Tips Menggunakan Shutter Speed Kreatif

Pelajari cara menggunakan shutter speed kreatif dan menggunakannya sebagai alat kreatif membuat foto menakjubkan. Selain digunakan untuk mengatur exposure, shutter speed juga menjadi alat untuk membekukan gerakan atau justru mengaburkan objek bergerak. Anda dapat menggunakan shutter speed kurang dari sedetik untuk membekukan gerakan atau exposure dalam hitungan menit hingga jam untuk merekam dengan exposure lebih lambat.
shutter speed kreatif untuk membuat efek motion blur
Selain berfokus pada shutter speed, anda juga harus memperhitungkan aperture dan ISO untuk mendapatkan exposure yang tepat. ISO untuk mengatur sensitivitas sensor terhadap cahaya, aperture untuk mengatur seberapa banyak cahaya masuk ke lensa, dan shutter speed untuk mengatur seberapa lama waktu sensor terekspos cahaya.

Ketiga point saling terkait. Jika mengubah salah satu pengaturannya, anda perlu mengubah yang lainnya untuk exposure yang tepat. Contohnya, jika ingin menggunakan shutter lebih lambat, maka pergunakanlah ISO yang lebih rendah. Skala shutter speed lebih mudah dimengerti dibandingkan dengan pengaturan aperture karena exposure diukur melalui waktu. Namun, seringkali penulisannya sederhanakan – misalnya 1/15 detik ditulis ’15’. Agak membingungkan karena ’15’ bisa saja berarti 15 detik, tapi kecepatan semenit atau lebih lama akan ditlis 1″, 2″, dan seterusnya.

Ketika memilih shutter speed yang tepat, penting untuk mempertimbangkan apa yang ingin anda foto dan efek apa yang anda inginkan. Anda juga perlu memastikan bahwa shutter speed yang dipilih sudah cukup cepat untuk menghindari guncangan pada kamera dan memastikan hasilnya tetap berkualitas.

Shutter speed kreatif untuk membekukan objek bergerak (freezing movement)

shutter speed kreatif untuk membekukan gerakanPrinsip dasar shutter speed cukup sederhana. Semakin cepat objek bergerak, semakin cepat shutter speed yang anda butuhkan untuk membekukan gerakan. Shutter speed 1/250 detik akan membekukan hampir seluruh objek yang bergerak lamban, kecepatan 1/1000 detik akan membekukan objek yang bergerak lebih cepat seperti mobil, dan 1/8000 detik hampir dapat membekukan gerakan apa saja kecuali yang lebih cepat dibandingkan kecepatan tersebut.

Tergantung pada cahaya, anda perlu mengatur ISO untuk mendapatkan exposure yang tepat pada kecepatan yang telah anda tentukan. Tapi ada banyak yang harus anda pertimbangkan dibandingkan sekedar memilih shutter speed cepat. Pertama-tama anda harus membuat objek berada dalam frame, dan fokuskan. Triknya adalah menjaga titik fokus tetap berada pada objek yang bergerak. Atur kamera pada modus autofocus AI Servo atau Continuous AF, dan dengan berlatih, anda akan memahami bagaimana titik fokus akan mengikuti objek selama ada cukup cahaya.

Kemudian, pikirkan tentang timing karena jika memotret di saat yang tidak tepat, foto anda akan terlihat biasa-biasa saja. Untuk foto aksi dan olah raga, carilah elemen seperti debu atau semprotan air, atau gerakan lainnya untuk menunjukkan dinamika aksi pada foto yang anda buat.

Shutter speed kreatif untuk memotret panning

shutter speed kreatif untuk memotret panningAnda tidak harus selalu menggunakan shutter speed cepat untuk menangkap aksi. Shutter speed lebih lambat dapat digunakan untuk menciptakan blur. Ada 2 opsi: menjaga kamera tetap diam, sehingga background menjadi tajam dan objek bergerak menjadi blur; atau gerakkan kamera sehingga objek tetap tajam sedangkan background menjadi blur, yang juga disebut panning.

Panning saat objek bergerak pada 90 derajat dengan posisi anda, lebih mudah dilakukan. Anda cukup merekam secepat mungkin, jaga objek agar terus berada pada viewfinder, dan tekan shutter di tengah panning. Kuncinya adalah menjaga gerakan kamera sehalus mungkin saat mengejar objek.

Memilih shutter speed yang benar untuk panning agar objek tetap fokus, bergantung pada beberapa faktor. Semakin cepat objek bergerak, maka shutter speed juga harus makin cepat, tapi jangan lupa bahwa kecepatan yang anda tentukan masih dapat mebuat background terlihat blur.

Gunakan 1/60 hingga 1/250 detik untuk objek yang bergerak sangat cepat seperti mobil balap yang bergerak lurus, atau 1/250 hingga 1/500 detik untuk mobil balap yang bergerak pada angle berbeda. Objek yang bergerak lebih lambat, perlu 1/30 hingga 1/60 detik. Jika objek lebih dekat, maka shutter speed harus lebih cepat.

Akan lebih sulit melakukan panning saat objek bergerak mendekati atau menjauhi kamera anda, atau ketika pergerakannya buka linear – misalnya mobil yang membelok. Memotret gerakan seperti ini membutuhkan shutter speed cukup lambat untuk membuat background menjadi blur namun objek tetap tajam, dan membutuhkan latihan. Triknya adalah menjaga bagian dari objek yang diinginkan untuk tajam tetap berada di viewfinder.

Shutter speed kreatif untuk membuat blur yang kreatif

shutter speed kreatif untuk membuat blur yang kreatifGunakan shutter speed 1/15 detik atau lebih lambat, dan anda akan mendapatkan efek kreatif jika kamera tetap diam karena objek bergerak akan terlihat blur. Shutter speed pada rentang ini akan mengaburkan gerakan air. Untuk mendapatkan efek ini, kamera musti diam dengan sempurna. Gunakan kecepatan 1/8 detik atau lebih lambat, dan pakai tripod agar hasilnya tetap tajam. Jangan lupa mematikan fitur stabilizer gambar.

Tantangan shutter speed lambat adalah memprediksikan hasil foto objek bergerak. Ada banyak variabel yang mempengaruhi, tapi jika anda latihan, anda akan lebih mudah memprediksi hasil akhir gambar objek bergerak.

Awali dengan melihat apakah objek bergerak regular atau linear seperti aliran air, atau justru tidak teratur seperti dedaunan jatuh. Gerakan linear atau regular, akan terekam sebagai gerakan lurus atau melengkung. Sementara gerakan yang tidak beraturan, akan menciptakan efek blur yang tidak teratur.

Selanjutnya, tentukan shutter speed, tergantung pada seberapa cepat objek bergerak, seberapa dekat dengan kamera, dan seberapa banyak efek blur yang dinginkan pada foto. Contohnya, untuk memastikan blur yang cukup, aliran air yang cepat pada foreground tidak memerlukan shutter speed selambat yang diperlukan untuk memotret pepohonan yang bergerak karena angin.

Shutter speed kreatif untuk memotret long exposure

shutter speed kreatif untuk memotret light trailsPada shutter speed 30 detik, gerakan sesedikit apapun akan membuat objek menjadi blur. Rentang shutter speed ini digunakan untuk memotret seascape dimana gerakan air terlihat kabur. Kecepatan seperti ini juga untuk memotret di malam hari, misalnya merekam light trail dari lalu lintas kota di malam hari.

Anda perlu memprediksi perubahan gerakan objek akan berubah – efeknya akan lebih terlihat jika shutter speed-nya semakin lambat, terutama jika menggunakan exposure hingga 30 detik.

Biasanya, shutter speed lebih dari 1 detik juga digunakan saat kondisi pemotretan di luar ruang yang hampir gelap. Jadi, cobalah memotret sesaat sebelum dan sesudah matahari terbenam ketika masih ada cukup cahaya. Filter neutral density (filter ND) atau polariser akan mengurangi cahaya untuk shutter speed sangat lambat. Ketika cahaya semakin kuat, anda memerlukan filter ND lebih kuat – seperti Lee Big Stopper atau Light Craft Workshop ND500MC – untuk menjaga exposure tetap panjang

Shutter speed kreatif untuk memotret jejak bintang (star trail)

shuttter speed kreatif untuk memotret star trailsMemotret pada shutter speed lebih lama dari 30 detik, membuat pemandangan malam minim cahayajadi terlihat lebih detail, bahkan dapat menangkap star trail. Kebanyakan kamera maksimum shuttet speed maksimumnya adalah 30 detik. Untuk exposure yang lebih panjang lagi, anda perlu menggunakan bulb pada modus manual.

Bulb memungkinkan anda memulai exposure saat shutter release ditekan dan terus membuka hingga waktu yang telah ditentukan. Praktiknya, ada batasan seberapa lama DSLR dapat melakukannya. Hal ini terjadi karena semakin lama shutter membuka, semakin banyak noise, dan membuat sensor kamera menjadi panas memprosesnya.

Karena sulit mencapai kualitas gambar terbaik pada exposure panjang untuk jejak bintang, cobalah memotret sekumpulan gambar dengan exposure 30 detik, gabungkan dengan fitur Stacks di photoshop. Bisa juga menggunakan aplikasi gratis seperti Startrails di www.startrails.de. Demikianlah tips-tips yang yang dapat anda terapkan untuk menggunakan shutter speed kreatif agar menghasilkan foto yang menakjubkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *