Mengolah Foto HDR Dengan Photoshop

cara mengolah foto HDR dengan photoshop

Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas cara memotret HDR, sekarang saatnya anda mulai mengolah foto-foto HDR tadi menjadi foto HDR ‘matang’ dengan menggunakan Photoshop.Untuk kasus ini proses penggabungan dilakukan dengan menggunakan tool Layer dan Mask, sehingga akan diperoleh foto HDR yang tampak realistis. Inilah Langkah-langkahnya:

cara mengolah foto HDR dengan photoshop

cara mengolah foto HDR dengan photoshop

1.Buka Raw

Buka foto yang akan digabung di Adobe Camera Raw, atur white balance dan slider exposure untuk memperoleh exposure langit dan foreground yang pas. Lalu simpan dalam format TIFF.
cara mengolah foto HDR dengan photoshop

2. Menyelaraskan gambar

Masuk ke menu utama photoshop, kemudian klik File>Scripts>Load Files Into Stack. Pilih 2 file yang disiapkan kemudian centang Attemp to Automatically Allign Source Images. Setelah itu klik Ok, dan kedua file gambar akan tergabung menjadi satu file.
 
cara mengolah foto HDR dengan photoshop

3. Buat Mask

Klik layer paling atas. Buat layer mask dengan mengklik Layer>Layer Mask dan beri fill hitam. Matikan visibility pada layer atas dan gunakan Magic Wand Tool untuk menyeleksi langit. 
cara mengolah foto HDR dengan photoshop

4. Perbaiki exposure langit 

Nyalakan visibility layer atas kemudian klik Mask. Sembunyikan seleksi dan gunakan brush putih dengan opacity 30% untuk memberikan sapuan pada langit yang diseleksi.

cara mengolah foto HDR dengan photoshop

5. Finishing

Lakukan sapuan langit yang diseleksi tadi dengan brush sepanjang garis horizon. Kemudian lakukan adjustment Curve untuk menaikkan kontras dan kemudian atur Vibrancy dan sharpen untuk menajamkan gambar.
 
cara mengolah foto HDR dengan photoshop

Itulah langkah-langkah mengolah foto HDR dengan menggunakan tool Layer Mask pada Photoshop, kelemahannya adalah timbul halo pada garis horizon.

Fotografi Cityscape: Tips Memotret Jejak Cahaya Lampu Dengan Long Exposure

tips memotret jejak cahaya (light trail) dengan long exposure
Westminster’s Rainbow by Mattia Zambaldi

Pemandangan urban dan langit kota memiliki kualitas istimewa bila difoto di malam hari atau saat cahaya kurang (low light). Pada kota-kota yang sibuk biasanya akan ada gerakan dalam gambar, seperti kendaraan atau orang yang sedang bergerak. Karena lamanya shutter speed yang digunakan, gerakan ini akan berbayang dan menghasilkan efek efek yang menarik. Misalnya, jejak cahaya (light trail) yang ditinggalkan lampu depan dan lampu belakan mobil akan menghasilkan efek visual yang menarik dan menambah dimensi ekstra pada foto. Waktu yang terbaik untuk memotret cityscape pada malam hari adalah saat jam di antara matahari terbenam dan sebelum malam tiba (blue hour). 

Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas peralatan apa saja yang diperlukan untuk memotret di malam hari, maka sekarang kita akan membahas tips-tips menggunakan long exposure untuk mendapatkan jejak cahaya (light trail) di malam hari, antara lain :

1. Temukan spot yang bagus. 

Carilah cahaya dari lampu jalanan, mobil atau sunset yang akan menjadi daya tarik. Sebaiknya keluarlah setelah hujan untuk mendapatkan refleksi dan bias menarik.

2. Gunakanlah tripod dan kabel/remote release.

Tripod sangat membantu mendapatkan beragam kemungkinan foto yang unik. Selama anda tidak cemas dengan pergerakan objek, anda bebas menggunakan ISO rendah, aperture sempit, dan shutter speed lamban.

3. Gunakan modus manual.

Pilih ISO terendah (misalnya 100) dan gunakan modus manual. Atur shutter speed pada 10 detik. Cobalah memotret beberapa kali dan lihat hasilnya di LCD, cek histogram untuk memeriksa exposure-nya.

4. Cek tampilan jejak cahaya di LCD.

Apakah jejak cahayanya cukup panjang? Jika tidak, gunakan shutter speed lebih lambat (misalnya 20 detik) dan potret ulang. Cobalah hingga didapat hasil yang memuaskan.

5. Cek exposure.

Apakah fotonya terlalu terang (histogram cenderung ke sebelah kanan) atau terlalu gelap? Gunakan aperture yang lebih sempit (angka f besar) apabila fotonya terlalu terang, dan gunakan aperture lebih lebar (angka f kecil) apabila fotonya terlalu terang, dan potretlah ulang. Cobalah terus hingga didapat exposure yang tepat.

Cara Instal Presets Lightroom

Sudah pernah memakai Lightroom untuk mengolah foto digital anda? Lightroom yang bernama lengkap Adobe Photoshop Lightroom adalah sebuah program software buatan Adobe yang khusus diperuntukan untuk dunia fotografi. Software ini dirancang sebagai alat pembantu untuk mengolah dan mengedit foto digital pada komputer. Sebenarnya fitur-fitur pada Lightroom tidak jauh beda dengan Adobe Photoshop,  hanya saja dengan Lightroom anda dapat mengorganisasi foto anda. Selain itu, Lightroom lebih ringan dan cepat daripada Photoshop untuk edit foto, dan Lightroom juga memiliki fitur yang sangat bagus bernama presets, dimana kita bisa menggunakannya untuk mengedit foto dengan sangat cepat.

Mendownload presets lightromm

Oke, tanpa berlama-lama, saya akan memberitahu kepada anda bagaimana menginstal dan menggunakan preset lightroom, dan saya akan membagikan satu preset, anda bisa mendownloadnya disini

presets lightroom, cara instal presets lightroom
 After

presets lightroom, cara instal presets lightroom
 Before

Bagaimana Cara Menggunakan Presets ?

  1. Pertama-tama anda harus memiliki lightroom yang sudah terinstall di komputer anda (Mac/Windows).
  2. Kalau anda sudah memiliki Lightroom, import foto melalui menu Library agar tersimpan di catalog Lightroom, baru anda bisa memakai presets ini. 
  3. Di Lightroom, klik di menu Develop (bagian kanan diatas). Kemudian klik di bagian Presets (kiri tengah), lalu klik kanan Import, lalu muncul pilihan file, pilih file yang baru saja anda download.
  4. Anda dapat menggunakan presets yang sudah diimport tadi untuk mengolah foto anda dengan mengklik preset tersebut.
  5. Presets ini kompatibel dengan Lightroom versi 3 dan versi 4 baik untuk Windows ataupun Mac.

presets lightroom, cara instal presets lightroom

Cara instal presets lightroom

Tips Memotret Di Malam Hari (Low Light)

Mendapatkan foto pada low light artinya memberikan perhatian lebih pada cahaya dan komposisi. Tapi sebelum anda mulai hunting pada malam hari, rancanakan apa yang ingin anda lakukan (baca juga tentang Tips Fotografi Malam (Night Photography). Pilih lokasi yang menarik dengan menanyakan pada orang lokal di mana tempat yang memiliki cahaya atau arsitektur yang menarik. Atau jika ingin memotret lalu lintas, periksa jalan mana dan kapan jalanan tersebut menjadi padat. Jangan lupa untuk mencari tahu di mana posisi paling baik dan aman saat memotret.
Pelajarilah baik-baik lokasi yang ditentukan sebelum mulai memotret. Apakah ada area yang gelap total? Apakah area tersebut justru membuat foto menjadi lebih menarik atau lebih berwarna saat dipotret pada malam hari? Jika iya, jangan takut untuk memotret di lokasi-lokasi fotogenik pada malam hari.

Waktu yang tepat untuk memotret

Jika anda memotret landscape low light, tibalah di lokasi dengan waktu yang banyak untuk melakukan set-up. Foto terbaik seringkali didapat ketika langit masih berwarna atau bisa juga disebut dengan blue hour. Dan teori ini semakin tepat jika bangunan adalah objek yang ingin anda potret. Foto menjadi lebih menarik dan exposure menjadi lebih mudah jika cahaya pada langit dan cahaya artifisial (cahaya lampu) dari objek seimbang.

tips memotret di malam hari (low light)

The Shard by Katherine Young on 500px.com

Memaksimalkan kualitas

Untuk hasil terbaik pada saat memotret di malam hari, potretlah pada format raw. Foto anda akan menyimpan banyak informasi yang memungkinkan anda untuk membuat foto menjadi lebih menarik dengan mengeditnya di software untuk format raw. Memotret dalam format ini menjadi lebih menguntungkan terutama ketika memotret pada malam hari karena akan memberikan fleksibilitas lebih jika ingin mengubah color temperature, atau menggelapkan atau menerangkan exposure (baca juga tentang Raw Vs Jpeg).

tips memotret di malam hari (low light)

Terakhir, walaupun anda tergoda menaikkan ISO untuk mempercepat shutter speed, foto terbersih akan didapatkan pada ISO 100-200. Jika menggunakan sensitivitas lebih tinggi, noise akan lebih terlihat, tapi efek ini dapat dikurangi dengan fitur High ISO Noise Reduction pada kamera atau dengan software editing foto.

Selanjut akan dibahas peralatan apa saja yang diperlukan untuk memotret di malam hari (low light).

Memahami Elemen Komposisi Fotografi : Framing

Elemen Komposisi Fotografi : Framing
Elemen komposisi fotografi : framing – life going on by Antonio Costa on 500px.com

Elemen komposisi fotografi : framing

Saat menyebut frame, yang terlintas dalam kepala adalah foto yang digantung dengan bingkai kayu di sekelilingnya. Namun, framing dalam konteks fotografi adalah penggunaan elemen komposisi fotografi yang kita temui di sekitar objek sebagai bingkai alami. Framing adalah penggunaan elemen komposisi fotografi yang cukup efektif untuk ‘mengangkat’ objek. Perhatikan porsi yang diambil oleh frame, jangan sampai porsi frame yang berlebihan justru menjadikan mereka objek utama dalam foto anda.
Elemen Komposisi Fotografi : Framing
Delicate Arch Incepted by J.R. Robinson on 500px.com

Efek elemen komposisi fotografi framing

Elemen yang digunakan sebagai framing umumnya berada di depan subjek, namun bisa juga berada di belakang subjek. Efek framing memunculkan dimensi jarak dan mengarahkan perhatian pemirsa menuju point of interest (POI). Sebagai catatan, aturlah agar tingkat terang, warna, dan motif dari bingkai agar tidak sampai mengalihkan perhatian dari POI.

Menggunakan pepohonan untuk membingkai jalan seperti pada foto di bawah ini juga bisa menciptakan kesan bahwa pengamat tengah menyaksikan jalan dan orang yang berlari dari sebuah lubang yang terbuat dari dahan pepohonan.
Elemen Komposisi Fotografi : Framing
 Marathon Training by Andy Gibson on 500px.com – Elemen komposisi fotografi