Category Archives: Fotografi Landscape

Tips Memaksimalkan Dynamic Range Dalam Fotografi Landscape

Tips Memaksimalkan Dynamic Range Dalam Fotografi Landscape
Sunset at Malin Head by Ronan Mclaughlin on flickr.com

Untuk memaksimalkan dynamic range kamera, terutama saat memotret landscape, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, yaitu :

  1. Gunakanlah filter neutral density graduated (ND Grad – akan dibahas selanjutnya mengenai filter), yang memiliki beberapa ukuran untuk mengimbangi kontrasnya langit yang cerah dengan foreground yang lebih gelap.
  2. Memotretlah dengan format RAW. Foto dengan format RAW menjaga dynamic range dari sensor, sementara JPEG akan ‘memotong’ shadow dan highlight.
  3. Gunakan kamera dengan kemampuan dynamic range yang tinggi. Kamera sendiri memiliki batas kemampuan dynamic range-nya. Menggunakan kamera dengan kemampuan tangkap dynamic range lebih luas tentunya membantu kita memaksimalkan dynamic range yang kita peroleh. Berikut beberapa kamera yang memiliki dynamic range tinggi, antara lain : Nikon D800, Nikon D600, Sony SLT Alpha 99, Snoy NEX 7,  Canon EOS 6d, Canon EOS 5d MkII, Canon EOS 5d MkIII (selengkapnya dapat dilihat di http://www.dxomark.com/).
  4. Memotretlah dengan ISO rendah, karena ISO rendah lebih berhati-hati dalam hal noise maka ISO rendah umumnya mampu menangkap lebih akurat area shadow. Dengan demikian, ISO rendah akan memiliki dynamic range lebih baik dibanding dengan ISO tinggi.
  5. Photo montage – semi HDR. Salah satu teknik paling sederhana untuk meningkatkan dynamic range adalah dengan menggabungkan 2 foto dengan exposure berbeda yang dihasilkan dari 1 RAW file. Jadi caranya adalah foto pemandangan dengan kondisi agak underexposure (bisa gunakan EV – 1). Setelah file RAW diproseskan menghasilkan 2 file TIFF/JPEG. Satu dengan kondisi overexposure sehingga area shadow (foreground) terang. Satu lagi underexposure, sehingga area highlight (langit) memiliki exposure yang tepat. Gabungkan kedua foto tersebut menggunakan layer masking. Gunakan foto under exposed untuk area langit, dan foto over exposed untuk area foreground.
  6. Teknik HDR. Teknik yang lebih kompleks adalah menggunakan software untuk melakukan high dynamic range (HDR) fotografi. Teknik ini memungkinkan kita memperoleh dynamic range yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan kamera digital yang ada (akan dibahas selanjutnya dalam teknik HDR).

    Tips Memotret Foto Panorama Luas

    Tips Memotret Foto Panorama – Panorama cara jitu untuk menampilkan landscape yang luas dan megah. Menciptakan panorama juga teknik yang bagus untuk dipelajari kalau anda tidak punya lensa ultra wide angle.
    cara memotret foto panorama
    Image by Mark Hamblin
    Bagian pertama dari proses panorama adalah merekam foto. Prinsipnya, anda harus berdiri tetap pada posisi yang sama, lalu memutar tubuh untuk merekam serangkaian foto. Tapi, ada sedikit tambahan lain kalau ingin mendapatkan hasil terbaik. Dengan menggunakan tripod, rekamlah foto ketika anda menggerakan kamera. Rekam setiap foto saling menumpuk satu sama lain (sekitar 30%), tapi cobalah menghindari elemen yang penting pada bagian foto yang ditumpuk.

    Trik untuk memotret foto panorama yang luas

    Pemilihan tripod penting dalam merekam panorama. Head yang bisa dikunci agar kamera tetap pada posisinya, tapi berputar terpisah pada poros horisontal paling tepat untuk pemotretan ini. Ball head tripod kurang cocok digunakan, karena semua porosnya berubah. Proses ini tidak berakhir di dalam kamera. Menyambung foto mungkin terkesan sulit, tapi Photoshop memiliki fitur cerdas untuk menyambung seluruh rangkaian panorama.

    1. Menjaga kestabilan

    Agar seluruh foto sejajar, diperlukan tripod. Head tiga arah lebih baik daripada ball head, karena anda bisa mengunci head untuk bergerak dalam satu poros. Pasangkan kamera dalam orientasi portrait.Memotret panorama dengan orientasi portrait akan memberikan lebih banyak opsi ketika cropping, dan membantu memasukkan lebih banyak foreground dan langit. Cobalah untuk menghindari lensa wide angle karena lensa ini dapat menimbulkan distorsi.
    cara memotret foto panorama
    cara memotret foto panorama

    2. Exposure seimbang

    Agar rangkaian foto konsisten, rekamlah dalam modus manual dan dengan fokus manual. Jangan mengubah pengaturan pada seluruh rangkaian foto. Mengubah aperture, ISO bahkan fokus saat perekaman dapat menyebabkan foto yang satu tidak cocok dengan yang lain. Potretlah dalam format raw.
    cara memotret foto panorama

    3. Posisi

    Untuk melakukan panning, posisikan objek yang penting atau memiliki bentuk berbeda, seperti pohon dan tanaman, di tengah foto. Banyaknya cabang yang menumpuk dalam frame akan menyulitkan proses penyambungan foto. Cobalah untuk menumpuk setiap foto sebanyak sepertiga bagian.

    4. Merekam langit

    Menyeimbangkan exposure antara langit dan daratan selalu menantang bagi fotografer landscape. Meski menggabungkan dua exposure di Photoshop bisa jadi solusi, cara ini akan sulit dilakukan untuk panorama. Mendapatkan foto yang benar di dalam kamera dengan filter neutral density graduated (ND Grad) adalah solusi yang baik.

    Menyambung foto panorama dengan photoshop

    Setelah pada bagian pertama dari proses memotret panorama adalah proses perekaman foto. Maka tahap selanjutnya bagaimana menyatukan foto-foto tersebut di photoshop. Berikut ini adalah langkah-langkah menyambung foto panorama dengan di photoshop.

    Buka semua file foto

    Untuk menyambung panorama, pilihlah rangkaian foto tanpa ada celah dalam pemandangan dan dengan horison konsisten. Seleksi semua foto di Bridge, lalu pilih Tool > Photoshop > Load Files in Photoshop Layer. Atau buka foto satu per satu dan tarik ke satu dokumen menggunakan Move Tool.

    Mensejajarkan panorama

    Pilih semua layer di panel Layer, (tahan Shift ketika anda mengklik foto paling atas dan paling bawah). Pilih Edit > Auto-Align Layers. Pilih Auto pada kota dialog yang muncul, lalu klik OK. Ini akan mensejajarkkan semua foto. (Mungkin dibutuhkan waktu beberapa menit). Untuk merapikannya pilih Edit > Auto Blend Layers, dan pilih Panorama di kotak dialog.

    Sentuhan akhir

    Kini panorama telah tersambung, tapi batasnya masih berantakan. Gunakan Crop Tool dan potong tepi foto. Jika terlalu sempit, tampilkan border putih tipis. Dengan Clone Stamp Tool, tahan Alt dan klik salah satu titik untuk di-copy, lalu sapukan di atas bagian putih untuk memperluas foto.

    Demikianlah langkah-langkah membuat foto panorama yang luas dari cara merekam foto hingga menyambungnya di Photoshop.

     

    Apa itu Fotografi Long Exposure?

    Fotografi Long Exposure
    Salt by Ti on 500pc.com

    Apakah artinya long exposure? 

    Ketika anda memulai fotografi, tujuan utamanya adalah merekam foto yang terekspos dengan benar menggunakan kamera yang disangga tangan. Tapi ketika keterampilan itu mulai berkembang, anda akan menemukan bahwa beragam hasil kreatif dapat didapati ketika exposure kamera – periode waktu ketika shutter terbuka sehingga cahaya mencapai sensor – dipanjangkan.

    Apakah kesulitan dari long exposure? Kesulitan yang paling nyata dari long exposure adalah bisa menahan kamera cukup stabil dan menghindari resiko guncangan kamera, dimana anda menginginkan ada objek tetap tampak jelas, dan ada juga yang terliah kabur. Kalau shutter speed selambat 1/30 detik, kemungkinan besar terjadi guncangan kamera, ketika exposure memanjang hingga beberapa detik, guncangan kamera pada dasarnya tidak bisa dihindari jika disangga dengan tangan.

    Kapan menggunakan long exposure? 

    Pada kondisi cahaya rendah, seperti matahari terbit atau tenggelam, anda mungkin hampir tidak punya pilihan lain selain menggunakan long exposure. Ketika ISO memungkinkan untuk dinaikkan demi memperbaiki shutter speed, cara ini bukanlah solusi terbaik. Karena itu, memasang kamera pada tripod dan membiarkan kamera mengekspos selama beberepa detik pada ISO rendah tidak bisa dihindari. Teknik – teknik long exposure menjadi sangat populer, dan banyak fotografer yang menggunakan filter penghalang cahaya (filtter ND), sehingga dapat merekam exposure panjang pada kondisi cahaya terang.

    Mengapa merekam long exposure? 

    Alasan murni untuk efek kreatif pada hasil foto. Ketika exposure berlangsung selama beberapa detik atau menit, semua objek yang bergerak dalam pemandangan menjadi terlihat kabur. Tingkat keburamannya akan tergantung pada panjang exposure. Anda akan melihat air yang bergerak tampak seperti susu, awan akan tamapk seperti coretan, atau kerumunan orang di jalan akan terlihat buram. Meski banyak fotografer yang menyukai efek ini, tapi ada pula yang tidak menyukainya. Anda harus memperhatikan agar efeknya tidak berlebihan. Kunci utamanya adalah memadukan objek yang jelas dan tidak bergerak dalam komposisi dengan elemen yang bergerak.

    Tips Menguasai Long Exposure

    Tips Menguasai Long Exposure – Dengan shutter speed yang lebih panjang, exposure dapat memberikan keelokan menenangkan dengan mengaburkan gerakan awan dan air. Efek long exposure ini selalu mempesona hingga hampir selalu bisa mempercantik foto landscape.

    Siapkan long exposure anda, dan ikuti 5 langkah berikut untuk menguasai long exposure.

    Tips Menguasai Long Exposure

    Tips Menguasai Long Exposure – Menstabilkan tripod

    Panjangkan kaki yang lebih besar terlebih dahulu, kemudian baru kaki yang lebih kecil, sehingga akan mengstabilkan tripod.
     
    Tips Menguasai Long Exposure

    Tips Menguasai Long Exposure – Mencegah guncangan

    Aktifkan mirror lock-up atau gunakan live view, dan gunakan kabel release untuk merekam foto. Jika anda tidak mempunyai kabel release, anda bisa menggunakan self timer 10 detik, sehingga kamera tidak berguncang akibat tekanan jari anda saat menekan tombol shutter.
     
    Tips Menguasai Long Exposure

    Tips Menguasai Long Exposure – Menyiapkan filter kamera

    Fokuskan pada objek dan posisikan lensa pada fokus manual sebelum memasang filter ND. Setelah terpasang, view finder akan jadi tak berguna, tapi masih dapat membocorkan cahaya, jadi tutup view finder.

    Tips Menguasai Long Exposure

    Tips Menguasai Long Exposure – Bidik dengan live view

    Meski anda tidak bisa melihat melalui filter 10 stop, dengan live view mungkin masih bisa. Aktifkan dan posisikan tombol putar modus pada P sesekali, meski ada noise tapi cukup untuk mengatur komposisi dan fokus.

    Tips Menguasai Long Exposure – Dapatkan exposure yang tepat

    Setiap stop yang ditambahkan filter, menggandakan shutter speed yang digunakan. Posisikan rekam foto percobaan tanpa filter pada Manual, jika puas dengan hasilnya, kalikan dengan jumlah stop pada filter.

    Demikian tips – tips cara menguasai long exposure dengan menggunakan filter ND.

    Memahami Teknik Hyperfocal Distance Dalam Fotografi Landscape

    Pada pemotretan landscape dan arsitektur, umumnya objek yang ada di foreground dan background dimasukkan dalam satu frame yang sama dan diinginkan agar seluruh pemandangan terlihat fokus dari depan sampai ke belakang. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan kesan mendalam pada foto, sehingga foto akan terlihat 3 dimensi. Dengan penggunaan aperture yang sempit seperti f/11, f/16 atau f/22 akan membantu proses ini, karena pada aperture sempit ini ruang tajam cenderung meluas (baca kembali tentang aperture dan DoF).

    Apa itu teknik hyperfocal distance?

    Bagi fotografer lansdscape, ketajaman di semua area foto adalah sangat penting, mereka tidak ingin ada area yang tidak tajam dalam foto. Tetapi, seringkali foreground yang kita masukkan ke dalam frame berjarak tidak lebih dari 20 sampai 30 cm di depan lensa. Hal ini akan menuntut pemilihan titik fokus yang cermat.
    teknik hyperfocal distance
    Foto jembatan di atas kita gunakan sebagai contoh, gambar diambil dengan Canon EOS550d dengan focal length 17mm dan aperture f/11 (sebagai catatan perhitungan depth of field dan hyperfocal distance bergantung pada jenis sensor, focal length dan aperture yang digunakan).
    Umumnya kita melakukan focusing di infinity (yang dimaksud adalah kita mengarahkan titik fokus pada objek di kejauhan/horizon lalu melakukan focusing). Dengan melakukan itu kita memperoleh ruang tajam (DoF) mulai dari jarak 0,81 meter sampai dengan infinity. Artinya, semua benda yang berada di dalam cakupan 0,81 meter di depan kamera sampai dengan horizon langit akan tajam. Lalu bagaimana dengan rumput yang berjarak 0,5 meter di depan kamera dan kebetulan masuk dalam frame? Tentunya tidak akan tajam karena sudah berada di luar ruang tajam.
    Harap dipahami bahwa blur disini buka karea shake pada kamera (baik karena handheld pada kondisi slow shutter, maupun karena goyang akibat tripod bergerak karena tersenggol, dll). Blur disini tetap muncul walaupun kondisi lain sudah sempurna. Blur ini semata-mata karena objek berada di luar jangkauan ruang tajam.
    Pada kondisi inilah kita menggunakan teknik hyperfocal. Teknik ini pada intinya memilih objek pada jarak tertentu untuk dijadikan titik fokus. Dengan memilih objek pada jarak tertentu ini, kita dapat memaksimalkan ruang tajam. Untuk bisa menghitung jarak hyperfocal kita membutuhkan DOF Calculator, teknik ini bergantung pada jenis bodi kamera yang digunakan, focal length dan aperture. Lakukan perhitungan di rumah terlebih dahulu, jangan melakukan perhitungan disaat kita ingin memotret.

    Cara menggunakan teknik hyperfocal

    Bagaimana cara menggunakan teknik hyperfocal? Pertama kunjungi laman DOF Master Calculator untuk melakukan perhitungan secara online, atau aplikasi ini juga bisa didownload secara gratis untuk perangkat Iphone dan Android.
    dof calculator
    Masukkan jenis kamera, focal length, dan aperture yang akan digunakan. Masukkan jarak fokus pada subjek distance. Lalu calculate. Silakan cek Near Limit yang akan anda peroleh dari kombinasi kamera, focal length, aperture dan jarak fokus (subject distance) tersebut. Itu adalah jarak terdekat yang masih masuk ruang tajam. Sedangkan Far Limit adalah jarak terjauh yang masih tajam. Berdasarkan hasil perhitungan DoF Calculator akan diperoleh jarak hyperfocal (hyperfocal distance). Nah, pada jarak hyperfocal inilah kita boleh melakukan focusing untuk memperoleh ruang tajam yang lebih luas dari foreground sampai infinity.