunan dengan background langit.
  • Hati-hati dengan lensa super zoom. Lensa super zoom (semisal 18-200mm) biasanya memiliki CA yang lumayan parah pada sisi lebarnya. 

Dust Speck(s)

Istilah ini digunakan untuk debu dan zat padat lain yang bisa menempel pada optik lensa. Untuk dust di sisi luar lensa bisa dibersihkan dengan alat seperti lenspen atau lap microfiber. Tetapi untuk dust di dalam lensa harus dibersihkan oleh service center.

Sebagai catatan, pada semua lensa hampir bisa dipastikan adanya titik debu dalam proporsi tertentu. Yang perlu dihindari adalah titik yang ukurannya cukup besar dan terlihat pada foto hasil, terutama pada saat menggunakan aperture sempit.

Barrel Distortion

Foto yang dihasilkan oleh lensa sering kali melengkung dan tidak seperti yang kita lihat langsung. Terutama pada penggunaan lensa sudut lebar, sering kali terjadi yang disebut dengan barrel distortion. Hasil pemotretan dengan distorsi ini kurang memuaskan untuk memotret objek geometris seperti bangunan, dan juga objek proporsional seperti manusia.

masalah pada lensa DSLR

Anda bisa menguji tingkat distorsi lensa dengan memotret objek yang memiliki pola berulang seperti dinding bata atau tumpukan kotak. Lensa dengan kualitas lebih baik akan menghasilkan lbih sedikit distorsi. Sebagai catatan, barrel distortion bisa dikoreksi dengan software seperti Lightroom ataupun Photoshop.

Pin-Cushion

Pin-cushion adalah distorsi dengan arah kebalikan dari barrel distortion. Gambar melengkung ke dalam seperti bentuk bantalan jarum (pin-cushion) dan biasanya terjadi pada lensa zoom saat digunakan pada focal length panjang.

masalah pada lensa DSLR

Anda bisa menguji lensa menggunakan cara yang sama dengan pengujian barrel distortion. Koreksi gambar juga bisa dilakukan dengan software yang serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *