Category Archives: Lensa

9 Alasan Untuk Memiliki Lensa Prime 50mm

Jika anda memiliki budget tambahan, lensa yang satu ini sangat layak untuk dibeli. Lensa ini secara focal length sebenarnya sangat mirip dengan dengan lensa kit 18-55mm yang dizoom maksimal. Lensa ini disebut jaga dengan “Nifty Fifty”. Untuk kamera APS-C, lensa prime 50mm adalah sebuah lensa tele pendek sementara untuk kamera full frame, lensa ini adalah lensa standar.

lensa prime 50mm

Alasan untuk memilih lensa 50mmm

Jika anda belum pernah menggunakan lensa ini, pasti akan timbul pertanyaan “Kenapa saya musti membeli lensa yang tidak bisa dizoom dan memiliki focal length yang tanggung? Apalagi jika saya sudah memiliki lensa kit yang dimana focal length 50mm sudah termasuk didalamnya”.

Dan inilah alasan kenapa kita musti memiliki lensa nifty fifty ini:

1. Bagus untuk memotret low light

Lensa prime 50mm memiliki aperture maksimal f/1.8 atau f/1.4 yang memungkinkan kita memotret dalam kondisi low light, disaat lensa lain sudah menyerah. Sebagai contoh Canon EF 50mm f/1.4 dengan aperture maksimal f/1.4 sementara lensa kit 18-55mm memiliki aperture maksimal f/5.6, yang artinya lensa prime 50mm f/1.4 memberikan 4 stop cahaya lebih dibandingkan dengan lensa kit tadi. Hal ini memungkinkan kita untuk menggunakan shutter speed yang lebih cepat untuk menghindari guncangan, atau dengan ISO rendah.

2. Murah

Lensa prime 50mm adalah lensa dengan kualitas fantastis dengan harga yang relatif terjangkau dibanding lensa lain. Anda bisa membeli lensa prime 50mm f/1.8 baik Canon atau Nikon dengan harga sekitar Rp. 1 juta.

3. Ringan

Hampir semua lensa prime 50mm memiliki bobot yang ringan dibandingkan dengan lensa jenis lainnya. Bobot adalah faktor yang krusial saat anda harus lebih banyak berjalan saat memotret atau saat anda melakukan traveling. Inilah alasan street photographer lebih banyak menggunakan lensa ini saat melakukan pemotretan.

4. Bokeh yang dahsyat

Karena aperture yang lebar f/1.4 atau f/1.8, lensa prime 50mm ini menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus.

lensa prime 50mm

5. Super tajam

Kualitas gambar yang dihasilkan oleh lensa prime 50mm biasanya sangat bagus. Seperti yang disebutkan di poin 1 karena mempunyai aperture yang lebar memungkinkan untuk memotret dengan shutter speed cepat untuk menghindari kamera goyang, sehingga lensa ini membantu untuk menghasilkan foto yang lebih tajam dan juga anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menghasilkan foto yang bagus. Bila dibandingkan dengan lensa zoom, lensa ini mempunyai desain dan susunan optik di dalamnya yang relatif lebih simpel, sehingga menghindarkan chromatic aberration.

6. Serbaguna

Lensa prime 50mm ini juga cocok bagi anda yang suka memotret jalanan (street photography), tidak terlalu lebar dan tidak terlalu panjang, dan sangat cepat. Pada kamera APS-C dengan crop factor 1.5 lensa prime memiliki panjang focal efektif 75mm, artinya anda sudah memiliki lensa tele pendek yang ideal untuk memotret portrait. Dengan panjang focal ini cukup untuk menghilangkan distorsi pada wajah subjek anda.

7. Bagus untuk traveling

Karena ringan dan cepat, lensa 50mm ini cocok bagi anda yang suka traveling. Lensa ini bisa melengkapi lensa wide 17-35mm dan lensa zoom 70-200 untuk mengcover seluruh focal length ketika melakukan traveling.

8. Bisa disulap menjadi lensa makro

Bila anda ingin memotret makro dengan budget rendah, anda bisa mengubah lensa ini menjadi lensa makro tanpa harus membeli lensa makro. Cukup dengan memamfaatkan extension tube atau anda memasangnya terbalik dengan memamfaatkan reverse ring, anda bisa menyulap lensa prime 50mm menjadi lensa makro dengan kualitas gambar yang baik.

9. Membantu melatih keahlian fotografi

Sudah jelas kalau lensa prime adalah lensa fixed atau lensa yang tidak bisa dizoom. Untuk mengubah framing kita harus menggerakan badan dan kaki, tanpa kita sadari ini melatih kemampuan komposisi kita. Menggunakan lensa prime memberikan tantangan kepada kita untuk berfikir lebih tentang komposisi sebelum kita menekan shutter yang pada akhirnya membuat foto kita jadi lebih baik.

Memahami Focal Length Lensa Kamera DSLR

Banyak fotografer pemula bertanya, apakah focal length lensa? Apakah focal length sama dengan panjang lensa? Begitu banyak pemahaman tentang focal length lebih dari sekedar mengetahui range angka pada lensa. Pada Tutorial kali ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum dari fotografer pemula tentang focal length serta efek-efek yang dihasilkan dari focal length lensa yang berbeda-beda.

Bertentangan dengan pendapat umum, focal length bukanlah ukuran seberapa panjang atau pendek lensa secara fisik, tapi focal length adalah jarak optik lensa ke sensor kamera ketika lensa difokuskan pada infinity yang diukur dalam milimeter. Jadi, focal length bukan merupakan ukuran fisik lensa. Faktor utama yang menentukan pemilihan lensa tentulah focal length karena focal length menentukan seberapa besar sudut pandang (angle) dan ukuran gambar yang dihasilkan. Misalnya untuk kamera dengan sensor full frame, lensa dengan focal length 30-50mm akan memberikan perspektif yang mirip dengan mata manusia.

Lensa dengan focal length kurang dari 50mm disebut dengan lensa sudut lebar (wide angle) karena memiliki sudut pandang yang lebih luas, karena itu lensa ini dapat merekam objek yang lebih banyak sehingga cocok untuk foto landscape. Lensa dengan focal length lebih dari 50mm, sekitar 70mm atau lebih, disebut dengan lensa telefoto yang membuat anda seolah mendekati objek. Lensa ini cocok untuk foto portrait, macro, foto olah raga dan foto hewan (wildlife).

Apakah angle atau sudut pandang?

Pada dasarnya sudut pandang atau angle adalah cakupan pemandangan atau scene yang dapat diambil oleh lensa, diukur dalam derajat. Misalnya, lensa fish eye dapat memberikan sudut pandang dengan luas 180 derajat, artinya lensa fish eye dapat menangkap seluruh objek di depannya dan juga di bagian sisinya. Sedangkan pada lensa dengan focal length 200mm, akan memberikan sudut pandang (angle of view) yang jauh lebih sempit 12,3 derajat. Hal ini memungkinkan anda untuk mengisi frame dengan objek yang tampak lebih besar pada foto.

focal length lensa

Apa kaitan focal length lensa dengan ukuran sensor kamera?

Sudut pandang yang diperoleh dari suatu focal length bisa berkurang tergantung dari kamera yang digunakan. Semakin kecil sensor kamera, semakin sempit sudut pandang yang diberikan lensa karena sensor kecil hanya mampu merekam bagian kecil dari gambar yang diambil lensa. Fenonema ini dikenal dengan nama “crop factor”. Pada kamera bersensor APS-C, crop factor-nya sebesar 1,6x. Artinya lensa melakukan pembesaran 1,6x dari focal length asli.

Kamera dengan sensor full frame dengan ukuran 36x24mm, mempunyai ukuran yang sama dengan frame pada film 35mm. Ini berarti bahwa kamera dengan sensor full frame dapat men-capture gambar dengan sudut pandang sama sesuai dengan ukurang focal length lensa yang didesain untuk kamera full frame. Sebagai contoh, jika lensa zoom 75-300mm dipasang pada kamera DSLR full frame seperti Canon Eos 5D MarkIII atau Nikon D800, maka akan memberikan focal length yang sama yaitu 75-300mm. Menggunakan lensa yang sama pada jarak objek yang sama, akan menghasilkan sudut pandang yang berbeda, pada kamera crop akan lebih sempit dibandingkan dengan pada kamera full frame.

Memahami focal length lensa: wide angel vs telefoto

Lensa dengan focal length wide angel dan telefoto akan menghasilkan tampilan gambar yang terlihat berbeda. Penggunaan lensa wide angle akan memberikan kedalaman perspektif, membuat foreground dan background tampak terpisah pada foto landscape. Sedangkan pada lensa telefoto akan membuat gambar tampak datar. Pada foto portrait, menggunakan lensa dengan focal length wide angle akan membuat gambar terdistorsi, sedangkan pada lensa telefoto dengan sudut pandang yang lebih sempit akan lebih mudah memisahkan objek dari elemen yang tidak diinginkan pada foto.

efek focal length lensa
 Perbedaan focal length lensa akan menghasilkan efek yang berbeda

Lensa Fix Standar Terbaik

Kini lensa fix standar hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang mungil sampai lensa cepat yang besar. Harganya juga bervariasi, mulai dari yang murah sampai lensa Zeiss seharga Rp60 jutaan. Kami memilihkan beberapa lensa fix standar yang ditujukan untuk konstruksi dan performa kelas atas, tanpa harga selangit. Meski lensa zoom nyaman digunakan, lensa fix standar kian populer. Kualitas foto menjadi daya tarik utama, menjanjikan distorsi atau color fringing yang kurang, ditambah ketajaman sempurna pada aperture sedang. Aperture terlebar pada lensa biasanya agak lebih besar dari yang ada pada kebanyakan lensa zoom, sehingga mampu menghasilkan depth of field sempit.

Kini lensa fix standar hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang mungil sampai lensa cepat yang besar. Continue reading

Tips Mengatasi Masalah Flare Dan Ghosting Pada Foto

Sebagai analogi, gejala seperti ini saat anda mengikuti upacara di lapangan pada pagi yang terik tanpa memakai topi. Sinar matahari akan membuat pandangan menjadi silau, sama seperti yang terjadi pada lensa.

lensa, filter, flare, ghosting pada lensa, mengurangi flare pada foto

1. Flare

Flare atau pijar lensa andalah gangguan optik pada foto yang berbentuk seperti kabut. Gambar yang terganggu oleh flare menjadi silau, kehilangan warna dan juga turunnya detail.
Flare terjadi karena adanya cahaya yang seperti menempel pada sisi depan lensa, umumnya berasal dari arah samping depan. Sinar yang menerangi permukaan lensa ini biasanya lebih mudah muncul pada lensa dengan coating kualitas rendah, dan akan lebih parah dengan adanya kotoran berupa debu dan minyak pada permukaan lensa.

2. Ghosting 

Ghosting adalah gejala optik yang terjadi pada saat cahaya  yang masuk ke lensa terpantul beberapa kali dan memunculkan bentuk tertentu yang terlihat pada foto yang dihasilkan. Pantulan cahaya ini bisa terjadi antar elemen lensa, atau juga dengan filter yang dipasang di muka lensa.
Jumlah “ghost” pada foto umumnya tergantung pada banyaknya elemen optik lensa. Semakin banyak elemen optik, maka saat ghosting terjadi, akan semakin banyak pantulan yang terjadi.
Untuk mengatasi kedua masalah di atas, produsen lensa dan filter menambahkan lapisan khusus, semacam coating anti-glare yang juga diterapkan pada kacamata. Akan tetapi pada prakteknya cara ini saja tidak cukup. Berikut ini beberepa trik untuk mengatasi flare dan ghosting :

1. Jaga kebersihan lensa
2. Gunakan lens hood. Selain membuat kamera lebih ‘keren’, alat ini membantu melindungi muka lensa dari benturan dan sangat efektif untuk mengatasi flare.
3. Hindari menggunakan filter berkualitas rendah.
4. Jika flare dan ghosting masih muncul, hindari memotret ke arah cahaya.
5. Apabila memungkinkan, gunakan lensa dengan kualitas yang lebih baik.

Tips

Jika paket penjualan lensa anda tidak menyertakan lens hood, anda bisa membeli produk third party. Akan tetapi cek terlebih dahulu apakah panjang lens hood menghalangi pandangan atau tidak (vignetting), terutama pada jenis lensa wide angle.