Mengenal Chromatic Aberration Pada Lensa Dan Cara Menghindarinya

apa itu chromatic aberration

Saat kita mengamati sebuah foto dari jarak dekat atau saat kita memperbesarnya di layar komputer, kita akan melihat bayangan tipis (halo) berwarna ungu, hijau atau merah yang berada di batas bagian terang dan gelap objek foto. Bayangan tipis ini disebut chromatic aberration.

Apakah chromatic aberration?

Mari bernostalgia sebentar ke masa-masa sekolah. Pada pelajaran fisika SMP, kita belajar bahwa cahaya putih terdiri atas spektrum warna, biasanya disingkat menjadi “mejikuhibiniu” (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Pada saat cahaya putih dibelokkan dengna prisma, spektrum warna akan terpisah (dispersi) karena memiliki sudut pembelokan yang berbeda.

apa itu chromatic aberration, lensa

Lensa kamera berisi banyak elemen kaca yang bertugas memfokuskan citra objek pada sensor kamera. Pada saat cahaya melalui lensa kamera, akan terjadi juga perbedaan pembelokan sudut pada setiap spektrum. Sebagai akibatnya, terkadang ada spektrum yang ‘bandel’ sehingga pada gambar muncul warna aneh dan tidak tajam. Kondisi ini disebut dengan “Chromatic Aberration” (CA).

apa itu chromatic aberration, lensa

Spektrum yang paling ‘bandel’ terletak pada tepi deret warna, yaitu ungu. Dalam fotografi, gangguan ini yang dikenal sebagai “Purple Fringing” atau PF. Spektrum lain yang terkadang mengalami masalah serupa adalah merah, atau dikenal dengan “Red Fringing“.Jadi, Chromatic Aberration adalah cacat pada foto yang diakibatkan oleh masalah optik dari lensa.
Untuk mengurangi masalah CA, produsen lensa menambahkan elemen tambahan untuk membalik dispersi, dan juga mengembangkan kaca spesial dengan dispersi rendah, alias Low Dispersion Glass. Sementara itu, produsen kamera juga mengembangkan software yang akan mendeteksi CA dan merapikannya pada proses konversi dari raw menjadi jpeg.
Ada beberapa hal yang bisa menimbulkan CA, tapi kita akan bahas faktor yang paling umum, yaitu PF yang disebabkan oleh masalah optik. Gangguan CA lebih sering muncul pada kondisi berikut:

– Kontras tinggi
– Aperture lebar
– Lensa dengan focal length pendek – menengah (lensa superzoom 18-200mm)
– Lensa dengan kualitas optik rendah

Cara untuk menghindari chromatic aberration

1. Hindari skenario yang menyebabkan kontras tinggi. Ambil sudut pemotretan dan geser objek/background seperlunya.
2. Gunakan aperture lebar seperlunya. Biasanya PF akan berkurang cukup signifikan saat aperture lensa diturunkan 1-2 stop.
3. Kalau bisa gunakan lensa pada focal length panjang, di atas 70mm.
4. Hindari zoom sampai maksimal. Misal, anda memakai lensa 70-300mm, cobalah hindari zoom maksimal sampai 300mm, memotretlah pada focal length 200mm akan mengurangi CA.
5. Jika memungkinkan, disarankan untuk menggunakan lensa dengan kualitas tinggi (low dispersion glass, apochromatic, dsb).

Pada pembahasan selanjutnya, kita akan membahas bagaiman mengkoreksi chromatic aberration pada foto dengan Photoshop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *