Lensa Prime Wide Angle Untuk Landscape

Lensa Prime Wide Angle Terbaik Untuk LandscapePilihlah lensa prime wide angle untuk landscape yang luas. Sebagian lensa dalam grup ini benar-benar sanggup merenggangkan sudut pandang anda, dan memasukkan lebih banyak pemandangan ke dalam frame. Sebagian lainnya tidak lebih lebar dari lensa zoom standar pada umumnya, tapi ditujukan untuk meningkatkan kualitas foto dengan distorsi minim. Lensa-lensa ini biasanya memberikan aperture lebih lebar, sehingga cocok untuk pemotretan dalam kondisi cahaya rendah.

Semua lensa dalam grup ini kompatibel dengan kamera full frame, kecuali dua lensa Fujifilm format APS-C. Semua lensa dalam grup ini merupakan optic rectilinear, bukan curvilinear (fisheye), sehingga ruang pandangnya lurus.

Lensa prime wide angle untuk landscape: Canon EF 20mm f/2.8 USM

Lensa prime wide angle untuk landscape - Canon EF 20mm f2.8 USMLensa ini hadir sejak tahun 1992. Salah satu yang gemuk dalam grup, tapi masih lebih ringan dan kecil daripada lensa Samyang atau Sigma. Lensa ini memberikan sudut pandang ekstra luas 94° pada full frame (diukur pada diagonal frame), meskipun aperture terlebar yang tersedia f/2.8 relatif rendah.

Walau sudah tua, lensa ini memiliki fitur modern, seperti ultrasonic autofocus tipe cincin dan pelapis Canon Super Spectra untuk mengatasi ghosting dan flare, kualitas konstruksinya cenderung terasa ‘cunsumer’ ketimbang ‘profesional’, tapi dilengkapi skala jarak fokus dengan penanda depth of field. Desain optiknya berbasis pada 11 elemen dalam 9 grup, dengan 5 bilah diafragma yang membentuk aperture yang tidak terlalu bundar.

Performa autofocus AF sangat cepat dan hening, dengan full time manual override yang diperoleh berkat sistem ultrasonic autofocus tipe cincin. Kualitas foto secara keseluruhan bagus, tapi terjadi penurunan ketajaman di area tepi dan vignetting ekstrem pada aperture lebih dari f/5.6.

Lensa prime wide angle untuk landscape: Canon EF 24mm f/2.8 IS USM

Lensa prime wide angle untuk landscape - Canon EF 24mm f2.8 IS USMLebih baru dari lensa canon 20mm, opsi 24mm ini diluncurkan pada 2012. Seperti rekan wide angle 28mm dan 35mm-nya yang juga baru, lensa ini memiliki images stabilization (IS) foto optik, yang menjadikannya unik dalam grup. Diafragma 7 bilahnya memberikan aperture yang lebih bundar daripada lensa Canon 20mm yang lebih lama.

Sekali lagi, aperture-nya sendiri tidak terlalu ‘cepat’ pada f/2.8, dan untuk saat ini, sudut pandang 84° relatif kurang memadai. Rasanya agak sulit mendapatkan alasan yang menyakinkan untuk membeli lensa ini kalau anda sudah punya lensa 24-70mm f/2.8.

Dari sisi performa, sistem stabilisasi fotonya memberi kemampuan tak sampai 4 stop. Ketajaman di seluruh area frame lebih baik daripada lensa Canon 20mm, dan vignetting tidak terlalu jadi masalah. Distorsi agak lebih kentara, tapi lebih bisa diterima dan lebih mudah dikoreksi.

Lensa prime wide angle untuk landscape: Fujifilm XF 14mm f/2.8 R

Lensa prime wide angle untuk landscape - Fujifilm XF 14mm f2.8 RTabung logam dan cincin fokusnya memberi kesan kualitas tinggi pada lensa ini. Crop factor 1.5x sistem mount X Fujufilm memberinya jarak fokus efektif 21mm, beserta sudut pandang 89°. Desainnya tampak retro dan memiliki cincin aperture serta skala depth of field, dengan penanda untuk semua aperture antara f/2.8 sampai f/22.

Cincin aperture menawarkan kontrol mudah dan intuitif dalam modus perekaman aperture priority dan manual, dengan tingkatan perubahan dalam klik untuk setiap sepertiga EV. Pada posisi A-nya, kontrol otomatis diaktifkan untuk modus program dan shutter priority. Cincin fokusnya yang beroperasi lancar juga sama tangkasnya. Dalam posisi fokus manual, jarak fokus jadi terlihat.

Peforma autofocus AF bekerja dengan cepat dan hening. Ketajaman tengahnya mengesankan. Hanya sedikit distorsi dan color fringing. Kualitas foto secara keseluruhan
sempurna, menjadikan lensa ini opsi ultra wide angle yang bagus untuk kamera Fujifilm X.

Lensa prime wide angle untuk landscape: Fujifilm XF 16mm f/1.4 R WR

Lensa prime wide angle untuk landscape - Fujifilm XF 16mm f1.4 R WRPenampilan dan kesan dari lensa ini sangat mirip dengan Fujifilm 14mm. Ini bukan pertanda buruk, dengan bagian-bagian logamnya yang presisi, cincin aperture cerdas, dan cincin fokus dorong-tarik. Lensa ini mempunya jarak fokus efektif 24mm, dan sudut pandang lebih sempit 83°.

Peningkatan dari lensa Fujifilm 14mm meliputi desain optik berbasis 13 elemen dalam 11 grup. Lapisan nano diaplikasikan untuk mengurangi ghosting dan flare, dan jarak fokus minimalnya menjadi 0,15 m, yang memberikan rasio perbesaran maksimal lebih besar 0,12x. Terdapat 9 bilah diafragma, yang lebih baik dari 7 bilah pada lensa 14mm, dan konstruksinya juga dilengkapi dengan weather sealed.

Konstruksi dan kontrol yang mengagumkan didukung dengan performa sempurna. Ketajamannya mengesankan di seluruh area frame disemua rentang aperture, kecuali aperture terlebar f/1.4, yang menurun di bagian sudut. Fringing praktis tidak ada, dan distorsipun hanya ada sedikit sekali.

Lensa prime wide angle untuk landscape: Nikon AF-S 20mm f/1.8G ED

Lensa prime wide angle untuk landscape - Nikon AF-S 20mm f1.8G EDNikon mount D 20mm f/2.8 yang antik akhiirnya digantikan oleh mount G yang ditawarkan tahun lalu. Cincin aperture dihilangkan, dan penambahan ultrasonic autofocus tipe  cincin menjadikan autofocus tersedia pada SLR Nikon. Lensa baru ini juga memiliki aperture f/1.8 yang lebih cepat, lapisan kristal nano untuk pencegahan ghosting dan flare yang lebih baik, dua elemen ED (Extra Low Dispertion) dan jarak fokus minimal menjadi lebih dekat pada 0,2m.

Lensa ini tidak dilengkapi fitur weather sealed, tapi memiliki cincin karet pada mounting plate-nya. Berbeda dengan 2 lensa Canon dalam grup, Nikon membawakan hood dan
kantong penyimpan dalam lensa ini.

Aperture f/1.8 yang relatif lebar menyenangkan, tapi ketajaman di area tepi frame buruk jika memilih setidaknya pada aperture f/4. Ketajaman keseleruhan lebih baik secara signifikan daripada lensa Canon 20mm, dan vignetting tidak terlalu buruk. Color fringing juga sedikit berkurang, tapi distorsi barrel lebih kentara.

Lensa prime wide angle untuk landscape: Samyang 14mm f/2.8 IF ED UMC

Lensa prime wide angle untuk landscape - Samyang 14mm f2.8 IF ED UMCLensa Samyang ini tersedia dalam banyak varian opsi mount. Namun, sebagai lensa yang kompatibel full frame, wajar kalau lensa ini memberikan sudut pandang 116° yang
sangat mengagumkan ketika dipasang pada bodi full frame. Pada kamera APS-C dengan crop factor 1.5x, anda masih mendapat sudut pandang luas pada 94°, tapi hanya 76° pada mount FT dan MFT. Semua edisi memiliki pemfokusan manual saja.

Sampai belum lama ini, hanya versi untuk Nikon saja yang dilengkapi dengan prosesor internal untuk memungkinkan kontrol aperture yang dikendalikan oleh kamera, dan lampu pemandu fokus yang menyala pada viewfinder. Lensa edisi untuk Canon kini sudah tersedia model terbarunya.

Cincin fokus manualnya lancar dan presisi. Kualitas foto memuaskan secara keseluruhan, dengan ketajaman bagus di seluruh rentang aperture untuk lensa ultra wide angle seperti ini. Tapi, vignetting dan distorsi barrel parah, dan lens hood built-in menyulitkan pamasangan filter screw-in dan filter holder.

Lensa prime wide angle untuk landscape: Samyang 24mm f/1.4 ED AS UMC

Lensa prime wide angle untuk landscape - Samyang 24mm f1.4 ED AS UMCSeperti Samyang 14mm yang lebih besar dalam grup, lensa 24mm dengan pemfokusan manual ini tersedia dalam 10 opsi mount berbeda. Tapi kali ini, hanya versi untuk nikon
mount F yang punya electronic aperture built-in. Pada DSLR Canon, anda tidak bisa mengendalikan aperture dari kamera, dan harus terus membuka aperture secara manual
setiap kali membutuhkan gambar viewfinder terang. Demikian juga, hanya untuk versi Nikon yang punya elektronik yang dibutuhkan untuk mengendalikan lampu pemandu fokus
pada viewfinder.

Sekali lagi, lensa 24mm ini kompatibel full frame, tapi sudut pandang pada kamera sensor crop agak lebih terbatas. Nilai positifnya, filter lebih mudah digunakan, berkat adanya thread pemasangan (77mm) dan hood bayonet.

Lensa 24mm ini sangat halus pada aperture terlebarnya f/1.4, tapi ketajaman tengahnya cukup bagus di seluruh rentang aperture lainnnya. Selain jarak fokus lebih panjang, vignetting dan distorsi barrel tidak terlalu terlihat dibandingkan dengan lensaSamyang 14mm.

Lensa prime wide angle untuk landscape: Sigma 24mm f/1.4 DG HSM A

Lensa prime wide angle untuk landscape - Sigma 24mm f1.4 DG HSM ALensa Sigma seri Art memiliki reputasi yang baik untuk kualitas. Salah satu dari penambahan lensa prime baru pada barisannya, lensa 24mm ini, memberikan sudut pandang 84° pada kamera full frame. Ini dua f/stop penuh lebih cepat dari lensa Canon 24mm dalam grup, tapi jauh lebih besar dan beratnya lebih dari 2x lipat pada 665g.

Kualitas konstruksinya sempurna dan memiliki materi kelas terbaik, meski bukan weather-sealed. Fitur utamanya mencakup ultrasonic autofocus tipe cincin, diafragma 9 bilah, 3 elemen FLD (F Low Dispersion) dan 4 SLD (Special Lol Dispersion). Harganya memang tidak murah, tapi lebih murah dibandingkan dengan Canon yang setara, EF 24mm f/1.4 II USM.

Performa autufocus bekerja cepat dan hening. Kualitas fotonya sempurna, dengan ketajaman dari sudut ke sudut tanpa cela. Color fringing dan distorsi juga terkendali
sangat baik, dan vignetting juga minimal pada aperture f/2.8 atau lebih lebar.

Dari review grup lensa prime wide angle untuk landscape di atas dapat disimpulkan bahwa lensa Sigma 24mm lebih unggul daripada lensa lainnya dalam grup dengan konstruksi yang cantik dan kualitas foto yang secara keseluruhan spektakuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *