Category Archives: Kamera

Kamera Terbaik Untuk Pemula

Jika anda fotografer pemula atau yang sedang ingin membuat sebuah lompatan dari sistem kamera compact ke sistem kamera yang menawarkan kombinasi terbaik dari kualitas gambar dan fitur dengan lensa yang dapat diganti maka pada update kali ini telah dikumpulkan daftar kamera terbaik untuk pemula.

Jika anda belum membeli kamera tapi ingin lebih serius dalam fotografi, ada kesempatan untuk anda untuk lebih mengetahui berbagai pilihan kamera yang ada di pasaran saat ini yang akan memuaskan kebutuhan anda. Apakah anda akan memulai dengan sistem kamera DSLR dari salah satu produsen kamera terkenal atau mungkin anda ingin mencoba dengan sistem kamera mirrorless? Dan bagaimana spesifikasi dari bermacam model kamera saat ini, bandingkanlah satu sama lain.

Continue reading

Review : Fujifilm X-A2, Kamera Mirrorless Retro Untuk Selfie Dari Fujifilm

Fujifilm X-A2

Makin banyak saja pilihan kamera mirrorless yang memudahkan penggunanya ber-narsis ria. Fujifilm membuat opsi baru dengan mengeluarkan seri Fujifilm X-A2.
Ada yang berbeda dari seri baju Fujifilm X-Series yang satu ini dibandingkan pendahulunya. Layarnya bisa ditekuk ke atas sehingga memudahkan penggunanya untuk ber-selfie. Serunya layar yag bisa diputar sampai 175 derajat bisa jadi pemicu pengaktifan fitur deteksi wajah dan mata untuk membantu pemotretan selfie, ketika layar diputar. Layar ini memudahkan kita untuk memotret dengan sudut pandang yang tidak biasa, seperti low angle dan high angle dengan mudah.
Namun, secara body, kamera dengan banderol kelas “budget” ini tak banyak berubah. Kesamaan ini terletak pada tombol menu dan ukuran layar 3 inchnya di belakang.
Di dalamnya, terdapat sensor APS-C CMOS 16,3 megapixel. Sensor ini adalah sensor konvesional dengan jenis Bayer-pattern, berbeda dengan seri Fujifilm X lain yang menggunakan sensor CFA (Color Filter Array) dan tanpa filter anti-aliasing. Namun, kamera ber-WiFi ini juga dilengkapi dengan optical image stabilization 3.5 stop, sehingga lebih mudah untuk mengambil gambar tele dan cahaya rendah (low light). X-A2 juga menggunakan Eye Auto Focus (AF) yang baru dikembangkan, Auto Makro dan Multi-Target AF untuk mencapai kinerja auto fokus yang mudah dan akurat.
Kamera yang sudah diimbuhi dengan efek simulasi film ‘Classic Chrome’ ini cocok untuk para penggemar foto pemula dengan pilihan warna putih, hitam dan coklat.
Kamera ini disandingkan dengan lensa zoom Fujinon XC16-50mm II F3.5-5.6 OIS.XC16-50mm II adalah lensa serbaguna yang ideal untuk berbagai objek foto, seperti pemotretan dikondisi cahaya rendah (low light) hingga pemandangan. Lensa ini terdiri dari 12 elemen kaca di 10 kelompok termasuk 3 elemen asferikal dan 1 elemen ED. Lensa ini memiliki 7 bilah aperture, yang menawarkan 17 stop di 1/3 bertahap EV untuk kontrol aperture yang tepat.

Review: Kamera DSLR Canon Terbaru Eos 760D dan 750D

canon terbaru Eos 760d dan 750d
Pertengahan tahun ini Canon meluncurkan kamera DSLR terbaru mereka dan tidak tanggung-tangung dikeluarkan langsung dua seri sekaligus: EOS 760D dan 750D. Tampaknya ini merupakan strategi baru Canon untuk mengisi pasar DSLR entry level-nya. Kedua kamera DSLR ini adalah upgrade dari seri Canon EOS 650D dan 700D dengan resolusi yang naik dari 18MP menjadi 24MP dan peningkatan titik fokus dari 9 menjadi 19.

Perbedaan Spesifikasi, Harga dan Fitur-fitur 750D dan 760D

Canon membuat 760D lebih bagi para fotografer yang sudah berpengalaman dibandingkan 750D, karenanya kamera tersebut memiliki fitur-fitur baru yang ada pada kamera DSLR kelas atas Canon.

Meskipun keduanya dibuat untuk menyasar kelas fotografer yang berbeda, Canon 760D dan 750D memiliki banyak komponen yang sama. Keduanya menggunakan sensor CMOS berformat APS-C dengan resolusi 25,2 megapixel yang baru miliki Canon, Prosesor Digic 6, dan sistem fokus otomatis phase detection dengan 19 titiki cross-type ketika view finder tengah digunakan. Kamera dapat memilih titik AF yang tepat secara otomatis pada mode 19 titik AF atau dapat dipilih secara manual berdasarkan grup dengan mode zone AF (ada 5 grup yang dapat diplih) atau dapat juga satu titik dipilih secara manual pada mode Single-Point AF.

Selain itu, ada sistem Hybrid CMOS AF III yang baru (dilengkapi dengan Face Detection, Tracking AF, FlixiZone-Single dan FlixiZone-Multi), yang berguna ketika gambar atau video diambil menggunakan live view. Sistem ini memiliki jumlah piksel untuk melakukan fokus yang lebih banyak dibandingkan kamera-kamera sebelumnya. Canon mengatakan kalau sistem ini empat kali lebih cepat dibandingkan versi II, yang ada pada Canon 100D.

Berbeda dengan sistem metering di 700D (iFCL), setiap piksel di sensor memiliki filter RGB-IR sendiri dan dapat membaca secara indenpenden. Menurut Canon, sistem tersebut memberikan akurasi dan deteksi warna yang lebih baik. Pada mode live view dan video, pilihan pengukuran cahaya yang tersedia tetap sama, tapi kamera akan menggunakan sensor gambar untuk memberikan informasi. Disamping itu, mode Evaluative menggunakan 315 zone, partial mencakup 10% dan spot 2,7%.
canon terbaru Eos 760d dan 750d

Meskipun, keduanya memiliki tata letak tombol yang berbeda, 750D dan 760D terasa mirip ditangan. Dalam hal dimensi, hanya ada perbedaan 2,3mm  diantara keduanya –  760D lebih tinggi dibandingkan 750D. Keduanya tidak sesolid 5D Mark III, tapi konstruksinya tetap aluminium alloy dan polycarbonate dengan serat kaca sehingga kedua kamera tetap tersa cukup kuat untuk model pemula. Nyaris tidak ada bunyi berderak saat anda menggenggam keras kedua kamera. Spesifikasi teknis 750D nyaris identik dengan 760D, tapi ada beberapa perbedaan kecil yang mempengaruhi penggunaan. Dimulai dari plat atas. Disana tidak ada LCD kedua dan dial mode berada di sisi lain. Selain itu 750D punya lampu khusus untuk mengindikasikan sistem Wi-Fi yang tengah aktif, sementara 760D menyajikan indikator tersebut dengan tampilan ikon di LCD yang terletak pada plat atas. Wi-Fi diaktifkan lewat menu pada kedua kamera.

Perbedaan lainnya adalah tombol display untuk mematikan atau menghidupkan layar belakang 750D. Tombol ini diperlukan karena 750D tidak mempunyai sensor pendeteksi mata seperti pada 760D. Karena 750D tidak memiliki tombol dial di belakang, aperture dan exposure compensation (tergantung mode exposure yang digunakan) diatur dengan menekan tombol khusus di bagian belakang kamera sambil memutar dial utamadi dekat shutter release. Tidak ada pengunci, tapi dial mode 750D memiliki modus exposure yang sama, termasuk pilihan untuk penghobi dan pemula.

Spesifikasi Canon Eos 750D dan 760D

Kamera                     Canon Eos 760D                            Canon Eos 750D
Sensor                        24.2 MP APS-C                               24.2 MP APS-C
AF Points                         19 Titik                                          19 Titik
ISO Range                    100-12.800                                      100-6.400
                            (upgrage sampai 25.600)                 (upgrage sampai 25.600)
Built-in Wi-Fi               Wi-Fi & NFC                                   Wi-Fi & NFC  
Panel LCD atas                 Ya                                                     Tidak
LCD                       3.2-inci, 1.04M-dot                               3-inci, 921k-dot
Berat                                  565g                                                 480g
Dimensi                 131.9×100.9×77.8mm                     131.9×100.7×77.8mm
Harga                            Rp 12,3 Jt (kit)                                   Rp 9 Jt (kit)
                             dengan lensa 18-135mm                  dengan lensa 18-55mm

Review : Kamera Olympus Stylus 1S

Kamera Olympus Stylus 1S

Spesifikasi Kamera Olympus Stylus 1S

Review : Kamera Olympus Stylus 1S – Pabrikan kamera Olympus baru-baru ini mengeluarkan produk kamera compact terbarunya yaitu Olympus stylus 1S yang memiliki sensor 12MP1/1.7″ BSI Cmos, lensa 28-300mm F2.8, dan viewfinder elektronik 1,44 juta titik. Olympus Stylus 1S merupakan penerus dari produk sebelumnya yaitu Olympus Stylus 1, yang juga memiliki spesifikasi serupa seperti di atas . Namun sebagai penerusnya, beberapa fitur baru serta beberapa perbaikan dan peningkatan, telah disematkan pada Olympus Stylus 1S.
Kamera Olympus Stylus 1S

Fitur Kamera Olympus Stylus 1S

Beberapa fitur baru yang ada pada Olympus Stylus 1S adalah modus Small AF Target yang memungkinkan anda untuk memfokuskan lebih akurat pada setiap titik tertentu. Selain itu, juga ada fitur Step Zoom. Dengan fitur ini, anda dapat mengeset sembilan posisi zoom sebelum memotret sehingga memberikan keleluasaan bagi fotografer dalam melakukan zooming saat mengambil foto. Selain itu, pada bagian body kamera Olympus Stylus 1S juga dilakukan beberapa penyesuaian seperti mendesain ulang grip.

Selain beberapa fitur di atas, Olympus Stylus 1S juga memiliki mode Super Macro untuk memotret objek sangat dekat sampai dengan 5cm dari lensa. Juga disediakan BLS-50 Lithium-ion yang memberikan kapasitas yang lebih banyak dalam memotert dibandingkan kamera pendahulunya, Stylus 1. Olympus Stylus 1S juga mewariskan kontrol fisik dari jajaran kamera Olympus OM-D untuk memudahkan dalam memotret foto. Terdapat built-in Wi-Fi yang dapat dihubungkan ke smartphone dengan menggunakan aplikasi. Selain berguna untuk menyimpan gambar yang ada dikamera ke smartphone, aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai remote control yang dapat mengaturkamera dengan berbagai mode dan pengaturan dan bahkan memotret melalui smartphone.
Kamera Olympus Stylus 1S
Kamera Olympus Stylus 1S

Kapan Saat Sistem Metering kamera Bisa Kacau?

Secanggih-canggihnya sistem metering kamera, kadang bisa mengalami kesalahan pada saat mengukur kecerahan cahaya. Artikel ini akan membahas kenapa sistem metering kamera bisa salah, dalam kondisi apa dan jenis objek-objek seperti apa yang dapat membuat sistem metering kamera bisa kacau?
Sistem metering kamera

Apa yang sebenarnya dilakukan sistem metering kamera?

Sistem metering kamera mengukur kecerahan objek agar kamera dapat menentukan berapa lama sensor perlu diekspos untuk merekam foto. Masalahnya, sistem metering kamera tidak selalu bekerja dengan sempurna, dan hasil foto mungkin akan terlalu gelap atau terlalu terang. Kesalahan metering kamera ini bisa terjadi dalam kondisi pemotretan dimana kontras antara terang dan gelap terlalu tinggi. Untuk hasil yang lebih baik, kesalahan ini dapat diperbaiki dengan menggunakan exposure compensation (kompensasi eksposur), atau menentukan pengaturan exposure, yaitu aperture, shutter speed dan ISO, atau secara manual.

Mengapa Sistem metering kamera bisa salah?

Sistem metering kamera dikalibrasikan pada kondisi yang disebut sebagai 18% abu-abu.Teorinya, kondisi ini merupakan abu-abu bertonal sedang (mid tone grey), di tengah-tengah antara hitam dan putih, merefleksikan 18% cahaya yang jatuh pada area tersebut. Arahkan kamera pada kertas abu-abu atau objek lain yang sekiranya juga bertonal sedang, seperti rumput, dan kamera akan menghasilkan foto yang terekspos dengan tepat. Tentunya, tidak semua objek yang kita rekam akan jatuh tepat pada rentang tonal sedang (mid tone) ini. Misalnya, angsa di hamparan salju akan merefleksikan jauh lebih banyak cahaya, sementara kucing hitam dengan background hitam akan merefleksikan jauh lebih sedikit cahaya.

Sistem metering kamera
delicious!!!-by-marta-borreguero
Sistem metering kamera
Inilah alasannya kenapa foto dari objek-objek ini dapat terlihat terlalu gelap (underexposure) atau terlalu terang (overexposure), yaitu karena sistem metering kamera mencoba untuk membawa exposure keseluruhan lebih dekat ke abu-abu bertonal sedang. Exposure untuk angsa akan dikurangi sehingga foto akan tampak suram dan abu-abu, sementara exposure untuk kucing akan ditambah sehingga foto akan tampak pudar dan abu-abu. Ada sejumlah variabel yang memiliki efek terhadap exposure, termasuk modus metering yang digunakan.
Sistem metering kamera

Cara untuk memperbaiki exposure

Untuk itulah exposure compensation digunakan untuk memperbaiki sistem metering kamera dengan mengembalikan  foto yang under dan over tadi sehingga warna putih akan terlihat putih dan warna hitam akan terlihat hitam.