Category Archives: Lensa

Lensa Prime Wide Angle Untuk Landscape

Lensa Prime Wide Angle Terbaik Untuk LandscapePilihlah lensa prime wide angle untuk landscape yang luas. Sebagian lensa dalam grup ini benar-benar sanggup merenggangkan sudut pandang anda, dan memasukkan lebih banyak pemandangan ke dalam frame. Sebagian lainnya tidak lebih lebar dari lensa zoom standar pada umumnya, tapi ditujukan untuk meningkatkan kualitas foto dengan distorsi minim. Lensa-lensa ini biasanya memberikan aperture lebih lebar, sehingga cocok untuk pemotretan dalam kondisi cahaya rendah.

Continue reading

Memahami Focal Length Lensa Kamera DSLR

Banyak fotografer pemula bertanya, apakah focal length lensa? Apakah focal length sama dengan panjang lensa? Begitu banyak pemahaman tentang focal length lebih dari sekedar mengetahui range angka pada lensa. Pada Tutorial kali ini akan menjawab beberapa pertanyaan umum dari fotografer pemula tentang focal length serta efek-efek yang dihasilkan dari focal length lensa yang berbeda-beda.

Bertentangan dengan pendapat umum, focal length bukanlah ukuran seberapa panjang atau pendek lensa secara fisik, tapi focal length adalah jarak optik lensa ke sensor kamera ketika lensa difokuskan pada infinity yang diukur dalam milimeter. Jadi, focal length bukan merupakan ukuran fisik lensa. Faktor utama yang menentukan pemilihan lensa tentulah focal length karena focal length menentukan seberapa besar sudut pandang (angle) dan ukuran gambar yang dihasilkan. Misalnya untuk kamera dengan sensor full frame, lensa dengan focal length 30-50mm akan memberikan perspektif yang mirip dengan mata manusia.

Lensa dengan focal length kurang dari 50mm disebut dengan lensa sudut lebar (wide angle) karena memiliki sudut pandang yang lebih luas, karena itu lensa ini dapat merekam objek yang lebih banyak sehingga cocok untuk foto landscape. Lensa dengan focal length lebih dari 50mm, sekitar 70mm atau lebih, disebut dengan lensa telefoto yang membuat anda seolah mendekati objek. Lensa ini cocok untuk foto portrait, macro, foto olah raga dan foto hewan (wildlife).

Apakah angle atau sudut pandang?

Pada dasarnya sudut pandang atau angle adalah cakupan pemandangan atau scene yang dapat diambil oleh lensa, diukur dalam derajat. Misalnya, lensa fish eye dapat memberikan sudut pandang dengan luas 180 derajat, artinya lensa fish eye dapat menangkap seluruh objek di depannya dan juga di bagian sisinya. Sedangkan pada lensa dengan focal length 200mm, akan memberikan sudut pandang (angle of view) yang jauh lebih sempit 12,3 derajat. Hal ini memungkinkan anda untuk mengisi frame dengan objek yang tampak lebih besar pada foto.

focal length lensa

Apa kaitan focal length lensa dengan ukuran sensor kamera?

Sudut pandang yang diperoleh dari suatu focal length bisa berkurang tergantung dari kamera yang digunakan. Semakin kecil sensor kamera, semakin sempit sudut pandang yang diberikan lensa karena sensor kecil hanya mampu merekam bagian kecil dari gambar yang diambil lensa. Fenonema ini dikenal dengan nama “crop factor”. Pada kamera bersensor APS-C, crop factor-nya sebesar 1,6x. Artinya lensa melakukan pembesaran 1,6x dari focal length asli.

Kamera dengan sensor full frame dengan ukuran 36x24mm, mempunyai ukuran yang sama dengan frame pada film 35mm. Ini berarti bahwa kamera dengan sensor full frame dapat men-capture gambar dengan sudut pandang sama sesuai dengan ukurang focal length lensa yang didesain untuk kamera full frame. Sebagai contoh, jika lensa zoom 75-300mm dipasang pada kamera DSLR full frame seperti Canon Eos 5D MarkIII atau Nikon D800, maka akan memberikan focal length yang sama yaitu 75-300mm. Menggunakan lensa yang sama pada jarak objek yang sama, akan menghasilkan sudut pandang yang berbeda, pada kamera crop akan lebih sempit dibandingkan dengan pada kamera full frame.

Memahami focal length lensa: wide angel vs telefoto

Lensa dengan focal length wide angel dan telefoto akan menghasilkan tampilan gambar yang terlihat berbeda. Penggunaan lensa wide angle akan memberikan kedalaman perspektif, membuat foreground dan background tampak terpisah pada foto landscape. Sedangkan pada lensa telefoto akan membuat gambar tampak datar. Pada foto portrait, menggunakan lensa dengan focal length wide angle akan membuat gambar terdistorsi, sedangkan pada lensa telefoto dengan sudut pandang yang lebih sempit akan lebih mudah memisahkan objek dari elemen yang tidak diinginkan pada foto.

efek focal length lensa
 Perbedaan focal length lensa akan menghasilkan efek yang berbeda

Lensa Fix Standar Terbaik

Kini lensa fix standar hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang mungil sampai lensa cepat yang besar. Harganya juga bervariasi, mulai dari yang murah sampai lensa Zeiss seharga Rp60 jutaan. Kami memilihkan beberapa lensa fix standar yang ditujukan untuk konstruksi dan performa kelas atas, tanpa harga selangit. Meski lensa zoom nyaman digunakan, lensa fix standar kian populer. Kualitas foto menjadi daya tarik utama, menjanjikan distorsi atau color fringing yang kurang, ditambah ketajaman sempurna pada aperture sedang. Aperture terlebar pada lensa biasanya agak lebih besar dari yang ada pada kebanyakan lensa zoom, sehingga mampu menghasilkan depth of field sempit.

Kini lensa fix standar hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang mungil sampai lensa cepat yang besar. Continue reading

Tips Mengatasi Masalah Flare Dan Ghosting Pada Foto

Sebagai analogi, gejala seperti ini saat anda mengikuti upacara di lapangan pada pagi yang terik tanpa memakai topi. Sinar matahari akan membuat pandangan menjadi silau, sama seperti yang terjadi pada lensa.

lensa, filter, flare, ghosting pada lensa, mengurangi flare pada foto

1. Flare

Flare atau pijar lensa andalah gangguan optik pada foto yang berbentuk seperti kabut. Gambar yang terganggu oleh flare menjadi silau, kehilangan warna dan juga turunnya detail.
Flare terjadi karena adanya cahaya yang seperti menempel pada sisi depan lensa, umumnya berasal dari arah samping depan. Sinar yang menerangi permukaan lensa ini biasanya lebih mudah muncul pada lensa dengan coating kualitas rendah, dan akan lebih parah dengan adanya kotoran berupa debu dan minyak pada permukaan lensa.

2. Ghosting 

Ghosting adalah gejala optik yang terjadi pada saat cahaya  yang masuk ke lensa terpantul beberapa kali dan memunculkan bentuk tertentu yang terlihat pada foto yang dihasilkan. Pantulan cahaya ini bisa terjadi antar elemen lensa, atau juga dengan filter yang dipasang di muka lensa.
Jumlah “ghost” pada foto umumnya tergantung pada banyaknya elemen optik lensa. Semakin banyak elemen optik, maka saat ghosting terjadi, akan semakin banyak pantulan yang terjadi.
Untuk mengatasi kedua masalah di atas, produsen lensa dan filter menambahkan lapisan khusus, semacam coating anti-glare yang juga diterapkan pada kacamata. Akan tetapi pada prakteknya cara ini saja tidak cukup. Berikut ini beberepa trik untuk mengatasi flare dan ghosting :

1. Jaga kebersihan lensa
2. Gunakan lens hood. Selain membuat kamera lebih ‘keren’, alat ini membantu melindungi muka lensa dari benturan dan sangat efektif untuk mengatasi flare.
3. Hindari menggunakan filter berkualitas rendah.
4. Jika flare dan ghosting masih muncul, hindari memotret ke arah cahaya.
5. Apabila memungkinkan, gunakan lensa dengan kualitas yang lebih baik.

Tips

Jika paket penjualan lensa anda tidak menyertakan lens hood, anda bisa membeli produk third party. Akan tetapi cek terlebih dahulu apakah panjang lens hood menghalangi pandangan atau tidak (vignetting), terutama pada jenis lensa wide angle.