Category Archives: Low Light

Fotografi Cityscape: Tips Memotret Jejak Cahaya Lampu Dengan Long Exposure

tips memotret jejak cahaya (light trail) dengan long exposure
Westminster’s Rainbow by Mattia Zambaldi

Pemandangan urban dan langit kota memiliki kualitas istimewa bila difoto di malam hari atau saat cahaya kurang (low light). Pada kota-kota yang sibuk biasanya akan ada gerakan dalam gambar, seperti kendaraan atau orang yang sedang bergerak. Karena lamanya shutter speed yang digunakan, gerakan ini akan berbayang dan menghasilkan efek efek yang menarik. Misalnya, jejak cahaya (light trail) yang ditinggalkan lampu depan dan lampu belakan mobil akan menghasilkan efek visual yang menarik dan menambah dimensi ekstra pada foto. Waktu yang terbaik untuk memotret cityscape pada malam hari adalah saat jam di antara matahari terbenam dan sebelum malam tiba (blue hour). 

Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas peralatan apa saja yang diperlukan untuk memotret di malam hari, maka sekarang kita akan membahas tips-tips menggunakan long exposure untuk mendapatkan jejak cahaya (light trail) di malam hari, antara lain :

1. Temukan spot yang bagus. 

Carilah cahaya dari lampu jalanan, mobil atau sunset yang akan menjadi daya tarik. Sebaiknya keluarlah setelah hujan untuk mendapatkan refleksi dan bias menarik.

2. Gunakanlah tripod dan kabel/remote release.

Tripod sangat membantu mendapatkan beragam kemungkinan foto yang unik. Selama anda tidak cemas dengan pergerakan objek, anda bebas menggunakan ISO rendah, aperture sempit, dan shutter speed lamban.

3. Gunakan modus manual.

Pilih ISO terendah (misalnya 100) dan gunakan modus manual. Atur shutter speed pada 10 detik. Cobalah memotret beberapa kali dan lihat hasilnya di LCD, cek histogram untuk memeriksa exposure-nya.

4. Cek tampilan jejak cahaya di LCD.

Apakah jejak cahayanya cukup panjang? Jika tidak, gunakan shutter speed lebih lambat (misalnya 20 detik) dan potret ulang. Cobalah hingga didapat hasil yang memuaskan.

5. Cek exposure.

Apakah fotonya terlalu terang (histogram cenderung ke sebelah kanan) atau terlalu gelap? Gunakan aperture yang lebih sempit (angka f besar) apabila fotonya terlalu terang, dan gunakan aperture lebih lebar (angka f kecil) apabila fotonya terlalu terang, dan potretlah ulang. Cobalah terus hingga didapat exposure yang tepat.

Tips Memotret Di Malam Hari (Low Light)

Mendapatkan foto pada low light artinya memberikan perhatian lebih pada cahaya dan komposisi. Tapi sebelum anda mulai hunting pada malam hari, rancanakan apa yang ingin anda lakukan (baca juga tentang Tips Fotografi Malam (Night Photography). Pilih lokasi yang menarik dengan menanyakan pada orang lokal di mana tempat yang memiliki cahaya atau arsitektur yang menarik. Atau jika ingin memotret lalu lintas, periksa jalan mana dan kapan jalanan tersebut menjadi padat. Jangan lupa untuk mencari tahu di mana posisi paling baik dan aman saat memotret.
Pelajarilah baik-baik lokasi yang ditentukan sebelum mulai memotret. Apakah ada area yang gelap total? Apakah area tersebut justru membuat foto menjadi lebih menarik atau lebih berwarna saat dipotret pada malam hari? Jika iya, jangan takut untuk memotret di lokasi-lokasi fotogenik pada malam hari.

Waktu yang tepat untuk memotret

Jika anda memotret landscape low light, tibalah di lokasi dengan waktu yang banyak untuk melakukan set-up. Foto terbaik seringkali didapat ketika langit masih berwarna atau bisa juga disebut dengan blue hour. Dan teori ini semakin tepat jika bangunan adalah objek yang ingin anda potret. Foto menjadi lebih menarik dan exposure menjadi lebih mudah jika cahaya pada langit dan cahaya artifisial (cahaya lampu) dari objek seimbang.

tips memotret di malam hari (low light)

The Shard by Katherine Young on 500px.com

Memaksimalkan kualitas

Untuk hasil terbaik pada saat memotret di malam hari, potretlah pada format raw. Foto anda akan menyimpan banyak informasi yang memungkinkan anda untuk membuat foto menjadi lebih menarik dengan mengeditnya di software untuk format raw. Memotret dalam format ini menjadi lebih menguntungkan terutama ketika memotret pada malam hari karena akan memberikan fleksibilitas lebih jika ingin mengubah color temperature, atau menggelapkan atau menerangkan exposure (baca juga tentang Raw Vs Jpeg).

tips memotret di malam hari (low light)

Terakhir, walaupun anda tergoda menaikkan ISO untuk mempercepat shutter speed, foto terbersih akan didapatkan pada ISO 100-200. Jika menggunakan sensitivitas lebih tinggi, noise akan lebih terlihat, tapi efek ini dapat dikurangi dengan fitur High ISO Noise Reduction pada kamera atau dengan software editing foto.

Selanjut akan dibahas peralatan apa saja yang diperlukan untuk memotret di malam hari (low light).

Tips Perangkat Yang Diperlukan Untuk Memotret Di Malam Hari (Low Light)

Anda dapat memotret di malam hari (night photography) dengan kamera apa saja, meskipun hasil terbaik bisa anda dapatkan dengan kamera DLSR. Ketika masuk ke dalam pilihan lensa, lensa yang lebih cepat (misalnya memiliki aperture maksimum lebih besar) maka semakin baik. Lensa dengan aperture lebar akan memberikan foto yang terang melalui viewfinder, dan memungkinkan anda mempercepat shutter speed ketika cahaya mulai menurun. Ingin memotret low light berkualitas? Ini adalah perangkat yang anda butuhkan.

1. Tripod

Anda butuh dukungan tirpod saat memotret dengan long exposure. Pilihlah tripod yang kokoh. Kaki tripod yang dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam pipa akan mempermudah anda menyimpan dan membawa tripod saat bepergian.
tips perangkat yang diperlukan untuk memotret malam hari (low light)

2. Lens hood

Lens hood tidak hanya berguna pada siang hari. Lampu dari jalanan, mobil melintas, atau senter akan membuat flare yang mengurangi kontras. Pasang lens hood pada lensa untuk mencegah cahaya yang tidak diinginkan tertangkap kamera.

3. Baterai cadangan

Jaga kamera agar tetap bekerja saat suhu menurun. Cuaca yang dingin akan capat menguras daya baterai bahkan saat sedang tidak digunakan. Isi ulang baterai sebelum berangkat dan siapkan baterai cadangan denga menyimpannya di tempat yang hangat.

4. Kartu memori

Anda akan terkejut bagaimana foto low light menghabiskan kartu memori, terutama saat anda melakukan uji coba saat membuat foto kreatif atau menangkap warna dari cahaya sunset dan sunrise. bawalah kartu memori sebanyak mungkin untuk berjaga-jaga.

5. Flashgun

Flashgun eksternal akan menambahkan dimensi pada foto low light, terutama ketika dipakai terpisah dari kamera (baca juga Teknik Off Camera Flash). Gunakan flash dan atur exposure lambat untuk memastikan detail background tertangkap oleh kamera.

tips perangkat yang diperlukan untuk memotret malam hari (low light)

Lanyon Qouit by Sus Bagaerts on 1x.com

6. Senter

Senter tidak begitu mahal tapi sangat berguna saat anda memotret di kegelapan malam hari. Juga memungkinkan anda melihat pengaturan pada body kamera tanpa harus melihat pada display, lumayan ampuh untuk menghemat baterai kamera. 
tips perangkat yang diperlukan untuk memotret malam hari (low light)
Senter bisa juga digunakan pada saat anda ingin memotret dengan “melukis dengan cahaya” sehingga diperoleh foto malam hari yang dramatis.