Tips Memotret Di Malam Hari (Low Light)

Mendapatkan foto pada low light artinya memberikan perhatian lebih pada cahaya dan komposisi. Tapi sebelum anda mulai hunting pada malam hari, rancanakan apa yang ingin anda lakukan (baca juga tentang Tips Fotografi Malam (Night Photography). Pilih lokasi yang menarik dengan menanyakan pada orang lokal di mana tempat yang memiliki cahaya atau arsitektur yang menarik. Atau jika ingin memotret lalu lintas, periksa jalan mana dan kapan jalanan tersebut menjadi padat. Jangan lupa untuk mencari tahu di mana posisi paling baik dan aman saat memotret.
Pelajarilah baik-baik lokasi yang ditentukan sebelum mulai memotret. Apakah ada area yang gelap total? Apakah area tersebut justru membuat foto menjadi lebih menarik atau lebih berwarna saat dipotret pada malam hari? Jika iya, jangan takut untuk memotret di lokasi-lokasi fotogenik pada malam hari.

Waktu yang tepat untuk memotret

Jika anda memotret landscape low light, tibalah di lokasi dengan waktu yang banyak untuk melakukan set-up. Foto terbaik seringkali didapat ketika langit masih berwarna atau bisa juga disebut dengan blue hour. Dan teori ini semakin tepat jika bangunan adalah objek yang ingin anda potret. Foto menjadi lebih menarik dan exposure menjadi lebih mudah jika cahaya pada langit dan cahaya artifisial (cahaya lampu) dari objek seimbang.

tips memotret di malam hari (low light)

The Shard by Katherine Young on 500px.com

Memaksimalkan kualitas

Untuk hasil terbaik pada saat memotret di malam hari, potretlah pada format raw. Foto anda akan menyimpan banyak informasi yang memungkinkan anda untuk membuat foto menjadi lebih menarik dengan mengeditnya di software untuk format raw. Memotret dalam format ini menjadi lebih menguntungkan terutama ketika memotret pada malam hari karena akan memberikan fleksibilitas lebih jika ingin mengubah color temperature, atau menggelapkan atau menerangkan exposure (baca juga tentang Raw Vs Jpeg).

tips memotret di malam hari (low light)

Terakhir, walaupun anda tergoda menaikkan ISO untuk mempercepat shutter speed, foto terbersih akan didapatkan pada ISO 100-200. Jika menggunakan sensitivitas lebih tinggi, noise akan lebih terlihat, tapi efek ini dapat dikurangi dengan fitur High ISO Noise Reduction pada kamera atau dengan software editing foto.

Selanjut akan dibahas peralatan apa saja yang diperlukan untuk memotret di malam hari (low light).

Memahami Elemen Komposisi Fotografi : Framing

Elemen Komposisi Fotografi : Framing
Elemen komposisi fotografi : framing – life going on by Antonio Costa on 500px.com

Elemen komposisi fotografi : framing

Saat menyebut frame, yang terlintas dalam kepala adalah foto yang digantung dengan bingkai kayu di sekelilingnya. Namun, framing dalam konteks fotografi adalah penggunaan elemen komposisi fotografi yang kita temui di sekitar objek sebagai bingkai alami. Framing adalah penggunaan elemen komposisi fotografi yang cukup efektif untuk ‘mengangkat’ objek. Perhatikan porsi yang diambil oleh frame, jangan sampai porsi frame yang berlebihan justru menjadikan mereka objek utama dalam foto anda.
Elemen Komposisi Fotografi : Framing
Delicate Arch Incepted by J.R. Robinson on 500px.com

Efek elemen komposisi fotografi framing

Elemen yang digunakan sebagai framing umumnya berada di depan subjek, namun bisa juga berada di belakang subjek. Efek framing memunculkan dimensi jarak dan mengarahkan perhatian pemirsa menuju point of interest (POI). Sebagai catatan, aturlah agar tingkat terang, warna, dan motif dari bingkai agar tidak sampai mengalihkan perhatian dari POI.

Menggunakan pepohonan untuk membingkai jalan seperti pada foto di bawah ini juga bisa menciptakan kesan bahwa pengamat tengah menyaksikan jalan dan orang yang berlari dari sebuah lubang yang terbuat dari dahan pepohonan.
Elemen Komposisi Fotografi : Framing
 Marathon Training by Andy Gibson on 500px.com – Elemen komposisi fotografi
 

 

Memahami White Balance Dalam Fotografi

Memahami White Balance Dalam Fotografi – White balance atau WB merupakan salah satu hal penting di kamera, sebab cahaya bukan cuma berbeda dikekuatannya tapi juga diwarna. Setiap sumber cahaya memiliki temperatur warna yang berbeda dari spektrum merah menjadi biru. Variasi spektrum ini bisa dikompensasi dengan baik oleh mata manusia, misalnya jika anda mempunyai  kertas putih yang diterangi oleh cahaya lampu bohlam akan terlihat putih oleh mata anda. Tapi, ambillah sebuah foto tanpa mengatur white balance-nya dan mungkin akan terekam seperti warna oranye pucat . Nah, pengaturan white balance  kamera bertugas melakukan hal yang sama untuk mengkoreksi perbedaan warna yang terjadi pada cahaya, sehingga warna pada objek sesuai dengan seharusnya yang terlihat.

Pengaturan Preset White Balance

Kamera digital biasanya memiliki serangkaian preset untuk berbagai tipe pencahayaan yang berbeda. Kebanyakan kamera digital juga memiliki opsi Auto white Balance (AWB). Opsi Automatic white balance (AWB) sudah cukup cerdas untuk “menebak” besaran yan pas untuk mengoreksi temperatur warna, tetapi opsi ini tidak terlepas dari kesalahan utamanya di lingkungan yan ekstrem. Ini disebabkan opsi otomatis memiliki batasan rentang saat mengkompensasi spektrum warna.
Temperatur warna diukur dalam Kelvin (K). Tiap-tiap kamera DSLR memiliki rentang spektrum warna yang beragam seperti DSLR Nikon memiliki rentang dari 3500K sampai dengan 8000K, sedangkan pada Canon memiliki rentang dari 3000K hingga 7000K. Akan sangat sulit untuk mendapatkan gambar yang tidak berwarna oranye ketika anda memotret di dalam rumah pada saat malam misalnya. Hal yang sama bisa terjadi ketika memotret saat menjelang fajar, ketika tonal cahaya sangat biru dan memiliki temperatur warna lebih dari 8000K.
White balance kamera DSLR

Preset White Balance :

  • Auto, kamera akan menggunakannya untuk menebak besaran temperatur warna yang pas berdasarkan range temperaturnya. Bisa digunakan pada kebanyakan situasi.
  • Tungsten, disimbolkan dengan lampu bohlam, “dingin” bias cahaya merah oranye dari lampu bohlam putih rumah tangga. Digunakan untuk memotret di dalam ruangan khususnya di bawah sinar lampu bohlam.
  • Flourescent, disimbolkan dengan lampu neon. Lebih hangat dari tungsten, digunakan untuk memotret di dalam ruangan dengan pencahayaan neon putih.
  • Dayligth, simbolkan dengan matahari. Siang hari cahaya matahari di tengah hari, ketika cahayanya relatif netral. Digunakan pada saat memotret dibawah sinar matahari.
  • Flash, disimbolkan dengan kilat. Sangat mirip dengan dayligth. Digunakan apabila memotret menggunakan lampu flash.
  • Cloudy, disimbolkan dengan awan. Cahaya dingin yang “menghangat” ketika mendung/berawan.
  • Shade, disimbolkan dengan rumah atau pohon. Bayangan diluar ruangan yang lembut diterangi cahaya langit biru. Digunakan saat memotret tidak dibawah sinar matahari langsung.

Empat foto di bawah ini telah dikonversi dengan menggunakan pengaturan white balance yang berbeda-beda dalam Adobe Camera RAW (dengan format file RAW). Kiri atas : 3000K, kanan atas : 4000K, kiri bawah : 5300K, dan kanan bawah : 7500K.

memahami white balance kamera DSLR

White balance

Tips Memotret Arsitektur

Kota sarat dengan arsitektur brilian, mulai dari struktur modern bersih sampai bangunan klasik tua. Anda bisa menggunakan berbagai cara dalam genre ini dan mengembangkan gaya pribadi anda. Ketika memotret gedung, penting untuk mengeksplorasi semua sudut pandang sebelum memasukkan kamera kembali ke dalam tas. Mendekat dan mengarahkan kamera ke atas bisa jadi cara efektif jika ingin menggunakan cara abstrak, atau bisa juga memilih untuk mundur dari gedung dan merekamnya dari posisi berdiri.

Tips Memotret Arsitektur
The Path by Shooting Mad on 500px.com

Anda juga perlu mempertimbangkan cahaya dan efek pada hasil akhir foto. Shadows kuat bisa jadi gangguan, atau justru bisa dimamfaatkan bila ingin menciptakan foto abstrak.

Jika seluruh gedung ingin ditampilkan tajam, pertahankan aperture pada f/11 untuk mendapatkan foto tajam dari depan ke belakang.

1. Set-up dasar

Anda akan menemukan hasil terbaik jika menggunakan lensa wide angle dan tripod. Posisikan kamera pada modus manual agar mendapatkan kontrol penuh. Layar LCD berengsel akan berguna ketika merekam dari sudut pandang sulit, seperti sisi samping atas gedung.

fotografi arsitektur

2. Memperpanjang waktu

Jika cuaca berawan, foto akan tampak lebih efektif dengan pengaturan shutter speed lambat, menambah lebih banyak daya tarik pada langit dan menciptakan hasil abstrak. Bila perlu mengurangi pengaturan shutter speed pada saat cahaya matahari bersinar cerah, pasangkan filter ND di depan lensa kamera.

filter ND

3. Merekam dalam mono

Banyak kamera dilengkapi dengan picture style monochrome, yang bisa digunakan untuk memvisualisasikan bagaimana efek akhir foto akan terlihat. Ketika memotret dalam Raw, anda masih akan perlu untuk mengkonversikan ke hitam dan putih. Untuk hasil terbaik, gunakan channel warna tunggal untuk meningkatkan tonal dan kekontrasan.
picture style monichrome

Wedding Photography: Tips Bagi Fotografer Pernikahan Pemula 3

Foto upacara pernikahan

Banyak hal yang terjadi seputar upacara pernikahan, dan anda harus selalu memperhatikan. Tamu-tamu undangan akan berdatangan, mempelai pria dan pendampingnya, dan mempelai wanita akan memasuki ruangan. Anda tidak mungkin berpindah-pindah lokasi, jadi konsultasikan daftar foto pernikahan yang disepakati. Setelah upacara dimulai, anda bisa mulai bersiap merekam emosi tersebut sebelum berubah menjadi senyuman dan tawa usai upacara pernikahan berlangsung.

wedding photography, tips fotografi pernikahan, pre-wedding, cara mengabadikan pernikahan

 

16. Hormati upacara resmi

Bersikaplah ramah dan sopan. Tunjukkan bahwa anda bisa tidak menarik perhatian dan mereka tidak akan keberatan dengan kehadiran anda.

wedding photography, tips fotografi pernikahan, pre-wedding, cara mengabadikan pernikahan

17. Bekerjalah dengan tenang

Jika kamera anda memiliki modus quiet drive, aktifkan modus tersebut, dan matikan bunyi bip AF.

wedding photography, tips fotografi pernikahan, pre-wedding, cara mengabadikan pernikahan

18. Pelajari susunan acara

Ketahui susunan acara pernikahan. Anda tentu tak ingin terperangkap dalam lokasi acara dan berada di belakang tamu sementara mempelai yang baru menikah sudah berada di luar. Ikuti acara keseluruhan secara detail.

19. Menangani pencahayaan rendah

Merekam di dalam lokasi acara dapat menimbulkan sederet tantangan, karena anda tak bisa mengendalikan pencahayaan. Bisa saja lokasinya berpencahayaan rendah, bisa jadi flashgun atau lampu studio tidak menjadi opsi. Pada kondisi seperti inilah, ISO perlu dinaikkan. Pada kebanyakan DSLR modern, ISO lebih tinggi bukanlah masalah. Ingat, lebih baik memiliki foto dengan sedikit noise daripada foto yang kabur.

wedding photography, tips fotografi pernikahan, pre-wedding, cara mengabadikan pernikahan

20. Menangani pencahayaan rendah tanpa menaikkan ISO

Anda bisa menggunakan lensa 50mm untuk bisa memotret dengan handheld dalam pencahayaan yang rendah, tanpa perlu menaikkan ISO hingga ke 3200.

21. Menandatangani buku nikah

Setelah bagian utama dari upacara selesai, buku nikah perlu ditandatangani. Anda harus sudah tahu di mana proses ini akan dilakukan. jangan berusaha ‘mengganggu’ proses ini. Meski mungkin bisa saja anda meminta mereka berpose kembali setelahnya, sebaiknya potretlah dengan alami, anda harus cukup cekatan.

wedding photography, tips fotografi pernikahan, pre-wedding, cara mengabadikan pernikahan

Daftar foto pernikahan

Banyak foto yang bisa diabadikan di lokasi akad/pemberkatan….
– Suasana lokasi & dekorasi ruangan
– Mempelai wanita tiba dengan mobil
– Foto mempelai wanita keluar dari mobil
– Suasana tamu
– Ekspresi saudara/keluarga
– Mempelai wanita dan pria di depan ruangan acara
– Close-up tentang informasi acara yang diselenggarakan
– Rangkaian bunga di lokasi
– Pengantin saling memakaikan cincin
– Menandatangai buku nikah
– Suami istri berjalan di lajur menuju ke tempat resepsi
– Pose formil keluarga

Credit foto : Ed Goodden, Lee Garland, Samuel Docker

Bersambung….