Category Archives: Tips Kamera

Menggunakan Fitur In-Camera HDR Untuk Membuat Foto HDR

Beberapa kamera terbaru sekarang sudah dilengkapi dengan fitur built-in HDR untuk menggabungkan foto dengan 3 exposure. Ini memungkinkan anda untuk mengerjakan bermacam variasi kontras tinggi secara langsung dengan memperluas dynamic range di kamera, yang berarti anda dapat merekam detail highlight dan shadow.

fitur in-camera HDR

Cara mengganakan fitur in-camera HDR

Mode HDR mengambil tiga exposure gambar secara bracketing. Yang anda lakukan hanya menekan shutter dan kamera secara kontinyu mengambil 3 frame sekaligus. Tidak perlu menahan lama tombol shutter atau menggunakan modus Drive. Lalu, kamera akan menggabungkan frame dan menghasilkan foto HDR yang langsung jadi.

Anda jangan berharap hasil foto mode in-camera HDR ini akan sama dengan foto HDR yang diolah di software pengolah HDR, tapi ini adalah salah satu fitur yang berguna. Anda dapat memilih perbedaan stop antara 3 frame, dan memilih 5 efek berbeda yang tersedia dalam fitur in-camera HDR.
Frame original dapat di shot dengan format Raw (atau Jpeg pada beberapa DSLR seperti Canon 70D), tapi foto HDR yang dihasilkannya berupa Jpeg. Anda dapat menyimpan file originalnya (kecuali pada Canon 70D), sehingga bila anda tidak suka dengan hasilnya, anda dapat memprosesnya nanti dengan software pengolah HDR.

9 Alasan Untuk Memiliki Lensa Prime 50mm

Jika anda memiliki budget tambahan, lensa yang satu ini sangat layak untuk dibeli. Lensa ini secara focal length sebenarnya sangat mirip dengan dengan lensa kit 18-55mm yang dizoom maksimal. Lensa ini disebut jaga dengan “Nifty Fifty”. Untuk kamera APS-C, lensa prime 50mm adalah sebuah lensa tele pendek sementara untuk kamera full frame, lensa ini adalah lensa standar.

lensa prime 50mm

Alasan untuk memilih lensa 50mmm

Jika anda belum pernah menggunakan lensa ini, pasti akan timbul pertanyaan “Kenapa saya musti membeli lensa yang tidak bisa dizoom dan memiliki focal length yang tanggung? Apalagi jika saya sudah memiliki lensa kit yang dimana focal length 50mm sudah termasuk didalamnya”.

Dan inilah alasan kenapa kita musti memiliki lensa nifty fifty ini:

1. Bagus untuk memotret low light

Lensa prime 50mm memiliki aperture maksimal f/1.8 atau f/1.4 yang memungkinkan kita memotret dalam kondisi low light, disaat lensa lain sudah menyerah. Sebagai contoh Canon EF 50mm f/1.4 dengan aperture maksimal f/1.4 sementara lensa kit 18-55mm memiliki aperture maksimal f/5.6, yang artinya lensa prime 50mm f/1.4 memberikan 4 stop cahaya lebih dibandingkan dengan lensa kit tadi. Hal ini memungkinkan kita untuk menggunakan shutter speed yang lebih cepat untuk menghindari guncangan, atau dengan ISO rendah.

2. Murah

Lensa prime 50mm adalah lensa dengan kualitas fantastis dengan harga yang relatif terjangkau dibanding lensa lain. Anda bisa membeli lensa prime 50mm f/1.8 baik Canon atau Nikon dengan harga sekitar Rp. 1 juta.

3. Ringan

Hampir semua lensa prime 50mm memiliki bobot yang ringan dibandingkan dengan lensa jenis lainnya. Bobot adalah faktor yang krusial saat anda harus lebih banyak berjalan saat memotret atau saat anda melakukan traveling. Inilah alasan street photographer lebih banyak menggunakan lensa ini saat melakukan pemotretan.

4. Bokeh yang dahsyat

Karena aperture yang lebar f/1.4 atau f/1.8, lensa prime 50mm ini menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus.

lensa prime 50mm

5. Super tajam

Kualitas gambar yang dihasilkan oleh lensa prime 50mm biasanya sangat bagus. Seperti yang disebutkan di poin 1 karena mempunyai aperture yang lebar memungkinkan untuk memotret dengan shutter speed cepat untuk menghindari kamera goyang, sehingga lensa ini membantu untuk menghasilkan foto yang lebih tajam dan juga anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menghasilkan foto yang bagus. Bila dibandingkan dengan lensa zoom, lensa ini mempunyai desain dan susunan optik di dalamnya yang relatif lebih simpel, sehingga menghindarkan chromatic aberration.

6. Serbaguna

Lensa prime 50mm ini juga cocok bagi anda yang suka memotret jalanan (street photography), tidak terlalu lebar dan tidak terlalu panjang, dan sangat cepat. Pada kamera APS-C dengan crop factor 1.5 lensa prime memiliki panjang focal efektif 75mm, artinya anda sudah memiliki lensa tele pendek yang ideal untuk memotret portrait. Dengan panjang focal ini cukup untuk menghilangkan distorsi pada wajah subjek anda.

7. Bagus untuk traveling

Karena ringan dan cepat, lensa 50mm ini cocok bagi anda yang suka traveling. Lensa ini bisa melengkapi lensa wide 17-35mm dan lensa zoom 70-200 untuk mengcover seluruh focal length ketika melakukan traveling.

8. Bisa disulap menjadi lensa makro

Bila anda ingin memotret makro dengan budget rendah, anda bisa mengubah lensa ini menjadi lensa makro tanpa harus membeli lensa makro. Cukup dengan memamfaatkan extension tube atau anda memasangnya terbalik dengan memamfaatkan reverse ring, anda bisa menyulap lensa prime 50mm menjadi lensa makro dengan kualitas gambar yang baik.

9. Membantu melatih keahlian fotografi

Sudah jelas kalau lensa prime adalah lensa fixed atau lensa yang tidak bisa dizoom. Untuk mengubah framing kita harus menggerakan badan dan kaki, tanpa kita sadari ini melatih kemampuan komposisi kita. Menggunakan lensa prime memberikan tantangan kepada kita untuk berfikir lebih tentang komposisi sebelum kita menekan shutter yang pada akhirnya membuat foto kita jadi lebih baik.

Exposure Bracketing: 3 Cara Cepat Untuk Memperoleh Exposure Yang Tepat

Bracketing adalah teknik memotret beberapa foto pada exposure yang bervariasi, sebagai cara aman untuk memastikan anda merekam gambar dengan expsoure yang tepat. Ini terutama berguna ketika memotret dalam situasi pencahayaan yang rumit. Secara teknis kamera akan mengambil exposure yang pas dan mengambil beberapa exposure tambahan yang overexposure dan underexposure.

cara bracketing, kamera dslr, auto exposure bracketing

Anda dapat melakukan bracketing pada modus Aperture priority (A atau Av) dan modus Manual (M), selain itu bisa juga dengan fitur Auto Exposure Bracketing (AEB) di menu kamera. Jumlah foto yang diambil dalam sekali bracketing bisa sekitar 3 atau 7 foto (tergantung masing-masing kamera), dengan variasi stop mulai 1/3 sampai per-2 stop untuk setiap frame. 

Cara menggunakan bracketing

Bracketing dapat digunakan ketika sedang memotret peristiwan penting (seperti wedding) dalam kondisi pencahayaan yang rumit untuk mengurangi resiko kehilangan foto penting dengan exposure yang pas. Bracketing juga dapat digunakan untuk memotret pemandangan dengan rentang tonal yang luas, dengan mengekspos bagian shadow dan highlight pada frame yang terpisah, yang nantinya dikombinasikan untuk menghasilkan foto HDR.

1. Bracketing di aperture priority

Gunakan Exposure Compensation (set di 0 untuk exposure original) dan dial di 1, 2, -1 dan -2 untuk exposure tambahan. Ini tidak akan mengubah nilai aperture tapi nilai shutter speed-lah yang berubah. Baca kembali tentang Exposure Compensation.
 
cara bracketing, kamera dslr, auto exposure bracketing

2. Bracketing di Manual

Atur setting exposure secara manual dan gunakan meter kamera untuk membuat exposure yang dirasa tepat – misalnya 1/60 pada f/16 – dan lakukan bidikan pertama. Setelah itu set shutter speed pada kecepatan lambat dengan memutar tombol dial dan bidik. Lakukan ini juga pada shutter speed yang cepat.
cara bracketing, kamera dslr, auto exposure bracketing

3. Auto Exposure Bracketing (AEB)

Auto Exposure Bracketing memungkinkan anda men-set kamera secara otomatis mengambil exposure yang pas dan kemudian mengambil exposure yang overexposure dan underexposure secara bertahap.
cara bracketing, kamera dslr, auto exposure bracketing

Jenis Dan Fungsi Filter Kamera Dalam Fotografi

Saat era film, filter kamera menjadi perangkat wajib untuk menciptakan efek spesial. Di era sekarang, efek dari filter tersebut dapat dibuat secra digital dengan software seperti Photoshop. Filter kuning akan membuat gambar anda menjadi lebih ‘hangat’, sementara filter biru akan membuat gambar menjadi lebih ‘dingin’. Hal ini dapat dilakukan dengan cepat dalam pengaturan white balance kamera. Sama halnya dengan filter warna yang didesain untuk fotografi hitam putih – rasanya akan jauh lebih mudah mengaplikasikan efek tersebut dengan software.
Bahkan ada yang mencemooh graduate filter, yang biasa digunakan untuk menyeimbangkan exposure antara langit yang terang dan foreground yang gelap dalam fotografi lansdscape. Efek ini memang dapat dibuat dengan mengatur dynamic range dan menggabungkan beberapa foto dengan exposure berbeda dengan software (HDR).
Bagaimanapun, tidak ada yang bisa mengalahkan kepuasan mendapatkan foto yang bagus langsung dari kamera, dan ada empat jenis filter optik yang efeknya membutuhkan banyak waktu atau bahkan tidak bisa diolah diphotoshop. Sebut saja Circular Polarizer, Neutral Density (ND), Graduated Neutral Density (ND Grad) dan Protective.

Pilihan Bentuk Filter Kamera

Filter terdiri atas banyak bentuk dan ukuran. Dari persegi kecil untuk disematkan di belakang lensa hingga berbentuk persegi atau lingkaran besar untuk ditaruh di depan lensa. Harganya juga bervariasi, dari murah seperti produksi Kood, hingga yang mahal seperti buatan Tiffen dan Hasselblad. Bagi kebanyakan orang, merk yang paling dikenal adalah Hoya untuk filter berbentuk lingkaran bertipe screw-in (ulir) yang dipasang di depan lensa, serta Cokin dan Lee (www.leefilters.com) yang mendominasi pasar filter berbentuk persegi dan lingkaran.

Bahan Filter Kamera (Resin VS Kaca)

Filter resin lebih murah dan ringan dibandingkan yang terbuat dari kaca, tapi lebih rentan terhadap goresan. Sebaliknya, filter kaca lebih mahal dan berat. Perlakukan keduanya sebagaimana anda memperlakukan lensa agar tetap awet.

Jenis-jenis Filter Kamera

1. Filter Protector dan UV

Filter ini digunakan untuk melindungi optik depan lensa dari gesekan, benturan, debu, uap air, dan sebagainya. Saat bagian depan lensa anda kotor, anda bisa membersihkan filter tanpa harus khawatir merusak lensa. Begitu juga jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada muka lensa, anda hanya perlu mengganti filter yang harganya jauh lebih murah daripada lensa.

filter UV
Pada praktiknya, fungsi perlindungan ini bisa juga digantikan oleh filter UV. Jenis filter ini mengurangi pengaruh sinar ultra violet terhadap foto (yang menyebabkakn gambar seperti berkabut dan warna kebiru-biruan), dengan tanpa mengurangi pencahayaan atau mengubah warna.
2. Filter Polarizer

Kemampuan filter polarising adalah membuat langit menjadi lebih biru, sehingga tampak lebih menarik. Filter jenis ini juga dapat digunakan untuk mengurangi intensitas refleksi pada air atau kaca. Digunakan untuk memotret landscape.

filter CPL
3. Filter Neutral Density (ND)

Filter ND mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke lensa. Sering digunakan untuk menciptakan efek air berkabut dan efek blur, atau untuk mengurangi resiko overexposure ketika menggunakan aperture lebar di bawah cahaya terang.

filter ND
4. Filter Graduated Neutral Density (ND Grad)

Filter ND Grad mempunyai bagian terang dan gelap, dan umumnya berbentuk kotak. Sebagai catatan, untuk filter ND Grad dengan bentuk kotak dibutuhkan holder khusus.Umumnya digunakan oleh para fotografer landscape untuk mendapatkan tingkat terang yang berimbang pada kedua sisi atas dan bawah foto. Sisi atas yang biasanya berupa langit umumnya jauh lebih terang dari sisi bawah yang berupa daratan. Penggunaan sisi gelap di sebelah atas akan menahan tingkat terang langit sehingga diperoleh gambar yang lebih berimbang.
filter ND Grad
5. Filter Close-up

Filter close-up atau terkadang disebut juga filter macro digunakan untuk memotret pada jarak yang sangat dekat. Cara kerjanya mirip dengan lensa pembesar dan akan memperdekat jarak fokus terdekat antara lensa dan objek.

filter close-up
6. Effect Filter
Ada banyak macam filter efek yang dipasarkan. Jenis yang paling lazim digunakan adalah filter star untuk menampilkan ujung-ujung bintang pada lampu, filter IR untuk membuat foto infrared, dan soft filter.
filter IR
Filter kamera infrared (filter IR)