Memahami Depth of Field (DoF)

Aperture menentukan area dalam gambar yang terekam dengan fokus yang tajam yang dinamakan dengan depth of field (bidang tajam gambar). Menyesuaikan ukuran aperture lensa akan mempengaruhi jumlah kecakupan cahaya yang melewati lensa untuk mencahayai sensor gambar. Jika memilih aperture yang besar (angka f kecil), cahaya akan cepat sekali masuknya. Karenanya shutter speed perlu diset lebih cepat. Sementara itu jika memilih aperture yang kecil (angka f besar), exposure akan berlangsung lambat. Karenanya shutter speed perlu diset lebih lambat.

Efek Depth Of Field Dari Pengaturan Aperture

Depth of field (DoF) adalah alat kreatif yang penting. Pada aperture yang besar, seperti f/2.8 atau f/4, ruang tajamnya sempit. Background (latar belakang) dan foreground (latar depan) gambar akan berada diluar fokus, mengurangi dampak dari elemen-elemen yang mengganggu dan membantu menekankan subjek sebagai fokus utama – ideal untuk foto action, portrait dan close up.Pada aperture yang kecil, seperti f/16 atau f/22, DoF menjadi luas. Ini akan membantu menangkap detail pada keseluruhan gambar dan cocok untuk fotografi landscape, dimana anda ingin seluruh bidang – dari foreground sampai tak terbatas – tampak fokus.

depth of field sempit
DoF sempit

Apa saja yang mempengaruhi depth of field?

Selain dipengaruhi aperture, DoF juga dipengaruhi oleh panjang focal lensa, jarak objek dengan kamera dan titik fokus. Ini berguna untuk situasi dimana anda ingin memaksimalkan zona ketajaman tanpa mengorbankan f-number. Misalnya, lensa dengan focal yang lebih panjang akan menghasilkan DoF yang lebih sempit dibandingkan lensa dengan focal yang lebih pendek. Lensa wide angle akan menghasilkan DoF yang luas, bahkan dengan aperture yang relatif besar. Jarak antara kamera dan objek yang difoto juga mempengaruhi DoF – semakin dekat anda dengan subjek, semakin berkurang DoF yang didapatkan. Inilah alasan mengapa mendapatkan fokus yang baik bisa sangat sulit saat memotret close-up.

depth of filed lebar
Dof luas
Selain dipengaruhi aperture, Depth of Field juga dipengaruhi oleh panjang focal lensa, jarak objek dengan kamera dan titik fokus. Ini berguna untuk situasi dimana anda ingin memaksimalkan zona ketajaman tanpa mengorbankan f-number. Misalnya, lensa dengan focal yang lebih panjang akan menghasilkan DoF yang lebih sempit dibandingkan lensa dengan focal yang lebih pendek. Lensa wide angle akan menghasilkan DoF yang luas, bahkan dengan aperture yang relatif besar. Jarak antara kamera dan objek yang difoto juga mempengaruhi DoF – semakin dekat anda dengan subjek, semakin berkurang Depth of Field yang didapatkan.

Poin utama dimana anda memfokuskan lensa akan mempengaruhi ruang tajam foto di hasil akhir. DoF diperpanjang kurang lebih satu pertiga dari depan fokus utama sampai dua pertiga di belakang fokus utama. Jadi, DoF bisa dimaksimalkan dengan memfokuskan jarak hyperfocal.

Cara preview depth of field

Untuk memastikan viewfinder selalu dalam kondisi paling terang – untuk membantuk melihat dan mengambil fokus – kamera didesain untuk secara otomatis mengatur aperture tercepat lensa. Akibatnya, apa yang anda lihat pada viewfinder bukanlah gambaran yang sebenarnya dari DoF yang akan anda dapatkan di hasil akhir. Tombol preview depth of field membuat fotografer dapat menilai bagaimana nantinya gambar tercipta menurut besaran aperture yang dipilih.

Fungsi ini bekerja dengan men-stop down lensa sampai dengan f-stop yang dipilih. Ketika anda melakukan ini, gambar pada viewfinder akan terlihat lebih gelap (semakin kecil aperture, semakin gelap previewnya), tapi anda akan dapat menilai apakah aperture yang dipilih memberikan DoF yang cukup atau tidak. Jika tidak, aturlah kembali aperture-nya. Meskipun butuh waktu lama untuk terbiasa dengan fungsi ini, namun fungsi ini dapat berguna. Mengurangi aperture secara bertingkat stop demi stop juga dapat membantu, agar perubahan DoF lebih jelas terlihat. Tidak semua kamera memiliki fasilitas ini. Jika kamera anda tidak memiliki fungsi ini, preview DoF dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemotretan dan kemudian melihatnya kembali lewat image playback. (untuk lebih lengkapnya akan dibahas Cara menggunakan tombol Depth of Field (DoF) preview pada kamera DSLR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *