Category Archives: Filter kamera

Fotografi Long Exposure: Tips Menggunakan Filter ND

Filter yang tepat dapat membawa foto landscape anda  ke tempat yang lebih tinggi, tapi filter ND apa yang paling cocok untuk anda? Dan apakah cara yang paling mudah untuk menghitung waktu exposure?

long exposure, ND filter, seascape

Penomoran filter ND

Filter ND ditawarkan dalam berbagai kekuatan hingga 10 stop. Setiap pabrikan punya cara sendiri untuk melabeli kekuatan filter ND. Sebagian hanya menyebutkan nilai stop filter. Sebagian mengukur densitas pada unit, misalnya 0.3 (setara dengan 1 stop), 0.6 (2 stop), 0.9 (3 stop), dan seterusnya. Sementara sebagian lainnya akan mengacu kepada pengalian shutter speed yang setara: 2x (1 stop) atau 16x (4 stop).

Anda juga akan mendapatkan hasil berbeda pada foto anda tergantung pada panjang shutter speed yang digunakan. Exposure 1 detik akan mengaburkan gerakan tapi masih mempertahankan bentuk ombak, sementera exposure 10 detik cenderung menghasilkan laut yang seperti kabuut atau awan yang seperti goresan-goresan di langit.

Pengalaman dan panduan referensi, akan membantu anda memperoleh hasil yang lebih cepat, tapi eksperimen tetap diperlukan.

long exposure, ND filter, seascape

Cara mengkalkulasi filter ND

Untuk setiap stop cahaya yang dihalangi oleh filter ND, melipatgandakan panjang exposure. Jika shutter speed pada 1/125 detik, filter 6 stop memanjangkannya menjadi 1/2 detik, sementera filter 10 stop akan membawanya ke 8 detik.
Anda juga bisa menumpuk beberapa filter sekaligus. Padukan filter 10 stop dan ND Grad untuk memperlambat exposure dan mempergelap langit.

Tips Mengatasi Masalah Flare Dan Ghosting Pada Foto

Sebagai analogi, gejala seperti ini saat anda mengikuti upacara di lapangan pada pagi yang terik tanpa memakai topi. Sinar matahari akan membuat pandangan menjadi silau, sama seperti yang terjadi pada lensa.

lensa, filter, flare, ghosting pada lensa, mengurangi flare pada foto

1. Flare

Flare atau pijar lensa andalah gangguan optik pada foto yang berbentuk seperti kabut. Gambar yang terganggu oleh flare menjadi silau, kehilangan warna dan juga turunnya detail.
Flare terjadi karena adanya cahaya yang seperti menempel pada sisi depan lensa, umumnya berasal dari arah samping depan. Sinar yang menerangi permukaan lensa ini biasanya lebih mudah muncul pada lensa dengan coating kualitas rendah, dan akan lebih parah dengan adanya kotoran berupa debu dan minyak pada permukaan lensa.

2. Ghosting 

Ghosting adalah gejala optik yang terjadi pada saat cahaya  yang masuk ke lensa terpantul beberapa kali dan memunculkan bentuk tertentu yang terlihat pada foto yang dihasilkan. Pantulan cahaya ini bisa terjadi antar elemen lensa, atau juga dengan filter yang dipasang di muka lensa.
Jumlah “ghost” pada foto umumnya tergantung pada banyaknya elemen optik lensa. Semakin banyak elemen optik, maka saat ghosting terjadi, akan semakin banyak pantulan yang terjadi.
Untuk mengatasi kedua masalah di atas, produsen lensa dan filter menambahkan lapisan khusus, semacam coating anti-glare yang juga diterapkan pada kacamata. Akan tetapi pada prakteknya cara ini saja tidak cukup. Berikut ini beberepa trik untuk mengatasi flare dan ghosting :

1. Jaga kebersihan lensa
2. Gunakan lens hood. Selain membuat kamera lebih ‘keren’, alat ini membantu melindungi muka lensa dari benturan dan sangat efektif untuk mengatasi flare.
3. Hindari menggunakan filter berkualitas rendah.
4. Jika flare dan ghosting masih muncul, hindari memotret ke arah cahaya.
5. Apabila memungkinkan, gunakan lensa dengan kualitas yang lebih baik.

Tips

Jika paket penjualan lensa anda tidak menyertakan lens hood, anda bisa membeli produk third party. Akan tetapi cek terlebih dahulu apakah panjang lens hood menghalangi pandangan atau tidak (vignetting), terutama pada jenis lensa wide angle.

Memahami Filter Neutral Density (ND Filter), Mengapa Dan Kapan Harus Menggunakannya

Apakah anda pernah bertanya-tanya bagaimana fotografer profesional menangkap gerakan dalam foto landscape mereka untuk menghasilkan gerakan awan yang lembut, air terjun yang lembut seperti kapas, atau ombak yang yang berkabut? Apakah foto long exposure anda tidak memberikan efek yang sama? Jawabannya adalah foto-foto yang dihasilkan oleh fotografer landscape profesional itu dibidik menggunakan filter neutral density (ND).

Filter Neutral Density (ND Filter), seascape
  Atlantis by Francesco Gola on 500px.com

 

Apakah filter neutral density (ND Filter) itu ?

Filter neutral density (ND) adalah salah satu filter yang paling penting dan banyak digunakan terutama untuk memotret long exposure. Filter ini didesain untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera dan mengenai sensor. Dengan demikian, waktu exposure dapat diperpanjang. Hal ini berguna dalam situasi dimana cahaya terlalu banyak.

Kenapa menggunakan filter ND?

Filter ND memiliki lapisan abu-abu yang didesain untuk menyerap semua warna dalam spektrum dengan jumlah yang sama.Dengan demikian, filter tidak akan secara radikal mempengaruhi warna pada foto anda – mengubah hanya intensitas cahaya dan bukan warnanya. Menggunakan filter ND pada objek yang bergerak seperti air, ombak, awan atau bahkan orang akan memberikan efek yang artistik pada foto anda. Membekukan gerakan air terjun dengan shutter speed yang biasa membuat foto tampak statis dan membosankan, sedangkan membuat gerakan air menjadi blur akan menghasilkan foto yang indah dan menjadi lebih dinamis.
Filter ND memberikan anda keleluasaan untuk mengatur aperture dan shutter speed yang anda inginkan. Filter ND dapat digunakan pada hari yang cerah untuk memperpanjang exposure untuk membuat efek gerakan, tapi filter ND lebih efektif digunakan pada saat fajar atau senja, yang mana bisa membuat waktu exposure menjadi lebih lambat menjadi 1 detik atau lebih, contohnya adalah untuk membuat gambar ombak menjadi lembut dan berkabut.

Kapan harus menggunakan filter ND?

Untuk memotret air terjun anda tidak memerlukan waktu exposure yang terlampau lama untuk mem-blur-kan pergerakannya, karena air terjun bergerak sangat cepat sehingga filter ND 3 stop sudah cukup untuk mengaburkan air. Namun, jika anda ingin mendapatkan efek yang sama untuk memotret seascape, maka anda akan memerlukan waktu exposure yang lebih lama dari 30 detik, karena pergerakan awan dan air laut lambat.

memahami filter neutral density (nd)
Tanpa filter ND
memahami filter neutral density (nd)
Dengan filter ND
Memotret selama ‘golden hour‘ pada saat pagi atau sore hari akan sangat membantu, karena tingkat cahaya yang rendah untuk memperoleh exposure yang panjang, dan tentu saja kualitas cahaya yang seperti ini akan menghasilkan foto yang indah.
Filter ND tidak hanya digunakan untuk mengaburkan gerakan air atau awan, tapi juga dapat membuat pergerakan orang akan tampak menghilang. Anda akan membutuhkan waktu exposure yang sangat panjang untuk membuat efek ini. Fotografer arsitektur biasanya menggunakan filter ini pada saat memotret di lokasi spot yang banyak turisnya.

Filter Neutral Density (ND Filter)

Bath – Abbey and The Roman Bath by Les Kancir on 500px.com

Menggunakan filter ND tidak hanya untuk membuat waktu shutter menjadi lebih lama saja, filter ND juga bisa digunakan untuk memotret portrait pada hari yang cerah misalnya. Jika anda memotret portrait pada hari yang cerah, anda mungkin menggunakan aperture yang lebih lebar untuk memperoleh depth of field yang sempit. Menambahkan filter ND akan memungkinkan Anda untuk memilih aperture yang lebih lebar.

Angka-angka pada filter

Bingung dengan penggunaan angka-angka filter ND yang berbeda oleh beberapa pabrikan filter untuk menunjukkan densitas optiknya. Anda dapat menggunakan tabel di bawah ini untuk memastikan anda mendapatkan filter yang tepat untuk kebutuhan anda.

Hal yang harus dicari dalam filter ND

Material & coating

Sejumlah faktor mempengaruhi kualitas dan tentu saja harga filter. Resin, kaca dan polyester semua dapat digunakan untuk bahan filter. Polyester adalah pilihan termurah, tapi dengan kualitas yang rendah. Beberapa coating digunakan untuk mengurangi flare dan ghosting pada lensa. Filter dengan frame yang slim membantu mengurangi vignetting.

Screw-in atau slot-in?

Filter ini diproduksi dalam berbagai tingkatan, untuk disesuaikan dengan kondisi dan tujuan yang berbeda-beda, baik yang tipe slot-in maupun screw-in. Filter ND screw-in kurang fleksibel apabila ditumpuk walaupun dengan filter CPL yang slim sekalipun karena akan menyebabkan vignetting, dan filter ND screw-in hanya cocok untuk lensa dengan diameter tertentu. Filter ND slot-in membutuhkan adapter dan holder, yang artinya akan memerlukan kit tambahan. Dengan filter ND tipe slot-in ini anda akan lebih mudah menumpuk filter ND untuk meningkatkan panjang exposure, atau menambahkan jenis filter lainnya seperti filter ND Grad ataupun filter polarizer.

memahami filter neutral density (nd)

Adaptor & step-up ring

Anda dapat dengan mudah menyesuaikan sistem filter slot-in anda dengan lensa yang berbeda dengan membeli adaptor ring untuk setiap ukuran lensa anda. Untuk filter ND tipe screw-in, belilah filter yang sesuai dengan lensa terbesar yang anda punya dan belilah step-up ring sehingga anda dapat menggunakan filternya di lensa yang lebih kecil.
memahami filter neutral density (nd)

Jenis Dan Fungsi Filter Kamera Dalam Fotografi

Saat era film, filter kamera menjadi perangkat wajib untuk menciptakan efek spesial. Di era sekarang, efek dari filter tersebut dapat dibuat secra digital dengan software seperti Photoshop. Filter kuning akan membuat gambar anda menjadi lebih ‘hangat’, sementara filter biru akan membuat gambar menjadi lebih ‘dingin’. Hal ini dapat dilakukan dengan cepat dalam pengaturan white balance kamera. Sama halnya dengan filter warna yang didesain untuk fotografi hitam putih – rasanya akan jauh lebih mudah mengaplikasikan efek tersebut dengan software.
Bahkan ada yang mencemooh graduate filter, yang biasa digunakan untuk menyeimbangkan exposure antara langit yang terang dan foreground yang gelap dalam fotografi lansdscape. Efek ini memang dapat dibuat dengan mengatur dynamic range dan menggabungkan beberapa foto dengan exposure berbeda dengan software (HDR).
Bagaimanapun, tidak ada yang bisa mengalahkan kepuasan mendapatkan foto yang bagus langsung dari kamera, dan ada empat jenis filter optik yang efeknya membutuhkan banyak waktu atau bahkan tidak bisa diolah diphotoshop. Sebut saja Circular Polarizer, Neutral Density (ND), Graduated Neutral Density (ND Grad) dan Protective.

Pilihan Bentuk Filter Kamera

Filter terdiri atas banyak bentuk dan ukuran. Dari persegi kecil untuk disematkan di belakang lensa hingga berbentuk persegi atau lingkaran besar untuk ditaruh di depan lensa. Harganya juga bervariasi, dari murah seperti produksi Kood, hingga yang mahal seperti buatan Tiffen dan Hasselblad. Bagi kebanyakan orang, merk yang paling dikenal adalah Hoya untuk filter berbentuk lingkaran bertipe screw-in (ulir) yang dipasang di depan lensa, serta Cokin dan Lee (www.leefilters.com) yang mendominasi pasar filter berbentuk persegi dan lingkaran.

Bahan Filter Kamera (Resin VS Kaca)

Filter resin lebih murah dan ringan dibandingkan yang terbuat dari kaca, tapi lebih rentan terhadap goresan. Sebaliknya, filter kaca lebih mahal dan berat. Perlakukan keduanya sebagaimana anda memperlakukan lensa agar tetap awet.

Jenis-jenis Filter Kamera

1. Filter Protector dan UV

Filter ini digunakan untuk melindungi optik depan lensa dari gesekan, benturan, debu, uap air, dan sebagainya. Saat bagian depan lensa anda kotor, anda bisa membersihkan filter tanpa harus khawatir merusak lensa. Begitu juga jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada muka lensa, anda hanya perlu mengganti filter yang harganya jauh lebih murah daripada lensa.

filter UV
Pada praktiknya, fungsi perlindungan ini bisa juga digantikan oleh filter UV. Jenis filter ini mengurangi pengaruh sinar ultra violet terhadap foto (yang menyebabkakn gambar seperti berkabut dan warna kebiru-biruan), dengan tanpa mengurangi pencahayaan atau mengubah warna.
2. Filter Polarizer

Kemampuan filter polarising adalah membuat langit menjadi lebih biru, sehingga tampak lebih menarik. Filter jenis ini juga dapat digunakan untuk mengurangi intensitas refleksi pada air atau kaca. Digunakan untuk memotret landscape.

filter CPL
3. Filter Neutral Density (ND)

Filter ND mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke lensa. Sering digunakan untuk menciptakan efek air berkabut dan efek blur, atau untuk mengurangi resiko overexposure ketika menggunakan aperture lebar di bawah cahaya terang.

filter ND
4. Filter Graduated Neutral Density (ND Grad)

Filter ND Grad mempunyai bagian terang dan gelap, dan umumnya berbentuk kotak. Sebagai catatan, untuk filter ND Grad dengan bentuk kotak dibutuhkan holder khusus.Umumnya digunakan oleh para fotografer landscape untuk mendapatkan tingkat terang yang berimbang pada kedua sisi atas dan bawah foto. Sisi atas yang biasanya berupa langit umumnya jauh lebih terang dari sisi bawah yang berupa daratan. Penggunaan sisi gelap di sebelah atas akan menahan tingkat terang langit sehingga diperoleh gambar yang lebih berimbang.
filter ND Grad
5. Filter Close-up

Filter close-up atau terkadang disebut juga filter macro digunakan untuk memotret pada jarak yang sangat dekat. Cara kerjanya mirip dengan lensa pembesar dan akan memperdekat jarak fokus terdekat antara lensa dan objek.

filter close-up
6. Effect Filter
Ada banyak macam filter efek yang dipasarkan. Jenis yang paling lazim digunakan adalah filter star untuk menampilkan ujung-ujung bintang pada lampu, filter IR untuk membuat foto infrared, dan soft filter.
filter IR
Filter kamera infrared (filter IR)