Category Archives: Fotografi Pemula

Lensa Prime vs Lensa Zoom? Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?

Berdasarkan jangkauan focal length, lensa untuk kamera baik itu DSLR maupun Mirrorless bisa dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu lensa prime dan lensa zoom.

Lensa Prime

Lensa prime, atau terkadang disebut juga sebagai lensa fix, adalah lensa yang memiliki satu focal length. Salah satu yang paling terkenal adalah lensa 50mm, hampir semua pabrikan kamera memproduksi lensa jenis ini dan banyak tersedia di pasaran denga harga yang ekonomis.

Kelebihan utama lensa jenis ini adalah ukuran yang ringkas, ringan serta kualitas yang maksimal. Detail yang dihasilkan juga maksimal jernih, kaya warna, serta aperture yang lebar yang bisa digunakan untuk kondisi low light, dan membentuk bokeh untuk isolasi. Kelemahannya lensa prime adalah adalah tidak bisa digunakan untuk mengatur lebar sudut pandang pemotretan, fotografer harus bergerak maju atau mundur terhadap objek.

Lensa Zoom

Berbeda dari lensa prime, jenis lensa zoom memiliki focal length yang bisa diatur pada jangkauan tertentu. Sebagai efeknya, anda bisa mendapatkan sudut pandang dari beberapa focal length sekaligus dari satu lensa.

lensa kit 18-55 mm
Pada contoh di atas ditampilkan lensa kit 18-55mm. Lensa ini bisa digunakan pada focal length mulai dari 18mm yang masuk kategori “wide angle”, hingga 55mm yang masuk kategori “tele”.
Kelebihan utama lensa zoom adalah bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai lebar sudut pandang foto. Anda hanya perlu membawa satu lensa untuk mengggantikan beberapa lensa prime saat traveling. Disisi lain, kelemahan lensa zoom adalah ukuran yang lebih besar dan lebih mahal untuk kualitas yang sama. Serta, dari segi bokeh, kontrol depth of field serta kinerja di kondisi low light lensa zoom masih tertinggal dari prime.

Kapan Saat Sistem Metering kamera Bisa Kacau?

Secanggih-canggihnya sistem metering kamera, kadang bisa mengalami kesalahan pada saat mengukur kecerahan cahaya. Artikel ini akan membahas kenapa sistem metering kamera bisa salah, dalam kondisi apa dan jenis objek-objek seperti apa yang dapat membuat sistem metering kamera bisa kacau?
Sistem metering kamera

Apa yang sebenarnya dilakukan sistem metering kamera?

Sistem metering kamera mengukur kecerahan objek agar kamera dapat menentukan berapa lama sensor perlu diekspos untuk merekam foto. Masalahnya, sistem metering kamera tidak selalu bekerja dengan sempurna, dan hasil foto mungkin akan terlalu gelap atau terlalu terang. Kesalahan metering kamera ini bisa terjadi dalam kondisi pemotretan dimana kontras antara terang dan gelap terlalu tinggi. Untuk hasil yang lebih baik, kesalahan ini dapat diperbaiki dengan menggunakan exposure compensation (kompensasi eksposur), atau menentukan pengaturan exposure, yaitu aperture, shutter speed dan ISO, atau secara manual.

Mengapa Sistem metering kamera bisa salah?

Sistem metering kamera dikalibrasikan pada kondisi yang disebut sebagai 18% abu-abu.Teorinya, kondisi ini merupakan abu-abu bertonal sedang (mid tone grey), di tengah-tengah antara hitam dan putih, merefleksikan 18% cahaya yang jatuh pada area tersebut. Arahkan kamera pada kertas abu-abu atau objek lain yang sekiranya juga bertonal sedang, seperti rumput, dan kamera akan menghasilkan foto yang terekspos dengan tepat. Tentunya, tidak semua objek yang kita rekam akan jatuh tepat pada rentang tonal sedang (mid tone) ini. Misalnya, angsa di hamparan salju akan merefleksikan jauh lebih banyak cahaya, sementara kucing hitam dengan background hitam akan merefleksikan jauh lebih sedikit cahaya.

Sistem metering kamera
delicious!!!-by-marta-borreguero
Sistem metering kamera
Inilah alasannya kenapa foto dari objek-objek ini dapat terlihat terlalu gelap (underexposure) atau terlalu terang (overexposure), yaitu karena sistem metering kamera mencoba untuk membawa exposure keseluruhan lebih dekat ke abu-abu bertonal sedang. Exposure untuk angsa akan dikurangi sehingga foto akan tampak suram dan abu-abu, sementara exposure untuk kucing akan ditambah sehingga foto akan tampak pudar dan abu-abu. Ada sejumlah variabel yang memiliki efek terhadap exposure, termasuk modus metering yang digunakan.
Sistem metering kamera

Cara untuk memperbaiki exposure

Untuk itulah exposure compensation digunakan untuk memperbaiki sistem metering kamera dengan mengembalikan  foto yang under dan over tadi sehingga warna putih akan terlihat putih dan warna hitam akan terlihat hitam.

Apa Itu Histogram Pada Fotografi Digital ?

Histogram adalah alat yang sangat berguna, didesain untuk menbantu fotografer menilai exposure dan mengidentifikasi dengan mudah dan cepat kemungkinan terjadinya underexposre atau overexposure. Histogram adalah grafik 2 dimensi – sering kali tampak seperti barisan gunung – yang menggambarkan tingkat tonal foto.
Histogram pada fotografi digital

Bagaimana cara membaca histogram

Sumbu horizontal menggambarkan range gambar dari hitam total (0, kiri jauh) sampai putih total (255, kanan jauh); sementara sumbu vertikal menggambarkan berapa banyak pixel menilai itu. Jika histogram menunjukkan sejumlah besar pixel berkumpul di ujung sebelah kiri mengindikasikan gambar underexposure, dan jika sejumlah besar pixel berkumpul di ujung sebelah kanan mengindikasikan gambar overexposure. Grafik yang menunjukkan puncak yang sempit di tengah – tanpa pixel hitam atau putih – menunjukkan bahwa gambar kurang kontras dan hasilnya terlihat datar dan kurang hidup.

Cara membaca histogram pada fotografi digital
3 foto berikut ini semuanya terekspos dengan benar, namun histogram ketiganya sama sekali berbeda. Lihatlah bagaimana masing-masing objek mempengaruhi grafik histogram. Gambar-gambar ini membantu memperlihatkan bahwa meskipun histogram merupakan alat bantu yang penting untuk mendapatkan exposure yang baik, histogram dapat tampil dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Menilai exposure dengan histogram

Kamera digital memungkinkan anda untuk melihat histogram pada monitor LCD kamera lewat playback, sehingga mudah untuk menilai exposure yang tepat setelah mengambil gambar. Dan jika hasilnya tidak memuaskan, anda bisa mengatur kembali exposure dan memotret ulang. Ini adalah cara yang jauh lebih baik untuk menilai exposure dari sekedar melihat display gambar pada LCD karena sulit untuk membuat penilaian yang akurat dari foto yang telah diambil dengan adanya cahaya yang terpantul dimonitor, terutama jika berada diluar ruangan karena pantulan dari monitor dapat menipu mata.

Grafik histogram

Histogram pada fotografi digital

Memahami White Balance Dalam Fotografi

Memahami White Balance Dalam Fotografi – White balance atau WB merupakan salah satu hal penting di kamera, sebab cahaya bukan cuma berbeda dikekuatannya tapi juga diwarna. Setiap sumber cahaya memiliki temperatur warna yang berbeda dari spektrum merah menjadi biru. Variasi spektrum ini bisa dikompensasi dengan baik oleh mata manusia, misalnya jika anda mempunyai  kertas putih yang diterangi oleh cahaya lampu bohlam akan terlihat putih oleh mata anda. Tapi, ambillah sebuah foto tanpa mengatur white balance-nya dan mungkin akan terekam seperti warna oranye pucat . Nah, pengaturan white balance  kamera bertugas melakukan hal yang sama untuk mengkoreksi perbedaan warna yang terjadi pada cahaya, sehingga warna pada objek sesuai dengan seharusnya yang terlihat.

Pengaturan Preset White Balance

Kamera digital biasanya memiliki serangkaian preset untuk berbagai tipe pencahayaan yang berbeda. Kebanyakan kamera digital juga memiliki opsi Auto white Balance (AWB). Opsi Automatic white balance (AWB) sudah cukup cerdas untuk “menebak” besaran yan pas untuk mengoreksi temperatur warna, tetapi opsi ini tidak terlepas dari kesalahan utamanya di lingkungan yan ekstrem. Ini disebabkan opsi otomatis memiliki batasan rentang saat mengkompensasi spektrum warna.
Temperatur warna diukur dalam Kelvin (K). Tiap-tiap kamera DSLR memiliki rentang spektrum warna yang beragam seperti DSLR Nikon memiliki rentang dari 3500K sampai dengan 8000K, sedangkan pada Canon memiliki rentang dari 3000K hingga 7000K. Akan sangat sulit untuk mendapatkan gambar yang tidak berwarna oranye ketika anda memotret di dalam rumah pada saat malam misalnya. Hal yang sama bisa terjadi ketika memotret saat menjelang fajar, ketika tonal cahaya sangat biru dan memiliki temperatur warna lebih dari 8000K.
White balance kamera DSLR

Preset White Balance :

  • Auto, kamera akan menggunakannya untuk menebak besaran temperatur warna yang pas berdasarkan range temperaturnya. Bisa digunakan pada kebanyakan situasi.
  • Tungsten, disimbolkan dengan lampu bohlam, “dingin” bias cahaya merah oranye dari lampu bohlam putih rumah tangga. Digunakan untuk memotret di dalam ruangan khususnya di bawah sinar lampu bohlam.
  • Flourescent, disimbolkan dengan lampu neon. Lebih hangat dari tungsten, digunakan untuk memotret di dalam ruangan dengan pencahayaan neon putih.
  • Dayligth, simbolkan dengan matahari. Siang hari cahaya matahari di tengah hari, ketika cahayanya relatif netral. Digunakan pada saat memotret dibawah sinar matahari.
  • Flash, disimbolkan dengan kilat. Sangat mirip dengan dayligth. Digunakan apabila memotret menggunakan lampu flash.
  • Cloudy, disimbolkan dengan awan. Cahaya dingin yang “menghangat” ketika mendung/berawan.
  • Shade, disimbolkan dengan rumah atau pohon. Bayangan diluar ruangan yang lembut diterangi cahaya langit biru. Digunakan saat memotret tidak dibawah sinar matahari langsung.

Empat foto di bawah ini telah dikonversi dengan menggunakan pengaturan white balance yang berbeda-beda dalam Adobe Camera RAW (dengan format file RAW). Kiri atas : 3000K, kanan atas : 4000K, kiri bawah : 5300K, dan kanan bawah : 7500K.

memahami white balance kamera DSLR

White balance

Cara Cepat Kuasai Kamera DSLR Part 2

Setelah dibagian pertama kita telah mengerti bagaimana setting kamera awal yang perlu anda lakukan untuk mengusai kamera DSLR sebagai fotografer pemula. Nah, pada dibagian kedua ini kita akan membahas tentang cara-cara mengusai prinsip komposisi dasar, menentukan teknik pencahayaannya dan piranti pencahayaan apa saja yang diperlukan, serta bagiamana cara memanajemen foto anda.

cara cepat kuasai kamera

11. Komposisi

Mempelajari komposisi termasuk salah satu cara meningkatkan fotografi. Komposisi seringnya ditentukan dengan bagaimana yang terlihat tepat menurut anda, tapi ada banyak trik untuk hasil terbaik. Aturan-aturan ini bukan untuk membatasi yang benar dan yang salah, melainkan prinsip pada umumnya perlu dicoba (Baca kembali semua tentang Komposisi).
  • Focal point – Pandangan luas dapat tampak hambar kalau tidak focal point yang menjadi pusat perhatian. Cari focal point kuat speerti bangunan, pohon, atau bebatuan.
  • Garis pemandu (leading line) – Carilah garis yang mengantarkan mata ke objek utama pada background foto.
  • Prinsip rule of third – Bayangkan grid 3×3, lalu posisikan objek utama pada salah satu titik pertemuan. Cara ini akan membantu menyeimbangkan foto.

12. Menentukan pencahayaan

Fotografi selalu terkait dengan cahaya. Ada bermacam set-up pencahayaan untuk dipertimbangkan. Pencahayaan alami paling mudah untuk dimamfaatkan, meskipun tetap saja banayk hal lain yang perlu dipertimbangkan.
Fotografer cenderung mengklarifikasikan cahaya dalam dua cara, kuat dan lembut (baca : Memahami Esensi Cahaya Dalam Fotografi). Cahaya kuat datang dari sumber cahaya kecil atau sangat kuat, sementara cahaya lembut merupakan cahaya yang menyebar dan mudah dimamfaatkan. Anda mungkin sering mendengar istilah momen emas (golden hour) dalam fotografi. Istilah ini mengacu pada cahaya lembut yang diberikan matahari pada awal dan akhir hari. Momen emas paling terasa mamfaatnya bagi fotografer landscape yang ingin menangkap pemandangan memukau di ruang terbuka. Anda juga bisa memotret portrait sempurna ketika matahari mulai turun. Beri backlight pada objek dengan membelakangi matahari tenggelam yang memberikan cahaya hangat pada foto. Baca juga Ambient Light dan Jenis Pencahayaan Dalam Fotografi.

13. Pantulkan cahaya shadow dengan reflektor

Reflektor adalah alat yang mudah dan murah untuk membantu menyempurnakan foto. Reflektor digunakan diberbagai kondisi, mulai dari mempercerah portrait sampai mendukung foto makro. Reflektor terbaik yang bisa dimiliki adalah ‘5 in 1’. Desain ini artinya anda memiliki 5 alternatif permukaan untuk digunakan pada berbagai pemotretan. Untuk memantulkan cahaya ke objek, ada 3 pilihan yaitu warna putih, perak atau emas. Sisi putih lebih lembut, perak lebih reflektif, dan kilau emas memberi lebih banyak cahaya. Meski salah satu tugas utama reflektor adalah memantulkan cahaya kembali ke shadow, anda juga bisa menggunakannya untuk menghalangi atau menyebarkan cahaya matahari yang kuat.

14. Tambahkan ekstra cahaya dengan flash

Kamera anda mungkin dilengkapi dengan built-in flash untuk menambah cahaya pada foto. Unit flash ini berguna pada berbagai kondisi, tapi memiliki keterbatasan. Fotografer umumnya jarang menggunakan pop-up flash dan lebih sering menggunakan off camera flash. Untuk lebih lengkapnya anda dapat membaca Mengenal Flash Pada Kamera DSLR, Teknik Pemotretan Dengan Off Camera Flash dan Teknik Fill Flash Untuk Menerang Shadow Pada Foto.

15. Piranti pencahayaan lainnya

Flash dan cahaya alami bukan hanya sumber cahaya yan bisa dimamfaatkan untuk pemotretan. Ada banyak pilihan produk pencahayaan, mulai dari lampu studio sampai panel LED. Kalau anda memiliki DSLR atau CSC, berinvestasi pada lampu studi mungkin terdengar agak ambisius, tapi panel LED cara mudah untuk membawakan cahaya tambahan. Panel LED dijual dalam berbagai ukuran dan desain, mulai dari panel datar sampai ring flash yang dipasangkan untuk fotografi makro. Menggunakan senter juga bisa dipilih untuk memberikan pencahayaan pada foto di malam hari. Aturlan exposure panjang, lalu gerakkan senter ke arah objek. Melukis bebatuan dengan cahaya di alam terbuka yang gelap bisa jadi ide yang seru untuk dicoba.

16. Manajemen file

Meski pengaturan file mungkin terdengar kurang menarik, tapi hal ini pentingjika ingin menjadi fotografer sukses. Kalau memotret setiap hari atau minggu, harddisk mungkin akan cepat penuh dan memperlambat komputer. Dan kalau foto tersebar dimana-mana, tentu akan sulit menemukan foto tertentu dikemudian hari.
Setiap fotgrafer akan mengadaptasi sistem alur kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Umumnya, fotografer ingin menyimpan semua file raw jika memungkinkan, misalnya. Hard drive eksternal solusi tepat yang menawarkan banyak kapasitas penyimpanan. Untuk menciptakan solusi penyimpanan, banyak program yang dijual dipasaran yang akan membantu anda untuk menavigasi dan mengolah foto.

17. Organiser foto

Tersedia berbagai program yang akan membantu anda mengatur foto. Program yang paling populer adalah Lightroom, Bridge, dan Elemen Organizer sebagian dari Photoshop Elements. Menggunakan komputer atau hanya sistem komputer biasa, sebaiknya biasakan untuk melabeli file foto ke dalam sistem folder yang bisa anda pahami. Sebagian fotografer memilah fotonya berdasarkan tanggal, sementara yang lain berdasarkan tema objek. Ketika menilai foto, pada program pengelola foto umumnya terdapat opsi untuk memberi rating dan menyortir foto. Ini bisa jadi kebiasaan bagus sebagai langkah awal untuk memulai proses pengeditan, sehingga anda tidak akan melewatkan foto yang bagus.
Bila ingin, anda juga bisa membuat back-up file foto dengan cara penyimpanan online. Layanan seperti dropbox dan iCloud memberi kesempatan untuk mengolah file foto sekaligus menyimpan foto aslinya secara online.

18. Software pengolah foto

Untuk kebutuhan mengolah foto, tersedia banyak paket software di pasaran, tapi ada satu yang menonjol diantara yang lainnya. Adobe Creative Cloud Photographer’s Plan memberikan versi terbaru dari photoshop ada lightroom dengan biaya Rp. 169 ribuan perbulan. Anda tidak hanya bisa memilah dan menelusuri semua foto dengan mudah, tetapi juga memiliki seperangkat alat pengolah foto andal di ujung jari. Ada baiknya juga menginstal Adobe DNG Converter di komputer. Dengan aplikasi gratis ini, anda bisa mengkonversi file raw dari format kamera anda ke formta file DNG, yang dapat dikenali oleh  beragam software lama maupun baru.

Adobe Camera Raw – ACR merupakan plug-in pengolah raw dari Adobe, termasuk photoshop. Dengan tool cerdas ini, anda bisa menyelaatkan detail shadow ataupun highlight. Ada pula opsi untuk melakukan pengolahan exposure tertentu, cropping dan konversi foto.
Lightroom – Banyak fotografer mendapati Lightroom sebagai cara paling cepat dan efisien untuk browsing dan mengolah foto. Modus Develope pada Lightroom memungkinkan pengguna untuk memproses file raw dan memproses foto secara berkelompok.
Photoshop CC – Photoshop CC adalah program yang menganggumkan. Keunggulan dari menggunakan CC dan sistem creative cloud adalah anda dapat meng-update software bila tersedia. Daftar secara online sesering mungkin dan terkoneksi ketika ingin meng-upgrade.
Software gratis – Kalau anggaran terbatas, Nikon dan Canon menyediakan software gratis bersama dengan DSLR mereka. Canon DPP dan Nikon ViewNX2 memberikan kesempatan mengolah file raw, serta mengubah pengaturan seperti white balance dan exposure.

19. Cetak dan berbagi foto

Banyak cara untuk mnyebarkan foto dengan keluarga dan teman. Untuk distribusi instan, buatlah galeri online. Tapi, untuk impresi yang lebih awet, mengapa tidak dicetak dengan kualitas tinggi?
Online sharing – Banyak website yang diciptakan untuk sharing foto. flickr.com sangat populer, sementara bagi yang ingin merambah ke pasar pro, Behance.net akan membantu untuk membangun portofolio pribadi anda.
Printer – Printer inkjet dan sye-sub modern dapat menghasilkan cetak foto berwarna. Carilah model yang dilabeli sebagai printer foto, dan belilah kertas foto khusus untuk mencapai hasil terbaik yang pantas dipajang.
Bingkai – Untuk sentuhan akhir, beri bingkai pada foto. Pertimbangkan warna dan materi yang akan digunakan untuk bingkai.
Demikianlah susunan kursus kilat jitu cara cepat kuasai kamera DSLR yang bisa anda terapkan dari dasar-dasar fotografi sampai dengan pengelolaan file foto. Semoga berguna.