Category Archives: Komposisi

Tips Komposisi Warna Dalam Fotografi

Warna adalah salah satu elemen yang paling kentara dalam fotografi. Penggunaan yang tepat akan menarik perhatian pemirsa, sekaligus menyampaikan perasaan dan mood tertentu. Sebagai contoh, kesan hangat dari warna foto saat tenggelamnya matahari, atau kesan menenangkan dari warna biru laut.

Warna unsur penyusun komposisi

Warna merupakan bagian penting dalam penyusunan komposisi foto. Karakter warna dari setiap objek akan menentukan hubungan antar elemen dalam sebuah foto, dan pada akhirnya mempengaruhi pesan yang disampaikan.

1. Warna untuk menarik perhatian

Metode untuk menggunakan warna sebagai penarik perhatian umumnya sangat sederhana. Yang diperlukan adalah penerapan warna yang kuat dan tersaturasi pada objek yang ditujukan untuk memperoleh perhatian yang lebih dari pemirsa.
Tips Komposisi Warna Dalam Fotografi

INTENSIDAD by Jose Maria Luis Marquez on 500px.com

2. Warna untuk mood

Penggunaan warna untuk memberikan mood terhadap foto biasanya tidak mencolok seperti penerapan warna untuk menarik perhatian, tapi bukan berarti teknik ini memiliki pengaruh yang lemah. Sebagai contoh adalah warna khas pemandangan saat matahari tenggelam akan memberikan perasaan atau mood yang menenangkan dan damai. Anda bisa menerapkan warna pada foto untuk menggugah perasaan tertentu pada pemirsa.
Tips Komposisi Warna Dalam Fotografi

Looks Like The Lamp by Yasuhiro BB on 500px.com
Warna hijau pada rumput memberi kesan segar, alami dan hidup

Tips Komposisi Warna Dalam Fotografi

Black Stone by Robert Postma on 500px.com

3. Penerapan komplemen warna

Esensi Warna Dalam Fotografi
Setiap warna memiliki pasangan yang akan sangat tepat jika dipadu-padankan dalam komposisi. Salah satu acuan untuk memahami penerapan pasangan warna ini adalah dengan mmenggunakan roda warna. Warna yang berseberangan pada color wheel disebut sebagai warna komplemen atau pelengkap (complementary color). Penggunaan warna komplemen akan memberikan komposisi warna yang berkesan saling melengkapi. Contohnya adalah foto sunset yang sering menggabungkan warna biru dengan komplemennya oranye.
Tips Komposisi Warna Dalam Fotografi

Wild Flower by Anna Michels on 500px.com

Tips Komposisi Warna Dalam Fotografi

South Beach, British Columbia by Robert Postm on 500px.com

4. Penggunaan hitam putih

Fotografi B/W (black and white) atau juga terkadang disebut grayscale menghilangkan warna pada foto hingga menyisakan hitam dan putih. Tidak ada warna untuk membentuk mood maupun sebagai alat penarik perhatian pemirsa. Sebagai efeknya, keberhasilan komposisi foto B/W sepenuhnya tergantung pada pola dan bentuk objek.
Tips Komposisi Warna Dalam Fotografi

Achala by Gianstefano Fontana Vaprio on 500px.com

Penggunaan warna B/W umumnya ditujukan untuk menyederhanakan foto sehingga diperoleh kesan yang maksimal dari bentuk dan momen yang ditangkap.
Demikianlah tips-tips untuk memadukan warna pada foto sehingga diperoleh komposisi yang menarik.

Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik

Setelah sebelumnya kita telah membahas elemen – elemen pembentuk komposisi seperti garis, bentuk (shape), pola (pattern), framing, dan layer, serta tips – tips komposisi agar menghasilkan foto yang maksimal. Maka, pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang komposisi simflikasi atau penyederhanaan. Teknik dasar komposisi ini merupakan salah satu kunci penting untuk menghasilkan foto yang menarik. Komposisi visual yang lebih sederhana akan lebih mudah untuk ditangkap oleh pemirsa, semakin mudah dinikmati, dan semakin mudah juga untuk menyampaikan pesan.
Berikut adalah tips-tips untuk menyederhanakan foto anda, antara lain yaitu :

1. Konsep point of interest (POI)

Sebuah foto akan lebih menarik jika memiliki sebuah ide utama atau point of interest, umumnya berupa objek tertentu, sehingga perhatian pemirsa akan tertarik ke arah tersebut. Tanpa objek utama sebagai POI, foto akan sulit untuk dicerna, dan justru seringkali menjadi teka-teki bagi pemirsanya. Sebuah foto sebaiknya memiliki satu point of interest. Kehadiran elemen lain lebih sesuai digunakan sebagai faktor pelengkap yang tidak mencuri perhatian pemirsa dari objek utama. Sebagai catatan, istilah objek umum digunakan sebagai kata ganti untuk berbagai benda atau hal yang dipotret. Sedangkan subjek khusus digunakan untuk manusia, seperti pada portrait, human interest dan sebagainya.
Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik, POI
at mathura by ravikanth kurma on 500px.com

2. Isolasi dengan sudut pandang

Dalam menyederhanakan foto, anda perlu mengurangi, memisahkan atau bahkan menghilangkan elemen lain dari foto untuk menonjolkan objek utama (POI). Istilah yang sering digunakan untuk teknik memisahkan POI dari elemen lain adalah isolasi.

tips komposisi sederhana
Ada banyak metode untuk melakukan isolasi POI, cara termudah adalah dengan menggeser arah sudut pandang dan atau lokasi pemotretan. Pergeseran ini bisa anda gunakan untuk menghasilkan background yang berbeda.

3. Isolasi dengan crop

Sederhana sekali, pada teknik ini anda memaksimalkan ukuran tampilan objek, dengan tidak menyertakan elemen yang tidak perlu di sekitarnya. Sebagai hasilnya akan diperoleh foto yang lebih jelas dengan kesan terlihat penuh. Penggunaan cropping memungkinkan anda untuk menampilkan lebih banyak detail pixel dari POI.

Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik
Whant Some Cake by Memw on 500px.com

4. Isolasi lebar sudut : mundur dan zoom 

Mungkin banyak penggemar fotografi yang belum sempat menggunakan teknik ini. Lebar pandangan lensa atau field of view bisa diterapkan untuk melakukan isolasi. yang diperlukan adalah mundur beberapa langkah dari posisi objek pemotretan dan zoom lensa dengan focal length ang lebih panjang.
Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik
Hasil dengan 18mm terlihat banyak daun pada background
Hasil dengan 200mm setelah mundur dan melakukan zooming

5. Isolasi dengan warna (tone)

Cara menerapkan isolasi dengan warna sangat sederhana, point of interest sebagai objek utama ditampilkan dengan warna yang menonjol, sementara elemen pendukung ditampilkan dengan warna yang lebih tenang.

Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik
The Dragon by Fernando Monteiro on 500px.com

6. Isolasi dengan pengaturan cahaya

Dengan mengatur arah pencahayaan, anda dapat mengatur apa saja yang akan terlihat pada foto, dan apa saja yang tidak

.

Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik
Daisy With A View by Angela W on 500px.com

7. Separasi dengan exposure

Pada teknik ini kita menggunakan exposure untuk memisahkan POI dari elemen pelengkap. Anda bisa mengatur atau memilih skenario dengan elemen pelengkap yang terlihat lebih terang, ataupun juga lebih gelap.

Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik
Sitting by Usedshoe on 500px.com

8. Separasi dengan rimlight

Isolasi menjadi sulit dilakukan saat objek foto memiliki warna dan tingkat terang yang sama dengan latar belakang. Efeknya adalah POI akan terlihat menempel ke latar, sehingga tidak muncul dimensi ataupun bentuk objek. Teknik rimlight (baca juga mengenal arah cahaya dalam fotografi) bisa diterapkan pada foto indoor di studio maupun outdoor dengan mengatur arah pencahayaan terhadap objek, sehingga diperoleh pencahayaan yang menerangi sisi tepi objek. Pencahayaan ini biasanya memiliki dari arah belakang-atas dan menyamping. Penerapan rimlight akan memunculkan area terang di sisi tepi subjek yang menjadi pemisah dari latar.

Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik, rim light
Portrait of Low Key by Laurent Basse on 500px.com

9. Selective focusing

Komposisi dengan selective focusing dilakukan dengan membuat background tampak kabur atau blur. Kondisi blur atau kabur pada bagian yang tidak fokus disebut dengan bokeh. Pada teknik ini, anda mengatur pemotretan agar memiliki DoF yang sangat tipis, dan melakukan fokus pada objek utama.

Tips Komposisi Sederhana Agar Foto Lebih Menarik
Blue-eyed Fawn in The Spring Grass by Nathalie Greenwood on 500px.com

19 Tips Komposisi Memotret Foto Part 2

Pada bagian sebelumnya kita telah membahas 10 tips komposisi untuk memaksimalkan foto anda, dan sekarang kita akan melanjutkan 9 tips komposisi lagi….

11. Break the Pattern

Melanjutkan bagian sebelumnya mengenai perulangan, ada teknik lain yang sering diterapkan untuk menghasilkan komposisi yang lebih menarik. Yang perlu anda lakukan adalah ‘merusak’ pola dengan menampilkan unsur yang berbeda. Gunakan unsur yang tetap mengikuti pattern, tapi memiliki fitur yang membuatnya terlihat mencolok. Pada umumnya fotografer menggunakan warna sebagai pemecah pattern. Atur komposisi sebisa mungkin, semisal dengan meletakkan elemen pemecah tersebut pada titik/garis rule of third.

Tips komposisi Break the Pattern
Passion Lady by Ryuichi Noguchi on 500px.com

12. Mamfaatkan Pantulan

Penggunaan pantulan (reflection) dapat memberikan efek yang unik pada sebuah komposisi dan memberikan nilai lebih pada foto. Dengan penambahan pantulan pada komposisi, sebuah foto bisa berubah menjadi lebih berkesan. Selain dengan air, anda bisa menggunakan kaca, jendela, cermin, permukaan logam dan sebagainya untuk memberikan efek reflektif. Perhatikan arah serta bentuk pantulan, dan gabungkan dalam komposisi foto yang anda buat.

 
Tips Komposisi Mamfaatkan Pantulan
on the train home by Marco Maioriello on 500px.com

13. Mamfaatkan Bayangan

Adanya arah cahaya akan membentuk bayangan. Dari sudut pandang komposisi, anda bisa memamfaatkan bayangan untuk melengkapi subjek dan memperkuat foto yang dihasilkan. Selain sebagai pelengkap, anda juga bisa menjadikan bayangan sebagai objek utama pemotretan dan menghasilkan foto cara pandang yang berbeda.

 
Tips Komposisi Memotret Foto
untitled by Ryuichi Noguchi on 500px.com

14. Memamfaatkan Zoom: Wide vs Tele

Penggunaan focal length yang berbeda akan menghasilkan lebar sudut pandang yang berbeda. Anda bisa menggunakan teknik ini untuk mengatur proporsi background pada komposisi. Lensa wide angle memberi jarak yang renggang antarobjek dalam foto, membuat background terlihat jauh dan kecil, serta efek distorsi. Lensa tele merapatkan objek-objek pada foto, membuat background terlihat dekat dan besar, serta efek kompresi.

15. Memamfaatkan Distorsi

Terkadang sebuah foto menjadi lebih menarik karena menampilkan pemandangan dalam proporsi yang tidak biasanya terlihat. Distorsi sering kali digunakan untuk memberikan efek pada foto dengan menerapkan lensa sudut lebar atau lensa fish eye.

 
Tips Komposisi Mamfaatkan distorsi
warp speed by Jo Williams on 500px.com

16. DoF Tipis dan Selective Focusing

Depth of Field (DoF) yang memiliki arti kedalaman ruang, adalah ruang antara titik terdekat dan titik terjauh pada gambar yang masih terlihat fokus. Objek lain yang berada di luar DoF akan menjadi blur, kondisi yang blur atau sering disebut ‘bokeh’ ini akan semakin dominan pada DoF yang tipis. Anda bisa memamfaatkan DoF yang tipis untuk teknik selective focusing, yaitu mengisolasi POI dangan membatasi objek yang fokus.

 
Tips Komposisi Memotret Foto
orchid 01 by Wei-san ooi on 500px.com

17. DoF Tebal dan Hyperfocal Distance

Foto landscape dan arsitektur umumnya lebih disukai jika seluruh pemandangan terlihat fokus, dari objek yang berada di depan (foreground) sampai objek di belakang (background). Untuk mencapai kondisi ini anda bisa menerapkan teknik “Hyperfocal Distance”. Istilah “hyeperfocal distance” adalah jarak fokus dimana objek pada semua jarak terlihat tajam.

Tips Komposisi Memotret Foto
Kraichgau Dawn by Michael Breitung on 500px.com

18. Mamfaatkan Warna 

Salah satu alat bantu yang bisa digunakan saat menyusun komposisi adalah warna. Dengan memamfaatkan penempatan warna yang tepat, anda bisa mengarahkan perhatian permirsa, menambahkan nuansa tertentu pada foto, atau bahkan menggunakan warna sebagai komposisi utama.
Tips Komposisi Memotret Foto
Wall of Books by Lejla Tabak on 500px.com

19. Skala

Mengabadikan sebuah pemandangan terkadang masih menyisakan sebuah pertanyaan, seberapa besar ukuran objek pada wujud aslinya. Untuk memberikan sentuhan skala ukuran pada objek, anda bisa menggunakan objek/subjek lain yang memiliki ukuran normal yang bisa dibayangkan.

Tips Komposisi Memotret Foto
Caught in The Middle by Jesse Shanks on 500px.com

Teknik paling efektif yang sering diterapkan pada foto pemandangan adalah dengan menambahkan orang pada komposisi. Funsi orang disini bukan sebagai subjek utama, tetapi untuk melengkapi komposisi dan memberikan alur cerita.

19 Tips Komposisi Memotret Foto Part 1

Ada perumpamaan yang menyatakan bahwa sebuah gambar atau foto setara dengan seribu kata-kata, dengan pengertian bahwa sebuah foto bisa mengandung sangat banyak informasi. Tetapi apabila seribu kata-kata tadi diletakkan secara acak, bukannya menjadi alat untuk menyampaikan informasi tapi justru akan menimbulkan kebingungan bagi si penerima pesan.

Dalam fotografi diperlukan kemampuan untuk mengatur susunan objek-objek dalam foto agar mampu menyampaikan pesan dengan baik, dan biasanya disebut sebagai teknik komposisi. Berikut ini beberapa dasar komposisi yang bisa anda terapkan.

1. Menonjolkan Point of Interest (POI)

Salah satu persepsi pemula yang kurang tepat saat mengambil foto, adalah menangkap semua yang terlihat sabanyak mungkin dan memasukkannya dalam satu frame. Hasilnya tentu saja foto yang sangat ramai, antarelemen saling berebut perhatian dan tidak jelas mana objek utama atau point of interest (POI).
 

Tips Komposisi Memotret Foto, Menonjolkan Point of Interest (POI)
Window by volodymyr kyrylyuk on 500px.com
 

Ada beberapa metode untuk memperkuat POI yaitu antara lain yaitu, atur agar POI lebih menonjol dengan menggunakan warna, tingkat terang atau pola yang berbeda, elemen pendukung tetap perlu tapi jangan mengalihkan perhatian POI, serta hilangkan dan minimalkan elemen yang tidak ada hubungannya. Foto yang lebih sederhana biasanya memperkuat tampilan POI dan memberi kesan yang lebih dalam.

2. Isolasi

Kemungkinan besar anda akan menemui foto yang terganggu oleh munculnya objek, benda atau orang-orang yang seharusnya tidak perlu ada dalam gambar. Misalkan anda memotret seseorang dan ternyata di samping belakangnya ada orang lain yang tidak perlu masuk gambar, atau mungkin kabel, botol minuman dan sebagainya.

Tips Komposisi Memotret Foto
Istilah yang lazim dipakai untuk kondisi seperti ini adalah “bocor”. Sebisa mungkin hindari kebocoran pada saat pengambilan gambar. Menghilangkan bocor dengan retouch/editing akan membuang waktu dan hasilnya tidak akan sebagus gambar asli. Salah satu metode untuk melakukan isolasi dan menghindari bocor adalah dengan mempersempit sudut pandang dengan lensa tele, menggunakan aperture lebar seperti f/2.8 untuk membuat bagian yang tidak diinginkan menjadi blur, atau bisa juga dengan mengubah sudut pandang.

3. Rule of Thirds

Rule of third adalah kaidah umum mengenai komposisi dalam seni visual, baik lukisan, fotografi, film maupun desain bangunan. Kaidah ini memetakan gambar menjadi per-tiga-an. Penggunaan rule of third secara psikologis akan menjadikan foto lebih menarik. Cara mengaplikasikan rule of third adalah membagi bidang foto menjadi 3 bagian kolom dan baris, 2 garis vertikal dan 2 horizontal, letakkan objek utama pada salah satu garis atau perpotongannya.
Tips Komposisi Memotret Foto, Rule of Thirds

4. Arah dan Negative Space

Ruang kosong pada foto digunakan untuk menggambarkan pergerakan atau menyediakan ruang pemikiran bagi pemirsa. Penerapan umumnya adalah dengan memberikan ruang kosong di arah hadap subjek. Sebagai contoh, apabila subjek yang anda foto mengarah ke kanan, maka sisakan ruang di sebelah kanan. dengan begitu gambar akan memiliki cukup ruang dan terhindar dari kesan ‘menabrak’ frame.
Tips Komposisi Memotret Foto, Arah dan Negative Space
I Wish I Could Fly by Anders O Gimse on 500px.com

5. Orientasi: Portrait vs Landscape

Ada 2 orientasi umum dalam pengambilan foto, yaitu horizontal (landscape) atau vertikal (portrait). Kemera anda memang normalnya dirancang mendatar, tapi bukan berarti bahwa anda harus mengambil gambar secara horizontal. Sebagai acuan sederhana dalam menentukan orientasi adalah amati lebar dan tinggi subjek foto anda, untuk subjek dengan lebar > tinggi maka ambil gambar secara horizontal, untuk subjek dengan tinggi > lebar maka ambil gambar secara vertikal.
Tips Komposisi Memotret Foto
NYC Sunset from Brooklyn by Jim Lopes on 500px.com
 
Tips Komposisi Memotret Foto
Flatiron Building 3 by Alex Hill on 500px.com

6. Horizon

Terkadang anda menemui sebuah foto yang exposure-nya sudah bagus, warnanya indah, tetapi menjadi kurang enak dilihat karena terlihat miring. Sebuah gambar akan terlihat alami kalau salah satu bidang vertikal atau horizontalnya sejajar dengan salah satu bidang pada foto. Hindari meletakkan garis horizon tepat di tengah foto, usahakan horizon berada di sepertiga atas atau bawah frame. Anda bisa mengaktifkan ‘gridlines’ pada viewfiinder atau display kamera untuk acuan rata atau miringnya pemotretan.
Tips Komposisi Memotret Foto

7. Viewpoint: Bird Eye dan Frog Eye

Anda bisa mencoba mendapatkan hasil yang berbeda dengan mengambil foto dari titik yang terletak di ketinggian, atau sering disebut dengan ‘bird eye’. Dari sudut ini anda memiliki area pandang yang luas, termasuk juga perspektif objek dan hubungannya dengan benda-benda di sekelilingnya.
Tips Komposisi Memotret Foto, Viewpoint: Bird Eye dan Frog Eye
Bangkok City by Peace Rittha on 500px.com
 
Ada juga teknik yang sering disebut ‘frog eye’ yaitu teknik pengambilan sudut pandang gambar dengan cara memotret dari sudut rendah. Akan sangat membantu jika kamera anda memiliki layar yang bisa diatur sudutnya.
Tips Komposisi Memotret Foto
Summer Ended by Viet Le on 500px.com

8. Framing

Teknik framing adalah penggunaan elemen pendukung pada foto sebagai bingkai dari subjek utama gambar. Elemen yang digunakan sebagai framing umumnya berada di depan subjek, namun bisa juga berada di belakang subjek. Efek framing memunculkan dimensi jarak dan mengarahkan perhatian pemirsa menuju point of interest (POI). Sebagai catatan, aturlah agar tingkat terang, warna, dan motif dari bingkai agar tidak sampai mengalihkan perhatian dari POI.
Tips Komposisi Memotret Foto, framing
Gateway to Beauty – Taj Mahal by Jim Lopes on 500px.com

9. Leading Line

Penggunaan garis pemandu (leading line) pada foto akan memberikan arahan jalur pada perhatian pemirsa. Umumnya leading line ini dimulai dari tepi dan kemudian mengarah ke subjek utama pada pemotretan. Anda bisa memamfaatkan bentuk struktur buatan manusia ataupun bentuk-bentuk alami.
Tips Komposisi Memotret Foto
Path by Jonathan Wiseman on 500px.com

10. Repetisi

Dalam fotografi, perulangan yang dipotret dengan komposisi yang tepat akan mampu menarik perhatian pemirsa dan memberikan kesan keteraturan, ukuran, atau jumlah yang masif. Carilah pola berulang di sekitar anda dan lakukan framing dengan berhati-hati. Gunakan zooming dan crop ketat untuk memperkuat kesan perulangan yang dihasilkan.
Tips Komposisi Memotret Foto, pola, repetisi
St Francis Votive Candles by Richard Jorgensen on 500px.com

10 Aturan Komposisi Yang Membuat Foto Berhasil

Dalam fotografi, ini bukan hanya tentang apa yang anda rekam dan cara anda merekamnya, tapi ada yang lebih penting yaitu komposisi sebuah foto. Komposisi foto yang buruk dapat membuat objek yang fantastis menjadi membosankan, tapi dengan komposisi yang baik dapat menghasilkan foto yang indah dari objek yang biasa. Dengan itu, telah dikumpulkan 10 aturan komposisi bagaimana membuat sebuah foto dari objek yang biasa menjadi luar biasa.

Komposisi sebuah foto tidak harus yang rumit, contohnya adalah komposisi ‘Rule of Third’ dan yang lebih komplek komposisi ‘Golden Mean’. Tetapi bila anda terlalu memusatkan perhatian untuk memasukkan aturan komposisi yang rumit, maka foto anda akan kehilangan spontanitasnya.

Kunci komposisi

Kuncinya adalah memahami bagaimana anda membuat sebuah komposisi yang berpengaruh terhadap cara foto tersebut terlihat dan bagaimana persepsi orang yang melihat foto anda. Cara anda membingkai bidikan anda, memilih focal length atau posisi subjek anda dapat membuat perbedaan pada foto anda.

Teknik komposisi foto

Pengetahuan teknik tentu saja sangat penting dalam fotografi, dan bahkan dalam beberapa aspek komposisi foto. Tapi untuk menghasilkan foto yang bagus, anda memerlukan pengetahuan visual juga. Berikut ini adalah 10 aturan komposisi untuk menghasilkan foto yang bagus.

Tips komposisi 1: Sederhanakan 

Ketika anda memandang suatu pemandangan yang menarik mata anda, otak akan dengan cepat memilah objek mana yang menjadi pusat perhatian anda. Tapi, berbeda dengan kamera, kamera menangkap semuanya yang ada di depannya tanpa memilahnya. Ini akan mengakibatkan foto anda berantakan, tanpa ada focal point sebagai pusat perhatiannya.
 
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest
Apa yang perlu anda lakukan adalah memilih objek yang menjadi point of interest anda, dan membuatnya menjadi pusat perhatian dalam frame. Anda mungkin tidak dapat menghindarkan objek anda dari elemen yang tidak penting, jadi buatlah elemen tersebut sebagai background atau jadikan sebagai bagian dari cerita foto anda. Siluet, tekstur dan pola adalah elemen yang baik dalam membentuk komposisi yang sederhana.

Tips komposisi 2: Penuhi frame

Ketika anda memotret pemandangan dalam skala besar, akan sulit diketahui seberapa besar subjek anda yang akan masuk dalam frame dan seberapa banyak anda akan melakukan zoom. Pada kenyataannya, membiarkan terlalu banyak ruang kosong dalam frame adalah suatu kesalahan komposisi. Hal ini dapat membuat subjek anda lebih kecil dan akan membingungkan permisa foto anda apa yang harus mereka lihat.Untuk mengatasinya adalah dengan melakukan zoom ketat agar memenuhi frame atau dengan mendekat ke subjek foto anda.
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest

Tips komposisi 3: Aspek rasio

Sangat mudah untuk memotret dengan orientasi lanskap secara handheld. Cobalah orientasi memotret anda secara portrait, aturlah posisi anda zoom sebagaimana anda bereksperimen dengan gaya baru. Anda dapat berimprovisasi untuk kedua orientasi pemotretan dengan melakukan crop pada proses editing foto.
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest

Tips komposisi 4: Hindari subjek di tengah frame

Ketika anda mulai memotret, dan tergoda untuk meletakkan subjek anda di tengah frame, ini akan menghasilkan gambar yang statis dan mebosankan. Salah satu cara untuk mengatasi ini adalah dengan menggunakan komposisi rule of third, dimana anda membagi frame menjadi sepertiga bagian, baik secara horisontal maupun vertikal, dan cobalah tempatkan subjek anda pada salah satu pertiga bagian. Dengan membuat subjek anda berada di pertiga bagian frame maka akan ada keseimbangan visual, termasuk area dengan warna dan cahaya yang kontras.
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest

Tips komposisi 5: Leading line (garis pandu)

Foto dengan komposisi yang buruk akan membuat pemirsa bingung ke arah mana perhatian mereka. Namun, anda dapat menggunakan garis sebagai elemen komposisi yang akan memberikan arah jalur perhatian pemirsa. Garis memberikan perspektif kuat dan membuat foto lebih berdimensi. Garis kurva dapat memandu mata anda mengitari frame menuju subjek utama.Garis ada di mana-mana, bisa berupa dinding, pagar, jalan, dan bangunan.
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest

Tips komposisi 6: Gunakan diagonal

Garis horisontal memberi kesan statis dan tenang, sedangkan garis vertikal memberi kesan tentang kemegahan dan kekuatan. Berbeda dengan garis horisontal dan vertikal, garis diagonal lebih menyiratkan adanya jarak, gerakan dan ketidakpastian. Dengan lensa wide angle anda akan lebih mudah untuk mendapatkan perspektif diagonal.
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest

Tips komposisi 7: Ruang untuk bergerak

Meskipun gambar dalam fotografi itu sendiri adalah statis, tetapi bisa menyampaikan kesan gerakan dalam foto. Pada foto, berilah sedikit ruang kosong di depan objek anda sehingga objek tidak terkesan menabrak frame.
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest, negative space

Tips komposisi 8: Background

Jangan hanya berkonsentrasi pada objek foto anda, lihat juga background-nya. Ini ada juga hubungannya dengan menyederhanakan komposisi dan mengisi frame. Anda tidak dapat memisahkan objek anda dengan background-nya, tapi anda dapat mengendalikanya.
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest
Dengan mengubah posisi anda tidaklah cukup untuk mengganti background yang berantakan. Yang hanya anda perlu lakukan adalah membuat background blur dengan menggunakan aperture yang lebar dan focal length yang panjang, atau carilah kontras antara objek dengan backgroundnya. Tapi, itu semua tergantung dari backgaround apakah merupakan bagian dari cerita foto anda sehingga patut untuk dimasukkan dalam frame.

Tips komposisi 9: Kreatif dengan warna

Warna primer terang dapat menarik mata, terutama bila dikontraskan dengan warna komplemennya. Tapi, ada beberapa cara untuk berkreasi dengan warna kontras seperti memasukkan warna terang dengan background monokrom.
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest

Tips komposisi 10: Breaking the rules

Komposisi sebuah foto adalah bahasa visual, yang dapat anda gunakan untuk menyampaikan sebuah pesan bagi pemirsa foto. Kita tidak hanya menggunakan kata-kata untuk menyampaikan sebuah pesan, tapi juga dengan foto. Kadang-kadang anda perlu melanggar aturan agar pesan dalam foto anda lebih jelas.
 
tips komposisi, aturan komposisi, focal point, rule of third, point of interest
Ketika anda memahami aturan komposisi dan anda melanggarnya, maka anda akan menemukan hal-hal yang lebih kreatif lagi, seperti contohnya pada foto di atas.