Category Archives: Fotografi Landscape

Mengenal Teknik HDR (High Dynamic Range)

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, sensor kamera tidak secanggih mata kita yang memiliki dynamic range yang sangat luas sehingga dapat membedakan area yang gelap dan terang dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi. Sensor kamera masih memiliki keterbatasan dalam melihat area terang dan gelap yang sangat kontras pada sebuah foto pemandangan. Misalnya, pada saat menikmati pemandangan sunset atau sunrise, warna dan corak langit yang bervariasi akan terlihat indah bila dilihat langsung oleh mata kita,  sedangkan pada kamera digital, meskipun kamera yang canggih sekalipun belum mampu merekam detail secara penuh dari pemandangan tersebut. Sehingga pada beberapa bagian foto akan terlihat terlalu terang dan sebagian lagi akan terlihat terlalu gelap.

foto HDR
 Foto underexposure dan overexposure yang sudah digabung

Teknik HDR untuk memperluas dynamic range

Sehingga untuk mengatasi foto pemandangan yang mempunyai kontras yang tinggi antara area gelap dan terang digunakanlah teknik HDR (selain cara yang pernah dibahas sebelumnya untuk memaksimalkan dynamic range). Secara prinsip HDR menggunakan beberap foto dengan exposure yang berbeda (mirip dengan teknik foto montage), tetapi dengan jumlah foto yang lebih banyak dan dengan proses layering yang terotomasi.

Foto underexposure
teknik HDR
 Foto overexposure

Apabila foto yang kita peroleh tidak memiliki area highlight clipping terlalu banyak maka kita bisa menggunakan foto yang dihasilkan dari 1 RAW saja. Cukup bedakan exposure-nya saja saat pengolahan RAW untuk menghasilkan 3-5 foto dengan exposure yang berbeda. Keuntungan dari teknik ini adalah tidak ada masalah re-allignment foto karena sebenarnya fotonya identik hanya beda exposure-nya saja.

Sedangkan apabila kondisi di lapangan terlalu ekstrim maka kita bisa memotret 3-5 foto dengan exposure yang berbeda dengan langsung menggunakan EV yang berbeda saja di lapangan, tidak perlu menggunakan mode Manual. Dengan cara ini, kita menghindari terjadinya highlight clipping, dimana foto sudah tidak memiliki informasi detail sama sekali. Keruguiannya tentunya ada kemungkinan turunnya ketajaman hasil akhir karena re-allignment (contoh seperti pada area ombak yang berbeda, sehingga saat disatukan tidak tajam).

Pemotretan yang menggunakan teknik HDR

Umumnya HDR digunakan untuk pemotretan arsitektur. Tetapi landscape juga bisa menggunakan teknik ini asalkan tidak terlalu berlebihan (sehingga tampak tidak natural). Salah satu triknya adalah menggunakan foto yang selisih exposurenya tidak terlalu jauh. Sebagai rule of thumb gunakanlah 3-5 foto dengan jarak 1/3 sampai dengan 1/2 stop saja.

Saat memotret HDR, kita wajib menggunakan tripod atau memastikan komposisi dan kamera tidak berubah. Hal ini karena kamera akan mengambil minimal dua foto (yang satu terang, satu gelap) kemudian kedua foto tersebut akan digabungkan menjadi satu. Dengan demikian hasil foto akhir memiliki detail yang paling lengkap. Saat memotret HDR, pastikan mode yang digunakan adalah Aperture Priority atau Manual, sehingga ruang tajam tidak berbeda. White Balance yang mengatur warna harusnya juga jangan AWB (Auto), tapi ditentukan sesuai sumber cahaya yang ada, misalnya Daylight atau simbol matahari.

Untuk menggabungkan foto – foto HDR tersebut dapat dilakukan dengan bantuan software. Ada beberapa software yang bisa kita gunakan, seperti Photomatix dan Adobe Photoshop.

Tips Memotret Foto Panorama Luas

Tips Memotret Foto Panorama – Panorama cara jitu untuk menampilkan landscape yang luas dan megah. Menciptakan panorama juga teknik yang bagus untuk dipelajari kalau anda tidak punya lensa ultra wide angle.
cara memotret foto panorama
Image by Mark Hamblin
Bagian pertama dari proses panorama adalah merekam foto. Prinsipnya, anda harus berdiri tetap pada posisi yang sama, lalu memutar tubuh untuk merekam serangkaian foto. Tapi, ada sedikit tambahan lain kalau ingin mendapatkan hasil terbaik. Dengan menggunakan tripod, rekamlah foto ketika anda menggerakan kamera. Rekam setiap foto saling menumpuk satu sama lain (sekitar 30%), tapi cobalah menghindari elemen yang penting pada bagian foto yang ditumpuk.

Trik untuk memotret foto panorama yang luas

Pemilihan tripod penting dalam merekam panorama. Head yang bisa dikunci agar kamera tetap pada posisinya, tapi berputar terpisah pada poros horisontal paling tepat untuk pemotretan ini. Ball head tripod kurang cocok digunakan, karena semua porosnya berubah. Proses ini tidak berakhir di dalam kamera. Menyambung foto mungkin terkesan sulit, tapi Photoshop memiliki fitur cerdas untuk menyambung seluruh rangkaian panorama.

1. Menjaga kestabilan

Agar seluruh foto sejajar, diperlukan tripod. Head tiga arah lebih baik daripada ball head, karena anda bisa mengunci head untuk bergerak dalam satu poros. Pasangkan kamera dalam orientasi portrait.Memotret panorama dengan orientasi portrait akan memberikan lebih banyak opsi ketika cropping, dan membantu memasukkan lebih banyak foreground dan langit. Cobalah untuk menghindari lensa wide angle karena lensa ini dapat menimbulkan distorsi.
cara memotret foto panorama
cara memotret foto panorama

2. Exposure seimbang

Agar rangkaian foto konsisten, rekamlah dalam modus manual dan dengan fokus manual. Jangan mengubah pengaturan pada seluruh rangkaian foto. Mengubah aperture, ISO bahkan fokus saat perekaman dapat menyebabkan foto yang satu tidak cocok dengan yang lain. Potretlah dalam format raw.
cara memotret foto panorama

3. Posisi

Untuk melakukan panning, posisikan objek yang penting atau memiliki bentuk berbeda, seperti pohon dan tanaman, di tengah foto. Banyaknya cabang yang menumpuk dalam frame akan menyulitkan proses penyambungan foto. Cobalah untuk menumpuk setiap foto sebanyak sepertiga bagian.

4. Merekam langit

Menyeimbangkan exposure antara langit dan daratan selalu menantang bagi fotografer landscape. Meski menggabungkan dua exposure di Photoshop bisa jadi solusi, cara ini akan sulit dilakukan untuk panorama. Mendapatkan foto yang benar di dalam kamera dengan filter neutral density graduated (ND Grad) adalah solusi yang baik.

Menyambung foto panorama dengan photoshop

Setelah pada bagian pertama dari proses memotret panorama adalah proses perekaman foto. Maka tahap selanjutnya bagaimana menyatukan foto-foto tersebut di photoshop. Berikut ini adalah langkah-langkah menyambung foto panorama dengan di photoshop.

Buka semua file foto

Untuk menyambung panorama, pilihlah rangkaian foto tanpa ada celah dalam pemandangan dan dengan horison konsisten. Seleksi semua foto di Bridge, lalu pilih Tool > Photoshop > Load Files in Photoshop Layer. Atau buka foto satu per satu dan tarik ke satu dokumen menggunakan Move Tool.

Mensejajarkan panorama

Pilih semua layer di panel Layer, (tahan Shift ketika anda mengklik foto paling atas dan paling bawah). Pilih Edit > Auto-Align Layers. Pilih Auto pada kota dialog yang muncul, lalu klik OK. Ini akan mensejajarkkan semua foto. (Mungkin dibutuhkan waktu beberapa menit). Untuk merapikannya pilih Edit > Auto Blend Layers, dan pilih Panorama di kotak dialog.

Sentuhan akhir

Kini panorama telah tersambung, tapi batasnya masih berantakan. Gunakan Crop Tool dan potong tepi foto. Jika terlalu sempit, tampilkan border putih tipis. Dengan Clone Stamp Tool, tahan Alt dan klik salah satu titik untuk di-copy, lalu sapukan di atas bagian putih untuk memperluas foto.

Demikianlah langkah-langkah membuat foto panorama yang luas dari cara merekam foto hingga menyambungnya di Photoshop.

 

Memahami Teknik Hyperfocal Distance Dalam Fotografi Landscape

Pada pemotretan landscape dan arsitektur, umumnya objek yang ada di foreground dan background dimasukkan dalam satu frame yang sama dan diinginkan agar seluruh pemandangan terlihat fokus dari depan sampai ke belakang. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan kesan mendalam pada foto, sehingga foto akan terlihat 3 dimensi. Dengan penggunaan aperture yang sempit seperti f/11, f/16 atau f/22 akan membantu proses ini, karena pada aperture sempit ini ruang tajam cenderung meluas (baca kembali tentang aperture dan DoF).

Apa itu teknik hyperfocal distance?

Bagi fotografer lansdscape, ketajaman di semua area foto adalah sangat penting, mereka tidak ingin ada area yang tidak tajam dalam foto. Tetapi, seringkali foreground yang kita masukkan ke dalam frame berjarak tidak lebih dari 20 sampai 30 cm di depan lensa. Hal ini akan menuntut pemilihan titik fokus yang cermat.
teknik hyperfocal distance
Foto jembatan di atas kita gunakan sebagai contoh, gambar diambil dengan Canon EOS550d dengan focal length 17mm dan aperture f/11 (sebagai catatan perhitungan depth of field dan hyperfocal distance bergantung pada jenis sensor, focal length dan aperture yang digunakan).
Umumnya kita melakukan focusing di infinity (yang dimaksud adalah kita mengarahkan titik fokus pada objek di kejauhan/horizon lalu melakukan focusing). Dengan melakukan itu kita memperoleh ruang tajam (DoF) mulai dari jarak 0,81 meter sampai dengan infinity. Artinya, semua benda yang berada di dalam cakupan 0,81 meter di depan kamera sampai dengan horizon langit akan tajam. Lalu bagaimana dengan rumput yang berjarak 0,5 meter di depan kamera dan kebetulan masuk dalam frame? Tentunya tidak akan tajam karena sudah berada di luar ruang tajam.
Harap dipahami bahwa blur disini buka karea shake pada kamera (baik karena handheld pada kondisi slow shutter, maupun karena goyang akibat tripod bergerak karena tersenggol, dll). Blur disini tetap muncul walaupun kondisi lain sudah sempurna. Blur ini semata-mata karena objek berada di luar jangkauan ruang tajam.
Pada kondisi inilah kita menggunakan teknik hyperfocal. Teknik ini pada intinya memilih objek pada jarak tertentu untuk dijadikan titik fokus. Dengan memilih objek pada jarak tertentu ini, kita dapat memaksimalkan ruang tajam. Untuk bisa menghitung jarak hyperfocal kita membutuhkan DOF Calculator, teknik ini bergantung pada jenis bodi kamera yang digunakan, focal length dan aperture. Lakukan perhitungan di rumah terlebih dahulu, jangan melakukan perhitungan disaat kita ingin memotret.

Cara menggunakan teknik hyperfocal

Bagaimana cara menggunakan teknik hyperfocal? Pertama kunjungi laman DOF Master Calculator untuk melakukan perhitungan secara online, atau aplikasi ini juga bisa didownload secara gratis untuk perangkat Iphone dan Android.
dof calculator
Masukkan jenis kamera, focal length, dan aperture yang akan digunakan. Masukkan jarak fokus pada subjek distance. Lalu calculate. Silakan cek Near Limit yang akan anda peroleh dari kombinasi kamera, focal length, aperture dan jarak fokus (subject distance) tersebut. Itu adalah jarak terdekat yang masih masuk ruang tajam. Sedangkan Far Limit adalah jarak terjauh yang masih tajam. Berdasarkan hasil perhitungan DoF Calculator akan diperoleh jarak hyperfocal (hyperfocal distance). Nah, pada jarak hyperfocal inilah kita boleh melakukan focusing untuk memperoleh ruang tajam yang lebih luas dari foreground sampai infinity.

Apa Itu Dynamic Range Dalam Fotografi ?

Dynamic range dalam fotografi dapat didefinisikan sebagai cakupan (dari minimum sampai maksimum) luminance (pencahayaan) dari suatu pemandangan yang difoto. Dynamic range juga dikaitkan dengan range intensitas sensor kamera dalam merekam gambar, baik di area shadow maupun highlight.
Apa Itu Dynamic Range Dalam Fotografi ?
Starring at the sun by thefella on flickr.com

Luminance maksimum umumnya adalah area dimana sumber cahaya berada (misalnya matahari/langit) atau area dengan tingkat reflektif tinggi (misalnya kaca yang memantulkan cahaya. Sementara yang luminance-nya minimum adalah area gelap/di bawah bayangan, atau benda dengan tingkat refleksi minimum (misalnya batu karang).

Mata kita memiliki dynamic range yang sangat luas dan dapat membedakan area yang gelap dan terang dengan kecepatan dan tingkat akurasi yang mengagumkan. Namun, sensor kamera memiliki sudut pandang yang jauh lebih sempit dan harus berjuang untuk merekam detail area gelap dan terang secara bersamaan. Oleh karena itu, jika ada perbedaan cahaya yang kontras dalam foto yang diambil, kamera tidak akan dapat merekam seluruh area dengan sempurna, dan gambar akan seperti ‘terpotong’, karena terkena under atau overexposure. Inilah mengapa memotret pemandangan (landscape) yang memiliki perbedaan cahaya yang kontras bisa menjadi sangat sulit.

Tiap objek foto memilki dynamic range yang berbeda-beda. Ada yang dynamic range-nya tinggi (artinya perbedaan luminance antara yang maksimum dan minimum sangat besar), ada pula yang dynamic range-nya rendah. Secara umum objek landscape adalah pemandangan dengan dynamic range medium – tinggi. Matahari dan langit umumnya sangat terang, sedangkan foreground umumnya kurang cahaya sehingga gelap.

Cara Membuat Foto HDR Dramatis

Setelah pada artikel sebelumnya kita telah memahami tentang Dynamic Range dan Teknik Fotografi HDR, maka pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara membuat foto HDR.

Teknik fotografi HDR (High Dynamic Range) adalah teknik yang populer dikalangan fotografer landscape. Prinsip dasarnya adalah merekam beberapa foto pada nilai exposure bervariasi, kemudian menggabungkannya untuk menghasilkan foto dengan rentang tonal yang lebih luas. Dengan cara ini, detail pada area shadow dan highlight dalam pemandangan dapat ditangkap seluruhnya.

foto hdr, bracketing, cara memotret hdr

Menciptakan foto HDR membutuhkan beberapa foto (umumnya 3 sampai 9), dengan nilai aperture dan ISO yang sama. Hanya nilai shutter speed yang diubah pada setiap foto, agar depth of field dan noise tetap konstan. Hasil foto kemudian digabung dengan software pengolah foto. Ada beberapa program yang bisa digunakan untuk memproses foto HDR seperti Photoshop, Photomatix, dan HDR Projects 2.

Cara memotret foto HDR 

Sebelum mulai memotret foto HDR, ada beberapa peralatan yang perlu dipersiapkan. Tripod sangat dibutuhkan agar komposisi pada setiap foto tidak berubah. Remote release juga akan berguna untuk menghindari guncangan kamera yang tidak diinginkan. Gunakan self timer kamera jika anda tidak mempunyai remote. Objek bergerak seperti portrait tidak cocok menggunakan teknik HDR, tapi teknik ini sempurna untuk landscape. Namun, hati-hatilah bila ada awan yang bergerak cepat dan pohon yang bergerak dalam pemandangan, karena dapat menyebabkan efek ghosting ketika anda mengolah seluruh foto.

1. Persiapan

Pasang kamera pada tripod dan atur komposisi foto. Carilah objek menarik pada foreground untuk menarik perhatian mata. Pastikan tripod terkunci, agar kamera tidak berubah selama exposure. Pasangkan remote shutte release atau aktifkan modus self timer pada kamera. Atur komposisi dan fokuskan. Setelah terfokus, posisikan lensa pada fokus manual.
 
foto hdr, bracketing, cara memotret hdr

2. Pengesetan kamera

Posiskan kamera pada modus Av dan atur ISO pada 100 untuk mendapatkan kualitas foto pada pengaturan tertinggi. Berikutnya, atur aperture pada sekita f/11 untuk memastikan pemandangan tajam dari depan sampai belakang, dan seimbangkan shutter speed untuk berada di tengah exposure meter (EV 0). Terakhir, aktifkan fitur mirror lock-up undangan menghidari guncangan kamera.
foto hdr, bracketing, cara memotret hdr

3. Bracket exposure

Set Auto Exposure Bracket pada kamera DSLR, sehingga kamera menyesuaikan shutter speed secara otomatis untuk merekam 3 exposure berbeda. Dan, mulailah merekam exposure.

foto hdr, bracketing, cara memotret hdr

4. Proses pengolahan foto

Untuk pengolahan foto HDR kita bisa menggunakan software khusus untuk HDR seperti Photomatix Pro, HDR Projects 2 atau melakukannya di Photoshop.

foto hdr, bracketing, cara memotret hdr
Pilihan berapa foto yang dipakai sebenarnya tergantung kebutuhan kita. 3 foto akan membuat proses di photoshop jauh lebih cepat dibandingkan 5, namun kalau kita memiliki 5 buah maka foto akhir yang dihasilkan akan memiliki tonal yang lebih halus.