Memahami Konsep Exposure

Memahami konsep exposure adalah sangat penting untuk mendapatkan gambar yang diinginkan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi exposure, misalnya waktu pengambilan gambar, panjang fokal, gerakan si subjek, sumber cahaya dan filter yang digunakan.
konsep exposure
 Photo by Ross Hoddinott

Apa saja yang membentuk konsep exposure

Exposure adalah kombinasi dari lamanya waktu dan banyaknya cahaya yang diterima oleh sensor kamera. Exposure ditentukan oleh 3 hal, yaitu shutter speed (kecepatan rana), aperture lensa (bukaan diafragma) dan tingkat sensitifitas ISO.
segitiga exposure
Shutter speed (kecepatan rana) adalah lamanya shutter kamera dalam keadaan terbuka. Hal ini menentukan jumlah cahaya yang masuk dalam kamera dan mengenai sensor. Shutter speed dapat berdurasi dari 1/8000 detik sampai dengan 30 detik. Shutter speed sangat mempengaruhi bagaimana subjek yang bergerak tertangkap kamera. Shutter time yang cepat akan seolah membekukan gerakan, sementara shutter time yang lambat akan membuat subjek yang terlihat kabur dan membuat kesan subjek sedang bergerak.
Aperture lensa (f/stop) adalah ukuran dari besarnya bukaan diafrafma lensa yang dapat diubah-ubah, mempengaruhi banyaknya cahaya yang masuk mengenai sensor. Prinsipnya hampir sama dengan mata manusia. Pupil mata kita akan mengecil dalam lingkungan yang terang karena membutuhkan lebih sedikit cahaya untuk melihat detail benda, sementara dalam cahaya suram pupil mata kita akan membesar karena membutuhkan lebih banyak cahaya. Aperture diukur dengan f/stop, umumnya tingkat f/stop dimulai dari f/1,4 sampai dengan f/22. Aperture yang besar (ditunjukkan dengan angka f yang kecil) membuat cahaya mengenai sensor lebih cepat, artinya waktu exposure yang dibutuhkan lebih sedikit. Aperture yang kecil (angka f besar) membuat cahaya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengenai sensor, berarti waktu exposure yang dibutuhkan lebih panjang.
ISO menunjukkan tingkat sensitifitas cahaya yang dimiliki oleh sensor.  Nilai ISO yang rendah lebih tidak sensitif terhadap cahaya yang artinya membutuhkan waktu exposure yang lebih lama. Sebaliknya ISO yang lebih tinggi lebih sensitif terhadap cahaya dan membutuhkan waktu exposure yang lebih sedikit.

Bagaimana cara mendapatkan exposure yang tepat

Untuk mendapatkan exposure yang akurat secara konsisten, sangatlah penting untuk benar-benar memahami 3 variabel ini dan hubungannya satu sama lain. Ketika anda memiliki kombinasi yang tepat antara aperture, shutter speed dan sensitifitas ISO – perubahan disalah satunya akan serta merta saling mengubah satu sama lainnya. Ketiga variabel inilah yang membentuk dasar-dasar tentang konsep exposure.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *