Lensa Fix Standar Terbaik

Kini lensa fix standar hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang mungil sampai lensa cepat yang besar. Harganya juga bervariasi, mulai dari yang murah sampai lensa Zeiss seharga Rp60 jutaan. Kami memilihkan beberapa lensa fix standar yang ditujukan untuk konstruksi dan performa kelas atas, tanpa harga selangit. Meski lensa zoom nyaman digunakan, lensa fix standar kian populer. Kualitas foto menjadi daya tarik utama, menjanjikan distorsi atau color fringing yang kurang, ditambah ketajaman sempurna pada aperture sedang. Aperture terlebar pada lensa biasanya agak lebih besar dari yang ada pada kebanyakan lensa zoom, sehingga mampu menghasilkan depth of field sempit.

Kini lensa fix standar hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari yang mungil sampai lensa cepat yang besar.

Lensa fix standar: Canon EF 35mm f/2 IS USM

Lensa Fix Standar Terbaik - Canon EF 35mm f.2 IS USMAnehnya, meski Canon termasuk salah satu pabrikan kamera DSLR format APS-C yang memimpin pasar, perusahaan ini belum pernah membaut lensa fix standar EF-S. Optik kompatibel full frame ini mungkin alternatif terbaik dari Canon, dengan memberikan jarak fokus efektif 56mm. Lensa ini agak lebih besar dan lebih berat dari lensa khusus APS-C dalam grup, tapi pada 78x63mm dan 335 g, masih bisa digunakan dengan nyaman. Masalah yang lebih besar adalah, sebagian besar lensa lain dalam grup mencapai aperture f/1.4, Canon yang satu ini lebih lambat pada f/2. Kelebihannya, lensa ini satu-satunya yang memiliki stabilisasi gambar.

Sebagai salah satu lensa yang mahal, konstruksi kelas atas Canon ini diikuti performa mengesankan. Ultrasonic autofocus tipe cincinnya cepat dan tenang, penstabil gambar memiliki kemampuan hingga 4 stop, dan bagian tengah dari kualitas foto full frame yang sempurna bisa  diperoleh pada bodi APS-C. Namun, lensa ini kalah dalam depth of field yang benar-benar sempit.

Lensa fix standar: Canon EF 50mm f/1.4 USM

Lensa Fix Standar Terbaik - Canon EF 50mm f.1.4 USMLebih eksostis dari lensa Canon 50mm f/1.8 yang murah, tapi jauh lebih murah dari lensa Canon f/1.2L. Desainnya cukup sederhana, dengan elemen optik paling sedikit diantara semua lensa dalam grup, berjumlah tujuh. Lebih kecil dan ringan daripada Canon 35mm, namun memiliki aperture maksimal lebih lebar pada f/1.4.

Harganya juga hampir setengah harga Canon 35mm, meski desainnya tidak memiliki stabilisasi gambar ataupun ultrasonic autofocus tipe cincin. Ada ultrasonic motor yang lebih sederhana, tapi mampu bekerja cukup cepat dan memiliki full frame manual override.

Lensa fix standar: Fujifilm Fujinon XF 35mm f/1.4 R

Lensa Fix Standar Terbaik - Fujinon XF 35mm f.1.4 RLensa yang diproduksi esklusif untuk kamera Fujifilm X series yang bergaya retro ini memiliki jarak fokus efektif 52,5mm dan konstruksi kelas atas yang menggunakan tabung logam. Terdapat cincin aperture dengan perhentian klik sepertiga stop, di belakang cincin fokus manual.

Walaupun presisi tinggi dan konstruksinya berkualitas, lensa ini yang paling ringan dalam grup, juga sangat kecil. Bahkan, lensa ini hanya 2mm lebih besar dan memiliki panjang sama dengan Panasonic 25mm Micro Four Third. Lensa ini tidak mempunyai skala jarak fokus dan tabung lensa dalam memanjang pada jarak fokus lebih pendek, tapi tidak berputar, sehingga memudahkan penggunaan filter.

Lensa fix standar: Nikon AF-S DX 35mm f/1.8

Lensa Fix Standar Terbaik - Nikon AF-S DX 35mm f.1.8Nikon memproduksi lensa prime standar untuk bodi DX-nya (APS-C). Memang, sebagian bodi DX ditawarkan dengan harga terjangkau dan lensa ini relatif murah. Lensa ini tidak mempunya skala jarak fokus, dan kualitas konstruksinya terasa agak murahan. Tapi di bawah permukaan plastiknya, ada beberapa fitur menarik.

Berbeda dengan Canon 50mm, Nikon ini menggunakan ultrasonic autofocus tipe cincin, bukan yang dikendalikan dengan motor, yang menggerakkan kelompok elemen belakang. Mounting plate lensa ini juga memiliki cincin karet weather-seal di sekelilingnya, tidak ada lensa lain dalam grup ini yang memiliki fitur ini.

Lensa fix standar: Nikon AF-S 50mm f/1.4G

Lensa Fix Standar Terbaik - Nikon AF-S 50mm f.1.4GLensa Nikon 50mm f/1.4 kompatibel full frame hampir sama persis dengan lensa Canon ekuivalen dalam ukuran dan beratnya, tapi terasa lebih baik. Memiliki ultrasonic autofocus tipe cincin, bukan dikendalikan motor, seperti yang juga digunakan pada lensa Nikon 35mm DX. Ketika pemfokusan, yang bergerak bukanlah elemen di bagian belakang, tetapi bagian depan, dan tidak berputar.

Lensa ini juga dilengkapi dengan rubber weather-seal, yaitu karet pada mounting plate dan, berbeda dengan Nikon 35mm yang lebih murah, lensa Fujinon dan Panasonic dalam grup, lensa ini mempunyai skala jarak fokus. Diafragma sembilan bilah memberi aperture yang cukup bundar, sementara lensa Nikon 35mm punya tujuh bilah dan Canon 50mm delapan bilah.

Lensa fix standar: Panasonic 25mm f/1.4 Leica DG

Lensa Fix Standar Terbaik - Panasonic 25mm f.1.4 Leica DGIni adalah satu-satunya lensa CSC dalam grup ini. Sulit untuk bisa mengalahkan kualitas lensa SLR format full frame dan APS-C, tapi optik berlabel Leica ini dirancang dengan apik.

Fitur utamanya meliputi elemen UHR (Ultra High Refractive) dan Nano Surface Coating untuk meningkatkan kualitas foto sementara menekan ghosting dan flare. Sistem stepping motor autofocus-nya bekerja senyap, dan memberikan pemfokusan manual fly-by-wire akurat melalui cincin fokus besar dan lancar. Tapi, disisi lain, terlihat cukup sederhana, tanpa ada tombol tekan atau geser apapun, atau juga skala jarak fokus.

Lensa fix standar: Sigma 30mmf/1.4 DC HSM A

Lensa Fix Standar Terbaik - Sigma 30mm f.1.4 DC HSM ALensa yang satu ini didesain khusus untuk bodi Canon, Nikon, Sigma dengan sensor APS-C. Karena itu, lensa ini jauh lebih kecil dan ringan daripada Sigma 50mm Art untuk full frame, walaupun tetap terlihat lebih besar dan bobotnya lebih dari 2x lensa Nikon DX 35mm f/1.8.

Fiturnya meliputi ultrasonic autufocus tipe cincin, dengan sistem pemfokusan internal sepenuhnya mengendalikan kelompok elemen belakang, dan skala jarak fokus dipsang di bawah jendela bidik. Kontrolnya sempurna, tapi AF-nya tidak terlalu cepat. Kualitas fotonya bagus, tapi jauh dari Sigma 50mm full frame. Sigma ini mengalahkan Canon dan Nikon 35mm dalam grup dengan aperture f/1.4 yang lebih lebar, yang memberikan depth of field lebih sempit dan shutter speed lebih tinggi.

Lensa fix standar: Sigma 50mm f/1.4 DG HSM A

Lensa Fix Standar Terbaik - Sigma 50mm f.1.4 DG HSM ADengan dimensi 85x100mm, Sigma 50mm Art ini berukuran besar untuk lensa prime standar, dan beratnya hampir 3x pada 815 g. Keunggulan dari elemen depannya yang berdiameter lebarnya terlihat pada vignetting yang sangat rendah, bahkan pada aperture terlebar f/1.4.

Kualitas konstruksinya istimewa dan desainnya relatif rumit dengan berbasis pada 13 elemen dalam delapan grup, yang jauh lebih banyak daripada yang biasa digunakan pada prime standar, terutama lensa yang tidak memiliki stailisasi optik. Kesamaan dengan Sigma 30mm-nya terletak pada kompatibilitas dengan Sigma USB Dock dan penggunaan TSC (Thermal Stable Composite) pada konstruksinya, yang berguna untuk
perubahan temperatur. Yang membedakan lensa ini dengan semua lensa lain dalam grup adalah tingkat ketajaman yang tetap mengagumkkan bahkan pada f/1.4, diseluruh area frame dari sudut ke sudut.

Dari hasil review kedelapan lensa dalam grup lensa fix standar terbaik ini dapat disimpulkan bahwa Sigma 50mm f/1.4 DG HSM Art menduduki jawaranya dalam performa dan kualitas foto. Bekerja dengan brilian sebagai lensa fix standar pada bodi full frame dan sebagai lensa portrait untuk APS-C.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *