5 Tips Mendapatkan Foto Bokeh Yang Indah

Tips Mendapatkan Foto Bokeh Yang Indah
Living is easy by Frank Burkert on 500px.com

Teknik memotret bokeh adalah teknik memotret dengan membuat kabur atau blur pada bagian yang tidak fokus, yang membuat objek akan terpisah dari background-nya. Bokeh ini dipengaruhi oleh depth of field (DoF). Pada dasarnya kamera analog maupun digital jenis apapun memiliki jangkauan depth of field dan mengalami gejala bokeh. Akan tetapi tingkat efek yang diperoleh tidaklah sama dan tidak selalu mencukupi untuk diterapkan pada teknik selective focusing. Kombinasi parameter lensa dan jenis kamera yang berbeda akan menghasilkan tingkat bokeh yang berbeda.

Ada 5 faktor yang menentukan kualitas foto bokeh, yaitu :

1. Gunakan aperture (f stop) lebar

Setting kamera pada mode aperture priority (Av/A). Bokeh akan semakin dominan pada aperture lebar (angka f kecil). Sebagai contoh lensa dengan f/2.8 akan lebih menghasilkan bokeh dibandingkan dengan lensa dengan f/5.6. Baca kembali tentang aperture dan depth of field (DoF).

2. Panjang lensa (focal length)

Bokeh semakin dominan pada lensa panjang. Focal length yang lebih panjang (misalnya 200mm) menghasilkan bokeh lebih dibandingkan dengan focal length pendek (misalnya 18mm). Baca kembali mengenai focal length.

3. Jarak objek

Bokeh akan semakin dominan saat objek lebih dekat dengan lensa, seperti pada foto macro di bawah.

Tips Mendapatkan Foto Bokeh Yang Indah, makro fotografi
lady’s tresse by Masaru Kuroda on 500px.com

4. Ukuran sensor kamera

Bokeh semakin dominan pada sensor dengan ukuran besar. Contohnya adalah kamera full frame + lensa 50mm menghasilkan lebih banyak bokeh dibandingkan APSC + lensa dengan view yang equivalen, yaitu 35mm.

5. Gunakanlah lensa prime

Untuk mendapatkan foto bokeh yang maksimal, karena lensa prime memiliki aperture yang sangat besar. Tipikal lensa prime adalah 50mm f/1.4, 85mm f/1.4 atau varian murahnya 50mm f/1.8 dan 85mm f/1.8. (Akan dibahas pada artikel tentang jenis-jenis lensa kamera DSLR).

Mengolah Foto HDR Dengan Photoshop

cara mengolah foto HDR dengan photoshop

Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas cara memotret HDR, sekarang saatnya anda mulai mengolah foto-foto HDR tadi menjadi foto HDR ‘matang’ dengan menggunakan Photoshop.Untuk kasus ini proses penggabungan dilakukan dengan menggunakan tool Layer dan Mask, sehingga akan diperoleh foto HDR yang tampak realistis. Inilah Langkah-langkahnya:

cara mengolah foto HDR dengan photoshop

cara mengolah foto HDR dengan photoshop

1.Buka Raw

Buka foto yang akan digabung di Adobe Camera Raw, atur white balance dan slider exposure untuk memperoleh exposure langit dan foreground yang pas. Lalu simpan dalam format TIFF.
cara mengolah foto HDR dengan photoshop

2. Menyelaraskan gambar

Masuk ke menu utama photoshop, kemudian klik File>Scripts>Load Files Into Stack. Pilih 2 file yang disiapkan kemudian centang Attemp to Automatically Allign Source Images. Setelah itu klik Ok, dan kedua file gambar akan tergabung menjadi satu file.
 
cara mengolah foto HDR dengan photoshop

3. Buat Mask

Klik layer paling atas. Buat layer mask dengan mengklik Layer>Layer Mask dan beri fill hitam. Matikan visibility pada layer atas dan gunakan Magic Wand Tool untuk menyeleksi langit. 
cara mengolah foto HDR dengan photoshop

4. Perbaiki exposure langit 

Nyalakan visibility layer atas kemudian klik Mask. Sembunyikan seleksi dan gunakan brush putih dengan opacity 30% untuk memberikan sapuan pada langit yang diseleksi.

cara mengolah foto HDR dengan photoshop

5. Finishing

Lakukan sapuan langit yang diseleksi tadi dengan brush sepanjang garis horizon. Kemudian lakukan adjustment Curve untuk menaikkan kontras dan kemudian atur Vibrancy dan sharpen untuk menajamkan gambar.
 
cara mengolah foto HDR dengan photoshop

Itulah langkah-langkah mengolah foto HDR dengan menggunakan tool Layer Mask pada Photoshop, kelemahannya adalah timbul halo pada garis horizon.

Tips Fotografi Landscape Dari 4 Fotografer Landscape Pro

Bosan dengan cara memotret landscape yang sama dengan cara yang sama? Dapatkan inspirasi dari tips dan trik bocoran 4 fotografer landscape paling kreatif saat ini.
Fotografi landscape sangat populer di kalangan para fotografer pro maupun antusias. Dengan semakin sengitnya kompetisi untuk mendapatkan foto sempurna, foto anda perlu tampil menonjol di antara foto lainnya. Disini, kami mengumpulkan 4 fotografer landscape kreatif yang masing-masing memiliki gaya pribadi yang sangat unik. Masing-masing fotografer menyampaikan mini masterclass, yang ditujukan untuk menginformasikan, dan yang paling penting menginspirasi.

1. Tips foto landscape ala Mark Littlejohn

“Jangan takut menggunakan aperture lebar ketika merekam landscape. Menggunakan aperture lebar dapat membantu memusatkan perhatian pada titik fokus utama pada foto”.

tips fotografi landscape fotografer terkenal

Seperti yang terlihat pada foto di atas, pulau di tengah danau adalah titik fokus utama foto ini. Area ini sangat menonjol dari background yang berkabut karena pilihan aperture f/5.6 membatasi perluasan tingkat ketajaman di belakangnya. Kabut juga menjadi daya tarik dari foto ini, akan terlihat paling bagus ketika mulai menghilang, dimana bentuk yang sudah dikenali dari landscape di belakangnya mulai terlihat sedikit demi sedikit, redup dan lembut. Kualits keseluruhan warna dari foto ini sesuai dengan suasan pemandangan, dengan tonal redup dan lembut untuk merefleksikan kualitas ketenangan dari landscape yang sangat alami. Banyak foto-foto Mark yang memiliki kualitas seperti mimpi, yang seringkali dicapainya dengan desaturasi cermat dan split toning.

tips fotografi landscape fotografer terkenal

tips fotografi landscape fotografer terkenal

2. Tips foto landscape ala Barry Cawston

Meski foto ini berjudul Midnight Moon, tapi sumber cahaya pada foto ini adalah matahari.Pada fotografi fine art judul penting untuk membantu menjual foto. Barry mengakui, bahwa pada gaya fotografi ini ia tidak berusaha menangkap reprensentasi asli dari pemandangan, tapi menciptakn konsep yang tidak sekedar memberi kesan negeri dongeng. Foto ini sangat sinematik. Direkam pada saat senja, menggunakan matahari sore yang rendah dan bersinar lemah. Sebagian ditutupi oleh pepohonan untuk menguatkan tampilan seperti cahaya bulan. Ia mendesaturasi foto untuk menghilangkan sebagian besar warna, kemuadian menambahkan efek bertonal biru untuk kesan malam pada foto.
 
tips fotografi landscape fotografer terkenal

Diposisikan di sepertiga frame, batang pohon utama ini menjadi struktur kunci dalam komposisi foto. Batang ini ditampilkan sebagai siluet, karena sumber cahaya berada di belakangnya, tapi berfungsi sebagai titik pusat untuk mata, sebelum kita dibimbing untuk menuju pohon miring yang berada hampir di tengah frame.

tips fotografi landscape fotografer terkenal
tips fotografi landscape fotografer terkenal

3. Tips foto landscape ala Julian Calverley

Berdiri di lokasi antah berantah dan menyaksikan badai kuat membuat Julian Calverley serasa di surga. Ia fotografer cuaca buruk yang merekam sisi alam yang kejam. Foto-fotonya, baik yang direkam pada kamera format medium ataupun direkam menggunakan iPhone, selalu membawa ciri khas tersebut. Ketika melihat foto-foto iPhone Julian, kita mungkin akan menduga banyak proses pengolahan yang dilakukan, tapi ia menggantungkan suksesnya pada waktu dan tempat yang tepat.
 
tips fotografi landscape fotografer terkenal

Seperti yang terlihat pada foto di atas, Julian menggunakan dua filter ND grad 0.6: satu diposisikan di atas langit, dan yang lain terbalik di atas laut untuk meredam highlight air.
suasana dan lokasi penting, artinya jangan takut akan badai dan cuaca buruk lainnya. Mamfaatkanlah kondisi tersebut

tips fotografi landscape fotografer terkenal

tips fotografi landscape fotografer terkenal

4. Tips foto landscape ala Ian Bramham

Kesederhanaan adalah elemen utama pada foto monokrom Ian. Bekerja sebagai arsitek membuat Ian jeli melihat bentuk dan struktur, membantunya mengurangi pemandangan rumit. Foto tebing basal dan pantai vulkanis gelap di Vik Myrdal Islandia ini, menunjukkan gaya Ian dengan sempurna, dengan daratan yang gelap dan air yang cerah berpadu untuk menciptakan kesan misteri.
tips fotografi landscape fotografer terkenal

Setelah berdiri di tanjung dan melihat hamparan pemandangan jauh dari sebelum matahri terbit, Ian menggunakan filter ND 10 stop untuk memperlambat exposure dan lensa 17-35mm pada 35mm untuk merekam hamparan pantai hitam. Exposure panjang mengaburkan ombak, sementara awan menunjukkan pertanda badai akan datang. “Saya menggunakan exposure panjang untuk menyederhanakan komposisi dengan menghaluskan gerakan air dan menegaskan kurva cantik pantai”

tips fotografi landscape fotografer terkenal
Apakah anda tertarik mencoba trik dari 4 fotografer landscape ini……Untuk melihat lebih banyak koleksi foto-foto mereka, anda dapat mengunjungi halaman situs pribadi www.markljphotography.co.uk, www.barrycawston.com, www.juliancalverley.com, dan www.ianbramham.com.

Tips Fotografi Malam (Night Photography)

Tips Fotografi Malam (Night Photography)
Pemandangan urban atau langit kota memiliki kualitas istimewa bila difoto dimalam hari. Cahaya jalan membantu memperkuat desain dan bentuk suatu bangunan dan jika dikombinasikan dengan cahaya natural yang sedikit tersisa dapat menghasilkan gambar yang memberi kesan kuat. Waktu yang terbaik untuk memotret cityscape dengan sedikit cahaya adalah pada jam-jam diantara matahari terbenam dan sebelum malam tiba (blue hour), dimana warna langit yang hangat akan membantu memperkuat garis-garis objek. Meskipun foto tipe ‘senja’ ini dapat sangat efektif, namun jika exposure yang digunakan salah, hasilnya dapat sangat mengecewakan. Berikut tips dalam mengambil gambar dimalam hari :
1. Gunakan tripod yang berat dan stabil.
Pada saat mengambil gambar pada malam hari, exposure yang lama memberikan tantangan pada fotografer. Shutter speed mungkin sampai 30 detik atau lebih karena itu tripod yang berat sangat penting untuk menjaga agar kamera tidak bergerak selama exposure.
2. Matikan Mirror Lockup pada kamera.
tips fotografi malam (night photography)
3. Gunakan kabel release atau self timer kamera, karena jika tombol shutter ditekan dengan menggunakan jari, kamera akan sedikit bergoyang dan itu akan berpengaruh pada foto.
4. Pada kota-kota yang sibuk, biasanya didalam foto akan ada pergerakan kendaraan atau orang. Karena lamanya shutter speed yang digunakan, gerakan ini akan berbayang dan menghasilkan efek yang menarik, misalnya jejak cahaya yang ditinggal lampu depan dan belakang mobil.
Tips Fotografi Malam (Night Photography), light trail
London trails by Filip Cerimanovic on 500px.com
 
5. Untuk dapat mengukur exposure dengan tepat maka gunakan spot metering.
6. Saat mengambil foto dengan cahaya ekstrim ada baiknya melakukan auto bracketing untuk mendapatkan gambar dengan exposure yang berbeda.
7. Terakhir, ingatlah bahwa exposure yang lama akan meningkatkan efek noise pada foto, jadi nyalakanlah fitur long exposure noise reduction pada kamera. 
long exposure noise reduction
Fitur long exposure noise reduction

Mengenal Teknik HDR (High Dynamic Range)

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, sensor kamera tidak secanggih mata kita yang memiliki dynamic range yang sangat luas sehingga dapat membedakan area yang gelap dan terang dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi. Sensor kamera masih memiliki keterbatasan dalam melihat area terang dan gelap yang sangat kontras pada sebuah foto pemandangan. Misalnya, pada saat menikmati pemandangan sunset atau sunrise, warna dan corak langit yang bervariasi akan terlihat indah bila dilihat langsung oleh mata kita,  sedangkan pada kamera digital, meskipun kamera yang canggih sekalipun belum mampu merekam detail secara penuh dari pemandangan tersebut. Sehingga pada beberapa bagian foto akan terlihat terlalu terang dan sebagian lagi akan terlihat terlalu gelap.

foto HDR
 Foto underexposure dan overexposure yang sudah digabung

Teknik HDR untuk memperluas dynamic range

Sehingga untuk mengatasi foto pemandangan yang mempunyai kontras yang tinggi antara area gelap dan terang digunakanlah teknik HDR (selain cara yang pernah dibahas sebelumnya untuk memaksimalkan dynamic range). Secara prinsip HDR menggunakan beberap foto dengan exposure yang berbeda (mirip dengan teknik foto montage), tetapi dengan jumlah foto yang lebih banyak dan dengan proses layering yang terotomasi.

Foto underexposure
teknik HDR
 Foto overexposure

Apabila foto yang kita peroleh tidak memiliki area highlight clipping terlalu banyak maka kita bisa menggunakan foto yang dihasilkan dari 1 RAW saja. Cukup bedakan exposure-nya saja saat pengolahan RAW untuk menghasilkan 3-5 foto dengan exposure yang berbeda. Keuntungan dari teknik ini adalah tidak ada masalah re-allignment foto karena sebenarnya fotonya identik hanya beda exposure-nya saja.

Sedangkan apabila kondisi di lapangan terlalu ekstrim maka kita bisa memotret 3-5 foto dengan exposure yang berbeda dengan langsung menggunakan EV yang berbeda saja di lapangan, tidak perlu menggunakan mode Manual. Dengan cara ini, kita menghindari terjadinya highlight clipping, dimana foto sudah tidak memiliki informasi detail sama sekali. Keruguiannya tentunya ada kemungkinan turunnya ketajaman hasil akhir karena re-allignment (contoh seperti pada area ombak yang berbeda, sehingga saat disatukan tidak tajam).

Pemotretan yang menggunakan teknik HDR

Umumnya HDR digunakan untuk pemotretan arsitektur. Tetapi landscape juga bisa menggunakan teknik ini asalkan tidak terlalu berlebihan (sehingga tampak tidak natural). Salah satu triknya adalah menggunakan foto yang selisih exposurenya tidak terlalu jauh. Sebagai rule of thumb gunakanlah 3-5 foto dengan jarak 1/3 sampai dengan 1/2 stop saja.

Saat memotret HDR, kita wajib menggunakan tripod atau memastikan komposisi dan kamera tidak berubah. Hal ini karena kamera akan mengambil minimal dua foto (yang satu terang, satu gelap) kemudian kedua foto tersebut akan digabungkan menjadi satu. Dengan demikian hasil foto akhir memiliki detail yang paling lengkap. Saat memotret HDR, pastikan mode yang digunakan adalah Aperture Priority atau Manual, sehingga ruang tajam tidak berbeda. White Balance yang mengatur warna harusnya juga jangan AWB (Auto), tapi ditentukan sesuai sumber cahaya yang ada, misalnya Daylight atau simbol matahari.

Untuk menggabungkan foto – foto HDR tersebut dapat dilakukan dengan bantuan software. Ada beberapa software yang bisa kita gunakan, seperti Photomatix dan Adobe Photoshop.