Tips Menguasai Long Exposure

Tips Menguasai Long Exposure – Dengan shutter speed yang lebih panjang, exposure dapat memberikan keelokan menenangkan dengan mengaburkan gerakan awan dan air. Efek long exposure ini selalu mempesona hingga hampir selalu bisa mempercantik foto landscape.

Siapkan long exposure anda, dan ikuti 5 langkah berikut untuk menguasai long exposure.

Tips Menguasai Long Exposure

Tips Menguasai Long Exposure – Menstabilkan tripod

Panjangkan kaki yang lebih besar terlebih dahulu, kemudian baru kaki yang lebih kecil, sehingga akan mengstabilkan tripod.
 
Tips Menguasai Long Exposure

Tips Menguasai Long Exposure – Mencegah guncangan

Aktifkan mirror lock-up atau gunakan live view, dan gunakan kabel release untuk merekam foto. Jika anda tidak mempunyai kabel release, anda bisa menggunakan self timer 10 detik, sehingga kamera tidak berguncang akibat tekanan jari anda saat menekan tombol shutter.
 
Tips Menguasai Long Exposure

Tips Menguasai Long Exposure – Menyiapkan filter kamera

Fokuskan pada objek dan posisikan lensa pada fokus manual sebelum memasang filter ND. Setelah terpasang, view finder akan jadi tak berguna, tapi masih dapat membocorkan cahaya, jadi tutup view finder.

Tips Menguasai Long Exposure

Tips Menguasai Long Exposure – Bidik dengan live view

Meski anda tidak bisa melihat melalui filter 10 stop, dengan live view mungkin masih bisa. Aktifkan dan posisikan tombol putar modus pada P sesekali, meski ada noise tapi cukup untuk mengatur komposisi dan fokus.

Tips Menguasai Long Exposure – Dapatkan exposure yang tepat

Setiap stop yang ditambahkan filter, menggandakan shutter speed yang digunakan. Posisikan rekam foto percobaan tanpa filter pada Manual, jika puas dengan hasilnya, kalikan dengan jumlah stop pada filter.

Demikian tips – tips cara menguasai long exposure dengan menggunakan filter ND.

Memahami Aperture Dan Depth Of Field Pada Kamera

Aperture adalah lebar bukaan lensa (bukaan diafragma), yang menentukan banyaknya cahaya yang diteruskan oleh lensa dan ditangkap oleh sensor. Penulisan dan ukuran yang dipakai adalah f/ sekian, umumnya tingkat f/stop dimulai dari f/1.4 sampai dengan f/22, sebagai contoh penulisan f/4, berarti lensa terbuka dengan diameter sebesar 1/4 dari panjang focal (focal length).
memahami aperture dan depth of field

Aperture terhadap penerimaan cahaya

Bukaan lensa berkorelasi dengan cahaya yang ditangkap oleh sensor. Pada saat digunakan aperture lebar (semisal f/2), diafragma pada lensa akan terbuka lebar, dan cahaya yang ditangkap sensor lebih banyak. Sedangkan pada aperture yang lebih sempit (seperti f/4), diafragma lensa terbuka lebih sempit, dan cahaya yang ditangkap sensor menjadi lebih sedikit. Pada contoh ini, jumlah cahaya yang ditangkap pada f/2 adalah 4 kali terangnya dibanding f/4.

Efek pengaturan aperture

Efek samping pengaturan aperture adalah depth of field (DoF). Semakin sempit aperture (angka f/besar) maka semakin luas bidang tajam pada foto. Sebaliknya, semakin lebar aperture (angka f/kecil) maka semakin tipis pula ketajaman foto, dan biasanya muncul banyak blur di depan atau di belakang fokus (foreground dan background). Selain aperture, DoF dipengaruhi juga oleh focal length – semakin tele maka semakin sempit DoF-nya, serta jarak antara lensa – titik yang difokuskan – dan backgroundnya.
efek aperture kebar f/3.2
Efek Aperture Lebar f/3.2
efek aperture sempit f/11
Efek Aperture Sempit f/11

Review : Kamera Olympus Stylus 1S

Kamera Olympus Stylus 1S

Spesifikasi Kamera Olympus Stylus 1S

Review : Kamera Olympus Stylus 1S – Pabrikan kamera Olympus baru-baru ini mengeluarkan produk kamera compact terbarunya yaitu Olympus stylus 1S yang memiliki sensor 12MP1/1.7″ BSI Cmos, lensa 28-300mm F2.8, dan viewfinder elektronik 1,44 juta titik. Olympus Stylus 1S merupakan penerus dari produk sebelumnya yaitu Olympus Stylus 1, yang juga memiliki spesifikasi serupa seperti di atas . Namun sebagai penerusnya, beberapa fitur baru serta beberapa perbaikan dan peningkatan, telah disematkan pada Olympus Stylus 1S.
Kamera Olympus Stylus 1S

Fitur Kamera Olympus Stylus 1S

Beberapa fitur baru yang ada pada Olympus Stylus 1S adalah modus Small AF Target yang memungkinkan anda untuk memfokuskan lebih akurat pada setiap titik tertentu. Selain itu, juga ada fitur Step Zoom. Dengan fitur ini, anda dapat mengeset sembilan posisi zoom sebelum memotret sehingga memberikan keleluasaan bagi fotografer dalam melakukan zooming saat mengambil foto. Selain itu, pada bagian body kamera Olympus Stylus 1S juga dilakukan beberapa penyesuaian seperti mendesain ulang grip.

Selain beberapa fitur di atas, Olympus Stylus 1S juga memiliki mode Super Macro untuk memotret objek sangat dekat sampai dengan 5cm dari lensa. Juga disediakan BLS-50 Lithium-ion yang memberikan kapasitas yang lebih banyak dalam memotert dibandingkan kamera pendahulunya, Stylus 1. Olympus Stylus 1S juga mewariskan kontrol fisik dari jajaran kamera Olympus OM-D untuk memudahkan dalam memotret foto. Terdapat built-in Wi-Fi yang dapat dihubungkan ke smartphone dengan menggunakan aplikasi. Selain berguna untuk menyimpan gambar yang ada dikamera ke smartphone, aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai remote control yang dapat mengaturkamera dengan berbagai mode dan pengaturan dan bahkan memotret melalui smartphone.
Kamera Olympus Stylus 1S
Kamera Olympus Stylus 1S

Memahami Acuan Shutter Speed Pada Pemotretan Handheld

Penggunaan shutter speed yang terlalu lambat akan menyebabkan gambar yang kabur atau goyang. Untuk itu, ada acuan umum yang digunakan untuk kecepatan terendah yang bisa digunakan pada pemotretan handheld (kamera ditahan tangan, bukan tripod atau alat bantu lainnya).
focal length lensa 
Shutter speed acuan untuk pemotretan handheld adalah sebagai berikut:
1. Kamera DSLR full frame, shutter speed minimal : 1/focal length. Contoh pada focal length 85mm, maka speed minimal : 1/85s.

2. Kamera DSLR APSC, shutter speed minimal : 1/(1.5 x focal length). Contoh pada focal length 50mm, maka speed minimal : 1/75s.

3. Kamera DSLR Micro Four Third, shutter speed minimal : 1/(2 x focal length). Contoh pada focal length 42mm, maka speed minimal : 1/84s.

4. Kamera saku (compact), shutter speed minimal : 1/(25 x zoom). Contoh pada zoom 5x, maka speed minimal : 1/125s.

Jika kamera atau lensa anda memiliki fitur Images Stabilizer, anda bisa menggunakan shutter speed yang lebih pelan dari acuan di atas. Umumnya berkisar 1-2 stop, atau setara dengan 2 sampai 4 kali shutter speed acuan.

19 Tips Komposisi Memotret Foto Part 2

Pada bagian sebelumnya kita telah membahas 10 tips komposisi untuk memaksimalkan foto anda, dan sekarang kita akan melanjutkan 9 tips komposisi lagi….

11. Break the Pattern

Melanjutkan bagian sebelumnya mengenai perulangan, ada teknik lain yang sering diterapkan untuk menghasilkan komposisi yang lebih menarik. Yang perlu anda lakukan adalah ‘merusak’ pola dengan menampilkan unsur yang berbeda. Gunakan unsur yang tetap mengikuti pattern, tapi memiliki fitur yang membuatnya terlihat mencolok. Pada umumnya fotografer menggunakan warna sebagai pemecah pattern. Atur komposisi sebisa mungkin, semisal dengan meletakkan elemen pemecah tersebut pada titik/garis rule of third.

Tips komposisi Break the Pattern
Passion Lady by Ryuichi Noguchi on 500px.com

12. Mamfaatkan Pantulan

Penggunaan pantulan (reflection) dapat memberikan efek yang unik pada sebuah komposisi dan memberikan nilai lebih pada foto. Dengan penambahan pantulan pada komposisi, sebuah foto bisa berubah menjadi lebih berkesan. Selain dengan air, anda bisa menggunakan kaca, jendela, cermin, permukaan logam dan sebagainya untuk memberikan efek reflektif. Perhatikan arah serta bentuk pantulan, dan gabungkan dalam komposisi foto yang anda buat.

 
Tips Komposisi Mamfaatkan Pantulan
on the train home by Marco Maioriello on 500px.com

13. Mamfaatkan Bayangan

Adanya arah cahaya akan membentuk bayangan. Dari sudut pandang komposisi, anda bisa memamfaatkan bayangan untuk melengkapi subjek dan memperkuat foto yang dihasilkan. Selain sebagai pelengkap, anda juga bisa menjadikan bayangan sebagai objek utama pemotretan dan menghasilkan foto cara pandang yang berbeda.

 
Tips Komposisi Memotret Foto
untitled by Ryuichi Noguchi on 500px.com

14. Memamfaatkan Zoom: Wide vs Tele

Penggunaan focal length yang berbeda akan menghasilkan lebar sudut pandang yang berbeda. Anda bisa menggunakan teknik ini untuk mengatur proporsi background pada komposisi. Lensa wide angle memberi jarak yang renggang antarobjek dalam foto, membuat background terlihat jauh dan kecil, serta efek distorsi. Lensa tele merapatkan objek-objek pada foto, membuat background terlihat dekat dan besar, serta efek kompresi.

15. Memamfaatkan Distorsi

Terkadang sebuah foto menjadi lebih menarik karena menampilkan pemandangan dalam proporsi yang tidak biasanya terlihat. Distorsi sering kali digunakan untuk memberikan efek pada foto dengan menerapkan lensa sudut lebar atau lensa fish eye.

 
Tips Komposisi Mamfaatkan distorsi
warp speed by Jo Williams on 500px.com

16. DoF Tipis dan Selective Focusing

Depth of Field (DoF) yang memiliki arti kedalaman ruang, adalah ruang antara titik terdekat dan titik terjauh pada gambar yang masih terlihat fokus. Objek lain yang berada di luar DoF akan menjadi blur, kondisi yang blur atau sering disebut ‘bokeh’ ini akan semakin dominan pada DoF yang tipis. Anda bisa memamfaatkan DoF yang tipis untuk teknik selective focusing, yaitu mengisolasi POI dangan membatasi objek yang fokus.

 
Tips Komposisi Memotret Foto
orchid 01 by Wei-san ooi on 500px.com

17. DoF Tebal dan Hyperfocal Distance

Foto landscape dan arsitektur umumnya lebih disukai jika seluruh pemandangan terlihat fokus, dari objek yang berada di depan (foreground) sampai objek di belakang (background). Untuk mencapai kondisi ini anda bisa menerapkan teknik “Hyperfocal Distance”. Istilah “hyeperfocal distance” adalah jarak fokus dimana objek pada semua jarak terlihat tajam.

Tips Komposisi Memotret Foto
Kraichgau Dawn by Michael Breitung on 500px.com

18. Mamfaatkan Warna 

Salah satu alat bantu yang bisa digunakan saat menyusun komposisi adalah warna. Dengan memamfaatkan penempatan warna yang tepat, anda bisa mengarahkan perhatian permirsa, menambahkan nuansa tertentu pada foto, atau bahkan menggunakan warna sebagai komposisi utama.
Tips Komposisi Memotret Foto
Wall of Books by Lejla Tabak on 500px.com

19. Skala

Mengabadikan sebuah pemandangan terkadang masih menyisakan sebuah pertanyaan, seberapa besar ukuran objek pada wujud aslinya. Untuk memberikan sentuhan skala ukuran pada objek, anda bisa menggunakan objek/subjek lain yang memiliki ukuran normal yang bisa dibayangkan.

Tips Komposisi Memotret Foto
Caught in The Middle by Jesse Shanks on 500px.com

Teknik paling efektif yang sering diterapkan pada foto pemandangan adalah dengan menambahkan orang pada komposisi. Funsi orang disini bukan sebagai subjek utama, tetapi untuk melengkapi komposisi dan memberikan alur cerita.