Mengenal Flash Kamera DSLR

Mengenal Flash Kamera DSLR
Waiting by Alessandro Musicorio on 500px.com
 

Cahaya sangat penting fotografi. Jadi apa yang anda lakukan jika cahaya yang ada tidak cukup atau jika subjek tidak diterangi secara potensial? Kuantitas cahaya tidak selalu ideal dan seringkali tidak sempurna, jadi bagaimana anda mengatasi kekurangan dan ketidakkonsistenan cahaya? Jawabannya adalah dengan mengontrol tingkat cahaya dengan menggunakan flash.

Dengan meningkatkan dan atau mengesampingkan cahaya alami, fotografer mempunyai kontrol lebih akan cahaya, dan karena itu dapat mengambil gambar yang lebih baik daripada jika anda hanya menerima dan menggunakan kondisi yang ada. Flash dapat membantu memotret gambar yang mustahil didapat. Namun, penambahan cahaya buatan ini akan memberikan tantangan lebih pada fotografer. Dengan menggunakan flash, beberapa parameter dasar exposure akan berubah. Misalnya, shutter time ditentukan oleh kecepatan sync kamera dan kecepatan flash yang terpancar secara efektif bekerja sebagaimana kecepatan shutter. Akibatnya, aperture lensa, dan jarak antara flash dan subjeklah yang mengontrol pencahayaan flash.
Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari penggunaan flash, kita perlu mengenal beberapa istilah yang berkaitan dengan penggunaan flash.

Guide Number (GN)

Guide number (GN) dari suatu flash unit diberikan oleh pabrik pembuat dan mengindikasikan kekuatan dan jarak operasinya. Nomor ini dapat digunakan untuk mengkalkulasi aperture yang sesuai atau jarak yang dapat ditempuh flash secara aktif. Nomor ini biasanya dinyatakan dalam ukuran meter dengan rating ISO terendah biasanya ISO 100 dan ISO 200. Guide number ini dapat digunakan dalam dua persamaan:

f-stop = GN/jarak
jarak = GN/f-stop
Misalnya, guide number sebauh pop-up flash adalah 18 (ISO m/ISO 200), jarak operasi efektif untuk flash unit itu dapat dengan cepat dihitung dengan membagi nomor dengan f-stop yang dipilih. Jadi jika digunakan aperture f/4 maka range efektif dari flash adalah : jarak = 18/4 = 4,5 m.
Cakupan speedlight eksternal akan lebih besar dari pop-up flash. Jadi guide numbernya pun akan lebih besar. Saat membeli flash ada baiknya membeli flash dengan nomor terbesar yang mampu anda beli, karena ia dapat beroperasi dalam jarak yang lebih jauh.

Flash Recycle Time

Waktu recycle ini adalah lamanya waktu yang diperlukan unit flash untuk mengisi kembali kapasitornya dan siap untuk digunakan setelah ia melepaskan cahaya. Biasanya recycle time ini hanya memakan waktu beberapa detik saja, namun akan lebih lama jika flash dilepaskan dengan kapasitas penuh dan batere mulai lemah.

Flash Built-in (Pop-up Flash)

pop-up flash
Hampir semua kamera dilengkapi dengan pop-up flash yang ada dalam kamera (built-in). Pop-up flash yang ada dikamera anda hanya dirancang untuk satu hal saja yaitu memberikan anda cahaya yang paling datar, dan paling keras. Di bawah ini adalah beberapa alasan kenapa anda harus menghindari menggunakan pop-up flash pada beberap kondisi :
  1. Face (tempat cahaya keluar) dari pop-up flash itu sendiri benar-benar kecil, dan semakin kecil sebuah sumber cahaya, semakin keraslah cahaya yang dihasilkan.
  2. Karena pop-up flash itu ditempatkan tepat diatas lensa kamera, maka anda akan mendapatkan kualitas cahaya dan sudut yang sama seperti cahaya lampu yang dipasang di atas helm.
  3. Menggunakan pop-up flash akan menyebabkan hampir 100% subjek anda akan memiliki red eye, karena flashnya terpasang sangat dekat.
  4. Karena pop-up flashnya menembak subjek anda dengan lurus, maka subjek anda akan cenderung tampak sangat datar dan kurang dimensi di sekelilingnya.
  5. Anda hanaya memiliki sedikit kendali atas cahaya, ke mana arahnya dan bagaimana dia jatuh mengenai objek.
Dari sekian kelemahan penggunaan pop-up flash ada keuntungannya yaitu mereka dapat dengan cepat diaktifkan saat dibutuhkan, tanpa harus memasang unit yang terpisah dan tanpa harus menambah beban pada tas kameramu.

Flash Eksternal

external flash
Jika anda menginginkan hasil yang berkualitas dengan menggunakan flash, maka anda perlu memiliki unit flash eksternal yang khusus dibuat untuk masing-masing model kamera. Yang membuat flash eksternal istimewa adalah :
  1. Anda bisa membidikkannya ke berbagai arah, sedangkan pop-up flash hanya bisa menembak lurus ke depan.
  2. Anda bisa mengarahkannya ke atas (Bounce flash).
  3. Anda bisa mencopotnya dari kamera untuk menciptakan directional light (cahaya terarah).
  4. Sekalipun flash ini terpasang di atas kamera, resiko untuk mendapatkan red eye lebih kecil karena posisi lampu kilatnya lebih tinggi.
  5. Dengan flash eksternal, anda mendapatkan kendali cahaya, kekuatan cahaya yang lebih besar, dan yang paling penting kualitas cahaya yang lebih baik. 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *