Memahami Teknik Hyperfocal Distance Dalam Fotografi Landscape

Pada pemotretan landscape dan arsitektur, umumnya objek yang ada di foreground dan background dimasukkan dalam satu frame yang sama dan diinginkan agar seluruh pemandangan terlihat fokus dari depan sampai ke belakang. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan kesan mendalam pada foto, sehingga foto akan terlihat 3 dimensi. Dengan penggunaan aperture yang sempit seperti f/11, f/16 atau f/22 akan membantu proses ini, karena pada aperture sempit ini ruang tajam cenderung meluas (baca kembali tentang aperture dan DoF).

Apa itu teknik hyperfocal distance?

Bagi fotografer lansdscape, ketajaman di semua area foto adalah sangat penting, mereka tidak ingin ada area yang tidak tajam dalam foto. Tetapi, seringkali foreground yang kita masukkan ke dalam frame berjarak tidak lebih dari 20 sampai 30 cm di depan lensa. Hal ini akan menuntut pemilihan titik fokus yang cermat.
teknik hyperfocal distance
Foto jembatan di atas kita gunakan sebagai contoh, gambar diambil dengan Canon EOS550d dengan focal length 17mm dan aperture f/11 (sebagai catatan perhitungan depth of field dan hyperfocal distance bergantung pada jenis sensor, focal length dan aperture yang digunakan).
Umumnya kita melakukan focusing di infinity (yang dimaksud adalah kita mengarahkan titik fokus pada objek di kejauhan/horizon lalu melakukan focusing). Dengan melakukan itu kita memperoleh ruang tajam (DoF) mulai dari jarak 0,81 meter sampai dengan infinity. Artinya, semua benda yang berada di dalam cakupan 0,81 meter di depan kamera sampai dengan horizon langit akan tajam. Lalu bagaimana dengan rumput yang berjarak 0,5 meter di depan kamera dan kebetulan masuk dalam frame? Tentunya tidak akan tajam karena sudah berada di luar ruang tajam.
Harap dipahami bahwa blur disini buka karea shake pada kamera (baik karena handheld pada kondisi slow shutter, maupun karena goyang akibat tripod bergerak karena tersenggol, dll). Blur disini tetap muncul walaupun kondisi lain sudah sempurna. Blur ini semata-mata karena objek berada di luar jangkauan ruang tajam.
Pada kondisi inilah kita menggunakan teknik hyperfocal. Teknik ini pada intinya memilih objek pada jarak tertentu untuk dijadikan titik fokus. Dengan memilih objek pada jarak tertentu ini, kita dapat memaksimalkan ruang tajam. Untuk bisa menghitung jarak hyperfocal kita membutuhkan DOF Calculator, teknik ini bergantung pada jenis bodi kamera yang digunakan, focal length dan aperture. Lakukan perhitungan di rumah terlebih dahulu, jangan melakukan perhitungan disaat kita ingin memotret.

Cara menggunakan teknik hyperfocal

Bagaimana cara menggunakan teknik hyperfocal? Pertama kunjungi laman DOF Master Calculator untuk melakukan perhitungan secara online, atau aplikasi ini juga bisa didownload secara gratis untuk perangkat Iphone dan Android.
dof calculator
Masukkan jenis kamera, focal length, dan aperture yang akan digunakan. Masukkan jarak fokus pada subjek distance. Lalu calculate. Silakan cek Near Limit yang akan anda peroleh dari kombinasi kamera, focal length, aperture dan jarak fokus (subject distance) tersebut. Itu adalah jarak terdekat yang masih masuk ruang tajam. Sedangkan Far Limit adalah jarak terjauh yang masih tajam. Berdasarkan hasil perhitungan DoF Calculator akan diperoleh jarak hyperfocal (hyperfocal distance). Nah, pada jarak hyperfocal inilah kita boleh melakukan focusing untuk memperoleh ruang tajam yang lebih luas dari foreground sampai infinity.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *