Category Archives: Tips & Tutorial Fotografi

Fotografi Portrait Kreatif Dengan Tepung Cat

Pada tutorial fotografi portrait kali ini kami akan menunjukkan kepada anda bagaimana memotret kreatif dengan bubuk cat yang akan membuat portrait anda menjadi colourful. Kami akan jelaskan cara menampilkan awan berwarna pada subjek untuk portrait yang tak terlupakan.

Fotografi portrait kreatif dengan bubuk cat

Melemparkan bubuk cat pada subjek mampu menghasilkan portrait yang terlihat mencolok dan dinamis, tapi pakaian, peralatan, dan lantai akan tertutup debu halus cat, sehingga anda membutuhkan banyak kain dan terpal penutup debu.

Anda juga membutuhkan lokasi yang sesuai untuk pemotretan. Garasi atau bengkel kerja mungkin bisa dijadikan opsi. atau melakukan pemotretan di luar ruangan ketika malam bercuaca cerah.

Cat bubuk tampak mengagumkan ketika diberi backlit dengan flash, dan jika ketepatan waktu dan lemparan cat tepat, anda bisa menangkap momen ketika cat warna menyebar mengenai subjek dengan kejernihan sempurna. Tak perlu juga menggunakan peralatan mahal, hanya dua atau tiga flashgun dan alat untuk memicunya. Terakhir dan yang paling penting: cat. Anda bisa memesan bubuk bubuk lempar khusus Holi (dinamakan sesuai dengan festival di India) atau cat Tempera yang tidak beracun secara online.

Cara memotret fotografi portrait kreatif dengan bubuk cat

1. Atur pencahayaan fotografi portrait kreatif

Kami menggunakan tiga flashgun pada set-up, dengan payung terpasang untuk melembutkan flash. Dua dari lampu diposisikan di belakang kiri dan kanan model, lalu diarahkan ke belakang pada kamera untuk memberi backlight pada objek. Lampu ketiga diposisikan dari kiri kamera untuk menerangi subjek dari depan. Ketika memberi backlight seperti ini, gunakan lens hood untuk mencegah terjadinya flare pada lensa.

Pencahayaan fotografi portrait kreatif

2. Setting kamera

Siapkan kamera pada modus manual dan atur shutter speed pada kecepatan flash sync maksimal kamera (biasanya sekitar 1/200 sampai 1/250 detik. Rekam beberapa foto percobaan dengan model untuk menentukan aperture dan ISO yang tepat, dan ubah daya flash jika diperlukan. Pada foto ini menggunakan kecepatan shutter 1/250 detik pada aperture f/4.5 dan ISO 200.

3. Persiapkan pose model

Sebelum mulai melemparkan cat, luangkan waktu untuk menyempurnakan pose model. Gunakan sekop atau alat serupa dengan permukaan rata dari mana cat akan dilemparkan. Tuang bubuk cat atau tepung dengan hati-hati pada sekop. Atur warna dalam garis terpisah untuk menciptakan pola berwarna menarik di udara. Tambahkan tiga atau empat cangkir bubuk cat, dan jangan lupa tambahkan sedikit tepung putih untuk hasil terbaik.

Fotografi portrait kreatif

                                                                     Fotografi portrait kreatif dengan bubuk cat

Tips Mengoptimalkan Lensa Kamera

Cari tahu bagaimana cara mengoptimalkan lensa kamera.  Lensa yang berbeda bisa membawa perubahan segar pada foto anda. Mulai dari memasukkan seluruh pemandangan dengan lensa wide angle sampai mengisolasi detail di kejauhan dengan lensa telefoto, kemampuan untuk berganti ke lensa dengan focal length berbeda membuat kamera DSLR atau mirrorless anda bisa merekam segala macam objek. Tapi memaksimalkan lensa bukan sekedar melihat lebih dekat atau jauh menggunakan lensa. Memvariasikan focal length memberikan kesempatan untuk bereksperimen dengan sudut pandang yang memberi perspektif baru pada foto atau mengurangi tingkat depth of field. Lensa juga membuat anda bisa mencapai efek optik berbeda dan mencoba teknik-teknik fotografi seru, seperti free lensing. Untuk membantu anda memperoleh hasil terbaik kami menyusun panduan lengkap untuk memilih dan menggunakan lensa yang tepat disetiap kebutuhan.

lensa kamera wide angle

a new day has just begun by Manfred Karisch

Continue reading

Tips Memotret Foto Travelling

Tips memotret foto travelling – Setelah anda pulang dari travelling yang sangat menakjubkan, tidaklah cukup menceritakan perjalanan anda melalui foto yang menunjukkan detail kemana anda pergi. Anda juga ingin membuat orang tergugah. Anda ingin membuat foto travelling yang sangat kuat hingga membuat orang yang melihatnya benar-benar ingin pergi kesana. Suasana yang baru, tampat yang baru, human interest, landmark suatu kota, semuanya bisa menjadi objek yang menarik untuk foto travel.

Tips memotret foto travelling

Berikut ini adalah tips bagaimana membuat foto travelling yang akan membuat orang ingin pergi kesana.

1. Bawalah peralatan yang simpel dan praktis.

Saat melakukan fotografi wisata, anda akan menyeret peralatan anda sepanjang hari, melompat naik dan turun dari segalam macam kendaraan, dan saat hari semakin merangkak naik, peralatan anda akan terasa lebih berat dan lebih besar, dan dipenghujung hari anda pasti sudah tidak membuka-buka tas kamera anda lagi. Untuk mengatasinya, bawalah peralatan sesimpel mungkin – satu atau dua lensa paling banyak. Sebagai contoh, kalau anda mempunyai Nikon lensa 18-200mm inilah saat yang tepat untuk membawanya. Lensa ini membuat anda bisa menaruh tas kamera anda di hotel, karena semua kebutuhan anda sudah terpenuhi hanya dengan satu lensa ini, mulai dari sudut lebar hingga tele. Canon juga membuat lensa 28-200mm, memang sudutnya tidak selebar Nikon, tapi bentuknya luar biasa kecil dang ringan. Selain itu, kini sudah tersedia pula beberapa tripod yang luar biasa ringan untuk travelling. Bepergian dengan dengan beban yang ringan, akan membuat anda memotret lebih banyak foto, karena anda lebih jarang menggonta-ganti lensa dan berkutat dengan peralatan anda.

2. Bagaimana mengetahui apa yang harus difoto

Sebelum anda bepergian ke sebuah destinasi wisata, lakukanlah semacam riset untuk mendapat gambaran foto apa saja yang bisa diperoleh di lokasi tujuan perjalanan. Beberapa situs yang bisa digunakan sebagai referensi antara lain flickr, fotopedia, 500px.com, lonely planet, ayofoto.com fotografer.net, dan juga situs ataupun blog travelling yang jumlahnya sangat banyak.

Termasuk dalam langkah ini adalah mencari tahu landmark apa saja yang menjadi identitas tujuan perjalanan, dan umumnya dipotret dengan sudut pandang seperti apa. Dari referensi ini anda bisa menentukan subjek pemotretan, cara pandang kreatif yang akan digunakan, dan juga pengaturan jadwal perjalanan.

3. Memasukkan orang ke dalam foto travelling anda

Jika anda ingin memperbaiki kualitas foto travelling anda, berikut ini adalah sebuah trik sederhana: tambahkan lebih banyak orang ke foto anda. Saat anda benar-benar ingin menangkap kekhasan dari sebuah tempat, jangan hanya memotret bangunan dan monumen, tunjukkan pulalah orang-orang di daerah tersebut. Tidak ada apapun yang bisa menunjukkan karakter dan jiwa dari sebuah kota selain dari orang-orangnya, dan itulah kenapa banyak sekali foto travelling top dari para profesional memasukkan orang ke dalam sebagian besar foto mereka. Jika anda merasa kecewa dengan foto-foto travelling anda, mungkin itu karena anda menatap bangunan-bangunan yang “dingin” dan jalan-jalan yang sepi. Tambahkanlah orang-orang, maka semuanya akan berubah menjadi lebih baik.

Tips foto travelling
 3 Horses by Brodie Knox

4. Mintalah sesorang untuk berpose

Foto candid penduduk lokal akan membuat tambahan yang bagus bagi foto travelling anda, tapi jika anda memiliki foto seperti ini terlalu banyak, foto-foto anda jadi tak seperti foto travelling dan malah terlihat seperti foto pengamatan. Untuk mendapatkan foto pribadi yang close-up dan mengagumkan, anda harus meminta beberapa penduduk lokal berpose untuk anda. Salah satu trik terbaik untuk membuat orang mau berhenti dari apa yang sedang mereka kerjakan dan berpose untuk anda adalah memotret mereka sekenanya terlebih dahulu. Saat mereka melihat anda memiliki kamera, tersenyumlah kepada mereka, pegang kamera dengan jari bersiap pada tombol shutter, dan angguklah kepala seolah berkata “Bagaimana kalau saya mengambil foto anda?” Dalam sebagian besar kasus, mereka tersenyum dan mengangguk kembali, dan berhenti secukupnya untuk memberi waktu mengambil sebuah foto. Lalu segera tunjukkan pada mereka hasil foto dirinya di layar LCD kamera. Setelah mereka melihat foto di layar, dinding penghalang pun seolah roboh, karena semua orang suka pada foto terutama jika mereka adalah subjeknya, dan biasanya mereka akan lebih dari sekedar bahagia untuk berpose beberapa kali lagi.

Jika anda tidak merasa nyaman dengan teknik “angkat kamera dan mengangguk”, inilah cara lain yang pasti jitu, carilah seseorang yang menjual sesuatu dan belilah barang dagangannya. Kalau anda merasa di sebuah pasar, dan anda membeli sesuatu dari si penjual, saya yakin dia akan bersedia berpose untuk satu atau dua foto kilat, karena sekarang anda bukan hanya sekedar turis yang membawa kamera, tapi juga membeli mereka. Trik yang ini selalu manjur.

5. Apa yang harus dipotret saat cuaca mendung

Jika cuaca berawan dan mendung, jangan membereskan peralatan anda, ini adalah waktunya untuk memotret orang-orang di jalanan, pasar-pasar terbuka, jendela-jendela kaca berwarna (yang akan terlihat bagus saat langit mendung), foto arsitektur close-up (selama anda tidak memasukkan sedikitpun langit yang berawan tersebut). Jalanan berbatu akan bagus difoto tepat setelah hujan turun, dan foto bunga akan terlihat bagus diambil saat teduh, di bawah langit yang berawan. Selain itu, jika langit benar-benar berubah jadi buruk, mungkin itu adalah saat yang tepat untuk memotret langit itu sendiri. Kalau hanya kelabu yang rata, fotonya akan membosankan. Tetapi kalau akan datang badai, awan gelap akan menjadi subjek yang menarik. Atau, tambahkanlah subjek yang membosankan itu dengan bayangan dan misteri yang dibawanya.

6. Memotret dari kamar hotel anda

Semua orang ingin memiliki “kamar berpemandangan indah”, dans sekarang anda bahkan memiliki motovasi yang lebih kuat untuk meminta kamar seperti itu, karena kamar hotel anda bisa menjadi platform untuk memotret kota. Saat anda check in, mintalah kamar di lantai tertinggi yang tersedia dan bersiap-siaplah untuk membentangkan kesempatan yang menakjubkan tepat di balik tirai jendela anda. Jika anda tidak memiliki balkon atau jendela yang bisa dibuka kacanya, anda bisa memotret langsung dari balik jendela jika anda mengikuti tiga aturan ini. (1) Matikan lampu apapun di dalam kamar hotel anda – cahaya akan menimbulkan bayangan pada kaca yang akan muncul di foto anda. (2) Taruhlah lensa anda sedekat mungkin ke kaca, pasanglah lens hood pada lensa dan tempelkan pada kaca. (3) Anda bisa menggunakan filter polariser untuk menghilangkan bayangan di kaca, tapi karenanya anda akan kekurangan cahaya, anda mungkin harus memotret di atas tripod, yang akan membuat usaha menempelkan lensa ke jendela menjadi lebih sulit.

7. Waktu yang tepat untuk memotret pemandangan kota

Foto-foto pemandangan kota (cityscape) yang bagus tidak bisa diambil pada jam 2 siang. Jika anda ingin mendapatkan foto cakrawala kota yang hebat, tunggulah hingga 30 menit setelah matahari tenggelam (blue hour) dan memotretlah di senja itu. Pada saat ini, langit biasanya berada pada  titik paling pekat, biru tua, dan lampu-lampu di kota semuanya akan menyala, menciptakan kombinasi fotografis yang indah. Itulah tipe foto pemandangan kota (cityscape) yang telah anda impi-impikan. Nah, setelah anda tahu kapan waktu yang tepat untuk memotret, ada satu lagi kunci penting untuk memotret foto semacam ini agar berhasil, yaitu: anda mutlak memotret dalam cahaya yang rendah dengan menggunakan tripod. Shutter anda akan membuka selama sedetik penuh atau bahkan lebih, dan jika anda tidak menggunakan tripod, hasilnya pasti buram.

Kalau kota yang anda foto berada di dekat perairan, cobalah posisikan diri anda agar perairan tersebut berada di antara anda dan kota (misalnya, cobalah memotret di atas jembatan). Dengan begitu, anda akan melihat bayangan lampu-lampu kota di atas air, yang akan menambah daya tarik visual yang sangat besar. Ini adalah salah satu jenis foto travelling yang tak boleh dilewatkan.

8. Dahulukan memotret foto landmark yang paling terkenal

Jika anda bepergian ke sebuah kota terkenal, teman dan keluarga anda di rumah akan mengharapkan foto landmark kota yang paling terkenal. Misalnya, jika anda pergi ke Paris, anda sebaiknya pulang dengan membawa sejumlah foto menara Eiffel. Jika anda pulang tanpa membawa foto tersebut, orang-orang akan sangat kesal sehingga mereka tidak akan menghiraukan foto lain yang anda ambil. Jadi, dahulukanlah memotret foto landmark yang paling terkenal. Dengan begitu, anda bisa menghabiskan sisa waktu anda untuk mememarkan sisa foto yang anda inginkan – penduduknya, kuliner lokal, kebudayaannya, dan foto-foto yang menunjukkan sisi fotografer dalam diri anda.

9. Memotret landmark terkenal

Jika anda memotret sebuah landmark terkenal, anda pasti tahu bahwa subjek tersebut sudah pernah dipotret jutaan kali sebelumnya. Maka, anda akan sangat sulit pulang dengan membawa jenis foto yang belum pernah dilihat orang. Berikut ini beberapa ide yang mungkin akan membantu anda memberi tampilan segar pada foto landmark yang sudah diambil jutaan kali ini: (1) Jangan menjadikan landmark tersebut sebagai subjek inti foto anda. Misalnya, pada foto menara Eiffel di bawah, dimana subjek utamanya adalah pengendara sepeda yang sedang melintas dengan menara Eiffel di sampingnya. Jadi, walaupun anda bisa melihat dengan jelas landmarknya, tapi itu bukanlah subjeknya. (2) Cobalah memotret landmark dalam pantulannya di air atau di kaca. (3) Ambillah hanya sebagian kecil dari landmark tersebut – cukup untuk menunjukkan landmark apa itu sebenarnya.

Foto travelling landmark terkenal
 Enjoy Paris by Christopher Arnaud

10. Memotret kuliner

Lihatlah majalah perjalanan manapun yang bagus. Dalam setiap artikelnya tentang sebuah kota, anda akan selalu menemukan foto kulinernya. Mencoba makanan baru adalah salah satu hal yang paling menyenangkan saat travelling ke sebuah destinasi baru, jadi kenapa anda tidak memasukkannya ke dalam foto? Lihatlah ekspresi orang-orang yang melihat album anda saat mereka menemukan foto hidangan yang mengundang selera – coba lakukanlah sekali, dan anda akan selalu ketagihan memotret kuliner. Kesempatan terbaik untuk memotret kuliner adalah di siang hari, terutama jika anda mendapat tempat duduk di dekat jendela (untuk mendapatkan cahaya alami yang cantik dari jendela) atau di luar (terutama di bawah payung atau tenda, sehingga anda bisa memotret di bawah tempat teduh. Jika taplak mejanya berwarna putih, maka anda memiliki background yang bagus untuk memotret – sebisa mungkin pindahkan saja benda-benda yang mengganggu dari sekitar hidangan. Selain itu, foto kuliner terbaik yang anda lihat pada majalah, umumnya memiliki 2 kesamaan: (1) Biasanya foto-foto ini menggunakan depth of field yang dangkal (dimana bagian piring masuk fokus dan bagian belakangnya di luar fokus). Untuk mendapatkan efek ini, gunakan aperture paling rendah (f/4 atau f/2.8). (2) Potretlah piring yang menyajikan hidangan yang terbaik, dengan kata lain potretlah makanan yang disajikan paling menarik di atas piring.

11. Memotret di tempat yang dilarang menggunakan flash

Jika anda berencana untuk memotret di museum atau tempat-tempat lain yang pada umumnya tidak memperbolehkan anda untuk memasang tripod atau menggunakan flash, maka disarankan agar anda membeli lensa 50mm f/1.8 yang murah. Lensa super cepat ini menangkap banyak sekali cahaya sehingga anda bisa memotret tanpa tripod, yang tidak akan bisa anda lakukan dengan lensa lain. Lensa ini hanya memakan sedikit tempat di dalam tas kamera anda dan beratnyapun sama sekali tak akan menambah beban pada tas anda.

12. Mencari tempat yang tinggi dan bagus

Orang kebanyakan biasanya mengambil sudut pandang kota dari jalanan (atau dari dalam bus tur di jalanan). Jika anda ingin tempat yang lebih menarik untuk memotret, carilah titik berbeda yang lebih bagus – salah satunya adalah di atas kota. Carilah menara, geladak pengamatan, hotel-hotel tinggi, kereta gantung, jembatan, bangunan kantor, atau gunung yang mengarah ke kota, tempat anda bisa menunjukkan kota dari sudut pandang yang benar-benar berbeda. Ini adalah cara lain untuk membuat foto travelling anda tidak tampak pasaran.

Demikianlah tips-tips bagaimana memotret foto travelling yang menarik yang akan membuat orang-orang ingin berada di sana dan semoga bermamfaat.

Filter Untuk Fotografi Landscape

Semua hal yang perlu anda ketahui tentang filter untuk fotografi landscape ada disini. Kamera digital dan software pengolah foto berupaya keras untuk bisa menggantikan keharusan membawa berbagai macam filter kaca atau plastik yang mahal. Namun, bukan
berarti semua filter lantas menjadi tak berguna dalam fotografi digital. Misalnya, filter close-up. Yang intinya berfungsi sebagai kaca pembesar, menawarkan alternatif lebih murah dari lensa makro khusus. Dan penambahan filter UV atau filter pelindung jernih akan melindungi bagian depan lensa. Tapi sebenarnya hanya ada 2 tipe filter yang benar-benar anda butuhkan, yaitu filter polariser dan filter neutral density (filter ND). Alasannya adalah efek yang dihasilkan filter ini akan menghabiskan begitu banyak waktu dan kadang nyaris tidak mungkin untuk dibuat secara otentik pada tahap pengolahan foto.

filter untuk fotografi landscape

Last Light at Fanad Head by Daniel on 500px.com

Continue reading

Tips Memotret Foto Panorama Luas

Tips Memotret Foto Panorama – Panorama cara jitu untuk menampilkan landscape yang luas dan megah. Menciptakan panorama juga teknik yang bagus untuk dipelajari kalau anda tidak punya lensa ultra wide angle.
cara memotret foto panorama
Image by Mark Hamblin
Bagian pertama dari proses panorama adalah merekam foto. Prinsipnya, anda harus berdiri tetap pada posisi yang sama, lalu memutar tubuh untuk merekam serangkaian foto. Tapi, ada sedikit tambahan lain kalau ingin mendapatkan hasil terbaik. Dengan menggunakan tripod, rekamlah foto ketika anda menggerakan kamera. Rekam setiap foto saling menumpuk satu sama lain (sekitar 30%), tapi cobalah menghindari elemen yang penting pada bagian foto yang ditumpuk.

Trik untuk memotret foto panorama yang luas

Pemilihan tripod penting dalam merekam panorama. Head yang bisa dikunci agar kamera tetap pada posisinya, tapi berputar terpisah pada poros horisontal paling tepat untuk pemotretan ini. Ball head tripod kurang cocok digunakan, karena semua porosnya berubah. Proses ini tidak berakhir di dalam kamera. Menyambung foto mungkin terkesan sulit, tapi Photoshop memiliki fitur cerdas untuk menyambung seluruh rangkaian panorama.

1. Menjaga kestabilan

Agar seluruh foto sejajar, diperlukan tripod. Head tiga arah lebih baik daripada ball head, karena anda bisa mengunci head untuk bergerak dalam satu poros. Pasangkan kamera dalam orientasi portrait.Memotret panorama dengan orientasi portrait akan memberikan lebih banyak opsi ketika cropping, dan membantu memasukkan lebih banyak foreground dan langit. Cobalah untuk menghindari lensa wide angle karena lensa ini dapat menimbulkan distorsi.
cara memotret foto panorama
cara memotret foto panorama

2. Exposure seimbang

Agar rangkaian foto konsisten, rekamlah dalam modus manual dan dengan fokus manual. Jangan mengubah pengaturan pada seluruh rangkaian foto. Mengubah aperture, ISO bahkan fokus saat perekaman dapat menyebabkan foto yang satu tidak cocok dengan yang lain. Potretlah dalam format raw.
cara memotret foto panorama

3. Posisi

Untuk melakukan panning, posisikan objek yang penting atau memiliki bentuk berbeda, seperti pohon dan tanaman, di tengah foto. Banyaknya cabang yang menumpuk dalam frame akan menyulitkan proses penyambungan foto. Cobalah untuk menumpuk setiap foto sebanyak sepertiga bagian.

4. Merekam langit

Menyeimbangkan exposure antara langit dan daratan selalu menantang bagi fotografer landscape. Meski menggabungkan dua exposure di Photoshop bisa jadi solusi, cara ini akan sulit dilakukan untuk panorama. Mendapatkan foto yang benar di dalam kamera dengan filter neutral density graduated (ND Grad) adalah solusi yang baik.

Menyambung foto panorama dengan photoshop

Setelah pada bagian pertama dari proses memotret panorama adalah proses perekaman foto. Maka tahap selanjutnya bagaimana menyatukan foto-foto tersebut di photoshop. Berikut ini adalah langkah-langkah menyambung foto panorama dengan di photoshop.

Buka semua file foto

Untuk menyambung panorama, pilihlah rangkaian foto tanpa ada celah dalam pemandangan dan dengan horison konsisten. Seleksi semua foto di Bridge, lalu pilih Tool > Photoshop > Load Files in Photoshop Layer. Atau buka foto satu per satu dan tarik ke satu dokumen menggunakan Move Tool.

Mensejajarkan panorama

Pilih semua layer di panel Layer, (tahan Shift ketika anda mengklik foto paling atas dan paling bawah). Pilih Edit > Auto-Align Layers. Pilih Auto pada kota dialog yang muncul, lalu klik OK. Ini akan mensejajarkkan semua foto. (Mungkin dibutuhkan waktu beberapa menit). Untuk merapikannya pilih Edit > Auto Blend Layers, dan pilih Panorama di kotak dialog.

Sentuhan akhir

Kini panorama telah tersambung, tapi batasnya masih berantakan. Gunakan Crop Tool dan potong tepi foto. Jika terlalu sempit, tampilkan border putih tipis. Dengan Clone Stamp Tool, tahan Alt dan klik salah satu titik untuk di-copy, lalu sapukan di atas bagian putih untuk memperluas foto.

Demikianlah langkah-langkah membuat foto panorama yang luas dari cara merekam foto hingga menyambungnya di Photoshop.