Mengenal Ukuran Sensor Kamera dan Crop Factor

Mengenal ukuran sensor kamera dan crop factor – Bagian utama dari sebuah kamera digital adalah sensor digital. Alat ini digunakan untuk menggantikan klise atau negatif film yang dulunya digunakan pada kamera analog, dan untuk menangkap gambar dan mengubahnya menjadi sinyal digital. Informasi berupa sinyal digital ini selanjutnya diproses oleh chip kamera dan diterjemahkan sebagai file gambar.

Pada saat berbicara mengenai sensor kamera, umumnya yang pertama terbayang adalah Megapixel atau resolusi sensor. Tapi sebelum membahas besaran resolusi ini, terlebih dahulu kita bahas mengenai dimensi fisik sensor yang sangat berpengaruh pada kualitas detail gambar.

Ukuran sensor kamera

Ada beberapa jenis ukuran fisik sensor sesuai desain kamera. Pada ilustrasi di bawah ditampilkan urutan luasan sensor yang umum digunakan, mulai dari sensor full frame, APS-C, kamera four third, sensor 1″, sensor 1/2.3″ yang sering digunakan untuk kamera saku, dan ukuran sensor untuk HP.

Perbandingan ukuran sensor kamera

Sensor full frame umumnya digunakan pada kamera DSLR high end, seperti Canon 5D Mark III atau Nikon D800. Sedangkan sensor crop (APS-C, atau DX umum digunakan pada DSLR menengah hingga entry level, semisal Canon 600D atau Nikon D5100. Sensor four third saat ini sangat umum digunakan pada kamera Mirrorless Micro Four Third (MFT atau M4/3) dari Olympus dan Panasonic. Sensor dengan ukuran lebih kecil lagi disebut sebagai sensor 1″, digunakan pada kamera Mirrorless Nikon 1 (CX), dan kamera Sony RX10 dan RX100.

Kamera saku umumnya memiliki sensor yang lebih kecil, biasanya disebut dengan ukuran 1/1.5″ hingga 1/2.3″. Dan terakhir adalah pada perangkat smartphone, sensor gambar yang digunakan memiliki ukuran lebih kecil lagi.

Pada umumnya foto yang dihasilkan oleh sensor ukuran besar memiliki kelebihan pada ketajaman, kedalam warna, dan jiga lebih sedikit noise. Hal ini terjadi karena permukaan yang lebih luas memungkinkan setiap titik pixel menangkap cahaya dengan lebih optimal, dan akhirnya diperoleh foto dengan detail warna yang lebih baik. Akan tetapi disisi lain, kamera dengan sensor yang lebih besar menjadi semakin berat dan semakin mahal untuk jenis teknologi yang sama. Sebagai contoh, kamera sensor full frame akan memberikan hasil yang umumnya lebih baik daripada kamera dengan sensor APS-C, tetapi dengan konsekuensi berat hampir 2 kali dan harga 3-4 kali lipat.

Crop factor – ukuran sensor kamera

Masih berhubungan dengan sensor kamera, dalam fotografi¬† juga dikenal istilah “crop factor” yang merupakan perbandingan ukuran (diagonal) sensor kamera terhadap kamera full frame atau format film 35mm. Sensor jenis full frame digunakan sebagai acuan karena ukurannya yang kurang lebih sama dengan permukaan klise film analog. Nilai perbandingan ini mempengaruhi sudut pandang yang diperoleh dengan lensa pada focal length tertentu (baca tentang Focal Length Lensa). Berikut ini tabel beberapa crop factor yang umum digunakan sebagai referensi.

Sensor Crop Factor (CF)
Full Frame 1
Canon APS-C 1.6
Nikon DX, Sony, Fuji, Pentax 1.5
Four Thurd, M4/3 Olympus, Panasonic 2
1″ Nikon, Sony RX100 2.7

Sebagai contoh, lensa dengan focal length 14mm pada kamera M4/3 (CF = 2.0) akan memiliki sudut pandang yang sebanding dengan lensa 28mm pada kamera full frame. Contoh lain untuk lensa 18mm pada kamera sensor DX (CF = 1.5), memiliki sudut pandang seperti lensa 27mm pada kamera full frame.

Crop factor sering dimmafaatkan oleh fotografer untuk mendapatkan efek lensa tele yang elbih panjang. Sebagai contol lensa 300mm pada sensor APS-C, akan memiliki lebar sudut pandang yang serupa dengan lensa 480mm pada sensor full frame.

Crop factor ukuran sensor kamera

Crop factor – ukuran sensor kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *