Mengenal Lensa-lensa Kamera DSLR

Setelah pada artikel sebelumnya kita telah membahas pengelompokan lensa berdasarkan focal length-nya, sekarang kita akan membahas jenis-jenis lensa dan digunakan untuk genre fotografi apa saja.

Pada umumnya kamera DSLR maupun Mirrorless dijual satu paket dengan lensa kit, seperti 18-55mm. Namun karena dirancang untuk penggunaan umum, lensa kit ini memiliki kemampuan yang terbatas, cepat atau lambat anda akan membutuhkan lensa tambahan. Berikut ini daftar beberapa lensa favorit yang digunakan para fotografer, yang mungkin bisa anda gunakan sebagai acuan untuk menambah perlengkapan anda.

1. Lensa super zoom

Sesuai namanya, lensa ini memiliki jangkauan rentang zoom yang sangat panjang, sebagai contoh 18-135mm, 18-200mm, dan 18-270mm, bahkan beberapa saat lalu beberapa pabrikan juga meluncurkan seri lensa 16-300mm.

lensa DSLR 18-200mm
Lensa super zoom memiliki kelebihan utama dari sisi kepraktisan, anda hanya perlu membawa satu lensa untuk hampir seluruh rentang focal length. Karena kelebihan inilah jenis lensa ini sering digunakan sebagai perlengkapan utama saat traveling.
Akan tetapi kelebihan ini diimbangi juga dengan kelemahan. Elemen optik yang didesain untuk rentang yang panjang ini menghasilkan gambar yang tidak setajam lensa dengan rentang yang pendek, terutama pada sisi tele. Kelemahan lain adalah foto yang dihasilkan lebih mudah mengalami distorsi, dan juga muncul gejala chromatic aberration (akan dibahas pada pembahasan selanjutnya).

2. Lensa prime 50mm (f/1.4, f/1.8)

Jika anda memilik budget untuk lensa tambahan, lensa yang satu ini amat sangat layak untuk dibeli. Fotografer manapun pasti memberikan rekomendasi bagus untuk lensa fix 50mm. Lensa legendaris yang juga sering disebut ‘Nifty Fifty’ ini memiliki karakter gambar yang proporsional dan minim distorsi. Detail yang dihasilkan juga maksimal, jernih, kaya warna, serta aperture lebar yang bisa digunakan untuk kondisi low light, dan membentuk bokeh untuk isolasi. Karena karatkter tersebut, lensa ini umum digunakan untuk segala keperlua, dari foto portrait, produk, traveling, street photography, dan sebagainya.

lensa DSLR 50mm f/1.4

3. Lensa prime 85mm (f/1.4, f/1.8)

Karakter detail dan warna lensa fix 85mm sangat mirip dengan lensa fix 50mm, dengan kelebihan pada focal length dan karakter bokeh yang lebih kuat. Dengan distorsi yang lebih rendah dari lensa fix 50mm, lensa ini sangat bisa diandalkan pada foto portrait. Dengan karakter ini pula lensa fix 85mm juga sangat sesuai diterapkan untuk foto produk.

lensa DSLR 85mm
Karakter detail dan warna lensa fix 85mm sangat mirip dengan lensa fix 50mm, dengan kelebihan pada focal length dan karakter bokeh yang lebih kuat. Dengan distorsi yang lebih rendah dari lensa fix 50mm, lensa ini sangat bisa diandalkan pada foto portrait. Dengan karakter ini pula lensa fix 85mm juga sangat sesuai diterapkan untuk foto produk.

4. Lensa zoom 24-70mm

Lensa ini digunakan untuk hampir semua keperluan focal length pendek hingga menengah, mulai dari foto potret, dokumentasi, foto grup, dan juga landscape. Sudut pandang yang dihasilkan oleh lensa ini pada kamera full frame mirip dengan range lensa kit 18-55mm yang disertakan pada kamera APS-C, tetapi dengan bukaan aperture yang lebih lebar. Lensa yang serupa untuk kamera APS-C adalah 17-55 f/2.8.

lensa DSLR 24-70mm

5. Lensa tele 70-200mm f/2.8

Banyak produsen yang merelease lensa seri 70-200mm termasuk juga pabrikan 3rd party. Dengan focal length pada rentang tele dan bukaan aperture yang lebar, lensa ini sangat sesuai untuk digunakan pada genre portrait, dokumentasi, sport, bahkan juga foto produk dan landscape.

lensa DSLR 70-200mm

Seri lensa ini sering digunakan sebagai senjata andalan dikalangan profesional karena kualitas optiknya yang sangat baik, distorsi minimal, dan bokeh yang khas, serta konstruksi yang tangguh.

6. Lensa macro

Lensa ini didesain untuk mengambil gambar pada perbesaran maksimal, dan dirancang untuk memaksimalkan warna dan detail. Perbesaran yang paling umum pada lensa macro adalah 1:1, artinya citra gambar yang ditangkap oleh sensor berukuran sama dengan objek foto.

lensa macro 100mm

lensa kamera DSLR
Bee Mountain by Conroy Williamson on 500px.com

Fotografer biasanya menggunakan lensa ini untuk memotret serangga, bunga, dan objek-objek kecil lainnya. Tidak hanya itu, karena ketajamanya, lensa macro juga sangat mumpuni untuk foto produk, food photography, dan terkadang juga untuk portrait.

7. Lensa wide angle

Lensa khusus wide angle dirancang dengan focal length yang lebih pendek, sehingga memiliki sudut pandang yang lebih lebar dari lensa biasa. Focal length yang sering digunakan berkisar dari sekitar 10-12mm untuk kamera APS-C, 16mm untuk kamera full frame, atau 9mm untuk kamera micro four third. Penggunaan paling umum adalah untuk foto pemandangan (landscape), dan terkadang digunakan untuk memperoleh efek distorsi pada genre lain.

lensa wide angle

8. Lensa fish eye

Pada dasarnya lensa fish eye adalah lensa wide angle denga sudut yang lebih lebar, sehingga hampir mencapai 180 derajat. Foto yang dihasilkan akan menampilkan efek distorsi yang sangat kuat. Sering digunakan untuk efek khusus terutama pada foto arsitektur dan pemandangan (landscape).

lensa fish eye
lensa fish eye
London Walkie Talkie Building, Roof Garden by Paul Crowley on 500px.com
Tips:
Dalam komunitas fotografi dikenal istilah “GAS” (Gear Acquiring Syndrome). Seringkali fotografer memburu semua alat, dan biasanya berujung koleksi lensa atau alat yang jarang digunakan. Jadi, disarankan menetukan lensa dan alat tambahan sesuai dengan genre fotografi yang paling anda minati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *