Category Archives: Lensa

Lensa Prime Wide Angle Untuk Landscape

Lensa Prime Wide Angle Terbaik Untuk LandscapePilihlah lensa prime wide angle untuk landscape yang luas. Sebagian lensa dalam grup ini benar-benar sanggup merenggangkan sudut pandang anda, dan memasukkan lebih banyak pemandangan ke dalam frame. Sebagian lainnya tidak lebih lebar dari lensa zoom standar pada umumnya, tapi ditujukan untuk meningkatkan kualitas foto dengan distorsi minim. Lensa-lensa ini biasanya memberikan aperture lebih lebar, sehingga cocok untuk pemotretan dalam kondisi cahaya rendah.

Continue reading

Lensa Fix Standar Terbaik

Kini lensa fix standar hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang mungil sampai lensa cepat yang besar. Harganya juga bervariasi, mulai dari yang murah sampai lensa Zeiss seharga Rp60 jutaan. Kami memilihkan beberapa lensa fix standar yang ditujukan untuk konstruksi dan performa kelas atas, tanpa harga selangit. Meski lensa zoom nyaman digunakan, lensa fix standar kian populer. Kualitas foto menjadi daya tarik utama, menjanjikan distorsi atau color fringing yang kurang, ditambah ketajaman sempurna pada aperture sedang. Aperture terlebar pada lensa biasanya agak lebih besar dari yang ada pada kebanyakan lensa zoom, sehingga mampu menghasilkan depth of field sempit.

Kini lensa fix standar hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang mungil sampai lensa cepat yang besar. Continue reading

Tips Mengatasi Masalah Flare Dan Ghosting Pada Foto

Sebagai analogi, gejala seperti ini saat anda mengikuti upacara di lapangan pada pagi yang terik tanpa memakai topi. Sinar matahari akan membuat pandangan menjadi silau, sama seperti yang terjadi pada lensa.

lensa, filter, flare, ghosting pada lensa, mengurangi flare pada foto

1. Flare

Flare atau pijar lensa andalah gangguan optik pada foto yang berbentuk seperti kabut. Gambar yang terganggu oleh flare menjadi silau, kehilangan warna dan juga turunnya detail.
Flare terjadi karena adanya cahaya yang seperti menempel pada sisi depan lensa, umumnya berasal dari arah samping depan. Sinar yang menerangi permukaan lensa ini biasanya lebih mudah muncul pada lensa dengan coating kualitas rendah, dan akan lebih parah dengan adanya kotoran berupa debu dan minyak pada permukaan lensa.

2. Ghosting 

Ghosting adalah gejala optik yang terjadi pada saat cahaya  yang masuk ke lensa terpantul beberapa kali dan memunculkan bentuk tertentu yang terlihat pada foto yang dihasilkan. Pantulan cahaya ini bisa terjadi antar elemen lensa, atau juga dengan filter yang dipasang di muka lensa.
Jumlah “ghost” pada foto umumnya tergantung pada banyaknya elemen optik lensa. Semakin banyak elemen optik, maka saat ghosting terjadi, akan semakin banyak pantulan yang terjadi.
Untuk mengatasi kedua masalah di atas, produsen lensa dan filter menambahkan lapisan khusus, semacam coating anti-glare yang juga diterapkan pada kacamata. Akan tetapi pada prakteknya cara ini saja tidak cukup. Berikut ini beberepa trik untuk mengatasi flare dan ghosting :

1. Jaga kebersihan lensa
2. Gunakan lens hood. Selain membuat kamera lebih ‘keren’, alat ini membantu melindungi muka lensa dari benturan dan sangat efektif untuk mengatasi flare.
3. Hindari menggunakan filter berkualitas rendah.
4. Jika flare dan ghosting masih muncul, hindari memotret ke arah cahaya.
5. Apabila memungkinkan, gunakan lensa dengan kualitas yang lebih baik.

Tips

Jika paket penjualan lensa anda tidak menyertakan lens hood, anda bisa membeli produk third party. Akan tetapi cek terlebih dahulu apakah panjang lens hood menghalangi pandangan atau tidak (vignetting), terutama pada jenis lensa wide angle.

Beberapa Masalah Yang Timbul Pada Lensa DSLR

Setelah pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang jenis-jenis lensa dan pengelompokan lensa berdasarkan focal length, maka kali ini kita akan membahas tentang masalah-masalah yang sering dialami lensa kamera, yang bisa mengganggu pengoperasian dan sebagian bahkan menurunkan kualitas gambar.

Vignetting

masalah pada lensa DSLR
Vignetting adalah gejala munculnya area gelap pada tepi gambar, terutama di pojok-pojoknya. Kondisi ini terjadi saat diameter citra yang dihasilkan lensa lebih kecil dari sensor. Pada umumnya disebabkan oleh 3 hal yaitu,
  • Penggunaan lensa yang tidak tepat pada kamera dengan sensor yang lebih besar. Contohnya lensa untuk kamera APS-C yang dipasang pada kamera full frame.
  • Halangan fisik pada sisi muka lensa, yang biasanya berupa penggunaan filter yang terlalu tebal. Untuk mengatasinya cukup dengan menjaga jumlah filter agar tidak terlalu tebal.
  • Kualitas desain lensa yang kurang optimal. 

Chromatic Aberration

Sebagaimana yang kita pelajari dipelajaran fisika bahwa cahaya terdiri dari spektrum beberapa warna. Citra dari objek yang kita foto juga terdiri dari spektrum yang memiliki panjang gelombang yang berbeda. Sebagai akibatnya, pada foto ditemui adanya chromatic aberration. Fenomena chromatic aberration ini dapat diamati dari jarak dekat atau saat kita memperbesar sebuah foto di komputer, yang muncul sebagai bayangan tipis (halo) berwarna ungu, hijau atau merah yang menyelimuti batas-batas sebuah objek foto.

masalah pada lensa DSLR

Beberapa trik yang bisa mengurang chromatic aberration adalah :

  • Kurangi aperture, kalau di f/2.8 chromatic aberration terlihat mengganggu maka cobalah turun 1 stop ke f/4.
  • Hindari zoom sampai maksimal. 
  • Chromatic aberration akan muncul pada saat memotret pada situasi kontras tinggi, misalnya memotret bangunan dengan background langit.
  • Hati-hati dengan lensa super zoom. Lensa super zoom (semisal 18-200mm) biasanya memiliki CA yang lumayan parah pada sisi lebarnya. 

Dust Speck(s)

Istilah ini digunakan untuk debu dan zat padat lain yang bisa menempel pada optik lensa. Untuk dust di sisi luar lensa bisa dibersihkan dengan alat seperti lenspen atau lap microfiber. Tetapi untuk dust di dalam lensa harus dibersihkan oleh service center.

Sebagai catatan, pada semua lensa hampir bisa dipastikan adanya titik debu dalam proporsi tertentu. Yang perlu dihindari adalah titik yang ukurannya cukup besar dan terlihat pada foto hasil, terutama pada saat menggunakan aperture sempit.

Barrel Distortion

Foto yang dihasilkan oleh lensa sering kali melengkung dan tidak seperti yang kita lihat langsung. Terutama pada penggunaan lensa sudut lebar, sering kali terjadi yang disebut dengan barrel distortion. Hasil pemotretan dengan distorsi ini kurang memuaskan untuk memotret objek geometris seperti bangunan, dan juga objek proporsional seperti manusia.

masalah pada lensa DSLR

Anda bisa menguji tingkat distorsi lensa dengan memotret objek yang memiliki pola berulang seperti dinding bata atau tumpukan kotak. Lensa dengan kualitas lebih baik akan menghasilkan lbih sedikit distorsi. Sebagai catatan, barrel distortion bisa dikoreksi dengan software seperti Lightroom ataupun Photoshop.

Pin-Cushion

Pin-cushion adalah distorsi dengan arah kebalikan dari barrel distortion. Gambar melengkung ke dalam seperti bentuk bantalan jarum (pin-cushion) dan biasanya terjadi pada lensa zoom saat digunakan pada focal length panjang.

masalah pada lensa DSLR

Anda bisa menguji lensa menggunakan cara yang sama dengan pengujian barrel distortion. Koreksi gambar juga bisa dilakukan dengan software yang serupa.