10 Ide Memotret Kota

10 Ide memotret kota – Lingkungan urban penuh dengan kesempatan menarik untuk mengabadikan berbagai objek. Mulai dari gedung pencakar langit yang tersebar di kota sampai dengan kesibukan penghuninya yang berlalu lalang. Selalu ada banyak alasan membawa kamera ke lokasi-lokasi menarik ini.

Pada bahasan kali ini anda akan diajak untuk melakukan tur berbagai genre dan area kota, mulai dari merekam arsitektur sampai menangkap pemandangan dari udara dan panorama mengagumkan.

Ide memotret kota – Memotret Arsitektur

Ide memotret kota - Memotret arsitektur
 Telepathy by Manita Goh on 500px.com
Kota besar biasanya banyak bangunan-bangunan arsitektur yang brilian, mulai struktur bangunan modern sampai dengan bangunan klasik. Pada saat memotret gedung, penting untuk mengeksplorasi semua sudut pandang untuk mendapatkan view-view yang unik dan menarik. Dekatkan dan arahkan kamera anda ke atas bisa jadi cara yang efektif jika ingin mendapatkan tampilan yang abstrak, atau bisa juga memilih mundur dari gedung dan membidiknya dari posisi berdiri.Yang perlu anda pertimbangkan adalah cahaya dan efek yang dihasilkan pada foto. Shadows kuat bisa menjadi gangguan, atau juga malah bisa dimamfaatkan jika ingin menciptakan foto abstrak.

Ide memotret kota – Bermain dengan perspektif

Meski menggunakan lensa wide angle, seringkali kita masih tidak memperoleh cukup ruang untuk bisa mundur ketika merekam foto, karena jalanan yang ramai dan bangunan yang menghalangi. Artinya, masukkan seluruh gedung ke dalam frame bisa jadi hal sulit. Kalau anda tepat berada di bawah gedung dan mengarahkan kamera ke atas, akibatnya gedung akan terlihat lebih besar di bagian bawah daripada bagian atas, dan seolah terlihat condong ke belakang.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan lensa tilt-shift, tapi harganya mahal. Lensa tilt-shift memberi kesempatan kepada pengguna untuk menggeser bodi lensa seara dengan sensor. Kalau lensa ini di luar anggaran anda, gunakan software editing foto untuk mengatasi masalah ini.

Ide memotret kota – Merekam dari atas

Kota tempat yang tepat untuk memotret dari titik pandang tinggi (high angle). Jalan yang terintegrasi, orang dan mobil yang melintas, ditambah dengan permukaan aspal yang dicat, menciptakan objek yang sempurna. Berkat gedung-gedung dan bangunan yang tinggi, yang banyak diantaranya terbuka untuk umum, anda bisa menemukan titik pandang tinggi untuk memperoleh foto bagus. Carilah bentuk dan tanda khas yang akan tampat menarik dari atas. Misalnya, zebra cross yang jadi titik fokus mencolok. Ketika hujan, payung-payung juga bisa menjadi objek menarik dari posisi di atas kepala. Hasil kreatifnya bisa sangat memuaskan, tapi ada beberapa tip keamanan dan teknis yang sebaiknya diperhatikan.

Ide memotret kota – Memotret ke bawah tanah

Ide memotret kota - curvation by Aaron Yeoman
 Curvation by Aaron Yeoman on 500px.com
 Ada banyak kota yang memiliki dunia lain di bawahnya. Pergilah ke bawah tanah di kota-kota besar dengan mengeksplorasi sistem transportasinya. Pemotretan di bawah tanah bisa jadi cukup sulit. Karena alasan keamanan, anda tidak bisa menggunakan flash atau membawa tripod, sehingga pengaturan ISO harus dinaikkan.

Lensa fish eye merupakan lensa ultra wide angle yang mendistorsi perspektif, menciptakan hasil yang dinamis dans seru. Kalau anda menggunakan lensa ini untuk pemotretan di bawah tanah, anda bisa menegaskan bentuk lingkaran terowongan. Tampilan hitam dan putih juga dapat memperkuat garis.

Ide memotret kota – Memotret jalanan (street photography)

10 Ide memotret kota - foto street
 Winter is coming……Kış geliyor by Atilla Öztürk on 500px.com
Keramaian kota juga dapat menyajikan kesempatan sempurna untuk memotret candid orang yang berlalu lalang. Banyak fotografer street mengadopsi cara tak terlihat atau candid, sehingga objek tidak menyadari kalau mereka difoto. Tetapi, anda harus memperlakukan orang dengan hormat jika menggunakan cara ini.

Henri Cartier-Bresson adalah lengendanya street photography. Pengaruhnya banyak membuat fotografer street terpikat pada hitam putih. Tidak melulu harus hitam putih, warna juga bisa menjadi alat yang kuat. Dengan mata yang cermat, anda bisa menangkap hasil yang menngagumkan.

Ide memotret kota – Merekam street portrait

10 Ide memotret kota - street portrait

Walaupun foto candid street sangat menyenangkan direkam di kota, anda juga bisa memperoleh hasil yang efektif dengan membuat foto portrait di lingkungan urban. Tipe lokasi terbaik biasanya di bagian kota yang terabaikan atau terlantar, misalnya di depan tembok bata, grafiti dan area pembuangan sampah, bisa terlihat sangat bagus pada background. Jika anda ingin mendapatkan hasil yang lebih nge-grunge dan background lebih gelap, cobalah menggunakan flashgun eksternal untuk memberi pencahayaan.

Ide memotret kota – Mengabadikan panorama

10 Ide memotret kota- memotret panorama kota
 Pittsburgh Hosts Thursday Night Football by Joseph Heh on 500px.com
Panorama cara jitu untuk menangkap pemandangan kota yang menyeluruh. Dulu, merekam panorama tidak mungkin bisa dilakukan tanpa tripod head khusus panorama. Pendeknya, head mengubah posisi kamera secara bertahap sehingga foto yang diperoleh akan tersambung dengan pas. Berkat kecanggihan software editing foto, masalah tersebut kini tidak perlu dialami lagi. Artinya, anda hanya perlu kamera dan tripod, ditambah pemandangan spektakuler untuk dipotret. Photoshop photomerge salah satu tool paling mudah untuk menggabungkan beberapa foto.

Pasang kamera anda pada tripod dan posisikan pada orientasi portrait. Pilih lensa yang tidak memiliki jarak fokus terlalu lebar. Misalnya, jika dengan lensa 10-20mm, semua akan tampak kecil di kejauhan, jadi pilihlah lensa dengan jarak fokus sekitar 50mm.

Ide memotret kota – Memotret close-up kreatif

Anda juga bisa membuat close-up kreatif ketika memotret jalanan. Rekamlah rambu dan tanda tertentu di jalan. Di photoshop, buatlah dokumen persegi dan gabungkan foto-foto tersebut menjadi satu frame untuk mendapatkan foto yang menarik.

Ide memotret kota – Merekam kota saat malam (night photography)

10 ide memotret kota - nights photographyAll Gold Everything by Coty Spence on 500px.com

Kota tidak pernah tidur. Senja waktu yang magis karena inilah saat ketika matahari tenggelam di balik cakrawala tapi pancaran sinarnya masih menyebar ke atmosfer di atasnya. Langit yang berwarna biru, dipadukan dengan lampu-lampu yang tersebar di kota, anda akan mendapatkan foto yang memukau. Durasi senja akan bervariasi di setiap lokasi dan musim, tapi umumnya sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Ketika merekam dalam kondisi cahaya rendah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Tripod wajib dibawa, karena guncangan kamera perlu dihindari, dan remote shutter release juga bisa membantu. Kalau tidak punya, sebaiknya gunakan pengaturan self timer pada kamera. Pikirkan juga tentang keselamatan diri. Jangan berdiri di dekat jalan yang ramai tanpa mengenakan pakaian yang mencolok dan pastikan tripod anda tidak menghalangi jalan kendaraan atau pejalan kaki.

Ide memotret kota – Merekam time lapse

Dengan merekam serangkaian foto dan mengolahnya sekaligus, anda bisa menciptakan film mini sendiri. Pertahankan kamera pada satu titik, tripod mutlak diperlukan. Karena cahaya berubah secara drastis, rekamlah dalam modus aperture priority agar kamera mengkompensasi perubahannya. Pengolahan akan jauh lebih mudah jika foto direkam dalam Jpeg.

Jika anda akan memproses foto pada 25 fps dan ingin mendapatkan klip sepanjang 10 detik, artinya total anda perlu merekam 250 foto. Kalau anda merekam foto tersebut dalam durasi empat jam, sehingga anda akan merekam satu foto per menit untuk mendapatkan klip sekitar 10 detik. Banyak remote control yang bisa membantu pengaturan waktu dengan mudah. Anda bisa mengolah semua foto sekaligus dengan Picasa.
Demikianlah ide memotret kota yang dapat diterapkan.

Apa Itu Histogram Pada Fotografi Digital ?

Histogram adalah alat yang sangat berguna, didesain untuk menbantu fotografer menilai exposure dan mengidentifikasi dengan mudah dan cepat kemungkinan terjadinya underexposre atau overexposure. Histogram adalah grafik 2 dimensi – sering kali tampak seperti barisan gunung – yang menggambarkan tingkat tonal foto.
Histogram pada fotografi digital

Bagaimana cara membaca histogram

Sumbu horizontal menggambarkan range gambar dari hitam total (0, kiri jauh) sampai putih total (255, kanan jauh); sementara sumbu vertikal menggambarkan berapa banyak pixel menilai itu. Jika histogram menunjukkan sejumlah besar pixel berkumpul di ujung sebelah kiri mengindikasikan gambar underexposure, dan jika sejumlah besar pixel berkumpul di ujung sebelah kanan mengindikasikan gambar overexposure. Grafik yang menunjukkan puncak yang sempit di tengah – tanpa pixel hitam atau putih – menunjukkan bahwa gambar kurang kontras dan hasilnya terlihat datar dan kurang hidup.

Cara membaca histogram pada fotografi digital
3 foto berikut ini semuanya terekspos dengan benar, namun histogram ketiganya sama sekali berbeda. Lihatlah bagaimana masing-masing objek mempengaruhi grafik histogram. Gambar-gambar ini membantu memperlihatkan bahwa meskipun histogram merupakan alat bantu yang penting untuk mendapatkan exposure yang baik, histogram dapat tampil dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Menilai exposure dengan histogram

Kamera digital memungkinkan anda untuk melihat histogram pada monitor LCD kamera lewat playback, sehingga mudah untuk menilai exposure yang tepat setelah mengambil gambar. Dan jika hasilnya tidak memuaskan, anda bisa mengatur kembali exposure dan memotret ulang. Ini adalah cara yang jauh lebih baik untuk menilai exposure dari sekedar melihat display gambar pada LCD karena sulit untuk membuat penilaian yang akurat dari foto yang telah diambil dengan adanya cahaya yang terpantul dimonitor, terutama jika berada diluar ruangan karena pantulan dari monitor dapat menipu mata.

Grafik histogram

Histogram pada fotografi digital

14 Tips Fotografi Portrait Dan Sistem Pencahayaannya 3

Tips Fotografi Portrait : Gunakan flash

Artikel kali ini bagian akhir dari 14 Tips Fotografi Portrait Dan Sistem Pencahayaannya akan membahas tentang teknik pencahayaan fotografi portrait.

10. Dapatkan pencahayaan artistik dengan flash

Lengkapi peralatan anda dengan flashgun, remote trigger dan diffuser akan memberikan pencahayaan yang dramatis pada foto anda.
tips fotografi portrait pencahayaan dramatis
Cahayai subjek anda dari sisi samping untuk mendapatkan efek dramatis pada foto anda, gunakan exposure compensation -2 sehingga background akan underexposure.

11. Wireless flash trigger

Walaupun pop-up flash kamera digital anda dapat berguna dan membantu, ada banyak alasan untuk berinvestasi dalam flashgun. Salah satu teknik fotografi portrait favorit adalah dengan penggunaan off camera flash. Menggunakan off camera flash memberikan hasil yang lebih powerfull dan memungkinkan anda untuk memodifikasi cara cahaya mempengaruhi subjek melalui arah dan jarak. (Baca Teknik Off Camera Flash).
tips fotografi portrait flash

12. Menggunakan fill-in flash pada saat memotret siang hari

Meskipun mungkin tampak aneh menggunakan flash saat memotret di matahari terik, tetapi justru anda harus menggunakannya.Matahari dapat menimbulkan masalah bagi fotografer portrait saat memotret outdoor: bayangan yang keras pada wajah, exposure yang tidak seimbang dan highlight yang terbakar. (Baca Teknik Fill Flash Pada Fotografi)
 
tips fotografi portrait fill in flash
 Dengan fill in flash
tips fotografi portrait fill in flash
Tanpa fill in flash
Menggunakan fill flash akan meningkatkan foto portrait anda, kamera akan menangkap exposure yang lebih seimbang karena flash akan mencahayai subjek anda ketika kamera mengekspos background.

13. Mamfaat off camera flash

Flash yang dapat dilepas dari pemasangan permanen di bodi kamera membutuhkan trigger untuk memicu flash, bisa dengan kabel atau secara wireless dengan menggunakan remote yang terpasang pada hotshoe kamera. Anda bisa juga menggunakan 2 flash atau lebih untuk setting pencahayaan yang lebih kompleks. Menggunakan remote trigger memungkinkan anda untuk memicu 1 flash yang berfungsi sebagai “master”, yang akan memicu flash yang ke 2 yang berfungsi sebagai “slave” flash pada saat waktu yang bersamaan. Tambahkan juga diffuser dan softbox untuk mendapatkan cahaya yang lembut dan penyebarannya menjadi lebih merata.
 
tips fotografi portrait off camera flash

14. Upgrade flash dan aksesorisnya

Apabila anda lebih serius menekuni fotografi portrait anda bisa meng-upgrade lighting equipment anda ke tingkat yang lebih advance, inilah daftarnya:
– satu atau dua flashgun
– Diffuser flashgun
– Softbox flashgun
– Kabel remote flash
– Wireless flash trigger

Apa Itu Kamera Mirrorless ?

Apa itu kamera mirrorless? Kamera mirrorless adalah kamera dengan sistem compact yang hampir sama dengan DSLR tetapi memiliki perbedaan yang jelas, seperti ukuran fisik. Kamera mirrorless atau CSC hadir dalam beragam nama: Hybrid , MILC (Mirrorless Interchangeable Lens Camera), bahkan EVIL (Electronic Viewfinder Interchangeable Lens). Tapi bagaimanapun anda menyebutnya, semua CSC (Compact System Camera) memegang prinsip sama, menawarkan keunggulan DSLR dalam format lebih kecil.

apa itu kamera mirrorless Continue reading

Review Fujifilm X-T10, Mirrorless Anyar Untuk Para Traveler

Fujifilm X-T1 yang telah diluncurkan tahun lalu menuai banyak pujian. Apalagi mengingat bagaimana saat itu Fujifilm membanggakan kualitas gambar serta kemampuan autofocus-nya. Kali ini Fujifilm membuat sesuatu yang mungkin dapat disebut sebagai ‘turunan’-nya X-T1, yaitu Fujifilm X-T10. Digadang-gadang sebagai kamera untuk fotografi antusias. Apasaja yang diberikan oleh saudara X-T1 ini?
fujifilm X-T10

 

Sistem Autofocus

Pengguna yang tidak menganggarkan kamera diatas Rp10 juta untuk kamera sekelas X-T1 mungkin akan tertarik X-T10. Fujifilm menjanjikan kualitas dan spesifikasi yang tidak jauh berbeda dibandingkan saudaranya di kelas atas tersebut. Dimulai dari sensor yang ditanamkan, X-T10 mengadopsi sensor 16MP X-Trans CMOS II yang sama dengan yang dimiliki X-T1. Prosesor yang dipasangkan pada X-T10 juga EXR Processor II. Kamera teranyar Fujifilm ini juga memiliki burst rate hingga 8fps seperti X-T1. Tidak ketinggalan juga dengan rentang ISO yang diberikan, ISO 100 – 51.200 saat memotret dalam format JPEG. Sejauh ini, tentu saja sangat memuaskan.

Masih ada lagi tentang viewfinder elektronik kebanggaan Fujifilm X-T1 yang memiliki resolusi sangat tinggi, dengan 2,36 juta titik. Resolusi tinggi ini tentu saja memudahkan pengguna saat memotret dengan melihat tangkapan yang lebih jelas pada viewfinder. Resolusi tinggi ini juga menjadi spesifikasi pada viewfinder elektronik OLED yang terpasang di bodi X-T10. Belum lagi produsen kamera dan lensa asal Jepang ini mengklaim bahwa viewfinder elektronik mereka memiliki waktu jeda terpendek di dunia, yaitu 0,005 detik. Sedikit perbedaannya adalah perbesaran. Jika X-T1 memiliki perbesaran hingga 0,77 kali, OLED EVF Fujifilm X-T10 hanya sebesar 0,62 kali. Di luar hal di atas, X-T10 tetap cukup menjanjikan. 

Fujifilm mendesain sistem autofocus yang baru. Tersedia 77 titik autofocus dimana pengguna dapat melakukan pengaturan fokus ke dalam beberapa modus. Selain modus single point dan modus zone, X-T10 juga menawarkan modus Wide/Tracking yang secara otomatis memindahkan titik fokus sekarang dengan yang akan diprediksikan pada objek bergerak. Fitur ini juga bekerja saat objek bekerja baik ke area atas dan bawah, kiri dan kanan, atau mendekat dan menjauh dari kamera. Sedangkan pada modus single point, X-T10 menggunakan phase detection AF yang bekerja dari 2.5EV hingga 0.5EV. Sistem ini juga ditambahkan fitur Eye Detection AF yang membantu pemfokusan otomatis pada mata objek serta fungsi Auto Macro. Dengan fitur Auto Macro, kamera akan otomatis bekerja dalam modus Macro –  tanpa harus menekan tombol Macro lagi – dengan cara mendeteksi titik fokus pada objek.

Untuk penggemar fotografi yang senang berkreasi dengan fotografinya, Fujifilm juga menghadirkan fitur – fitur seperti Multiple Exposure, serta timelapse untuk mengambil gambar dari 1 detik sampai 24 jam dan hingga 999 foto. Selain spesifikasi dan fitur yang telah disebutkan, anda juga tidak akan kehilangan ciri khas dari Fujifilm, foto dan video dengan nuansa film yang dilengkapi dengan berbagai pilihan filter dan tone warna yang tersedia.

Ringan dan Ringkas

Dari aspek penampilan, Fujifilm X-T10 mirip dengan saudara lainnya di seri X. Tapi mirrorless yang satu ini memiliki bodi kompak dengan ukuran 118x83x41mm. Dan hanya seberat 381g. Lebih kecil dan lebih ringan dibandingkan X-T1. Cocok untuk anda pakai mengabadikan momen saat melakukan traveling. Juga akan sangat membantu anda membuat foto street sembari berjalan kaki, tanpa menarik banyak perhatian.

Kekurangan pada X-T10 dalam aspek bodi adalah desain yang tidak tahan cuaca, tidak seperti pada X-T1. Tapi kekurangan ini sebenarnya tidak terlalu kentara selama anda menggunakannya secara wajar. Fujifilm tetap memastikan bodi X-T10 tetap kokoh. Material magnesium alloy-nya tetap berhasil membuat tampilan kamera stylish ini terasa solid.

Tombol dan tuas pengaturan pada X-T10 agak berbeda dibandingkan X-T1. Tapi anda akan tetap merasa tombol – tombol tersebut lebih familiar. Ada tuas serta beberapa tombol di bagian atas kamera dan di belakang kamera. Dari seluruh tombol yang disediakan, anda dapat mengkustomisasi tujuh tombol diantaranya. Lebih banyak tombol kustom dibandingkan X-T1. Anda juga akan menemukan layar LCD 3 inci yang bisa ditekuk seperti pada X-T1. Hanya saja LCD ini memiliki resolusi 920.000 titik, sedangkan X-T1 memberikan resolusi yang lebih baik, yaitu 1.040.000 titik. Fujifilm memaketkan X-T10 dengan lensa Fujinon 16-50mm f/3.5-5.6 OIS atau dengan lensa Fujinon 18-55 f/2.8-4 R LM OIS.