Tips Perangkat Yang Diperlukan Untuk Memotret Di Malam Hari (Low Light)

Anda dapat memotret di malam hari (night photography) dengan kamera apa saja, meskipun hasil terbaik bisa anda dapatkan dengan kamera DLSR. Ketika masuk ke dalam pilihan lensa, lensa yang lebih cepat (misalnya memiliki aperture maksimum lebih besar) maka semakin baik. Lensa dengan aperture lebar akan memberikan foto yang terang melalui viewfinder, dan memungkinkan anda mempercepat shutter speed ketika cahaya mulai menurun. Ingin memotret low light berkualitas? Ini adalah perangkat yang anda butuhkan.

1. Tripod

Anda butuh dukungan tirpod saat memotret dengan long exposure. Pilihlah tripod yang kokoh. Kaki tripod yang dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam pipa akan mempermudah anda menyimpan dan membawa tripod saat bepergian.
tips perangkat yang diperlukan untuk memotret malam hari (low light)

2. Lens hood

Lens hood tidak hanya berguna pada siang hari. Lampu dari jalanan, mobil melintas, atau senter akan membuat flare yang mengurangi kontras. Pasang lens hood pada lensa untuk mencegah cahaya yang tidak diinginkan tertangkap kamera.

3. Baterai cadangan

Jaga kamera agar tetap bekerja saat suhu menurun. Cuaca yang dingin akan capat menguras daya baterai bahkan saat sedang tidak digunakan. Isi ulang baterai sebelum berangkat dan siapkan baterai cadangan denga menyimpannya di tempat yang hangat.

4. Kartu memori

Anda akan terkejut bagaimana foto low light menghabiskan kartu memori, terutama saat anda melakukan uji coba saat membuat foto kreatif atau menangkap warna dari cahaya sunset dan sunrise. bawalah kartu memori sebanyak mungkin untuk berjaga-jaga.

5. Flashgun

Flashgun eksternal akan menambahkan dimensi pada foto low light, terutama ketika dipakai terpisah dari kamera (baca juga Teknik Off Camera Flash). Gunakan flash dan atur exposure lambat untuk memastikan detail background tertangkap oleh kamera.

tips perangkat yang diperlukan untuk memotret malam hari (low light)

Lanyon Qouit by Sus Bagaerts on 1x.com

6. Senter

Senter tidak begitu mahal tapi sangat berguna saat anda memotret di kegelapan malam hari. Juga memungkinkan anda melihat pengaturan pada body kamera tanpa harus melihat pada display, lumayan ampuh untuk menghemat baterai kamera. 
tips perangkat yang diperlukan untuk memotret malam hari (low light)
Senter bisa juga digunakan pada saat anda ingin memotret dengan “melukis dengan cahaya” sehingga diperoleh foto malam hari yang dramatis.

Tips Fotografi Malam (Night Photography)

Tips Fotografi Malam (Night Photography)
Pemandangan urban atau langit kota memiliki kualitas istimewa bila difoto dimalam hari. Cahaya jalan membantu memperkuat desain dan bentuk suatu bangunan dan jika dikombinasikan dengan cahaya natural yang sedikit tersisa dapat menghasilkan gambar yang memberi kesan kuat. Waktu yang terbaik untuk memotret cityscape dengan sedikit cahaya adalah pada jam-jam diantara matahari terbenam dan sebelum malam tiba (blue hour), dimana warna langit yang hangat akan membantu memperkuat garis-garis objek. Meskipun foto tipe ‘senja’ ini dapat sangat efektif, namun jika exposure yang digunakan salah, hasilnya dapat sangat mengecewakan. Berikut tips dalam mengambil gambar dimalam hari :
1. Gunakan tripod yang berat dan stabil.
Pada saat mengambil gambar pada malam hari, exposure yang lama memberikan tantangan pada fotografer. Shutter speed mungkin sampai 30 detik atau lebih karena itu tripod yang berat sangat penting untuk menjaga agar kamera tidak bergerak selama exposure.
2. Matikan Mirror Lockup pada kamera.
tips fotografi malam (night photography)
3. Gunakan kabel release atau self timer kamera, karena jika tombol shutter ditekan dengan menggunakan jari, kamera akan sedikit bergoyang dan itu akan berpengaruh pada foto.
4. Pada kota-kota yang sibuk, biasanya didalam foto akan ada pergerakan kendaraan atau orang. Karena lamanya shutter speed yang digunakan, gerakan ini akan berbayang dan menghasilkan efek yang menarik, misalnya jejak cahaya yang ditinggal lampu depan dan belakang mobil.
Tips Fotografi Malam (Night Photography), light trail
London trails by Filip Cerimanovic on 500px.com
 
5. Untuk dapat mengukur exposure dengan tepat maka gunakan spot metering.
6. Saat mengambil foto dengan cahaya ekstrim ada baiknya melakukan auto bracketing untuk mendapatkan gambar dengan exposure yang berbeda.
7. Terakhir, ingatlah bahwa exposure yang lama akan meningkatkan efek noise pada foto, jadi nyalakanlah fitur long exposure noise reduction pada kamera. 
long exposure noise reduction
Fitur long exposure noise reduction

Cara Cepat Kuasai Kamera DSLR Part 2

Setelah dibagian pertama kita telah mengerti bagaimana setting kamera awal yang perlu anda lakukan untuk mengusai kamera DSLR sebagai fotografer pemula. Nah, pada dibagian kedua ini kita akan membahas tentang cara-cara mengusai prinsip komposisi dasar, menentukan teknik pencahayaannya dan piranti pencahayaan apa saja yang diperlukan, serta bagiamana cara memanajemen foto anda.

cara cepat kuasai kamera

11. Komposisi

Mempelajari komposisi termasuk salah satu cara meningkatkan fotografi. Komposisi seringnya ditentukan dengan bagaimana yang terlihat tepat menurut anda, tapi ada banyak trik untuk hasil terbaik. Aturan-aturan ini bukan untuk membatasi yang benar dan yang salah, melainkan prinsip pada umumnya perlu dicoba (Baca kembali semua tentang Komposisi).
  • Focal point – Pandangan luas dapat tampak hambar kalau tidak focal point yang menjadi pusat perhatian. Cari focal point kuat speerti bangunan, pohon, atau bebatuan.
  • Garis pemandu (leading line) – Carilah garis yang mengantarkan mata ke objek utama pada background foto.
  • Prinsip rule of third – Bayangkan grid 3×3, lalu posisikan objek utama pada salah satu titik pertemuan. Cara ini akan membantu menyeimbangkan foto.

12. Menentukan pencahayaan

Fotografi selalu terkait dengan cahaya. Ada bermacam set-up pencahayaan untuk dipertimbangkan. Pencahayaan alami paling mudah untuk dimamfaatkan, meskipun tetap saja banayk hal lain yang perlu dipertimbangkan.
Fotografer cenderung mengklarifikasikan cahaya dalam dua cara, kuat dan lembut (baca : Memahami Esensi Cahaya Dalam Fotografi). Cahaya kuat datang dari sumber cahaya kecil atau sangat kuat, sementara cahaya lembut merupakan cahaya yang menyebar dan mudah dimamfaatkan. Anda mungkin sering mendengar istilah momen emas (golden hour) dalam fotografi. Istilah ini mengacu pada cahaya lembut yang diberikan matahari pada awal dan akhir hari. Momen emas paling terasa mamfaatnya bagi fotografer landscape yang ingin menangkap pemandangan memukau di ruang terbuka. Anda juga bisa memotret portrait sempurna ketika matahari mulai turun. Beri backlight pada objek dengan membelakangi matahari tenggelam yang memberikan cahaya hangat pada foto. Baca juga Ambient Light dan Jenis Pencahayaan Dalam Fotografi.

13. Pantulkan cahaya shadow dengan reflektor

Reflektor adalah alat yang mudah dan murah untuk membantu menyempurnakan foto. Reflektor digunakan diberbagai kondisi, mulai dari mempercerah portrait sampai mendukung foto makro. Reflektor terbaik yang bisa dimiliki adalah ‘5 in 1’. Desain ini artinya anda memiliki 5 alternatif permukaan untuk digunakan pada berbagai pemotretan. Untuk memantulkan cahaya ke objek, ada 3 pilihan yaitu warna putih, perak atau emas. Sisi putih lebih lembut, perak lebih reflektif, dan kilau emas memberi lebih banyak cahaya. Meski salah satu tugas utama reflektor adalah memantulkan cahaya kembali ke shadow, anda juga bisa menggunakannya untuk menghalangi atau menyebarkan cahaya matahari yang kuat.

14. Tambahkan ekstra cahaya dengan flash

Kamera anda mungkin dilengkapi dengan built-in flash untuk menambah cahaya pada foto. Unit flash ini berguna pada berbagai kondisi, tapi memiliki keterbatasan. Fotografer umumnya jarang menggunakan pop-up flash dan lebih sering menggunakan off camera flash. Untuk lebih lengkapnya anda dapat membaca Mengenal Flash Pada Kamera DSLR, Teknik Pemotretan Dengan Off Camera Flash dan Teknik Fill Flash Untuk Menerang Shadow Pada Foto.

15. Piranti pencahayaan lainnya

Flash dan cahaya alami bukan hanya sumber cahaya yan bisa dimamfaatkan untuk pemotretan. Ada banyak pilihan produk pencahayaan, mulai dari lampu studio sampai panel LED. Kalau anda memiliki DSLR atau CSC, berinvestasi pada lampu studi mungkin terdengar agak ambisius, tapi panel LED cara mudah untuk membawakan cahaya tambahan. Panel LED dijual dalam berbagai ukuran dan desain, mulai dari panel datar sampai ring flash yang dipasangkan untuk fotografi makro. Menggunakan senter juga bisa dipilih untuk memberikan pencahayaan pada foto di malam hari. Aturlan exposure panjang, lalu gerakkan senter ke arah objek. Melukis bebatuan dengan cahaya di alam terbuka yang gelap bisa jadi ide yang seru untuk dicoba.

16. Manajemen file

Meski pengaturan file mungkin terdengar kurang menarik, tapi hal ini pentingjika ingin menjadi fotografer sukses. Kalau memotret setiap hari atau minggu, harddisk mungkin akan cepat penuh dan memperlambat komputer. Dan kalau foto tersebar dimana-mana, tentu akan sulit menemukan foto tertentu dikemudian hari.
Setiap fotgrafer akan mengadaptasi sistem alur kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Umumnya, fotografer ingin menyimpan semua file raw jika memungkinkan, misalnya. Hard drive eksternal solusi tepat yang menawarkan banyak kapasitas penyimpanan. Untuk menciptakan solusi penyimpanan, banyak program yang dijual dipasaran yang akan membantu anda untuk menavigasi dan mengolah foto.

17. Organiser foto

Tersedia berbagai program yang akan membantu anda mengatur foto. Program yang paling populer adalah Lightroom, Bridge, dan Elemen Organizer sebagian dari Photoshop Elements. Menggunakan komputer atau hanya sistem komputer biasa, sebaiknya biasakan untuk melabeli file foto ke dalam sistem folder yang bisa anda pahami. Sebagian fotografer memilah fotonya berdasarkan tanggal, sementara yang lain berdasarkan tema objek. Ketika menilai foto, pada program pengelola foto umumnya terdapat opsi untuk memberi rating dan menyortir foto. Ini bisa jadi kebiasaan bagus sebagai langkah awal untuk memulai proses pengeditan, sehingga anda tidak akan melewatkan foto yang bagus.
Bila ingin, anda juga bisa membuat back-up file foto dengan cara penyimpanan online. Layanan seperti dropbox dan iCloud memberi kesempatan untuk mengolah file foto sekaligus menyimpan foto aslinya secara online.

18. Software pengolah foto

Untuk kebutuhan mengolah foto, tersedia banyak paket software di pasaran, tapi ada satu yang menonjol diantara yang lainnya. Adobe Creative Cloud Photographer’s Plan memberikan versi terbaru dari photoshop ada lightroom dengan biaya Rp. 169 ribuan perbulan. Anda tidak hanya bisa memilah dan menelusuri semua foto dengan mudah, tetapi juga memiliki seperangkat alat pengolah foto andal di ujung jari. Ada baiknya juga menginstal Adobe DNG Converter di komputer. Dengan aplikasi gratis ini, anda bisa mengkonversi file raw dari format kamera anda ke formta file DNG, yang dapat dikenali oleh  beragam software lama maupun baru.

Adobe Camera Raw – ACR merupakan plug-in pengolah raw dari Adobe, termasuk photoshop. Dengan tool cerdas ini, anda bisa menyelaatkan detail shadow ataupun highlight. Ada pula opsi untuk melakukan pengolahan exposure tertentu, cropping dan konversi foto.
Lightroom – Banyak fotografer mendapati Lightroom sebagai cara paling cepat dan efisien untuk browsing dan mengolah foto. Modus Develope pada Lightroom memungkinkan pengguna untuk memproses file raw dan memproses foto secara berkelompok.
Photoshop CC – Photoshop CC adalah program yang menganggumkan. Keunggulan dari menggunakan CC dan sistem creative cloud adalah anda dapat meng-update software bila tersedia. Daftar secara online sesering mungkin dan terkoneksi ketika ingin meng-upgrade.
Software gratis – Kalau anggaran terbatas, Nikon dan Canon menyediakan software gratis bersama dengan DSLR mereka. Canon DPP dan Nikon ViewNX2 memberikan kesempatan mengolah file raw, serta mengubah pengaturan seperti white balance dan exposure.

19. Cetak dan berbagi foto

Banyak cara untuk mnyebarkan foto dengan keluarga dan teman. Untuk distribusi instan, buatlah galeri online. Tapi, untuk impresi yang lebih awet, mengapa tidak dicetak dengan kualitas tinggi?
Online sharing – Banyak website yang diciptakan untuk sharing foto. flickr.com sangat populer, sementara bagi yang ingin merambah ke pasar pro, Behance.net akan membantu untuk membangun portofolio pribadi anda.
Printer – Printer inkjet dan sye-sub modern dapat menghasilkan cetak foto berwarna. Carilah model yang dilabeli sebagai printer foto, dan belilah kertas foto khusus untuk mencapai hasil terbaik yang pantas dipajang.
Bingkai – Untuk sentuhan akhir, beri bingkai pada foto. Pertimbangkan warna dan materi yang akan digunakan untuk bingkai.
Demikianlah susunan kursus kilat jitu cara cepat kuasai kamera DSLR yang bisa anda terapkan dari dasar-dasar fotografi sampai dengan pengelolaan file foto. Semoga berguna.

Memahami Esensi Cahaya Dalam Fotografi

Memahami Esensi Cahaya Dalam Fotografi
Palouse hills at sunrise by Nae Chantaravisoot on 500px.com
 

Cahaya dalam fotografi adalah faktor kunci. Tanpa cahaya, tidak akan ada fotografi. Kenyataannya, fotografi memiliki arti “melukis dengan cahaya”. Cahaya memiliki kualitas, kuantitas, warna dan arah yang menampilkan bentuk, tekstur dan karakter pada suatu karya foto.

Sumber cahaya yang paling umum tersedia adalah ambient light berupa sinar matahari dan lampu penerangan. Kita memaksimalkan penggunaan ambient light untuk memperoleh hasil terbaik, dengan terlebih dahulu mengenali beberapa karakter cahaya.

Kuantitas dan Kualitas Cahaya

Menjadi fotografer berarti menjadi pemburu cahaya. Cahaya yang kita abadikan memiliki kualitas dan kuantitas. Dua faktor itulah yang perlu kita perhatikan saat memotret.
Kuantitas cahaya adalah kekuatan cahaya, atau lebih sederhana dikenal dengan istilah terang (intensitas tinggi) dan redup (intensitas rendah atau dikenal juga sebagai lowlight). Kuantitas cahaya mempengaruhi cara kita mengatur exposure pada kamera.
Dalam fotografi dikenal dengan istilah “kualitas cahaya” yang membagi pencahayaan menjadi dua bagian yaitu cahaya keras (hardlight) dan cahaya lembut (softlight).

Memahami Esensi Cahaya Dalam Fotografi
Foto diambil pada saat tengah hari

Posisi sumber cahaya berperan besar pada kualitas cahaya. Misalnya, saat matahari berada di atas kepala di tengah hari (seperti foto di atas), bayangan akan hilang dan foto akan terlihat datar dan terlalu terang. Karena itu lebih baik hindari memotret di tengah (siang) hari terutama saat memotret landscape. “Jam-jam keemasan (golden hours)”, setelah matahari terbit (sunrise) dan sebelum matahari terbenam (sunset) memiliki kualitas cahaya yang paling baik. Sinar matahari tak hanya lebih lembut dan tersebar oleh sudut yang miring melalui lapisan atmosfer, tapi juga memberi gradasi warna yang terlihat hangat.

Memahami Esensi Cahaya Dalam Fotografi
Foto pada saat sunrise

Kualitas cahaya juga mempengaruhi exposure. Kondisi cahaya yang kuat menambah tingkat kontras, yang mungkin melebihi dinamic range sensor, sehingga lebih sulit untuk menjaga detail pada foto.

Warna Cahaya

Sumber cahaya memiliki karakter spektrum warna yang berbeda-beda, yang dalam fotografi dikenal dengan istilah “Color Temperature” (baca kembali tentang “white balance”). Satuan yang digunakan adalah Kelvin. sinar matahari siang sering digunakan sebagai acuan dan disebut  memiliki color temperature “Daylight”. Sumber cahaya kemerahan seperti lampu bohlam disebut sebagai cahaya yang “warm” (hangat), sedangkan sumber cahaya yang kebiruan seperti warna langit disebut sebagai “cool” (dingin).

Memahami Mode Fokus Kamera DSLR

Memahami Mode Fokus Kamera DSLR – Foto yang objeknya buram biasanya akan dibuang. Oleh karena itulah fokus merupakan salah satu hal penting dalam pemotretan. Lensa hanya dapat memfokus pada suatu jarak pada suatu waktu. Lensa harus terkunci pada bagian yang tepat pada foto, kalau tidak objek yang dibidik akan buram. Untungnya berkat DoF, objek pada jarak tertentu dapat terekam tajam. Fokus dapat diset oleh kamera (auto focus) dan atau oleh fotografer (secara manual).
Memahami mode fokus kamera DSLR

Mode Fokus Kamera DSLR – Autofocus

Pada mode autofocus, kameralah yang akan memutuskan pada bagian mana dari objek yang akan terfokus. Performa sistem autofocus sangat mengagumkan. Autofocus dapat mendeteksi wajah, mengantisipasi gerakan dan memastikan objek terfokus secara cepat dan akurat. Pada situasi yang berbeda seperti pada saat cahaya minim dan kontras yang kurang, sistem autofocus masih bisa salah.
Ketika menggunakan viewfinder, anda akan mendapati beberapa titik fokus. Tergantung dari mode autofocus yang dipilih, kamera akan menggunakan satu atau beberapa titik fokus untuk menentukan dibagian mana akan mengunci fokus. Pada kebanyakan kamera, sistem autofocus diaktifkan dengan menekan setengah tombol shutter.
Tergantung mode yang dipilih, autofocus dapat dilakukan dengan menggerakan kamera kearah objek lalu mengunci fokus sebelum melakukan komposisi ulang.

Mode Fokus Kamera DSLR – Fokus Manual

Kadang sistem autofocus masih tidak bisa fokus pada objek yang kita inginkan. Bisa dikarenakan oleh kondisi yang minim cahaya atau objek yang berkontras rendah. Kita menginginkan fokus yang tajam pada objek yang kita potret. Cara terbaiknya dapat dilakukan dengan menggunakan fokus manual. Fokus manual bekerja lebih baik untuk objek yang tidak bergerak.

Mode Autofocus

One Shot AF

Mode terbaik untuk objek yang tidak bergerak. Pada mode ini fokus otomatis mengunci fokus sesegera mungkin setelah menemukan target. Lingkaran hijau diviewfinder menginformasikan jika fokus sudah terkunci.
Mode fokus kamera DSLR

Al Servo AF

Mode untuk objek yang bergerak. Tekan tombol shutter separuh dan kamera akan terus menerus melacak objek.
Mode fokus kamera DSLR

Al Focus AF

Ideal untuk merekam objek bergerak dan diam seperti pada suasana pernikahan. Pada mode fokus ini kamera secara otomatis berganti-ganti antara one shot dan Al servo AF.
Mode fokus kamera DSLR
Mode fokus kamera DSLR